= Ada Apa dengan Monyet?.. =

Felicia Aprilia, demikian nama lengkap si gadis manis berbibir tipis. Teman-teman biasa memanggilnya Felis. Tetapi sudah sepagian ini wajahnya tak seberapa manis. Mulutnya meringis. Bukan.. bukannya menahan pipis, tetapi menahan tangis. Sebab si Boris, cowok incarannya yang terbaru sudah lenyap digebet Sulis. Untungnya Felis punya prinsip yang super optimis. Mati 1 tumbuh 1000. Patah tumbuh hilang berganti. Maju tak gentar demi dapat pacar.

Tapi yah slogan tinggallah slogan. Jangankan tumbuh 1000, baru 3 kali saja ia gagal mendapatkan cowok yang diincarnya, hati Felis udah patah-patah mirip goyangan salah satu penyanyi dangdut itu loh. Patah-patah hati yang Felis sendiri gak yakin apa bisa diobati dengan lem bernama cinta? Entahlah. Tak pernah ada yang ajari itu di sekolah. Tak ada kurikulumnya. Kuncinya cuma satu, learning by doing. Fiuh.. tapi kalo learningnya sakit kayak gini, lama-lama kan bisa kapok juga. Memang sih banyak yang bilang, kalo cinta-cintaan di usia belasan kayak dia tuh cinta monyet (Tak ada monyet yang disakiti dalam pembuatan kalimat ini). Orangtuanya bilang begitu, om-tantenya nyebut gitu, kakaknya semata wayang juga sama ngomong begitu.
“Gak usah dipikirin Non Felis, cintanya jaman sekolah tuh cuma cinta monyet kok”.
Tuh, kan! Mbok Nem pembantunya aja ikut-ikutan ngomong hal yang sama. Yah memang tujuan nasihatnya sama, sama-sama pingin bilang ke Felis kalo banyak yang lebih penting dari sekedar punya pacar. Belajar supaya pintar misalnya. Uuuh.. kalo itu gak usah dibilangin deh, anak monyet juga tahu.

Masalahnya tiap nasihat ini diucapkan, raut wajah orang yang ngucapin selalu sama. Tersenyum dikulum dengan mata menerawang jauh ke masa lalu. Yup! Ternyata semua yang nasihatin ini ke dia juga pernah ngalamin cinta monyet! Huh, gak konsisten sama sekali, nasihatin tapi mereka sendiri ngelakuin. Raut wajah mereka yang tersenyum dengan penuh kenangan itu loh yang bikin Felis tambah penasaran. Kayaknya cinta sekolah itu, biar pun monyet dibilang, indah juga agaknya.

Ada lagi sih yang lebih mendesak selain wajah senyum dikulum para penasihatnya itu. Genk gaulnya yang beranggotakan 5 orang, hampir semuanya sudah punya pacar. Malah Mona, yang memang punya wajah indo udah 3 kali gonta-ganti pacar; mulai dari Riza si bintang basket, Bayu si kakak kelas yang juga ketua OSIS, dan yang sekarang Kak Alvin anak kuliahan. Trus Priska yang tomboy dan karateka juga udah punya Jay yang anak Pecinta alam di SMU mereka. Nuri yang kalem dan pendiam; ternyata diam-diam juga udah jadian sama Didot, bintang kelas mereka. Nah di anggota genk mereka sekarang tinggal dia dan si gembul Maya yang belum punya gandengan. Hehe kayak truk aja di gandeng-gandeng.. :p

Makanya kebayang gak sih jika dalam kondisi kejombloannya yang kritis itu ada kejadian yang membuat Felis makin miris. Ehem, begini ceritanya.. sewaktu tadi siang di kantin, si gembul Maya sama sekali gak makan, cuma minum jus apel doang.
“Lo kenapa May, diet?”, Mona si indo nebak.
“He’eh, kita sepakat buat diet bareng.”
“KITA?!”, serempak empat anggota genk yang lain bersorak eh.. bertanya maksudnya.

