Inikah Rasanya Kehilangan

Aku benar-benar sedih,
Air mataku tak kunjung berhenti,
Tiap kali kau tersenyum padaku dalam bayangan,
Dan memudar hilang ditelan kepedihan.

-------------------
Matahari bersinar cerah di atas sana, menyinari diriku yang duduk termenung di bawah pohon rindang. Hari itu telah berlalu lama sekali, dan aku sendiri tak menyangka masih bisa berada di sini. Tempat kami selalu tertawa bersama. Tempat kami saling bermesraan memadu kasih.
Di bawah pohon rindang inilah aku juga menyatakan keinginanku kepadamu. Dengan sebuah cincin emas bertahtakan permata yang berkilauan kuajukan sebuah permintaan yang mungkin kau sendiri tak menyangkanya. Kau tersipu malu mendengarnya dan wajahmu pun berubah warna kemerahan sama seperti dulu waktu aku menyatakan cinta kepadamu. Hatiku berdegup kencang menanti jawabanmu, namun kau diam. Kuraih tanganmu dan kurasakan tanganmu yang bergetar pelan. Kuberanikan untuk mengutarakan keinginanku kembali.
"Maukah kau menikah denganku?"
Kembali dia hanya terdiam, tak bergeming. Dan perlahan diberikan jari manisnya padaku. Cincin itu cocok sekali dengan dirinya, dan kuharap ini awal yang baik bagi kami berdua. Kutatap matanya, dibalas tatapanku, tanpa suara, tanpa kata, seakan batin telah menyatu, kami pun berpelukan dan berciuman, lama, lama sekali, di bawah pohon rindang ketika matahari bersinar cerah.
-------------------

Aku hanya bisa terdiam di sini, tak bisa berbuat apa-apa.
Merenung,
Inikah rasanya kehilangan
Karena kini kau sudah 'tak berwujud lagi.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer noodle_cie
noodle_cie at Inikah Rasanya Kehilangan (10 years 2 weeks ago)
80

sedihnya berasa

Writer panah hujan
panah hujan at Inikah Rasanya Kehilangan (10 years 2 weeks ago)
80

Meski agak aneh, tapi rasanya manis.