Kamar

Ruangan itu menyimpan jejak-jejak tangan
Tersembunyi dan terhindar dari derasnya canda dan tawa
Pintu-pintu hanya bergeliat pada engsel berkarat
Haruskah kukunci? Tetapi aku hanya ingin membukanya
Biarkan terbuka dan tertutup seperti yang lainnya

Ruangan itu terang tetapi begitu dingin
Lampu-lampu kristal menggantung tetapi itu juga kaca
Aku hanya memperhatikan rangkaian grafiti usang
Yang dilukis seorang dermawan dari kota suci
Dia sendiri hanya mengharap pada janji
Yang tak mungkin terjadi dan ditepati
Seluruhnya tergambar jelas dalam warna-warna pucat
Sejelas-jelasnya dan mungkin jadilah cerita
Kisah cinta dan kasih di balik foto tua berdebu
Tanpa bingkai dan sudah menjadi arang
Biar kutinggalkan semuanya dalam hampa dan deru

Haruskah kiranya ada perhentian untukku?
Meski hanya sehari untuk menyusun wajah baru
Haruskah kiranya ada perhentian untukku?
Hanya untuk menceritakan kisah tabu
Akan kubiarkan takdir berkata-kata
Kepada mereka yang memalingkan wajah kelam
Dari suatu saat tempat mereka berdiri sendiri
Aku lelah dan telah terhempas
Sekarang biarkan kukunci kamar itu
Sampai saatku menjadi debu

Read previous post:  
Read next post:  
Writer wacau
wacau at Kamar (9 years 6 weeks ago)
80

suka, tapi (sepertinya) lebih baik kalaw dipadatin lagi.
terus berkarya

Writer silencer
silencer at Kamar (9 years 6 weeks ago)
60

boleh lah,, dan dibagian akhir buatku mengena..

Writer siil
siil at Kamar (9 years 6 weeks ago)

cikiciew....

Writer DaCosta
DaCosta at Kamar (9 years 6 weeks ago)

thanks bwt smuanya...
salam knal ya :)

Writer Andi Gunawan
Andi Gunawan at Kamar (9 years 6 weeks ago)
90

puisinya menggetarkan hati,

nanti, entah kapan, semua akan jadi debu
semesta hanya ruang singgah terbatas waktu

menarik !

Writer Arzariandarzarianda
Arzariandarzarianda at Kamar (9 years 6 weeks ago)
80

hm...it's gud, kebayang kayak apa kamarnya :D ...maen ya ke lapak saya

Writer Ben Hard
Ben Hard at Kamar (9 years 7 weeks ago)
80

Oohh kasian,.. oke man !!!