Semu merah di wajah Maya sudah menjelaskan semuanya. Dengan candaan dari teman-teman yang lain akhirnya keluar juga pengakuan. Maya tuh sudah seminggu terakhir ini jadian ama Adi, teman sekelas mereka yang biasa dijuluki Adi jumbo karena ukuran badannya itu. Wah betul-betul pasangan yang serasi. Maya gembul dan Adi jumbo.
“Gitu deh, kita sepakat buat diet barengan. Demi kepentingan cinta kita bersama..”, Maya menutup ceritanya malu-malu..
“Oooh so sweet…”, komentar dari Nuri yang memang paling suka kisah-kisah romantis menyambut penuturan Maya yang menghebohkan. Gimana nggak Sodara-sodara, Maya tuh terkenal paling pantang makan tanpa nambah. Dia pernah bilang, ‘Kalo pepatah bilang 4 sehat 5 sempurna, apalagi 6 atau 10 coba?!’ Tapi sekarang Maya - yang dulu dengan tampang jijik menatap menu diet Mona dan Nuri - malah melaksanakan diet. Semuanya karena Adi, demi Adi , oleh Adi dan untuk Adi. Loh kok jadi kayak slogan demokrasi sih?.. :p

Sementara ke-3 temannya yang lain memberi selamat pada Maya yang telah mengakhiri masa jomblonya, Felis cuma bisa menangis dalam hati. Perutnya mendadak jadi tak lapar, semua canda teman-temannya terasa hambar. Kini dia adalah the one and only jomblo di genk-nya.

Ahh.. ada apa sih dengan dia dan cowok-cowok itu?! Kenapa juga mereka gak bisa menangkap pesona gadis manis yang satu ini.
***

Mama dan Papanya dibuat bingung. Sudah sejak pulang sekolah Felis mengurung diri di kamar. Tak keluar-keluar. Padahal makan malam mau digelar, mereka semua sudah lapar.

Capcay lezat ala Mbok Nem pun gak membuat pintu kamar itu terkuak. Felix, kakak laki-laki Felis (Hehe.. Mama-Papanya Felis gak mau susah banget ya namain anaknya), yang berusaha membujuknya dengan tiket nonton pun gak digubris. Padahal seluruh orang rumah juga tahu, kalo Felis tuh ratunya nonton. Sebut saja nama bioskop di seluruh mall di Jakarta ini, pasti deh dia pernah nonton disana. Yah, paling nggak pernah nyoba toiletnya lah.. :p

Segala cara dicoba. Dari cara halus-memelas gaya Mama. Suara berat sok wibawa dari Papanya. Cara-cara garing dari kakaknya. Pun cara-cara yang menyerang cacing perut ala Mbok Nem (Tak ada cacing yang disakiti dalam pembuatan kalimat ini). Semuanya mental, semuanya gagal.

Semua berpikir keras dengan gayanya masing-masing. Papa Felis menampilkan gaya yang sinetron abis, bolak-balik kayak alat untuk melicinkan baju (Hehe.. setrikaan udah terlalu sering dipake soalnya); Mamanya hanya menatap pintu kamar Felis dengan wajah hampir menangis; Mbok Nem menatap pasrah berbagai penganan kesukaan nona majikannya yang tak tersentuh; Felix yang sedari tadi tampak berpikir keras, tiba-tiba saja meloncat dari sofa yang didudukinya. Semua kaget. Papa langsung menghentikan gaya jalan setrikaannnya, padahal lantainya belum licin-licin banget loh.. :p Papa melotot ke arah Felix, Mama menatap penuh harap, Mbok Nem idem Felix tak peduli dengan semua tatapan itu. Dia hanya mengedip penuh arti pada mereka, sambil berkata dikeras-keraskan ke arah pintu kamar Felis.
“Waduh, Brad Pitt tampil bugil?!”
Semua terperanjat demi mendengar kata-kata ajaib Felix. Begitu ajaibnya kata-kata itu hingga menyebabkan Felis tergopoh keluar dari kamar.
“Mana?! Mana?!”, mata Felis liar menyambar ke arah TV yang terlihat sedang.. lho, menyiarkan serial anak-anak ‘Dora the explorer’? Felis sama sekali gak melihat hubungannya serial untuk usia balita ini dengan berita heboh yang tadi diteriakkan kakaknya.
Felis pun memandang penuh kecurigaan. Felix memasang muka tanpa dosa.
“Bo’ongan kan?! Artis idola gw gak mungkinlah pose bugil!”, Felis bicara dengan penuh rasa marah karena telah berhasil ditipu mentah-mentah oleh kakaknya yang cuma nyengir kayak kuda (Suer! Dalam pembuatan kalimat ini pun, tak ada kuda yang disakiti).
“Beneran kok adikku sayang..”, Felix kalem menjawab.
Spontan Felis menengok ke arah TV. Lagi. Dan.. Huhh, ketipu lagi. Tuh TV masih setia dengan Dora yang kini sedang bertanya pada peta.
“Mana?!”, Felis bertanya penuh tuntutan.
“Hmm, ya waktu bayi lah. Pastinya si Brad mu itu sering banget deh pose bugil”
“GARIIIIING!!!”, Felis pun mengejar kakaknya itu di seantero ruang tamu siap menghadiahkannya cubitan maut karena dia telah berhasil dikadali hingga terpaksa keluar kamar (Yup! Anda benar; sama seperti cacing, monyet dan kuda, dalam pembuatan kalimat ini pun tak ada kadal yang disakiti).

