Petualangan Vagina [2-berlanjut]

Malam itu Kresna tidak pulang, ia memutuskan mampir ke warung Bang Togar.

“Bang ! Kopi satu, seperti biasa ya Bang!”, pinta Kresna pada Bang Togar.

Bang Togar adalah mantan napi Kalisosok 2, masuk sel karena difitnah rekan premannya. Bang Togar kena pasal pencurian. Sebenarnya sebelum peristiwa itu terjadi, dia sudah memutuskan untuk bertobat, karena itu rekannya yang lain tidak senang. Dan akhirnya, teman-teman yang lain membuat siasat agar Bang Togar juga ikut-ikutan masuk sel, lebih lama dari mereka. Sekarang di terminal ini dia hidup dari hasil berjualan kopi, rokok, dan mi instan. Sebagai tambahan, di waktu luangnya, dia menggrafir batuan untuk dijadikan perhiasan, entah itu akik, mirah atau sekedar batuan kali murahan. Hasil pelatihannya selama 4 tahun di Kalisosok.

Setelah Bang Togar meletakkan kopi panas Kresna di atas meja. Diseruputnya kopi itu oleh Kresna, kemudian Kresna menyulut rokoknya yang tinggal sebatang. Sebelumnya dioleskannya bubuk kopi di batang rokok itu. Disedotnya dalam-dalam dan dihembuskannya dalam sebuah hembusan kepenatan. Sementara itu Bang Togar kembali asyik menggrafir batuan.

“Pesanan siapa, Bang?”, tanya Kresna pada Bang Togar.

“Biasa, lah kalung ! Si Baret yang minta.”

“Si Baret yang bekingnya Abah Toge.”

Yang diajak bicara cuma nyengir mengiyakan.

Kalung itu berbentuk hati dengan ukiran grafir di tengahnya bertuliskan “Mirah”. Kresna melongok sebentar ke arah kalung itu.

“Buat Ibuku ? Kalau kalung macam itu dibuangnya sama Ibuku.”, kata Kresna.
Bang Togar berhenti sejenak, kemudian meringis ke arah Kresna.

“Memangnya, Mirah nama Ibumu?”, tanya Bang Togar.

Yang diajak bicara hanya tersenyum kemudian menyeruput kembali kopinya. Untuk beberapa saat mereka terdiam. Bang Togar makin ayik menghujamkan mata bornya ke arah batuan itu.

“Ajarkan aku menggrafir lah Bang!”, pinta Kresna tiba-tiba memecah keheningan.

“Bah! Mengajari kau sia-sia saja! Apa untungnya buat aku? Kalau kau pintar, akhirnya aku bakalan dapat saingan. Pelangganku berkurang lah ! Kalau kau bebal, tambah merugilah aku, waktu ku terbuang, kau juga tak mungkin bisa bayar.”, jawab Bang Togar dengan logat Batak kental.

“Kalau kau mau belajar, masuk lah ke sel. Pasti kau diajarin. Gratis.”, kelakar Bang Togar.

Saat berdiam diri sesosok perempuan datang. Kemudian, masuk ke billik warung Bang Togar. Perempuan itu memakai kaos iklan sabun, dan rok panjang kembang-kembang. Rambutnya terikat ke belakang. Sesaat perhatian Kresna tersita. Saat perempuan itu datang, diambilnya beberapa bungkus nasi dari dalam keranjang yang dibawanya, kemudian menaruhnya begitu saja. Setelah itu, dia meregangkan jemarinya menunjuk isyarat lima buah ke arah Bang Togar.

“Besok antar agak pagian lah Mawar, kalau pagi-pagi banyak yang suka tanya nasi bungkusmu.”, kata Bang Togar.

Yang diajak bicara hanya tersenyum, kemudian mengangguk. Kemudian perempuan itu melangkah keluar pergi meninggalkan Bang Togar dan Kresna. Bang Togar kembali menekuni prakaryanya.

Pandangan Kresna masih saja teralih pada perempuan yang disebut Mawar oleh Bang Togar. Bang Togar kemudian terhenti keasyikannya, diamatinya Kresna yang masih belum juga berhenti memandang Mawar yang kian menjauh.

