HeartzCruzz : Bab 12 - the Super Knight

Matahari bersinar terang di kota Seiryu. Bisa dibilang Seiryu adalah kerajaan bagian paling indah di antara seluruh kerajaan bagian di Bumi. Ini karena letak Seiryu yang berada di garis khatulistiwa dan iklimnya yang tropis, sehingga banyak sekali tumbuh – tumbuhan yang cantik tumbuh dengan subur di sini. Hanya saja, perkembangan kerajaannya masih sangat lambat dan primitif. Ini dikarenakan orang dari kerajaan Seiryu tidak mau menerima perkembangan jaman dan teknologi dari luar. Mereka beranggapan bahwa kemajuan teknologi dapat merusak jiwa, tekad dan semangat mereka. Meskipun demikian, pasukan kerajaan Seiryu ialah yang paling kuat diantara kerajaan lainnya. Karena itu, Knight Barrack didirikan di sini.

Ray, Alice dan Rin sedang duduk lesu di taman kota. Ketiganya terlihat sangat muram.

“ Kakak lapar…” Kata Rin sambil mengelus – elus perutnya yang keroncongan.

“ Huf…” Alice menghela nafas sambil merenungkan nasibnya. “ Sabarlah, Rin.”

“ Kukira tidak ada kota yang lebih mahal dari pada Sahara. Ternyata di sini jauh lebih mahal lagi.” Kata Ray mengeluh.

“ Aku sudah tak kuat lagi!” Rin bangkit dari tempat duduknya.

“ A- apa yang mau kau lakukan, Rin?” Tanya Alice bingung.

“ Kalian tenanglah di sini.” Kata Rin. Rin membuat semacam segel seperti ninja, hanya saja sedikit berbeda. “ Phantom!”

Tubuh Rin semakin lama – semakin masuk ke dalam tanah. Sampai akhirnya seluruh tubuhnya telah masuk ke dalam tanah. Ray dan Alice kebingungan. Setelah beberapa lama, Rin muncul lagi ke permukaan tanah.

“ Apa yang baru saja kau lakukan?” Tanya Alice.

“ Ini.” Rin menunjukan sekantong besar uang. “ Tadi aku habis mencuri dari sebuah toko"
“ Apa!?” Kata Ray dan Alice bersamaan.

“ T- tapi itukan…” Kata Alice terbata – bata.

“ Hebat sekali kamu, Rin. Dengan ini kita tak akan kelaparan lagi. Kau memang Dewa penyelamatku.” Kata Ray sambil memeluk erat tubuh Rin. Wajah Rin merah karena tersipu malu karena dipuji.

“ Tapi Ray, itukan hasil curian?” Tanya Alice tak percaya.

“ Sudahlah, Alice. Jangan kaku gitu. Lagi pula kita sedang terdesak sekarang.” Kata Ray memberitahu keadaan mereka.

“ Aku tidak tanggung dosanya loh.” Kata Alice pasrah.

Rin terlihat sedikit murung. Matanya terus menerus menghadap ke arah bawah.

“ Ada apa, Rin?” Tanya Ray.

Rin menggelengkan kepalanya. “ Tidak apa – apa…”

“ Oh ya, Ray. Menurut peta ini, Knight Barrack berada di ujung jalan ini. Selamat ya, sebentar lagi kau akan menjadi seorang knight.” Kata Alice memberi semangat.

“ Ah tidak juga, tapi aku benar – benar senang karena cita – citaku selama ini akan segera terwujud menjadi seorang knight.” Kata Ray. Tapi setelah menyelasaikan kalimatnya itu, ia menjadi terlihat murung.

“ Ada apa, Ray?” Tanya Alice.

“ Tidak ada apa - apa, aku hanya teringat dengan temanku di desa Clarinet. Kami berdua memiliki cita – cita yang amat tinggi.”

“ Lalu dimana dia sekarang?” Tanya Alice.

“ Entahlah, kami berpisah saat terjadinya penyerangan ke desa kami.” Kata Ray memberitahu.

“ Aku minta maaf, Ray. Aku tidak bermaksud untuk…”

“ Tidak apa – apa.” Kata Ray tersenyum dengan maksud mengakhiri topik pebicaraan ini.

Ketiganya mulai melanjutkan perjalanannya menuju Knight Barrack. Berbeda dengan Sword Barrack, Knight Barrack terlihat sangat megah. Bangunannya menyerupai kastil. Begitu masuk ke dalam gerbang kastilnya, terlihat ratusan, bahkan ribuan swordman yang sedang melakukan latihan. Berbeda dengan Ray yang sudah memiliki sertifikat ikut ujian Knight, para swordman itu harus ikut pelatihan hingga mereka dianggap layak untuk mendapatkan sertifikat ujian knight.

Begitu mereka memasuki bangunan, mereka langsung disambut oleh seorang knight. Knight itu berwajah keras dengan rambut berwarna kuning cepak. Diseluruh wajahnya terdapat banyak luka.

“ Selamat datang di Knight Barrack. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya knight itu.

“ Saya ingin mengikuti ujian knight.” Jawab Ray.

“ Bisa anda perlihatkan sertifikat ujian knightnya?” Tanya knight itu. Ray menyerahkan sertifikatnya pada pria itu. Pria itu melihat sertifikat Ray dengan antusias. “ Jadi andakah orang Clarinet dengan prestasi yang mengagumkan itu?”

“ Eh?”

“ Jangan sungkan. Dalam usia yang sangat muda seperti anda, anda telah memperoleh sertifikat dalam beberapa jam saja. Sedangkan pada umumnya, para swordman memerlukan waktu bertahun – tahun untuk mendapatkannya. Dan lagi anda lulus dengan sempurna pada tes Ogre.” Kata pria itu.

“ Bagaimana anda tahu tentang itu semua?” Tanya Ray penasaran.

“ Desas – desus tentang anda sudah menyebar di antara para swordman dan knight. Baiklah mari masuk ke dalam ruanganku.” Kata pria itu.

Mereka berempat berjalan menuju sebuah ruangan yang ada di lantai dua. Ruangan itu sangat terlihat mewah dengan lampu – lampu kristal yang tergantung di langit – langit.

“ Nama saya Barn. Seperti yang kalian lihat, aku seorang knight. Bisa dibilang aku ini knight khusus.” Kata Barn.

“ Knight khusus?”

“ Ya, knight khusus ialah knight yang memiliki kemampuan tertentu. Untuk menjadi seorang knight khusus, kau harus mengikuti ujian lagi. Seperti halnya aku, kemampuan khususku adalah menguasai sihir elemen dan warp portal. Bisa dibilang aku ini memiliki kemampuan blackmage.” Jelas Barn. “ Baiklah, kita lanjutkan lagi. Apakah kau ingin aku menjelaskan peraturannya?”

Ray mengangguk.

“ Ok, untuk mengikuti ujian knight kau harus memiliki sertifikat pengikutan ujian. Dan kau telah memilikinya, benar begitu?” Kata Barn.

