Lima Sajak dari Sang Pemuja

Dewi Cahaya

ceritakan padaku,

apa yang kau lakukan pada rembulan

hingga ia seakan redup

dan aku melihat cahayanya dalam matamu

cahaya itu berpendar sempurna

jadi kereta bagi jutaan puisi yang melanglang antara dua benua

dewi cahaya,

jangan berkedip janganlah tidur

karena semakin dalam kau tertunduk

semakin jauh aku terpuruk

mengiba di sudut-sudut gulita

dalam kesunyian sendu meraba

-----------------------------------------

Kupu-kupu Bersayap Kelabu

kau mungkin takkan percaya

ada kupu-kupu bersayap kelabu dalam matamu

membuatku bertanya

: O, adakah perempuan ini terlahir dari rahim musim semi?

yang taman-tamannya adalah rumah bagi bunga dan kupu-kupu

pertanyaan itu tak terjawab

hingga kupu-kupu bersayap kelabu itu melesat dari tempatnya

tersentak akan gerak kelopak matamu

kucoba meraih, ia berkelit

hampir tergapai, ia terlalu gesit

dan saat tanganku capai, tiba-tiba kupu-kupu itu terbang menantang balik

cepat meluncur lantas nancap di jantungku

jika kau tak percaya

usaplah bidang dadaku

akan kau temukan getar halus berirama di sana.

suara selaput sayap kelabu kupu-kupu itu

yang sebelumnya hidup damai dalam matamu.

----------------------------------------

Tubuhmu Telah Berpuisi

aku tak perlu lagi menuliskan puisi untukmu

sebab matamu adalah puisi

senyumanmu juga

pun gaya tawa dan gemulai langkahmu bersajak terasa

sayapmu ngambang dalam tari kata-kata

nafasmu nyusup dalam wangi doa-doa

dan dari tanah bekasmu berpijak,

membuncah petak-petak syair

yang tumbuh jadi taman-taman bunga

----------------------------------------

Kau yang Tak Bisa Diam

aku akan memenuhi janjiku

menemuimu di bibir senja

yang terpagut kabut kelabu

kemudian kan kubuat goresan ar-rahim di pelipismu

yang kusumpal dengan bisa bercampur madu

sekedar untuk membuat simpul-simpul sarafmu membeku

lantas lidahmu mengkelu sementara waktu

rembulanku, diamlah dulu di sisiku

tinggal sejenak sampai aku selesai membacakan selusin puisi cinta untukmu.

----------------------------------------

Badai

seperti mukjizat, langit merobek tubuhnya

serpihannya tersedu-sedu di sudut kamarku

"Indah nian saat-saat begini," ujarmu

yang bagiku adalah saat terlaknat untuk menulis puisi

kubacakan untukmu sebuah cerita

tentang lukisan yang yang dicintai raja sebuah negeri

dan diagungkan rakyat seluruh pelosok bumi

sampai datang lelaki buta suatu hari

ia berkata :

"lukisan yang tak sempurna. ada ranting tak doyong dihinggapi burung kenari."

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ivn
ivn at Lima Sajak dari Sang Pemuja (11 years 23 weeks ago)
50

bagus y

Writer noir
noir at Lima Sajak dari Sang Pemuja (12 years 15 weeks ago)
80

Seperti membaca fragmen pelangi :) Berwarna dan lembut

Writer gusbadung
gusbadung at Lima Sajak dari Sang Pemuja (12 years 16 weeks ago)
80

sepertinya, kita punya kesamaan aliran neh ( tapi bukan aliran sesat lho..hehee) aliran antara si badung dan si begundal..bravo bro

Writer picsou
picsou at Lima Sajak dari Sang Pemuja (12 years 16 weeks ago)
90

BERGETAR...!! salut....!

Writer diraparau
diraparau at Lima Sajak dari Sang Pemuja (12 years 16 weeks ago)
50

Gak ada yang bisa aku ceritakan, selain hanya kata-kata: emang Begundal bener Si Jamil nih...

Writer cat
cat at Lima Sajak dari Sang Pemuja (12 years 16 weeks ago)
50

hanya itu yg dapat saya katakan .. Indah.
perlu berguru lagi nih sama Jamil. Saya tunggu kuliah puisinya ya.

Writer fortherose
fortherose at Lima Sajak dari Sang Pemuja (12 years 16 weeks ago)
90

...sama worm!!

Writer miss worm
miss worm at Lima Sajak dari Sang Pemuja (12 years 16 weeks ago)
100

jamil bikin kuliah puisi di section KITAB? Saya yang sama sekali buta dan belum pernah menulis puisi ingin sekali loh belajar. ^^

Writer Jamil_begundal
Jamil_begundal at Lima Sajak dari Sang Pemuja (12 years 16 weeks ago)

gimana ya?
kubiarkan semuanya mengalir
lepas dan bebas
kata-kata akan menemukan keindahannya sendiri

itu saja

bikin kuliah di kitab?
iya deh, iya.
tapi saya mesti merumuskan materinya dulu biar menarik dan tidak mendatangkan jemu.
sekalian saya mau tanya-tanya sama guru dulu, diizinkan atau tidak.
hehehe

Writer brown
brown at Lima Sajak dari Sang Pemuja (12 years 16 weeks ago)
90

jamil_begundal,
cuma satu pertanyaanku, gimana caranya menciptakan rangkaian puisi sebagus itu?

bagian ini yg paling kusuka:
"jika kau tak percaya
usaplah bidang dadaku
akan kau temukan getar halus berirama di sana.
suara selaput sayap kelabu kupu-kupu itu
yang sebelumnya hidup damai dalam matamu."