Minggu, pukul 13.00 WIB
HP-ku lagi-lagi berdering. Layarnya menampilkan nomor sebuah kantor perusahaan yang sangat kukenal. Duuh, tentu saja aku tahu dari siapa itu. Bukannya aku tak ingin mengangkatnya. Hanya saja waktunya tak tepat.
“Angkat saja. Siapa tahu itu Lintang,” kata Surya.
Aku tersenyum agak meringis. Memang itu Lintang. Tapi, aku tak ingin timbul masalah gara-gara aku mengangkat telepon itu.
“Angkat saja, barangkali penting.” Agak mengherankan. Tidak biasanya ia mempersilahkan aku berbicara dengan Lintang.
Kata nenekku yang sedang pubertas, cinta itu anugerah.
Kata oomku yang lagi patah hati, cinta itu neraka.
Kata tetanggaku yang playboy, cinta itu se ... lanjut baca
Abang sayang….
Eneng tau Abang nggak seneng mampir ke warnet. Baca buku aja jarang, apalagi baca di warnet. Jadi Eneng tidak yakin Abang sempat mem ... lanjut baca
Aku kangen kamu, Nin. Entah kenapa. Seharusnya tidak. Tidak lagi. Sebab kita tak lagi dalam kisah yang sama.
Aku memimpikanmu semalam. Kita bertem ... lanjut baca
Surakarta, Pinggiran
Kakek itu bernama Bawana. Berjalan kaki meniti pinggir jalan raya Solo-Yogyakarta. Ia tidak punya duit untuk naik bis, makanya ... lanjut baca
Surakarta, Pinggiran
Kakek itu bernama Bawana. Berjalan kaki meniti pinggir jalan raya Solo-Yogyakarta. Ia tidak punya duit untuk naik bis, makanya ... lanjut baca
PROLOG
Kakek itu menengadah ke langit. Hari sudah maghrib, seharusnya gelap. Tapi di horizon selatan muncul pendar-pendar cahaya asing. Warna-warni ... lanjut baca
"Ooh, aku tahu, kau bermaksud ingin kugendong karena kaki pegel, kan?" tanya babi, masih penasaran kenapa cacing pengin digendong.
cacing malu dibu ... lanjut baca
Aku lelaki dengan segala kemurnianku.
Namun ijinkan kulupakan murniku. Juga tulenku. Kukempitkan kejantananku, hanyut dalam kepedihan yang tak sang ... lanjut baca
“Aku yakin surga itu tak seperti yang dibayangkan orang, Pan. Bahkan aku berani bertaruh gambaran surga dalam agama mana pun hanya ilustrasi yang te ... lanjut baca
“WUAAAAA!” Narto tiba-tiba berteriak.
Nyaris saja kepalanya “dijajah” oleh tangan dan cakar Papa Beruang yang gede banget andai saja ia ti ... lanjut baca
Lintang datang ke rumahku malam ini. Aku tahu pasti ia bermaksud menjelaskan duduk perkara siang tadi. Kendati aku masih enggan membahasnya, tapi kupi ... lanjut baca
Malam ini tanggal 31 Desember 2008, seluruh masyarakat di belahan dunia akan merayakan pergantian tahun menuju 2009. Suasana gegap gempita di sepa ... lanjut baca
“Pena, Keadaan makin gawat. Kita menjauh saja!”
Teriakan itu sontak mengagetkan konsentrasi Pena. Tugas peliputannya belum juga selesai. Dia ma ... lanjut baca
Aku selalu berharap pada matahari
Seberkas sinar dalam lingkar hati
Ketika pekat menyesak diri
Pun sebuah arti telah pergi
Ia menggoda dalam s ... lanjut baca
“Ndut!!”, suara sobatku terdengar dari dalam rumah.
Aku yang sedang berdiri di teras rumah sontak celingak celinguk mencari siapa gerangan orang ... lanjut baca
Waktu telah berlalu lama semenjak kau pergi
kadang sepi menemani aku bersama membawa kenangan saat kau pergi dari aku . cerita tentang dirimu susah b ... lanjut baca
Hhhhh…..lagi-lagi kuhela nafas panjang untuk yang kesekian kalinya. Memang hanya hembusan-hembusan nafas panjang itu saja yang menemaniku sejak bebe ... lanjut baca
Sabtu, Mei 1999
Mery melangkahkan kakinya menuju bangunan putih besar yang berada di pusat kota Pematangsiantar. Bau obat-obatan begitu kental terc ... lanjut baca
Wah, jadi pengen tahu kelanjutannya nih. Tapi, ya, aku kok setuju ma Arien...Jangan2 kedua lelaki itu gay? Begitukah?
Gaya penulisannya santai dan lucu, walau (mungkin) alurnya akan rumit. Ditunggu lanjutannya
bgus...aq seneng...cma awalny ga bngung aj...mksd 2 lelaki tu ap...
duuuuh...lanjutin y?! g sabar nunggu lanjutannya...
CHAYO!!!!!! SEMANGAT!!!!!!
aku menunggu lagi ya ceritanya... dsini sih sudah OK tapi msh lom kelar.
sprti diary tapi dibuat cerpen..blm bisa kasih comment nih,gw tunggu kelnjutanya y mbaak..
matahari dan bintang
keduanya bertolak belakang
mana lanjutannya
jgn2 akur krn ternyata homo lagi wakakka becanda
jgn kepanjangan dong.sedang dan ngena. biar gak capek baca