Ray mengangguk lagi.

“ Berbeda dengan swordman yang mementingkan kekuatan semata. Untuk menjadi seorang knight, kau harus memiliki kemampuan untuk memimpin. Jadi, pada saat ujian kau dapat membawa teman, dan maksimalnya kau dapat membawa tiga orang. Pada saat tes, kau akan menggunakan perlengkapan knight. Ini bertujuan agar kau terbiasa menjadi seorang knight. Dari semua itu ada yang kau pertanyakan?” Tanya Barn.

“ Apa ada kemampuan khusus bagi knight?”

“ Tentu saja ada, begitu kau lulus, kau akan diberikan perkamen khusus yang berisi cara – cara mempelajari jurus – jurus knight. Salah satunya ialah jurus rahasia yang sangat mematikan, yaitu Rainy Spear. Untuk menggunakan ini kau dituntut mempelajari sihir yang rumit dan kekuatan yang besar.” Kata Barn.

Barn menyerahkan beberapa lembar formulir dan langsung diisi oleh Ray.

“ Baiklah, berapa orang yang akan kau ajak?” Tanya Barn.

“ Dua orang, seorang summoner dan pencuri.” Jawab Ray.

“ Silahkan pilih dua kartu dari tumpukan kartu ini. Mungkin kau sudah tidak asing lagi dengan ini.” Kata Barn menyodorkan kartu – kartu berwarna emas.

Ray mengambil dua kartu dari tumpukan kartu itu.

Barn melihat kartu yang dipilih Ray. Ia tersenyum. “ Kartu yang bagus. Kau diberi waktu dua jam untuk mempersiapkan semuanya. Begitu selesai, kau segera datang kembali kemari.”

“ Baiklah, kami permisi dulu.” Kata Ray.

Mereka bertiga meninggalkan Knight Barrack dan pergi menuju pasar kota untuk membeli perlengkapan yang akan dibutuhkan selama ujian. Begitu selesai berbelanja, Ray dan kawan – kawan segera pergi menuju Knight Barrack. Tapi, di tengah perjalanan ia bertubrukan dengan seorang gadis berambut hitam pendek. Dipunggungnya terlihat sebuah busur panah.

“ Ma- maaf, aku tidak sengaja.” Kata Ray meminta maaf. Alice membantu gadis itu berdiri.

“ Ti- tidak, seharusnya aku yang minta maaf. Karena telah menubruk anda.” Kata gadis itu.

“ Apakah anda terluka?” Tanya Ray.

“ Ti- tidak, aku baik – baik saja.” Gadis itu memperhatikan barang – barang yang dibawa oleh Ray dan kawan – kawannya. “ Apakah anda mau berpetualang?”

“ Sebenarnya sih tidak, aku mau mengikuti ujian knight dan teman – temanku akan membantuku saat tes nanti.” Kata Ray.

“ Seperinya menarik. Bolehkah aku bergabung dengan kalian? Soalnya aku sedang menganggur.” Tanya gadis itu.

“ Eh?”

“ Oh ya, namaku Dya. Aku seorang archer yang lumayan handal.” Kata gadis itu.

“ Aku Ray, sedangkan ini Alice dan ini Rin.” Kata Ray sambil memperkenalkan teman – temannya itu pada si gadis archer. Alice tersenyum pada Dya, sedangkan Rin bersikap sangat dingin.

“ Kalau begitu salam kenal dan mohon bantuannya.” Kata Dya tersenyum.

Ray tak bisa apa – apa ketika melihat Dya yang sangat antusias mengikuti ujian knightnya. Jadi terpaksa ia mengikuti kemaunan Dya.

“ Baiklah, ayo kita lanjutkan lagi. Kita pergi ke Knight Barrack.” Ajak Ray bersemangat.

Ray, Alice, Rin dan teman seperjalan mereka yang baru, Dya pergi menuju Knight Barrack. Hati mereka sudah sangat siap menghadapi semua tes yang akan menghadang. Mereka berempat masuk ke dalam ruangan Barn dan bertemu dengan Barn.

“ Apakah kalian sudah siap” Tanya Barn.

“ Kami sudah siap, hanya saja kami harus merubah sedikit pada formulir pendaftaran.” Kata Ray.

“ Apakah itu?”

“ Kini temanku yang akan ikut menjadi tiga orang, yaitu summoner, pencuri dan archer.” Kata Ray memberitahu.

“ Bagiku tidak masalah karena jumlah maksimalnya adalah tiga orang. Baiklah ikut aku!” Kata Barn.

Barn pergi menuju sebuah pintu di sudut ruangan dan masuk ke dalamnya yang diikuti Ray dan kawan – kawan. Ruangan itu mirip sekali dengan ruangan Ben di Sword Barrack. Dindingnya terbuat dari batu keras dan lembab.

“ Apakah semua ruang tes seperti ini?” Tanya Ray bingung.

“ Hahahaha… Tentu saja, ini semua dirancang khusus untuk melakukan sihir warp portal. Karena di dinding – dinding ini telah terukir mantra – mantra sihir, jadi aku tak perlu mengeluarkan stamina yang banyak untuk mengeluarkan suatu sihir.” Jelas Barn. “ Apakah kalian semua siap?”

Ray dan kawan – kawan mengangguk.

“ Baiklah.” Kata Barn bersiap – siap. Dia membaca mantra dan membuat formasi sihir. “ Warp Portal!” Dari tangan Barn keluar cahaya putih yang meluncur ke atas dan meledak di udara. Dari hasil ledakan itu, terlihat semacam lubang dimensi yang semakin lama semakin besar. Barn masuk ke dalam lubang itu yang diikuti Ray dan kawan – kawan.

Ternyata begitu mereka masuk ke dalam lubang dimensi, mereka semua telah pindah ke sebuah pegunungan tandus. Di sana – sini tidak terlihat pepohonan, hanya ada batu – batu yang keras dan besar.

“ Dimana ini?” Tanya Alice.

“ Di sebelah timur Sahara. Tepatnya di pegunungan Great Canyon.” Terang Barn.

“ Se- sejauh itukah kita berpindah?” Kata Rin terkejut. “ Lagi pula, bukankah Great Canyon adalah tempatnya…”

“ Mungkin kau sudah sadar akan misi kalian. Benar, tugas kalian adalah menyerang sarang perampok, yaitu De Burglar!” Kata Barn.

“ A- apa? Menyerang De Burglar!?” Kata Rin terkejut.

“ Memangnya ada apa dengan De Burglar?” Tanya Ray.

“ De Burglar adalah salah satu dari lima kelompok penjahat terbesar di Bumi ini. Bisa dibilang jika kita menyerang sarangnya sekarang, maka kita hanya cari mati saja. Bahkan kerajaan Bumi pun enggan untuk menyerang sarang mereka.” Kata Rin memberitahu.

Ray, Alice dan Dya terkejut mendengarnya, sedangkan Barn hanya tersenyum.

