Deleted

Read previous post:  
Read next post:  
Writer H.Lind
H.Lind at Deleted (9 years 4 weeks ago)
100

Wah lagi asyik2 baca tiba-tiba kepotong. Hehe.
Btw, kamu kembali menyuguhkan cerita bagus, ditambah pengetahuan akan hukuman-hukuman dan tata cara ujian di Jepang. Nice

Writer herjuno
herjuno at Deleted (9 years 8 weeks ago)
80

Nice, seperti biasa, haha. Saya setuju sama maple.tree125. In fact, sejak awal judul-judul postinganmu udah memiliki makna dalem, kok. Deskripsi suasana yang bagian akhir (Miyazaki dan Hikaru di Jembatan Pelangi) oke juga tuh, hehe. Sama penjelasan tentang sistem latihan ujian di Jepang (di-ban kalau nggak ikut), sugoi....

Saya suka transisi yang ini:

Quote:
Sekali lagi kau minta maaf, akan kupiting kau sampai mencium tanah!” umpatnya padaku. “Lupa ya? Senang susah, kita sama-sama.”
Mana mungkin aku lupa. Itu janji kami saat kelas satu dulu, soalnya kami sama-sama sering jadi bulan-bulanan para senior karena selalu mementahkan perkataan mereka dengan mudah. Tidak terasa waktu berlalu cepat sekali. Tahu-tahu, sekarang malah kami yang dipanggil ‘senior’. Kalau ingat itu, aku jadi ingin sekali tertawa. Melihatku tertawa begitu, Seiji langsung melotot padaku. Mungkin dikiranya aku sedang menertawakannya.

Tapi saya agak nggak sreg dengan yang ini:

Quote:
Sore itu berakhir setelah kami berdua mati-matian mengerjakan ujian susulan Matematika, dengan tanpa belajar dulu sebelumnya

Harusnya, cukup "tanpa belajar dulu sebelumnya", kan (nggak usah pakai "dengan")?]

Keep nulis :)

Writer maple.tree125@yahoo.com
maple.tree125@y... at Deleted (9 years 8 weeks ago)

Promise...aku suka judulnya.. memiliki makna yang dalam

Writer anggra_t
anggra_t at Deleted (9 years 8 weeks ago)
80

aku gak nangkep yang ini:
hikaru merasa akina sedang mencoba jujur pada diri sendiri. maksudnya gimana ya? kenapa sampe hikaru ngerasa begitu? apa selama ini hikaru ngerasa sikap akina palsu gitu?
.
selain itu yang ini:

Quote:
Ia menguatkan diri, seolah-olah ia terpaksa sekali mengatakannya. Suaranya terdengar berat.

ini seperti bukan hikaru yang bernarasi, lebih ke arah sudut pandang si akina. mungkin akan lebih baik kalo ditulis, misalnya:
"wajahnya muram seakan ada sesuatu yang terpendam dalam hatinya dan sangat sulit diungkapkan. Suaranya terdengar berat...blablabla" ini menurutku lebih kedengaran hikaru yang ngomong...
.
maafkan diriku bila sotoy padamu >

Writer aocchi
aocchi at Deleted (9 years 8 weeks ago)

wahaha... sankyuu kritiknya... it's ok! saya menerima kritik dengan senang hati...

hikaru merasa begitu karena nasib mereka kan sama persis... otomatis, dia juga merasa pernah seolah membohongi diri sendiri, pura-pura kuat tapi nyatanya tidak...

tapi, thanks banget sarannya... saya juga masih belajar mengolah kata-kata agar tampak natural di cerita... terkadang maunya begini, tapi jari-jari saya maunya ngetik begitu /hehe ^_^

Writer anggra_t
anggra_t at Deleted (9 years 8 weeks ago)

menurutku sih, kamu perlu menjelaskan soal membohongi diri sendiri itu. kalau tidak, akibatnya bikin bingung pembaca seperti saya ini. hehe~ ^^
.

sama2, sis. kita sama2 belajar. aku sendiri juga banyak belajar penggambaran suasana dari ceritamu ini. ^^