Formula Sederhana untuk Hidup Bahagia (part V)

Televisi kami berpendar, menayangkan infotainment di sore menjelang petang. Melirikku dengan tampang 'ginian-kok-ditonton', Ayah meraih remote untuk mengganti saluran, mencari siaran berita.

"Tunggu, Ayah..baru seru itu..Kristina menggugat cerai suaminya lagi..," godaku.
"Berita basi, Nda..bukannya tiap hari ada tuh yang gugat menggugat cerai?"
"..lagian, Nda, siaran begini kok ditonton..,"
"..meracuni otak," aku membarengi ucapan terakhirnya. Kami sudah hafal. Ayah mengacak rambutku, lalu memindah saluran. Kali ini aku tidak protes.

Sebenarnya, aku bukan penikmat infotainment. Hanya, di saat lelah pulang kerja, rasanya yang ingin didengar adalah berita ringan sekedar lewat tanpa dicerna. Misalnya infotainment. Membicarakan si anu piknik ke sini, si itu ganti model rambut, si ini pacaran dengan orang yang dulunya pacarnya si X..

"Nda heran, Yah. Kok ada orang yang nyandu nonton infotainment ya? Kayak temen Nda di kantor tuh. Langganannya tabloid gossip. Kalau lunch break, TV dipanteng infotainment. Rasanya hidupnya lebih ringan kalau ngomongkan hidup orang lain..," ujarku sambil memberesi tas Ayah yang diletakkannya sembarangan di meja tamu, kebiasaan buruknya. Ayah memandangku penuh terima kasih.
"Bukannya wanita yang kucintai ini salah satu fans nya juga?" candanya. Aku mencibir.
"Yee..nggak ya, Nda nonton itu sekilas aja. Nggak nyandu. Biar nggak kuper, tapi kalau nggak tahu pun nggak masalah," jawabku membela diri. Siaran berita sedang menayangkan pemukulan demonstran BBM oleh oknum Polisi. Sekilas Ayah geleng-geleng kepala tampak tak setuju, lalu menoleh, memberi perhatian padaku.

"Orang itu Nda..kalau selalu pingin tahu urusan orang lain, ya seperti itu. Pecinta gosip. Benar kata Nda, hidupnya jadi lebih ringan kalau lihat penderitaan orang lain. Itu mah kamuflase doang, Nda.. hiburan semu. Meracuni otak..,"
"Hmm..berita sadis di TV juga tuh Yah.. ayo, ganti sinetron aja..,"
"Ealah..sama aja Bunda.. kehidupan dibuat rumit dan bertele-tele? Aduh.."
"Lah..nonton apa dong?"
Ayah berpikir sejenak lalu meraih kantong kertas di sebelahnya.
"Nih, DVD film-film romantis untuk hiburan kita malam ini..Oscar nominee nih..,"
Aku terbelalak senang.
"Asyik...," kuraih pipinya dan kuhujani ciuman.

Ya, gosip dan kerumitan hidup itu bukan vitamin yang menyegarkan tubuh bukan?
Sebenarnya, seberapa bisa kita menahan diri untuk ingin tahu kehidupan orang lain..

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

wah.. formula sederhana (baca:tontonan) nih.. bagus, ringan tapi dalam dengan alur cerita yang enak dikunyah..

70

baguz..

80

thnks for visiting, commenting also ;)
* just hammam: nanti di next part aku kentalkan dan dalamkan deh ;D
*om Jorna: yuuukkk.... ^_^
*mas Bam: hehe soale belum bisa buat cerita yang sangat fantasi mas, jadi ya dari daily life ajah :D oiya ya, kawin cerai di desa lebih ironik-tragis-romantis ya? nanti deh aku buat ceritanya :D
* mocca_chi: hehe iya ya..kadang nggosip pun ga sadar lo -hiks-
* feri milano: thanks thanks bro..jadi tersipu ;`)

lagi cari inspirasi...hehe

100

ah gila, ceritamu keren. aku suka. salut. salam kenal.
(hidup jadi lebih ringan kalau lihat penderitaan org lain)<---- aku suka frase ini.

80

setujuh... wkwwkk....
pilosofisnya hidup banget, walaupun ga disadari, itulah sifat dasar manusia.

100

Silvi paling bisa membuat cerita keseharian menjadi bacaan yang bisa diambil hikmahnya hehehe.

Kawin cerai di dunia selebriti mah biasa. Justru yang luar biasa kejadian di kampung-kampung, banyak lho yang kawin cerai dengan usia masih sangat muda.

70

pesennya bagus,hanya agak datar..

lam kenal jg..