“ Benar sekali. Beruntung sekali kalian mendapat tes misi kelas A. Biasanya misi kelas A hanya untuk para crushader dan semua profesi tingkat tiga.” Kata Barn.

“ Ke- kenapa misi kelas A ada dalam tes profesi knight?” Tanya Alice tak percaya.

“ Tentu saja untuk mendapatkan orang pilihan yang hebat tentunya. Baiklah akan kulihat dulu data kalian sebelum memulai misi ini.” Barn mengambil sebuah komputer kecil dari dalam sakunya. Terlihat ia sedang meng-inputkan sesuatu ke dalam konputer kecil itu.

“ Baiklah akan kubacakan hasilnya. Ray Hilarious, bisa dibilang kau ini swordman yang jenius karena mendapatkan setifikat ujian ini hanya dalam waktu yang relatif singkat. Misi yang telah diselesaikan yaitu D sebanyak dua kali dan C sebanyak satu kali, lumayan juga. Alice, kau telah menyelesaikan misi D sebanyak sepuluh kali dan C sebanyak dua puluh kali, kau sangat hebat rupanya. Rin, belum pernah melakukan misi ya? Dan yang terakhir Dya…” Barn terhenti. “ Sungguh menakjubkan. Kau tidak memiliki penyelesaian misi C dan D, tetapi kau telah menyelesaikan misi B sebanyak sepuluh kali dan A sebanyak lima kali. Dengan adanya Dya, mungkin misi yang sekarang tidak terlalu sulit. Tapi, jangan sampai kalian lengah!”

Ray dan ketiga kawannya pergi meninggalkan Barn menuju pegunungan Great Canyon yang tandus. Saking panasnya, mereka dapat melihat uap air yang membias. Setelah berjalan sekian lama, akhirnya mereka tiba di ujung tebing. Ray melihat ke arah bawah. Terlihat sebuah bangunan tua besar berdiri kokoh di bawah. Orang – orang berpakaian compang – camping keluar masuk dari bangunan itu. Hati mereka berempat berdegup keras, target mereka tepat berada di bawah sana.

“ Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Dya.

“ Aku akan mencoba masuk ke dalam dan melihat situasi di dalam. Begitu kurasa aman, akan kuberi tanda pada kalian untuk masuk ke dalam.” Kata Ray.

“ Berhati – hatilah, Ray.” Kata Alice.

Ray tersenyum pada Alice dan mengacungkan jempolnya. Kemudian ia membuat segel dan meloncat dari tebing. Ray berhasil mendarat dengan mulus. Ia membuat segel kembali. Kini tubuhnya masuk ke dalam tanah. Dari dalam tanah, ia berjalan menuju bangunan itu. Ia mendengar seseorang sedang berjalan di atasnya, kemudian ia mengintip dengan hati – hati keadaan di atas permukaan tanah. Beruntung sekali ia melihat seorang pria sedang berjaga di depan pintu masuk. Ia mendekati pria itu dan membetot pria itu ke dalam tanah. Begitu merasa aman, Ray keluar ke atas permukaan tanah dan membuat segel kembali. Dari dalam tubuhnya keluar asap. Dalam sekejap saja wajahnya telah berubah menjadi pria yang baru saja ia tangkap.

“ Dengan begini aku merasa akan lebih mudah.”Kata Ray tersenyum.

Ray berjalan menuju pintu masuk. Ternyata keadaan di dalam tidak seperti dugaannya. Keadaan di dalam sana sangat sepi. Hanya saja masih terlihat beberapa orang yang berlalu lalang.

Setelah membereskan beberapa orang yang sedang berlalu lalang. Ray menyembunyikian tubuh mereka dengan jurus ninjanya. Dengan jurus itu, ia memasukan tubuh – tubuh para penghuni bangunan ini ke dalam tanah. Dan ia merasa bahwa tes kali ini tidak akan sesulit kedengarannya.

Ray kembali keluar bangunan dan menyuruh teman – temannya untuk segera masuk ke dalam. Begitu teman – temannya mendekati Ray, mereka segera kembali masuk ke dalam bangunan.

“ Tadi aku sudah melihat – lihat. Ternyata bangunan ini tidak terjaga ketat. Dari sini kita sudah tak memerlukan penyamaran lagi.” Kata Ray.

Segera saja mereka semua membuka penyamarannya.

“ Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tanya Alice.

“ Lebih baik kita segera menyerang ke pusat bangunan ini. Aku sudah memperhitungkan kemungkinan yang terburuk adalah saat kita menyerang ruang pusat, maka akan ada alarm tanda darurat yang berbunyi.” Kata Ray menjelaskan.

“ Ta- tapi bukankah itu berarti kita akan tamat?” Tanya Dya.

“ Menurutku tidak, dengan bantuan kemampuan menyusup Rin kita bisa mengacaukan sistem pintu bangunan ini. Dengan ini banyak perampok yang akan terkurung dan itu sangat menguntungkan kita.” Kata Ray.

“ Aku mengerti.” Kata Dya. “ Lalu apa tugasku?”

“ Untuk rencanaku tadi mungkin hanya enam puluh persen saja perampok yang akan terperangkap. Jadi dengan kemampuan archer-mu, kita bisa menyerang siapa saja yang akan mendekati kita.” Jelas Ray.

“ Lalu aku?” Tanya Alice sambil menunjuk dirinya sendiri.

“ Tugasmu untuk memanggil Eve. Kudengar dari Barn bahwa pemimpin De Burglar sangat kuat. Aku tak yakin bisa mengalahkannya tapi jika kau bisa menggunakan Eve, mungkin kita akan memiliki sedikit harapan.” Kata Ray.

“ A- aku memanggil Eve?” Kata Alice tak percaya. “ Aku takut tak bisa melakukannya.”

“ Tentu saja kau bisa! Bukankah itu salah satu kemampuan seorang summoner?” Kata Ray.

Alice terdiam sejenak. Namun beberapa saat kemudian ia mengangkat wajahnya. Kini matanya sudah kembali jernih.

“ Baiklah aku akan mencobanya.” Kata Alice.

“ Kalau begitu kita lakukan rencana kita sekarang juga! Rin, cepat lakukan tugasmu! Jika kau masuk ke dalam ruang pusat pengendali, kau akan mendapatkan denah bangunan ini. Jadi kau bisa tau ruang apa saja yang harus di block.!” Kata Ray memberikan perintah.

“ Baik!” Kata Rin bersemangat. Langsung saja ia mengeluarkan ancang – ancang dan masuk ke dalam tanah dengan menjadi sebuah bayangan.

“ Kita tinggal menunggu tanda dari Rin.” Kata Ray memberitahu.

Mereka semua menunggu di lorong. Sampai akhirnya terdengar suara dari speaker yang terpasang di dinding.

“ Sistem pengamanan diaktifkan. Semua pintu telah terblockade.” Kata suara dari speaker.

Ray dan kawan – kawan langsung bersiap – siap.

“ Itu tandanya, sekaranglah waktunya kita untuk bergerak.” Kata Ray.

