Cermin Hati

Garing di Krongkongan mendesah
Haus tersendat membelah
Batin teramat nyeri lemas melemah,
Seperti belulang patah
Nafas di jantung terhenti
Di muka mati, di dalam sepi.
Raga serasa dingin,
dan raga sejuta hasrat keinginan,
di hati kita
cerminan perangai kita.
*****

Jakarta, Nop’ 1997

Read previous post:  
18
points
(216 words) posted by T.Y Nugrohoo 9 years 20 weeks ago
60
Tags: Puisi | cinta | keabadian | kereta | masa lalu | Pantai
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer cupupart1
cupupart1 at Cermin Hati (9 years 20 weeks ago)
90

yup....setuju dgn puisinya pak, salam

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at Cermin Hati (9 years 20 weeks ago)
100

Setuju dengan komentar Yosep Herlambang.
Okey deh....

Writer Yosep Herlambang
Yosep Herlambang at Cermin Hati (9 years 20 weeks ago)
100

Setuju ! Perangai kita adalah cermin hati kita