Cemburu

Saya iri dengannya. Kami sama-sama belajar di sanggar ini. Aku menari dan menyanyi dengan tubuhku penuh peluh di atas panggung lantai kayu, ia menyanyi dan menari dengan jarinya di atas kanvas, di atas kertas, di atas layar berpendar tempat pikirannya menyata dalam garis, warna, kata, dan makna.

Aku iri padanya namun mungkin bukan dengki. Di tengah kesunyian dimana desir darah dalam nadinya dapat terdengar, ia keluar dari belenggu cangkang badaniahnya dan berputar bagai gasing, seperti alam semesta. Mencurahkan kejujuran yang menyilaukan di atas sebidang putih padat imaji tak kasat mata. Dan tidak berhenti hingga dadanya sesak membuncah oleh lebih banyak lagi kejujuran yang harus ia tuangkan. Edan. Ia seperti segelas cangkir keramik Zen yang akan terus meluap walau telah diminum isinya.
Aku pernah duduk mengamatinya dari balik tirai selama delapanbelas jam nonstop. Air mataku tidak dapat berhenti mengalir.
Aku iri padanya

Ketika menari aku memakai topeng, memakai kostum, menyelinap sembunyi dalam sebuah cangkang berkilau gemilau memukau sebelum menarikan putaran gasing alam semestaku.
Ia pernah menyaksikan kami berlatih. Duduk bersidakep seperti layaknya resi. Lalu ia berkata padaku

“Cantik sekali, Nur”

tapi dia tidak tahu bahwa yang cantik bukan aku tapi tarianku?
Sedangkan dirinya…O… sungguh aku iri.

Suatu malam ia bersimpuh di kamar ganti. Baru saja pagelaran besar mengakhiri masa belajarku di sanggar. Aku sedang sibuk melepas topengku saat ia berkata “Nur, jadilah isteriku”

Sungguh aku ingin memeluknya dan berkata “tetapi kau begitu indah dan aku dibungkus kulit kayu”. Tapi dia tidak tahu itu. Aku tidak ingin dia tahu.
Maka aku lari dan mengunci diri. Di hadapan lukisan-lukisannya yang penuh warna dan bijaksana aku telanjang dan mulai menari. Terus menari dan menari di depan hakim-hakim mahabijak tanpa kata. Keringatku bercampur airmata dan aku terus berdesing membeberkan alam semestaku di hadapan alam semestanya. Tetapi aku kalah.

Aku iri kepadanya. Ia akan selalu bercahaya dan aku hanya akan jadi bayang-bayang pucat yang maya. Aku pun ingin nyata cemerlang seperti dia tetapi aku hanya aku tanpa tarianku. Aku tidak mau. Tidak ingin jadi dengki.

Kubuka pintu saat pagi menjelang.

Dia berdiri di depan pintu sepanjang malam menungguku keluar.

“Maafkan aku. Aku masih ingin menari. Aku tidak mau jadi isterimu”

Read previous post:  
53
points
(673 words) posted by F_Griffin 12 years 38 weeks ago
58.8889
Tags: Cerita | drama | Cinta | drama | Griffin | Kelekatu
Read next post:  
Writer H.Lind
H.Lind at Cemburu (7 years 33 weeks ago)
90

cemburu dengan gaya penulisanmu. Hehe

Writer snap
snap at Cemburu (11 years 22 weeks ago)
50

jadi iri saga griffin....

Writer dian k
dian k at Cemburu (11 years 24 weeks ago)
90

Nur, kalau kau jadi isterinya, iri itu akan berkurang karena dia adalah milikmu

Writer penjahat
penjahat at Cemburu (12 years 21 weeks ago)
50

Ajari aku cemburu....?

Writer quincette
quincette at Cemburu (12 years 23 weeks ago)
80

Gaya bahasanya melodik ;P
Penggambaran cemburu yang jujur dan indah.
Cemburu juga diriku pada kemampuan menulismu

Writer rinojoe
rinojoe at Cemburu (12 years 34 weeks ago)
70

ngamini yang lain deh, setuju bgt kalo di bilang karyanya bagus bagus

Writer FrenZy
FrenZy at Cemburu (12 years 35 weeks ago)
70

Hehehe bagus gaya penulisannya kok.. aku udah baca beberapa yg Nina jg keren :)

Writer neko no oujisama
neko no oujisama at Cemburu (12 years 36 weeks ago)
90

Tulisannya bagaikan 'nur' sang cahaya. Silau gini gw baca tulisannya.

Writer ayundra
ayundra at Cemburu (12 years 36 weeks ago)
70

bung Grifin ini produktif dan keren keren banget ceritanya. ajarin donk, gimana caranya menulis indah :)

Writer v1vald1
v1vald1 at Cemburu (12 years 36 weeks ago)
80

Hehehe... spt biasa Bung Griffin, tulisan kamu memang meliuk-liuk bagai tarian penari. Indah, mendamaikan. Jelas, mengamini yang lain, aku juga iri, cemburu, apa pun! Karena mana bisa aku menulis dengan keindahan deskripsi spt dirimu. Tapi untunglah, tidak menjadi masalah bagiku. Karena dengan begitu, semua orang terkayakan dengan gayanya masing2. Bukankah begitu? Semoga novel Anda benar2 terwujud ya!:)

Writer bulqiss
bulqiss at Cemburu (12 years 36 weeks ago)
80

Aku tau, mengapa Nurul nggak mau jadi isteri. Coz sesuatu itu akan tetap indah bila tak terjamah..
Eh...Aku juga cemburu ma kamu..hebat..

Writer KD
KD at Cemburu (12 years 36 weeks ago)
100

Tidak tahukah Nur, bahwa cinta melebur dua jiwa menjadi satu?

Writer wafie
wafie at Cemburu (12 years 36 weeks ago)
90

wow... satu ide cerit yang menarik, narasi yang bagus. jadinya aku cemburu nih sama penulisnya. hihihihi

Listen to me: Aku cemburu bukan karena apa,karena kamu bisa membuat cerita yang luar biasa. Hanya saja tidak ada lanjutan kisahnya... :)
Makanya aku jadi cemburu buta :D

Oyyyyyyy... cerpen2ku juga di kasik komentar kamu dunks. OK

Writer Valen
Valen at Cemburu (12 years 36 weeks ago)
80

Yes, aku juga selalu ngiri dengan tulisanmu yang slalu ngalir. Meski cuma beberapa baris. Cuma satu kurangnya. Kurang panjang nih...

Writer pikanisa
pikanisa at Cemburu (12 years 36 weeks ago)
50

Aku lebih seneng Nurul di "cemburu" daripada "Kelekatu"
Aku rasa penggambaran di "cemburu" lebih jujur.