Mereka bertiga berlari sepanjang jalan. Mereka tinggal mengikuti jalan yang terbuka saja. Karena jalan – jalan yang lainnya telah ditutup oleh Rin.

Akhirnya mereka telah sampai di sebuah ruangan yang lumayan besar. Di sana terlihat seorang pria dengan sebagian mukanya yang terlihat tengkoraknya.

“ Selamat datang di istanaku, wahai penyusup.” Kata Pria itu. Tangan kanannya yang penuh dengan tato itu memegang sesuatu. “ Apakah tikus ini salah satu dari kalian?” Ternyata yang dicengkramnya adalah Rin yang sedang terluka.

“ Rin!?” Kata Ray, Alice dan Dya kaget.

Pria itu tersenyum sinis. Perlahan – lahan ia mulai memperkeras cengkramannya pada Rin. Wajah Rin semakin lama semakin pucat.

“ SIAL! BERANINYA KAU!” Ray mencabut pedangnya dan menyerang pria itu. Namun sayang sekali, serangan Ray itu dapat ditangkis dengan mudah oleh pria itu.

“ Hanya segitukah kemampuanmu?” Tanya pria itu. Tangan kanannya tetap mencekram tubuh Rin, sedangkan tangan kirinya menangkis pedang Ray.

“ Tak mungkin, hanya dengan tangan kosong kau mampu menahan seranganku?” Kata Ray tak percaya.

“ Kau terlalu meremehkan aku, anak muda.” Kata pria itu dingin. Kaki kiri pria itu menendang tubuh Ray hingga terpental ke dinding. Ray langsung muntah darah.

Alice yang tak tinggal diam langsung mendekati Ray dan memberikan elixir kepada Ray. Selain itu, ia juga membacakan mantra “heal” agar stamina Ray kembali lagi.

Sedangkan Dya langsung melancarkan puluhan anak panah sekaligus ke arah pria itu. “ Rainy Arrow!” Tapi anehnya dari puluhan anak panah itu tak satupun yang berhasil melukai pria itu. Dengan cepatnya pria itu menangkis serbuan anak panah yang menghujaninya dengan tangan kiri.

Setelah menahan semua anak panah Dya, pria itu melakukan kuda – kuda dan membaca suatu mantra. Tiba – tiba tubuhnya sedikit demi sedikit menghilang.

“ Celaka! Jika dia sampai menghilang, kita tidak akan punya harapan lagi. Dya, cepat lemparkan ‘light arrow’ ke seluruh ruangan ini! Dan kau Alice, cepat gunakan ‘holy light’! Meskipun ia menghilang, tapi tetap saja ia tidak bisa membiaskan cahaya.” Perintah Ray. Setelah mendengar perintah dari Ray, segera Alice dan Dya melakukan apa yang diperintahkan Ray itu. Dalam sekejap seluruh ruangan dipenuhi cahaya yang amat menyilaukan.

Semakin lama tubuh pria itu kembali seperti semula. Kini wajahnya terlihat sangat kesal. “ Beraninya kau menggagalkan pertunjukanku ini.” Geram pria itu. Kornea matanya melirik tubuh Rin, sebuah senyuman terlihat di wajahnya. Tangan kiri pria itu mengambil sebuah pisau dan hendak menancapkannya pada tubuh Rin.

Mengetahui maksud pria itu, dengan sigap Ray berlari dan melindungi Rin. Karena tubuh Ray menutupi tubuh Rin, pisau pria itu menancap ke punggung Ray. Darah segar mengalir tanpa henti ke lantai.

“ Sungguh mengharukan, tak kusangka sedekat itu hubungan kalian hingga kau mau mengorbankan dirimu sendiri.” Kata pria itu.

Ray menoleh ke arah pria itu. Matanya penuh dengan kemarahan. Kornea matanya yang biru telah berubah menjadi merah darah. Pria itu merasakan hawa pembunuh yang amat kuat dari tubuh Ray.

“ Beraninya kau melakukan itu pada Rin!” Ray mengambil paksa tubuh Rin dari cengkraman pria itu. Ray menggendong Rin dan meletakannya di tempat sekiranya aman dari jangkauan pria itu.

Pria itu memandang Ray dengan rasa keingin tahuan yang besar.

“ Sekali lagi kau menyentuh teman – temanku, maka aku tak akan segan untuk membunuhmu!” Ancam Ray.

“ Menarik… Sungguh menarik.” Pria itu mendekati Ray secara perlahan – lahan. “ Bagaimana kalau kita membuktikan itu semua?” Pria itu mengeluarkan pisaunya dan mengangkatnya ke atas. “ Hanya dengan pisau ini, kau akan segera menemui ajalmu, anak muda.”

Pria itu dengan cepat menerjang ke arah Alice. Tapi untunglah, dengan kemampuan ninjanya, Ray berhasil mendekati pria itu dan menangkis serangannya.

“ Matamu indah sekali, anak muda. Ingin rasanya aku mencokel dari lubang matamu itu.” Kata pria itu.

“ Coba saja kalau bisa.” Sementara tangan kanannya menahan serangan pisau pria itu dengan pedang Grieve Heartz, tangan kirinya melakukan gerakan segel. “ Jurus bayangan, Shadow Clone!” Tiba – tiba muncul sosok Ray yang satu lagi dan mulai menyerang pria itu dari belakang.

“ Apa!” Kata pria itu kaget. Tapi belum lama, pria itu kembali tersenyum.

Saat kloning Ray hendak menyerang, tiba – tiba dari bagian punggung pria itu muncul tubuh beserta kepala dan dua tangan. Tubuh yang baru muncul itu berhasil menahan serangan kloning Ray.

“ Kau terkejutkan, Anak muda? Jangan kira kau bisa semudah itu mengalahkan aku dengan jurus murahan seperti itu.” Kata pria itu.

“ K- kau? Kau bukan manusia?” Kata Ray tak percaya.

“ Manusia? Sudah lama aku tak mendengar kata itu. Oh ya, mungkin semenjak aku melakukan upacara itu.” Kata pria itu.

Ray melakukan segel lagi. “ Flaming Lion!” Dari mulut Ray keluar semburan api. Karena secara reflek pria itu melindungi dirinya, tekanan pisaunya menjadi lemah dan pada saat itulah Ray berhasil mundur ke belakang dan menjaga jarak.

“ Upacara apa itu?” Tanya Ray.

“ Kau penasaran, hah?” Tanya pria itu. Seringainya semakin lebar.

“ Jawab saja pertanyaanku tadi!” Kata Ray.

“ Rebirth.” Kata pria itu pelan.

“ Apa?” Kata Ray tak percaya.

“ Rebirth, semacam upacara kuno yang dapat menggabungkan beberapa makhluk sekaligus dan menciptakan makhluk baru yang memiliki unsur yang dimiliki induknya.” Jelas pria itu.

“ Kukira hanya Malvin saja yang bisa melakukan itu.” Ray bergumam.

