Haruskah kurangkai awan
Saat bingung berkecamuk
Memporak-porandakkan jiwa
yang dinding rumahnya kubuat sekeras batu
Pada jendela hati
Coba melengangkan letih
Di antara tumpukan sedih
yang selalu membuat perih
Ini bukan sebuah karma
Di mana gawang cinta merapuh
Hingga menumbangkan pohon-pohon kasih
yang dulu berbunga dan kini melayu mati
Di sini mengharap bintang bergeming
Di atas tetesan airmata
Saat angan mulai mengerjaiku
Dengan bayang-bayang wajahmu
"Aku sungkem di atas linangan yang mencurah bersama doa-doaku"
Rating
Comments: 26
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
bagus ze.. terjawab sudah dari zera
isinya masih mendayu2.. hihihi........... piss ahh..
Hha ~
Puisinya bikin tenang.
Pengen cpad2 lbaran dan sungkem2an
Manis, saya suka. Puisi sederhana yang jika saya pembuatnya akan berantakan tak keruan. Salut padamu akang zera dan selamat sudah berhasil menjawab tantangannya.
Btw, Akang mau tantangan dari saya lagi?
Walaupun saya yakin akang pasti bisa ketimbang saya.
Trm kasih untuk "sungkem"nya.
great~
kerennnn, btw lam kenal semuanya, baru gabung nih
keren2 puisinya disini, jadi pengen lebih banyak nulis puisi,
kapan-kapan coba ikutan ah tantangan puisinya
CURANG!!!!!!
kata "Bunga" kok jadi "Berbunga" ?
katanya berimbuhan dan maknanya kan berbeda jadinya
Tahu begitu, pasti di puisiku kutambahin imbuhan semua
Eniwei, puisinya keren
Assalamualaikum
Kan tidak apa kalau dikasih imbuhan.
Hahahahahaha....
Diedit lagi juga ga apa puisinya.
hehehehehehe
komennya ikut yang duluan aja..

Ternyata dirimu sudah berhasil menaklukan tantangan, selamat ya. Selamat sahuuur!
susunan katanya aku rasa nyambung kok dari awal sape akhir ze. Semangat ya kawan ^^