Ayah...

Kurasakan angin bertiup semilir
Menerbangkan debu-debu yang perlahan menyapu wajahku
Menyusup hingga ke sela mataku
Hingga kurasakan pedih dan perlahan kurasakan air mata mulai menggenang dipelupuk mata
Mengalir melewati pipi, meninggalkan jejak basah
Mungkin air mata ini mewakili perasaan sedih yang tengah kurasakan
Luka yang amat menyakitkan
Menyesakkan dada…
Sangat menyiksa…
Dan kini membuatku menghabiskan air mata…
Aku kehilangan seseorang yang sangat kusayangi
Seseorang yang bahkan belum pernah kulihat
Walau hanyha dalam mimpi sekalipun…
Aku takkan pernah merasakan kasih sayangnya…
Belaiannya…
Semuanya itu benar-benar mimpi
Dan aku sadar akan itu
Aku rindu padamu…
Ayahku…

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ghie
ghie at Ayah... (11 years 37 weeks ago)
70

well ku jadi rindu ma ayahku nie...
sedikit koreksi mbak, hanyha tu maksudnya hanya kan?

Writer seera
seera at Ayah... (11 years 42 weeks ago)
70

sediiih...

Writer phoenixtales
phoenixtales at Ayah... (11 years 42 weeks ago)
70

sedihnya dapet lho.. bagus...
kiasan2nya jg bagus. ditambahin lagi ttg ayahnya biar lbh koheren ma judul.
ttp semangat y!!
thx for the comment^^

Writer sinichi_rhoehairoe
sinichi_rhoehairoe at Ayah... (11 years 42 weeks ago)
50

thu kan kamu dramatis lagi itu yang buat aq suka ma puisi kamu