Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2)

“Muhyiddin, sedang apa kau?” Lelaki yang ternyata Muhyiddin itu tidak menjawab. Mulutnya mengunyah sesuatu sambil matanya mendelik seram serupa orang kesurupan.

“Ah, jangan-jangan sudah gila dia”

“Iiihhh... makan sampah lagi.”

“Lantas mau kita apakan dia?”

“Kita bawa ke rumahnya saja.”

“Jangan, jangan ke rumahnya. Bapaknya sedang berobat ke luar kota.”

“Terus, kemana coba?”

“Ke kantor polisi saja.”

“Kantor polisi?”

“Ya, kantor polisi. Diamankan di sana.”

Maka digelandanglah Muhyiddin ke kantor polisi. Sesampai di sana ia ditahan dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum. Walau dibui, Muhyiddin tak menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Ia diam saja di sudut sel sepanjang malam. Tak ada tahanan lain yang mau mengganggu, sebab badannya yang bau.

Muhyiddin baru meraung-raung ketika ia mulai kelaparan. Para penjaga tahanan kelabakan, sebab Muhyiddin menampik makanan yang mereka sodorkan. Saat ditanya kenapa, lelaki bergigi rumpang itu menjawab ia tak mau makan apapun selain sampah.

“Sampah?” Sentak Inspektur Abdul Samad kaget.

“Siap pak, dia cuma mau makan sampah,” tukas Briptu Indra mengiyakan.

“Sampah seperti apa? Sampah basah? Kering? Organik, atau apa?”

“Entahlah pak, tahanan gila itu hanya bilang sampah.”

Inspektur Abdul Samad geleng-geleng kepala. Belum pernah ia mendapati seorang tahanan seaneh ini. “Ya sudah, kumpulkan sampah sebanyak-banyaknya.”

“Siap, pak!”

Muhyiddin benar-benar pemakan sampah. Dilahapnya sampah-sampah kantor polisi dengan cepat. Sampah-sampah itu tandas dalam sekejab, tapi Muhyiddin masih merasa lapar. Orang-orang di kantor tersebut memutar otak bagaimana memuaskan nafsu makan Muhyiddin yang ganas itu. Akhirnya semua setuju mengumpulkan sampah-sampah pribadi mereka. Sampai puntung rokok dan pembalut para polwan juga ikut dikumpulkan.

Muhyiddin masih saja merasa lapar. Para polisi dan polwan dibuatnya repot. Untung beberapa saat kemudian, Gento datang menjemputnya. Ia dibebaskan tanpa syarat. Begitulah seharusnya, karena makan sampah memang tidak melanggar hukum sama sekali. Bapak si Muhyiddin yang baru kembali dari luar kota diam saja melihat kepulangan anaknya.

Muhyiddin kemudian meminta Gento mencarikan sampah untuk dimakannya. Walau agak bingung, sepupunya itu menurut juga. Beberapa orang anak buah dikerahkannya untuk mengangkut sampah-sampah sisa jualan di pasar. Para pedagang tidak protes. Mereka malah bahagia sebab para preman yang suka memalak itu sekarang berubah menjadi pasukan pembersih pasar.

Muhyiddin benar-benar telah berubah menjadi maniak sampah. Ia makan secepat tikus rakus. Semua sampah pasar itu ia habiskan dalam beberapa jam saja. Gento terpaksa harus menyewa sebuah truk untuk mengambil sampah-sampah di setiap sudut kota. Tanah kecil di belakang rumah Muhyiddin disulap menjadi tempat pembuangan akhir. Di situ ia menggerogoti tumpukan sampah yang menggunung.

Peristiwa manusia pemakan sampah ini rupanya menarik perhatian banyak pihak. Mula-mula hanya para penghuni gang dan pedagang di pasar; lama-kelamaan tersebar sampai seluruh kecamatan, lalu seluruh kota. Sampai orang-orang dari luar daerah datang untuk menyaksikan peristiwa luar biasa ini.

Para pemburu berita juga tak mau ketinggalan. Mulailah beberapa koran lokal berdatangan untuk wawancara. Muhyiddin menjadi sorotan media. Fotonya terpampang di beberapa harian. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai Headline. Puncaknya, beberapa stasiun televisi nasional datang. Wajah Muhyiddin mulai menghiasi layar kaca. Ia ditampilkan dalam beberapa acara berita dan sebuah reality show yang mengangkat tema tentang orang-orang bertabiat aneh tapi nyata. Muhyiddin mendadak telah jadi selebritis.