Akhirnya semua cacing di perut-perut mereka bisa bernapas lega. Keluarga itu makan malam juga. Untuk Felis, mereka menceritakan pengalaman memalukan saat sekolah demi cinta yang berlabel monyet.
“Papa belajar ngerokok, sebab cewek yang Papa suka gandrung banget sama cowok jantan.”
“???”
“Mama pernah pake sepatu hak super tinggi biar keliatan feminin di mata si pujaan. Sampai-sampai Mama terkilir dan tak bisa ikut ujian.”
“?????”
“Hmm gw pernah nonton abis semua episode ‘meteor garden’..”
“????????????!!!”
“Yah abis gimana lagi, soalnya gebetan gw gandrung banget ama sinetron itu”, mata Felix tampak ngeri mengenang masa lalunya. Bayangin seorang cowok yang ngaku metal abis, terpaksa nonton sesuatu yang diharamkan oleh tongkrongannya.
“Tapi temen-temen Felis positif kok pengaruhnya. Mereka jadi rajin ke sekolah; Nuri makin bagus nilai-nilainya, malah Maya berat badannya jadi banyak turun sekarang.”
“Tapi cinta itu bukan mode kan Fel? Cuma karena teman kamu punya, trus kamu harus punya? Itu bukan Felis yang Papa kenal. Percaya Papa, dia akan datang dengan sendirinya. Pacaran itu bukan sebuah keharusan, apalagi keterpaksaan sayang.”

Yup! Nasihat terakhir dari Papa, lumayan mengena di hati Felis. Hhh.. setidaknya dia bisa tidur dengan sedikit lega malam ini.
***

Hari yang murung. Genk mereka berkabung. Mona tak masuk hari ini. Mereka kini berada di sisi pembaringan gadis blasteran Ceko itu di sebuah rumah sakit. Mereka semua ngeri memandang pergelangan tangan Mona yang terperban. Kata Mamanya dia mencoba bunuh diri, sebab hamil. Yah, hamil oleh pacarnya yang anak kuliahan. Felis ciut..
***
“Gw dah putus ama Jay..”, Priska si tomboi melirih pelan di perjalanan pulang dari menjenguk Mona.
Semua kaget. Padahal mereka kan boleh dibilang satu hobi gitu, sama-sama suka daki gunung dan hal-hal lain yang berbau olahraga tantangan.
“Dia ngajak gw ngisep ganja bareng. Fuhh! Demi solidaritas dengan pacar katanya. Dia pikir gw gak punya otak apa!”, dengan geram Priska menjawab semua pertanyaan di kepala mereka.
Nuri merengkuh bahu sobatnya itu.
“Itu sudah benar Pris.. kamu cewek yang kuat!”
Semua memandang menguatkan. Mereka berpelukan seperti ‘Teletubbies’, saling berbagi gundah dengan 2 kabar tak mengenakkan. Felis kecut..
***

Senin ini lumayan cerah. Mona sudah hampir pulih dari keputusasaannya, dia sangat terbantu dengan teman-temannya yang menjenguk tak henti. Janji mereka untuk saling bersetia dan menguatkan antar anggota genk betul-betul teruji belakangan ini. Priska juga sudah menemukan kembali keceriaannya. Bahkan Nuri terpilih untuk ikut kompetisi Fisika mewakili sekolahnya, weiss.. gak percuma dia jadi pacar Didot si bintang kelas.

