Late Love

Bertahun-tahun yang lalu....
Seorang gadis dicela dan dibenci karena ia terlalu biasa untuk bersanding dengan ketua OSIS yang tampan dan terkenal. Maka ketika melihatnya bersama kekasihnya yang menyilaukan, berpasang-pasang mata menusuknya dengan celaan. Betapa lebih baik ia berpisah saja dengan kekasihnya, betapa ia kurang cantik, betapa masih banyak yang lebih baik, lebih benderang.

Aku memandanginya dari kejauhan, dengan sedikit kekesalan. Lalu memandangi kekasihnya yang tak pernah balik memandangiku. Tanpa menyadari, bahwa bertahun-tahun setelahnya aku akan mengalami yang serupa. Ketika berpasang-pasang mata akan menusukku dengan celaan padaku dan kekaguman pada lelakiku.

[Lelaki ke-dua]
Aku selalu merasa datang terlambat.....

Adalah ketika aku membaca masa lalunya, dan mulai merasa memasuki sebuah labirin: bahwa aku juga punya masa lalu yang kadang terluput untuk kucatat. Berbelok-belok, berpadu antara yang hayal dan kekanakan, juga yang menjadi nyata dan hanya jadi abu bernama kenangan yang setengahnya adalah kekosongan.

Dan terasa-rasa aku telah jatuh cinta pada masa lalunya: bagaimana seandainya aku ada di sampingnya semasa dia muda, bagaimana seandainya kami sebaya dan berada di tempat yang sama. Pasti aku juga akan mengaguminya, mengidolakannya seperti aku pernah mengidolakan ketua OSIS dan senior PMR semasa SMU. Dan pastinya aku juga hanya akan terpinggirkan, berdiam melihat idolaku menggamit gadis lain yang lebih elok. Seandainya Tuhan mengijinkan kami bertemu sejak lama, mungkin malah aku tidak ada di sampingnya saat ini. Mungkin.
***

[Lelaki ke-satu]
Aku selalu merasa Tuhan yang salah, tidak membuatku datang terlebih dulu...

Aku selalu percaya akan apa yang disebut ‘takdir’ dan ‘pertanda’. Bahwasanya manusia memiliki sebuah garis untuk dilewati, sesuatu yang telah diatur oleh Tuhan: kelahiran, jodoh, dan kematian.
Seandainya aku lahir beberapa tahun lebih awal.... apa yang akan kudapati di tempat ini, di waktu ini?
: Mungkin aku adalah pendamping hidupnya, bersamanya memikul keanehan-keanehan serupa. Beranak pinak dan terlihat bahagia. Seperti yang ia pernah katakan dulu, andai kita bertemu lebih awal...
Aku selalu merasa bersalah, berada di tempat yang sama dengannya dan membuatnya jatuh cinta, lalu melukai wanita yang mencintainya lebih awal: seandainya.... seandainya aku yang mencintainya lebih awal, dan tak pernah merasa jadi pendosa.
Bagaimana seandainya aku tidak perlu membandingkan diriku dengan orang lain. Bagaimana seandainya memang aku yang terlebih dulu datang, dan aku tidak perlu merasa harus berbuat lebih baik.

: Mungkin saat ini aku yang bersamanya, hidup berdua, beranak-pinak, lalu dihianati.
Mungkin karena Tuhan memilihkan yang lebih baik untukku.... karena meski aku terlambat mencintainya dan tidak pernah bersamanya selama hidupku, aku tetap bahagia. Terlalu bahagia mendapati apa-apa yang lebih dari yang kuinginkan tentang cinta.

[Marriage]
Aku sampai pada ujung labirin pencarianku, dan merasa beruntung telah terlambat....

Meski bukan pada saat itu... meski kejadiannya tidak seperti sewaktu aku mencuri pandang pada senior multi talentaku waktu SMU, toh aku benar-benar mengaguminya, mendengar cerita tentangnya yang mengharukan, berdoa dan bersyukur akan pertemuan yang telah Tuhan atur untuk kami: aku bukanlah seorang gadis hebat yang terpikirkan oleh orang-orang sebagai seorang yang layak disandingnya. Aku hanya gadis biasa dengan impian-impian yang tidak biasa. Dan dia masih terlampau hebat untukku. Dan kami bertemu. Benar-benar bertemu. Pada saat ini, ketika ia memeluk tubuhku saat aku membelakanginya sambil menangis. Kukira, selalu kukira, bahwa aku butuh seseorang untuk dikagumi, dan bukan untuk dimiliki, karena bila aku memiliki orang yang kukagumi, aku takut tidak bisa menghargainya seperti sebelum kumilikinya. Maka kini aku ingin selalu bertemu dengannya. Lebih cepat bertemu ketika jauh, untuk mengaguminya, untuk memilikinya di masa sekarang, untuk meninggalkan lelaki kesatu yang bukan siapa-siapa.

Terimakasih Tuhan, telah membuatku datang terlambat dalam hidup mereka.

-16 Feb 2009-

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer megaaisyah
megaaisyah at Late Love (10 years 48 weeks ago)
90

hujan...
aku udah baca...
yang paling aku dari cerita ini adalah gaya penceritaannya...
very nice post mbak...
:)

Writer Arie O
Arie O at Late Love (10 years 50 weeks ago)

Lanjutan kumpul kemudianers Jogjakarta:
http://id.kemudian.com/node/228654

Writer Onik
Onik at Late Love (10 years 51 weeks ago)
90

tulisan yang lain dari biasanya, bagus menurutku :)

Writer me_everywhere
me_everywhere at Late Love (10 years 51 weeks ago)
80

Saya suka. :)

Writer ezra
ezra at Late Love (10 years 51 weeks ago)
80

membuat penasaran pada alurnya

salam

Writer zak_ia
zak_ia at Late Love (10 years 51 weeks ago)
60

Agak membingungkan ya...ceritanya....
kayak terbalik-balik....penuturan ceritanya...