“ Ooh… Malvin yang kau maksud Malvin dari Sahara kan?” Tanya pria itu. Matanya menatap tajam Ray. “ Jangan – jangan kau yang telah mengalahkannya? Atau tepatnya membunuhnya?”

Ray tetap dalam kebisuannya.

“ Ternyata benar. Maafkan ketidak sopananku ini. Namaku Biax, aku tidak sepantasnnya melawanmu dengan kekuatanku yang hanya seperti tadi.” Biax membungkuk. “ Sekarang aku akan menggunakan seluruh kekuatanku. Bersiaplah!”

Biax melakukan beberapa kuda – kuda. Sekejap kemudian, dia mulai melakukan serangan kepada Ray. Berbeda dengan tadi, serangan Biax kali ini lebih cepat, bertenaga dan akurat. Tentu saja Ray merasa terdesak. Sementara Ray sedang sibuk menghidari serangan Biax. Alice mulai mencoba menyembuhkan Rin dengan meminumkan elixir ke dalam mulut Rin. Sedangkan Dya hanya terpaku melihat keadaan Ray.

“ Mata itu? Ti- tidak mungkin. Ray tidak mungkin memiliki mata itu…” Kata Dya bergumam sendiri.

Tangan kiri Ray mencari – cari sesuatu dari dalam sakunya. Begitu merasa berhasil merabanya, kemudian ia mengeluarkan magic sphere elemen angin dan memasangkannya ke dalam cekungan pedang. Dalam sekejap, pedang Ray berubah warnanya dari abu – abu menjadi biru muda.

Ray meloncat ke belakang dan mengayunkan pedangnya secara bertubi – tubi. “ OMEGA WIND SLICE!” Dari setiap ayunan pedang Ray mengeluarkan semacam pisau angin. Pisau – pisau angin itu menghujani tubuh Biax. Tidak hanya itu, Ray memusatkan seluruh tenaganya ke ujung mata pedang. Ray merasa aneh sekali, saat matanya berubah merah seluruh tenaganya menjadi berkali – kali lipat dari biasanya. Dan terlebihnya lagi, ia tidak dapat mengontrol kekuatannya itu. Bisa dibilang yang menggerakan Ray saat ini bukan dirinya sendiri melainkan sesuatu yang lain mungkin semacam insting liarnya untuk mempertahankan hidup. “ WIND BLASTOIS!” Dari ujung pedangnya muncul pusaran angin yang sangat besar dan menghantam tubuh Biax secara telak. Magic sphere elemen angin milik Ray semakin lama mulai terlihat retak dan akhirnya pecah, namun Ray tak mau menyerah begitu saja. Kini ia mengeluarkan magic sphere elemen api dan memasangkannya pada pedang. “ FIRE BLASTOIS!” Pusaran angin langsung berubah menjadi pusaran api. Keadaan itu berulang berkali – kali jika magic sphere-nya hancur, Ray langsung menggantinya dengan magic sphere lain. Urat – urat tegang mulai timbul di kedua tangannya.

“ Ray hentikan! Kalau kau memaksakan lebih dari ini, bisa – bisa lenganmu akan meledak karena tak kuat menahan tekanan kekuatan itu.” Pinta Alice. Namun Ray tak bergeming.

Urat – urat di lengan Ray semakin besar.

Alice yang sudah tak tahan melihatnya langsung berlari ke arah Ray. Alice membuat diagram sihir dan memunculkan sayap putih di punggungnya. Dengan sayap itu, ia mendekati Ray dan memeluk Ray dengan erat.

“ Kumohon Ray, berhentilah…” Pinta Alice. Namun Ray tetap tak berhenti. “ Kumohon hentikan Ray, lakukanlah demi aku…” Alice menangis. Air matanya menetes dan jatuh ke tubuh Ray.

Sesuatu yang ajaib terjadi. Ray menghentikan serangannya dan melepaskan pedangnya. Grieve Heartz blade jatuh ke tanah dan warnanya berubah menjadi seperti semula. Kornea mata Ray mulai berubah secara perlahan – lahan dari merah menjadi biru kembali. Kedua tangan Ray memeluk Alice.

“ Alice? Apa yang terjadi… Kenapa aku tidak ingat apa –apa?... Dan lagi tubuhku rasanya sudah tidak bisa digerakan lagi…” Kata Ray membisik.

“ Jangan dipikirkan. Aku akan segera memulihkanmu.” Kata Alice lembut.

Alice dan Ray mulai turun dan mendarat di atas tanah. Segera saja Alice membuat formasi sihir dan melakukan sihir ‘heal’ secara berulang – ulang ke tubuh Ray. “ Sayang sekali persediaan elixir sudah habis. Jadi untuk sementara ini aku hanya bisa memulihkan staminamuu saja. Maafkan aku.”

“ Tak apa – apa. Daya pulihku cepat koq.” Kata Ray tersenyum. “ Terima kasih ya, Alice. Jika tidak ada kamu, mungkin sekarang aku…”

“ Ehm, ehm!” Kata Dya. “ Sebelum kalian berdua membuat dunia sendiri, coba kalian lihat bagaimana Biax sekarang!”

“ Benar kata Dya. Bagaimana keadaanya?” Kata Ray. Keduanya menoleh ke arah Biax.

Biax masih dalam keadaan berdiri. Tubuhnya terluka parah, dan basah oleh darah segar. Badannya gemetaran. Matanya menatap ke arah Ray. “ Beraninya kau membuatku seperti ini. Aku tuan Biax sang pemimpin gerombolan parampok De Burglar di pecundangi seperti ini. Dan setelah membuatku seperti ini, kalian malah asyik membuat dunia sendiri dan mengacuhkan aku begitu saja.” Nafasnya terengah – engah menahan kemarahan. “ Tak akan kumaafkan. Kubunuh kalian!”

Biax mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Ternyata yang diambilnya adalah sebuah sphere biru dan memperlihatkannya pada Ray.

“ Kau tahu apa ini?” Tanya Biax.

“ Anak kecil juga tahu kalau itu sphere.” Kata Ray dengan nada kesal.

“ Mungkin kalian akan kaget jika mengetahui sphere apa ini. Ini adalah summon sphere spesial yaitu Marine sang penguasa lautan.”

“ Tapi tetap saja kau tidak bisa menggunakannya.” Kata Ray.

“ Apa benar begitu?” Biax tersenyum licik.

“ Ja- jangan – jangan?” Kata Ray tak percaya. Langsung saja Ray berdiri dan berlari ke arah Biax untuk merebut sphere yang ada ditangannya. Tapi sepertinya terlambat.

“ Rebirth!” Dari tubuh Biax terpancar cahaya putih yang amat menyilaukan.

Ray berhenti berlari dan menatap tak percaya ke arah cahaya putih itu.

“ Sial aku terlambat.” Kata Ray putus asa.

Cahaya putih itu semakin lama semakin memudar. Dari dalamnya muncul sosok Biax yang pulih kembali. Tapi anehnya tidak terlihat perubahan dari sosok Biax. Tidak seperti pada saat Malvin yang melakukan ritual itu, tubuh Biax sama sekali tak berubah.