Ternyata bukan hanya media. Pemerintah kota juga mulai berpikir untuk memanfaatkan jasanya. Kota tempat si Muhyiddin tinggal selalu saja menempati urutan pertama sebagai produsen sampah. Maka mulailah para birokrat merancang sebuah program pemberantasan sampah dengan memanfaatkan tenaga manusia. Untuk itu Muhyiddin kemudian dipekerjakan sebagai pegawai negeri di Dinas Keindahan Kota. Pengangkatan ini membuat bapak si Muhyiddin gembira. “Ternyata anakku yang tidak tamat SD ini bisa menjadi pegawai negeri.”

Sedangkan bagi Muhyiddin, pengangkatan dirinya tidaklah jadi soal. Yang penting dia bisa terus makan sampah sampai benar-benar kenyang. Tapi ajaibnya, Muhyiddin tak pernah merasakan kenyang. Dia pun tak pernah terlihat berhenti makan. Banyak orang bertanya, apakah Muhyiddin tidak pernah sakit perut? Muhyiddin memang tidak pernah sakit perut. Bahkan dia tidak pernah buang hajat.

Sebagai gantinya, Muhyiddin hanya akan kentut. Anehnya, kentut Muhyiddin tidak berbau busuk, sebaliknya ia sungguh wangi dengan berbagai variasi aroma. Terkadang yang keluar dari lubang pantatnya akan beraroma jeruk, di lain waktu berganti jadi lavender, bahkan pernah kentut Muhyiddin beraroma zaitun. Mengetahui hal ini, sebuah perusahaan pembuat parfum menawarkan kerjasama. Namun ditampiknya. Alasannya karena ia masih ingin berkonsentrasi sebagai pemakan sampah dulu.

Fenomena Muhyiddin ditanggapi secara berbeda oleh berbagai kalangan. Ahli biologi dan kimia menyatakan, Muhyiddin adalah buah dari anomali luar biasa sebagai dampak penolakan lingkungan terhadap perilaku manusia yang merusak. Kalangan agamawan menilai, keistimewaan Muhyiddin adalah sebuah teguran dari Tuhan bagi orang-orang yang mulai melupakanNya; sekaligus peringatan bagi umat manusia akan semakin dekatnya hari kiamat.

Tapi apapun pendapat orang, Muhyiddin adalah anugerah yang patut disyukuri siapa saja. Olehnya, kota menjadi bersih. Paling bersih diantara kota-kota lain yang ada di negara itu. Tak ada lagi sampah yang berserakan di jalan atau menyumbat gorong-gorong dan selokan.

(masih bersambung)

Read previous post:  
63
points
(640 words) posted by Jamil_begundal 12 years 21 weeks ago
78.75
Tags: Cerita | komedi | kota | pasar | sampah
Read next post:  
Writer ananda
ananda at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 20 weeks ago)
80

ada-ada aja ide si begundal satu ini ... lanjuuut

Writer windymarcello
windymarcello at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 21 weeks ago)
90

gila...idenya hebat sekali...bener2 ga kebayang....

Writer KD
KD at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 21 weeks ago)
100

teruskan nDal

Writer wehahaha
wehahaha at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 21 weeks ago)
80

go on! Keep writing!

Writer arien arda
arien arda at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 21 weeks ago)
80

Rien tunggu ya..
biarpun ngebayangin si tokoh makan sampah..
keep goin

Writer Jamil_begundal
Jamil_begundal at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 21 weeks ago)

aku pikir cerita ini bisa membuat yang baca muntah tak karuan. tapi rupanya belum begitu menjijikkan.
baiklah, semoga bagian ketiga bisa membuat nafsu makan kalian hilang.

tunggu saja!

Writer miss worm
miss worm at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 21 weeks ago)
80

^^ great! WOW nya brown didobel deh! lanjutt

Writer fortherose
fortherose at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 21 weeks ago)
80

...kusangka larinya bakal kesini.. Hebat, begundal!

saya tunggu bagian ke 3

^_^

Writer brown
brown at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 21 weeks ago)
90

jadi ini lanjutannya? hoi, begundal, kamu memang GILA! tapi aku sangat menyukai ide GILAmu kali ini. cerita ini belum tuntas ya? aku sangat bersedia menunggu.

Writer loushevaon7
loushevaon7 at Muhyiddin Si Pemakan Sampah (2) (12 years 21 weeks ago)
90

kisah yang sungguh brilian, ndal!