Dolly, So What?

Jika mental itu bisa diibaratkan seperti sebilah pisau, maka waktu adalah pengasah paling dominan yang dapat membentuk mental itu setajam silet. Sedangkan pribadi dan lingkungan adalah pusat kendali kemana pisau itu akan diayunkan, untuk kegiatan yang bermanfaat atau malah merugikan. Namun di tempat ini, mental itu tampak seperti paduan ironi dan paradoksal. Ganjil dan menyayat nurani.

Namanya Catur. Tubuhnya kerempeng, bahkan teramat kurus untuk anak seusianya. Sekilas, tidak ada yang istimewa pada siswa kelas I SD ini. Kelakuannya, sepadan dengan teman sebayanya. Sinergi kompleks dari dua kata: nakal dan susah diatur. Istilah keren Suroboyonya adalah mayak! Namun dibalik super kenakalannya tersimpan intan yang tersembunyi di dalam dirinya.

Intan itu saya temukan secara tidak sengaja. Itu terjadi saat saya memberikan sebuah soal sederhana tentang matematika. Dari penjumlahan dua digit, terselesaikan. Pengurangan, beres. Karena dia baru kelas I, sehingga saya tidak mungkin memberikan soal perkalian atau pembagian. Tapi justru dia yang meminta. Awalnya saya tulis perkalian satu digit saja dan ternyata benar semua. Saya coba dua digit, semua soal dilumat habis. Dan yang paling membuat saya dan kawan-kawan takjub adalah cara dia mengerjakan. Dia tidak menggunakan jarinya sama sekali atau pinjam jari temannya. Tidak pula menggunakan coret-coretan. Apalagi menggunakan kalkulator. Cukup dengan memandangi soal itu dan jawabannya akan segera tertulis oleh tangannya. Luar biasa!

Inilah Lintang (Tokoh Film Laskar Pelangi yang super jenius) yang ku temukan di kawasan hitam ini. Jika kecerdasan Lintang di Belitong dihadang tanggung jawabnya terhadap keluarganya. Justru kemilauan permata dalam otak Catur terkorosi oleh pekatnya kultur lingkungan. Tingkat kenakalannya yang menurut saya sudah masuk kategori stadium 14 adalah buah dari mayak-isasi kompleks segala segmen kehidupannya.

Bagaimana tidak, tepat dua meter dari tempat biasanya kita belajar bersama adalah wisma. Bukan tempatnya yang menjadi masalah, tapi volume ekstra dari sound karaokenya tidak hanya membuat telinga mau meloncat namun kalau tidak kuat iman, kesabaran pun bisa lari dari nurani. Semua tampak jelas dari kaca transparan dipadu lengkingan suara karaoke dengan kualitas seperti kumpulan panci jatuh dari rak dapur. Efeknya, untuk memanggil teman dengan jarak semester saja, suara harus di-load speaker mirip rentenir sedang menagih hutang.

Di sini, wanita dengan pakaian super mini nampak seperti gunung vitamin A bagi kaum adam. Kata teman, “Obat sakit mata paling mujarab”. Mungkin tumpukan botol Bir di sini itu sama dengan botol air kemasan bagi kita. Ditambah ramuan istilah-istilah ini : PSK/WTS/Kupu-kupu malam/Balon/Penjaja, purel, mucikari, gigolo, hidung belang, orang mabuk, KDRT, Traficking dan istilah sebangsanya. Semua itu adalah makanan pokok keseharian Catur dkk sebelum mereka makan nasi. Bagaimana mental mereka tidak karatan jika sejak mata melihat dunia, malaikat kecil ini sudah dijejali dengan kondisi seperti itu?

Bahkan ada anak berumur 8 tahun yang tahu Bapaknya ditangkap Polisi di depan matanya sendiri! Banyak juga anak yang tidak pernah tahu apa artinya Bapak sejak dia lahir. Pernah juga saya melihat orang tua sangat renta, mendekap beberapa botol bir dan tiba-tiba botolnya jatuh. “Sudah bau tanah saja kelakuannya seperti itu, apalagi yang muda?,” pikirku. Atau suatu tulisan yang banyak terpampang di wisma-wisma, DIBUTUHKAN : TENAGA PUREL.