“ Apa kau gagal melakukan ritual itu?” Tanya Ray.

“ Apa kau buta? Lihat seluruh lukaku sembuh dan aku merasakan tenagaku sedang bergelora dan ingin cepat – cepat kukeluarkan. Tak kusangka bersatu dengan penjaga kuil bisa mendapatkan kekuatan yang hebat seperti ini.” Kata Biax.

“ Bagiku kau sama saja. Akan kukalahkan kau dalam sekejap.” Kata Ray berbohong. Sebenarnya untuk berdiri saja, ia sudah tak tahan lagi menyongkong tubuhnya sendiri.

“ Baiklah akan kutunjukan kekuatanku yang sekarang.” Biax mengarahkan tangannya ke arah Ray. “ Sihir Neptunus, BRINE GRUSHER!” Dari tangannya muncul semburan air dan menghantam Ray dengan keras. Ray terdorong hingga menabrak dinding dengan keras. Beberapa saat kemudian semburan air berhenti.

“ Bagaimana seranganku tadi?” Kata Biax puas.

“ Puah! Rasanya asin sekali.” Kata Ray sambil meludah. Ray melihat pedangnya yang tertancap jauh di sebelah kanannya. Jika ia nekad mengambilnya, mungkin dalam sekejap Biax akan menyerangnya lagi. Jadi kemungkinannya untuk mendapatkan pedangnya sama dengan nol persen.

“ Jangan menyerah…” Kata sebuah dari dalam hatinya.

“ Siapa?” Tanya Ray bingung.

“ Biarkan aku menggantikanmu untuk mengalahkan pria itu.” Kata suara itu.

Mata Ray mulai berubah kembali dari biru menjadi merah darah.

“ Maaf telah membuatmu menunggu. Sekarang aku akan benar – benar menghabisimu.” Kata Ray. Sebenarnya yang keluar dari mulut Ray bukanlah suara Ray, melainkan suara yang didengar Ray.

“ Menarik sekali. Tapi apakah kau mampu mengalahkan kekuatan penjaga kuil?” Biax mengayunkan tangannya. “ Sihir Neptunus, BRINE WAVE!” Tiba – tiba dari tanah muncul ombak yang sangat besar yang hendak menerjang Ray.

“ Aura Shield!” Kata Ray. Ombak besar merjang tubuh Ray dengan keras. Begitu ombak itu menghilang, terlihat Ray tak beranjak sedikitpun dari tempatnya berdiri. Yang paling mengherankan, sepertinya Ray tidak sedikitpun terkena serangan ombak Biax.

“ Hanya segitukah kemampuanmu, Biax? Kukira kekuatanmu bisa lebih dari itu. Kau membuatku sangat kecewa.” Kata Ray.

“ K- kau membuatku sangat marah! Akan kutunjukan wujudku yang sebenarnya!” Tubuh Biax bergetar hebat. Kulitnya berubah menjadi sisik biru, matanya menjadi merah, rambutnya berubah menjadi sirip ikan. “ Kau akan menyesal membuatku menunjukan wujud asliku ini. Kuperingatkan satu hal, aku sudah tidak bisa kembali seperti semula lagi. Jadi jangan harap kau akan menang.” Kata Biax.

“ Mulutmu saja yang besar. Tapi kurasa kekuatanmu tak ada bedanya.” Kata Ray.

“ WATER MUZZLE!” Biax mengarahkan tangannya ke arah Ray dan menggenggam udara keras – keras hingga berdarah. Tiba – tiba saja muncul air yang datangnya entah dari mana mengelilingi Ray dan menyelimuti Ray dengan air – air itu.

Ray tak bisa bergerak. Entah kenapa tubuhnya seperti ditekan dari segala arah dan lagi ia tak bisa bernafas sehingga semakin lama ketahan tubuhnya semakin lemah.

“ Bagaimana sekarang? Sekarang telah kita ketahui siapa yang bermulut besar.” Biax mebuat formasi sihir dan dari atas muncul sebuah pedang berwarna biru muda. “ Dengan pedang sihir Ariel ini akan kuhabisi kau.”

Biax berjalan mendekati Ray.

“ Tak kusangka hanya dengan bersatu dengan summon sphere, aku dapat menguasai sihir yang sulit seperti ini dengan mudah.” Biax berkata puas.

Sementara itu Ray semakin lama semakin terdesak. Ia sudah tidak kuat lagi menahan nafas. Akhirnya Ray pingsan.

Pandangan Ray gelap. Begitu sadar Ray melihat sekelilingnya kosong melompong.

“ Sial, aku belum terbiasa dengan tubuh ini. Kalau saja aku sudah terbiasa, serangan seperti ini akan mudah kukalahkan.” Kata Ray yang lainnya. Tiba – tiba sebuah suara muncul dalam pikiran Ray.

“ Sebaiknya biarkan aku saja yang melawannya. Aku sudah hafal betul keadaan tubuhku.” Kata suara Ray yang sebenarnya.

“ Apakah kau mampu? Dilihat dari kemampuanmu, kau masih di bawah pria itu.” Kata Ray yang satunya.

“ Tentu saja aku akan berusaha. Lagipula jika aku harus mati, aku ingin mati dalam jiwaku yang sebenarnya, bukan dengan jiwamu! Pinjamkan saja kekuatanmu padaku dan serahkan semuanya padaku!.” Tegas Ray.

“ Baiklah kalau itu yang kau mau. Akan kupinjamkan seluruh kekuatanku padamu.” Kata Ray satu lagi.

Mata Ray terbuka lagi, kini matanya kembali berwarna biru.

“ Khuhuhu… Matamu kembali berwarna biru. Itu berarti kau sudah menyerah, bukan begitu?” Kata Biax puas.

Ray tersenyum misterius.

“ Apa yang lucu, Huh!?” Tanya Biax bingung. “ Apakah kau begitu stress karena mengetahui akan segera mati?”

Ray membuat segel dan menempelkan tangannya ke tanah. Ia memandang Biax dengan senyuman yang misterius.

“ Apa kau gila?” Kata Biax bingung.

Tiba – tiba muncul sulur – sulur panjang dari permukaan tanah. Sulur – sulur itu mendekati Ray dan menghisap semua air yang membungkus Ray.

“ Dari tadi aku hanya tertawa mendengar semua leluconmu yang tidak masuk akal itu, Biax.” Kata Ray dingin.

“ Apa!?” Kata Biax tak percaya.

“ Tapi bukankah Yoshi – Yoshi telah bersatu dengan Malvin?” Tanya Alice.

“ Benar, tadinya aku berpikir begitu. Tapi tiba – tiba teringat bahwa Yoshi – Yoshi itu abadi dan meskipun telah bersatu dengan makhluk lain tapi jika induk semangnya telah mati, maka Yoshi – Yoshi akan bangkit kembali.” Jelas Ray.

“ Tapi semua itu tidak akan merubah takdir kematianmu.” Kata Biax.