“Hei Anak Monyet, jangan berani-berani kau ganggu dia. Kalau kau masih berani, aku colok kau dengan mata bor. Jelek-jelek gini aku ini bapaknya.”, bentak Bang Togar sambil mengacungkan mata bornya.

Yang diajak bicara malah terkikik.

"Istri abang memangnya dimana sekarang?", tanya Kres.

"Kau tanya istri aku yang nomor berapa?", tanya Bang Togar.

"Memang ada berapa Bang ? Ya... Ibunya Mawar lah!", kata Kres

"Kalau Ibunya Mawar itu istri pertamaku, trus dia mati waktu Mawar lahir. Menikahlah lagi aku ama istriku yang kedua, orang Pemalang. Tapi trus aku tinggalin dia. Mawar aku titipin ke Bibinya di Pematang Siantar. Sekarang Bibinya sudah tak ada, tinggallah dia sekarang sama aku.", cerita Bang Togar.

Bibir Kresna dimonyongkan dan membunyikan gumaman "O...." panjang, sambil manggut-manggut.

Malam-malam keesokannya, Kresna semakin sering singgah ke warung Bang Togar. Berharap bertemu Mawar yang muncul untuk mengantarkan nasi bungkus ke warung Bang Togar. Beberapa malam bahkan Kresna tidak pulang. Kalaupun Kresna pulang di siang hari pasti sang Ibu telah tertidur, karena penat setelah melayani langganan-langganannya. Saat terbangun sang Ibu biasanya hanya mendapati tumpukan pakaian kotor bekas anaknya yang menandai belahan jiwanya telah singgah ke gubuknya hari itu.

Read previous post:  
177
points
(704 words) posted by pikanisa 12 years 36 weeks ago
70.8
Tags: Cerita | dongeng | hidup | ibu | PSK
Read next post:  
Writer Chatarou
Chatarou at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (11 years 4 weeks ago)
90

Mssih bertahan emosi ini...
Melaju ke yang ke-3

Writer complicatedRE
complicatedRE at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (11 years 33 weeks ago)
50

m m m ..
cerita yang ke duaa inii
boring hahhahaha

Writer Kitty
Kitty at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (11 years 34 weeks ago)
70

bener² hanya menyoroti kehidupan anak sang PSK yah...

any way...

lanjut... ^^

Writer Super x
Super x at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (12 years 30 weeks ago)
80

masih enak tapi agak menurun tensinya dari yg pertama.

Writer anty
anty at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (12 years 30 weeks ago)
60

??????????

Writer stella_ernes
stella_ernes at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (12 years 35 weeks ago)
50

lanjutan ceritanya bener-bener bikin penasaran deh

Writer barubelajar
barubelajar at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (12 years 36 weeks ago)
50

waktu ngeliat judulnya, aku langsung penasran ceritanya. Judulnya berani. Tapi aku belum puas soalnya cerita masih belum nyamung sama judulnya. PEngen tahu, nih... kelanjutannya kayak apa.

70

jilid berapa kelarnya?

Writer KD
KD at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (12 years 36 weeks ago)
100

Ibu Kresna pelacur ya, ups!

Writer v1vald1
v1vald1 at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (12 years 36 weeks ago)
70

Keahlian kamu menulis genre yang seperti ini terasa sekali. Pengetahuan kamu dalam lingkup masyarakat yang 'beginian' sangat mendasar.Karenanya karakter2 terasa hidup! Tulisan ini pun menyentuh hati karena kejujuran penulisnya. TOP. Dilanjutkan!

Writer Farah
Farah at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (12 years 36 weeks ago)
60

masih berlanjut kah ceritanya???

Writer pikanisa
pikanisa at Petualangan Vagina [2-berlanjut] (12 years 36 weeks ago)

kayak orang yang kehilangan kerjaan dan menantikan kerinduan akan hadirnya teman dalam menyumbangkan pikiran.
Setidaknya ini satu yang bisa kuberikan buat orang2 yang aku lalui saja selama hidupku selama krg lbh 8 tahun

Tunggu edisi berikutnya !!!

Ditunggu bimbingannya yah supaya aku bisa terus bikin cerita yang nggak bikin boring dan asyik untuk dinikmati