Makanya, hari ini Felis bisa tersenyum cerah mengikuti upacara di halaman sekolah. Sebelum tiba-tiba Maya gembul yang belakangan ini lebih sering minum daripada makan, jatuh dengan suksesnya di sebelah tempat Felis berdiri. Wajah Maya terlihat pucat, sangat kelaparan, pingsan! Felis takut..
***
190505, antara Blok-M dan Kalibata
Semoga menemukan ‘arti cinta’ sebenarnya Fel.. :p
* : Meminjam dari judul film ‘Ada apa dengan cinta’ yang disutradai Rudy Soedjarwo.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer mizz_poe
mizz_poe at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 21 weeks ago)
90

om BuDay,,, keren siah cerpennya. jd teringat masa masa ABG saya yg tidak senajis si tokoh felis, kerna masa ABG saya dipenuhi momen-momen hurahura dan senangsenang =))

Writer imamsbd
imamsbd at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 32 weeks ago)
90

Baru kali ini saya baca cerita beginian sampai selesai, tanpa dilompat pula...
wah, keren9x

Writer rafie
rafie at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 32 weeks ago)
80

darimana sih dapat kata-kata sebaik ini??
jadi iri deh..
ajarin dong..

Writer kalamaruta
kalamaruta at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 34 weeks ago)

sore mas dayat berhubung ceritanya situ top2 dah... gw gk comment tlg kasih celaan cerita2ku dong

Writer just_hammam
just_hammam at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 34 weeks ago)
80

aku suka tak ada binatang yang disakiti dalam cerita ini..
tapi kenapa sad ending..
ah sudahlah,yang penting bagus..hehe

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 34 weeks ago)
100

Aku kira judul tersebut sebuah puisi, gak tahunya sebuah cerpen ABG.

Walaupun narasinya "kurang" ABG, namun cukup nikmat untuk dibaca.

Writer andika_cool37
andika_cool37 at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 34 weeks ago)
100

remaja bgt...

Writer langit_septa
langit_septa at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 34 weeks ago)
100

kesalutanku adalah, aku gak nemu mas dayat disini... he..he... celingak celinguk.. yang ada kayak khesia, atau mirza.. arra pun tidak..

wis... luar biasa banget

Writer caldbolg
caldbolg at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 35 weeks ago)
100

mati satu [bunuh] seribu... huahahaha...

Writer shafira
shafira at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 35 weeks ago)
80

Tempo yang asyik bang, tak terlalu cepat dan terlalu lambat, membuat aku betah membacanya..

cerita yang pop abis buat seorang buayadayat, heheee..
tapi sipp bang.. apalagi ada pesan yang positip di dalamnya.

Writer AkangYamato
AkangYamato at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 35 weeks ago)
100

Wah, luar biasa neh ceritanya!.. Pokoknya tiap paragraf rasa2nya nggak bisa untuk berhenti menyunggingkan senyuman superlebar!.. :D

Writer bl09on
bl09on at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 35 weeks ago)

Oh segarnya. Aku tertawa di tengah ABG terkena konflik cinta.

Writer bl09on
bl09on at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 35 weeks ago)
80

Oh segarnya. Aku tertawa di tengah ABG terkena konflik cinta.

Writer orchid
orchid at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 35 weeks ago)
100

mas..mas..

mau buat cerpen aja, rimanya gak mau diilangin..
hahaha..
dasar partisi iklan!

wkwkwkwk..

Writer cintafitri
cintafitri at = Ada Apa dengan Monyet?.. = (11 years 35 weeks ago)
100

pelajaran bagus buat ABG yg lg pada cinta2 monyet.. cerpennya keren..