“ Apa benar…” Ray menghilang. “ … Begitu?” Kata Ray. Tiba – tiba muncul di belakang Biax.

“ Bagaimana mungkin kau sudah ada di belakangku?” Tanya Biax tak percaya.

“ Jangan lupa kalau aku ini memiliki kemampuan seorang ninja.” Ray menendang tubuh Biax hingga terlontar jauh ke depan.

Biax memuntahkan banyak darah. Tubuhnya bergetar hebat.

“ Bagaimana mungkin!? Padahal aku telah bersatu dengan Marine dan memiliki tambahan segini besar, tapi aku masih dapat dipecundangi seperti ini.” Kata Biax tak percaya.

“ Kekuatanmu besar, sangat besar malah. Mungkin jauh lebih besar dariku. Hanya saja…” Kata Ray. Ray mengambil pedangnya yang tertancap di tanah.

“ HANYA SAJA APA!?” Teriak Biax.

“ Hanya saja tubuhmu yang sekarang tidak cocok denganmu. Kau yang telah terlatih sebagai perampok tidak akan cocok jika bersatu dengan Marine yang merupakan makhluk penjaga kuil yang lebih mengandalkan sihir dari pada serangan fisik. Sehingga tubuhmu menjadi tak stabil dan seranganmu menjadi tak fokus lagi.” Kata Ray memberitahu.

“ TAHU APA KAU!” Teriak Biax. “ Akan kutunjukkan kekuatanku yang sesungguhnya.” Biax melakukan kuda – kuda rumit.

“ Lebih baik kau menghentikannya. Jika kau melakukan lebih dari ini, aku khawatir kau akan mati oleh kekuatanmu sendiri.” Ray memperingatkan.

Tubuh Biax mengeluarkan sinar aneh. Tubuhnya semakin lama semakin membesar dan berwarna hitam. Matanya memerah dan bentuk tubuhnya semakin berubah. Urat – urat di tubuhnya mulai menonjol keluar, itu menandakan Biax sedang merasakan rasa sakit yang amat sangat.

“ Apa yang terjadi dengan tubuhku? A- aku merasa tubuhku akan segera meledak…” Kata Biax dengan nada kesakitan. “ To- tolong aku…”

Tubuh Biax semakin menggelembung dan akhirnya. “ BLAST!” Tubuh Biax meledak. Bagian – bagian tubuhnya berhamburan dimana – mana. Dan yang paling aneh, dari dalam tubuhnya muncul seekor makhluk berbentuk kadal raksasa dengan tujuh buah kepala. Kadal itu berwarna hitam keabuan.

“ A- apa itu, Ray?” Tanya Alice.

“ E- entahlah…” Kata Ray yang sama bingungnya.

“ Aku pernah melihat gambarnya di Alexandria. Itu salah satu makhluk penjaga kuil spesial yang pernah ada dua ribu tahun yang lalu, Basilisk sang penjaga neraka.” Kata Dya.

“ Jangan – jangan dia salah satu dari lima penjaga kuil kegelapan, Dark Basilisk.” Kata Ray. “ Lebih baik kita segera menyingkir.”

“ Ta- tapi bagaimana dengan ujiannya?” Tanya Dya.

“ Saat ini nyawa kalian lebih penting dari pada ujian knight ini. Lagipula Rin sedang tak sadarkan diri. Jadi, beban kita menjadi lebih besar.” Ray membuat segel dan menempelkan tangannya ke tanah. “ Bersiaplah untuk lari! SMOKE EXPLOSION!” Sebuah ledakan terjadi saat Ray menyentuhkan tangannya ke tanah. Namun ledakan itu berupa asap yang sangat tebal. Setelah itu, Ray langsung menggendong tubuh Rin.

“ Dya, Alice ikuti suaraku!” Perintah Ray. Mereka bertiga berlari ke arah lorong hingga akhirnya mereka keluar dari gumpalan asap.

“ Syukurlah…” Kata Alice terengah – engah.
“ Mungkin kau terlalu cepat untuk berkata seperti itu, Alice.” Kata Ray.

Tiga orang perampok datang dari ujung lorong yang satunya lagi. Tiga perampok itu memegang pisau di kedua tangannya.

“ Sepertinya kita tidak bisa keluar dari sini begitu saja. Alice, tolong kau gendong Rin! Dya, bantu aku untuk melawan mereka!” Ray menyerahkan Rin pada Alice.

“ Serang!” Perintah Ray.

Dya mengambil busur panahnya dan segera meluncurkan dua anak panah sekaligus. Dua anak panah itu berhasil mengenai tubuh dua dari tiga orang perampok. Ray mengeluarkan pedangnya dan dengan cepat ia menusuk tubuh perampok itu.

“ Mungkin masih banyak lagi musuh di luar sana. Kita harus bersiaga!” Kata Ray.

Dan benar saja. Di setiap lorong, mereka berempat selalu berhadapan dengan beberapa perampok. Hingga akhirnya mereka semua berhasil keluar dari sarang perampok itu. Namun begitu mereka keluar, mereka sudah dihadang gerombolan perampok.

“ Celaka! Banyak sekali mereka.” Kata Dya.

“ Mungkin jumlah mereka lebih dari seratus. Bagaimana dengan persediaan anak panahmu Dya?” Tanya Ray.

“ Sepertinya kita memang sedang tak beruntung. Aku sudah kehabisan anak panah dan lagi aku sudah tidak memiliki kekuatan untuk membuat ‘light arrow’.” Kata Dya memberitahu.

“ Celaka, sedangkan aku sudah kehabisan seluruh sphere di pertarungan tadi. Sedangkan Eve’ sphere aku tidak yakin bisa menggunakannya. Sial, mungkin aku terlalu sombong.” Kata Ray.

“ Mungkin kau bisa menggunakan sphere ini, Ray.” Kata Alice menyerahkan sebuah sphere berwarna hijau muda.

“ Jangan – jangan ini adalah…”

“ Ya, itu adalah Marine’s sphere. Aku memungutnya sesaat Biax meledak.” Kata Alice.

“ Terima kasih, Alice.” Kata Ray. Ray memasangkan Marine’s sphere ke cekungan di pedangnya. Pedangnya langsung berubah menjadi sebuah tongkat panjang dengan sphere biru muda di atasnya. “ Apa yang terjadi dengan pedangku?”

“ Mungkin kau yang sekarang bisa memanggil penjaga kuil, Ray.” Kata Alice.

Ray menutup matanya. Ia melihat seorang pria yang tubuhnya bersinar. Ia memandang Ray dengan hangat.

“ Akhirnya sebentar lagi kau akan bangkit, Yang Mulia.” Kata pria itu.

“ Siapa kamu?” Tanya Ray bingung.

“ Namaku Jonatthan Marine. Mungkin saat ini anda tidak mengenal hamba. Tapi begitu saatnya tiba, anda akan mengetahui siapa sebenarnya anda dan mengapa anda mendengar suara selain anda di pikiran anda. Kalau begitu ijinkan hamba meminjamkan kekuatan hamba pada tuanku.” Kata pria yang bernama Jonathan.