Dan yang membuat saya terperanjat setengah mematung, adalah ketika saya menanyakan salah seorang warga tentang identitas anak yang wajah dan kulitnya mirip keturunan Tionghoa. “Pak, emang dia itu Cina ta?,” tanyaku. “Nggak tahu saya, mungkin aja yang jadi itu pas Cina. Jadinya ya seperti itu”. Grubyakkkk.

Dolly. Kalau jam sudah beranjak ke angka 5, tempat ini berubah seperti perkantoran. Adzan Maghrib seolah menyuarakan bel “masuk kerja” bagi para karyawannya. Lebih malam lagi, aneka jenis akuarium terpampang rapi, lengkap dengan model, layanan dan tarifnya. Sementara di jalan dan gang-gang kecil sudah penuh dengan ”sales” yang menawarkan produknya. Ramai sekali pengunjungnya, tak mau kalah dengan SSF (Surabaya Shopping Festival, red.).

Ya, ini adalah realita saya peroleh setelah berkecimpung beberapa hari di daerah paling prestis seantero Surabaya ini. Lokalisasi Dolly, menghadirkan beraneka ragam cerita dan luka. Hingar bingarnya selaras dengan cerita kelam para penghuninya. Semua hadir memperagakan paradoksal kehidupan lengkap dengan pemeran dan alur ceritanya. Seperti dunia anak-anak di sini. Tak sepantasnya mereka menelan kehidupan yang mereka sendiri belum mampu memilah baik buruknya.

Dolly mengajarkan kami untuk senantiasa bersyukur atas semua karunia-Nya. Tidak hanya lewat perasaan dan ucapan syukur, tempat ini juga menyisipkan pesan kepada kita untuk peduli dengan sesama. Bagaimana dengan anda?

Bisa juga dibaca di http://its.ac.id/berita.php?nomer=6904

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer fanick05
fanick05 at Dolly, So What? (9 years 10 weeks ago)
50

lumayan...mantap!! >.< salut-salut

Writer oerd
oerd at Dolly, So What? (9 years 10 weeks ago)

makasih, salam kenal :)

Writer raven_hill
raven_hill at Dolly, So What? (9 years 10 weeks ago)
70

weww.. mantep juga.. O.O

Writer oerd
oerd at Dolly, So What? (9 years 10 weeks ago)

jangan ngikut2, hehehe
salam kenal :)

Writer Chie_chan
Chie_chan at Dolly, So What? (9 years 11 weeks ago)
90

gaya bertutur yang keren. aku salut. :D

Writer oerd
oerd at Dolly, So What? (9 years 10 weeks ago)

salut geri cokluuut :)
salam kenal

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Dolly, So What? (9 years 11 weeks ago)
90

emg pisau sm silet it tjeman silet y ? O_O

Writer oerd
oerd at Dolly, So What? (9 years 11 weeks ago)

Ya iya lah, masak ya iya donk :D
silet lebih tajam dari pada pisau karena dia terbuat dari material baja yang lebih keras dan tipis sehingga daya tekan permukaaannya memiliki tekanan lebih besar dibanding pisau. Ingat, tekanan sebanding dengan Gaya (F) dibagi luasan (A). Itu penjelasan ilmiahnya. Salam kenal :D

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Dolly, So What? (9 years 11 weeks ago)

oh, mksh. aku baru tau ! >.<
emg ketajaman sbanding sama tekanan ? O_O
salam knal jg. :D

Writer oerd
oerd at Dolly, So What? (9 years 10 weeks ago)

Iya, kenapa ketajaman sebanding dengan tekanan? karena ketajaman adalah hasil interaksi suatu gaya terhadap permukaan. Pisau tidak disebut tajam jika tidak digunakan untuk memotong benda(punya luasan tertentu). Itu analoginya. Wah gak salah aku kuliah teknik :)

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Dolly, So What? (9 years 10 weeks ago)

hee, makasih yh. :o
aku tw byk, ak akn ingat2. XD
org teknik ? hebat2. XD

Writer wkeyfh
wkeyfh at Dolly, So What? (9 years 11 weeks ago)
100

salut..
mantep..

Writer oerd
oerd at Dolly, So What? (9 years 11 weeks ago)

arigato :D
salam kenal