Begitu Ray membuka matanya, sebuah sinar muncul dari sphere biru muda yang terletak di atas tongkat. Entah kenapa, tubuh Ray tiba – tiba bergerak sendiri dan membuat diagram sihir. Dari diagram sihir itu muncul seekor ikan besar dengan sirip – sirip lebar yang menyerupai sayap.

“ i- inikah penjaga kuil Marine?” Tanya Alice tak percaya.

Para perampok yang ketakutan mulai berhamburan melarikan diri.

Ikan besar itu melayang di udara dan mengayunkan sirip depannya. Tiba – tiba muncul gulungan ombak yang sangat besar dari tanah dan menyepu bersih para perampok itu tak terkecuali. Setelah ombak mereda dan menghilang kembali, yang tersisa hanyalah mayat – mayat perampok yang bergelimpangan di atas tanah.

“ Sedasyat inikah kekuatan penjaga kuil yang sebenarnya?” Tanya Ray tak percaya.

“ Pantas saja tubuh Biax tak bisa menahannya.” Kata Dya.

“ Lebih baik kita segera pergi ke puncak bukit dan melaporkan apa yang terjadi ke Barn.” Kata Alice.

“ Aku setuju.” Kata Ray.

Setelah itu Ray dan yang lainnya memandang sebuah bukit di ujung tebing – tebing. Tempat dimana seorang knight bernama Barn sedang menunggu. Meskipun Ray merasa tes kali ini ia telah mundur untuk sementara waktu, tapi Ray masih optimis dapat menyelesaikan tes knight berikutnya.

Ketiganya berjalan menuju bukit Great Canyon, sedangkan Rin digendong oleh Ray.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
70

pertemuan ma Dya-nya terlalu singkat..

Waw... Ray d kelilingin ma 3 cewek, wkwkwk...
Dasar mbak ndyw bisa bgt bkn cerita, yg bener2 fantasia ^-^
dan d sini lagi2 daku merasa klo ceritany terlalu cepet
tp, dr keseluruhan ceritany, daku rasa udah sip bgt gitu loch!!
:)

80

Waw... Ray d kelilingin ma 3 cewek, wkwkwk...
Dasar mbak ndyw bisa bgt bkn cerita, yg bener2 fantasia ^-^
dan d sini lagi2 daku merasa klo ceritany terlalu cepet
tp, dr keseluruhan ceritany, daku rasa udah sip bgt gitu loch!!
:)

100

Ok cakep TY

Tapi da yang kurang bagus ending na yg ni nech
“ Ray hentikan! Kalau kau memaksakan lebih dari ini, bisa – bisa lenganmu akan meledak karena tak kuat menahan tekanan kekuatan itu.” Pinta Alice. Namun Ray tak bergeming.

Urat – urat di lengan Ray semakin besar.

Alice yang sudah tak tahan melihatnya langsung berlari ke arah Ray. Alice membuat diagram sihir dan memunculkan sayap putih di punggungnya. Dengan sayap itu, ia mendekati Ray dan memeluk Ray dengan erat.

“ Kumohon Ray, berhentilah…” Pinta Alice. Namun Ray tetap tak berhenti. “ Kumohon hentikan Ray, lakukanlah demi aku…” Alice menangis. Air matanya menetes dan jatuh ke tubuh Ray.

Sesuatu yang ajaib terjadi. Ray menghentikan serangannya dan melepaskan pedangnya. Grieve Heartz blade jatuh ke tanah dan warnanya berubah menjadi seperti semula. Kornea mata Ray mulai berubah secara perlahan – lahan dari merah menjadi biru kembali. Kedua tangan Ray memeluk Alice.

“ Alice? Apa yang terjadi… Kenapa aku tidak ingat apa –apa?... Dan lagi tubuhku rasanya sudah tidak bisa digerakan lagi…” Kata Ray membisik.

“ Jangan dipikirkan. Aku akan segera memulihkanmu.” Kata Alice lembut.

Alice dan Ray mulai turun dan mendarat di atas tanah. Segera saja Alice membuat formasi sihir dan melakukan sihir ‘heal’ secara berulang – ulang ke tubuh Ray. “ Sayang sekali persediaan elixir sudah habis. Jadi untuk sementara ini aku hanya bisa memulihkan staminamuu saja. Maafkan aku.”

“ Tak apa – apa. Daya pulihku cepat koq.” Kata Ray tersenyum. “ Terima kasih ya, Alice. Jika tidak ada kamu, mungkin sekarang aku…”

“ Ehm, ehm!” Kata Dya. “ Sebelum kalian berdua membuat dunia sendiri, coba kalian lihat bagaimana Biax sekarang!”

Kurang cantik ending na...
serangan Ray yang membabi buta berahir begitu saja...kalo di panjangin dikit pasti jd seru...
hehehehe...
lanjut ah

90

ya,...seru..

100

wahh..... pertarungan dalam ceritamu ini, emang selalu kunanti.. mantab..
lanjuutt......

Writer Oiem
Oiem at HeartzCruzz : Bab 12 - the Super Knight (10 years 43 weeks ago)
80

baagguus asyyikk gaya ceritamu aku hampir suka !

Writer layaty
layaty at HeartzCruzz : Bab 12 - the Super Knight (10 years 43 weeks ago)
100

kusuka dengan cerita yang ditulis
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuut trus ya
cepetan jgn lama lama
ehheehhehehehe............

100

Ndyw... Uh Seru banget... Keren...
Kali ini, bener bener beda....
Panjang dan menarik, semuanya sungguh masuk akal dan benar2 teliti diperhitungkan...
Manteph Ndyw...

Quote:

Writer pikue
pikue at HeartzCruzz : Bab 12 - the Super Knight (10 years 43 weeks ago)
90

bener kata om Diakon enak bener di kelilingi 3 cewe'
kWakWkWakWak,,

nee sampe bab berapa??

encer amat otaknya,,

hehehe,,

peace

Writer Diakon
Diakon at HeartzCruzz : Bab 12 - the Super Knight (10 years 43 weeks ago)
80

panjaaaaaaaaanggg.... panjang bangeet... hey tumben bisa sepanjang ini??

kenapa ga dibagi dua aja?
kan poinnya bisa dobel tuh hahahaha

anyway... buatku karena panjang ceritanya jadi terkesan terburu-buru dan Si Dya kok bisa langsung gabung dengan mudah itu terasa janggal kalo aku yang baca... hehehe mungkin cuma perasaanku kali ya...
btw... ray dikelilingi tiga cewek yahahah enak banget tuu

100

seruuuuuuuuuu

Writer ndyw
ndyw at HeartzCruzz : Bab 12 - the Super Knight (10 years 43 weeks ago)

aL-Drii wrote:
seruuuuuuuuuu

makasih
tetep lanjutkan baca ke baba2 berikutnya yah[angger s neng ieu mah tukang promosi]
heheheheheh