Keputus(asa)an Sederhana

-----------------

Alkisah, seorang ayah bernama Ahyar sedang bersusah hati setelah buah hatinya yang sudah sepekan ini menginap di rumah sakit divonis tidak akan mampu bertahan hidup lebih lama lagi kalau tidak segera malam ini naik ke meja operasi untuk masalah jantung kecilnya.

Ia seorang kepala keluarga tanpa pekerjaan tetap, bisa dikatakan seorang pengangguran. Setelah surat miskin, pinjaman-pinjaman kepada tetangga maupun rentenir untuk bunga yang besar agar Icah, anak perempuannya itu bisa di rawat di rumah sakit, kini ia hampir tidak punya apa-apa lagi untuk biaya operasi yang tidak mungkin tidak tinggi itu.

Jadi, ketika sebuah amplop tebal yang ia lihat dan temukan di tepi jalan dengan isinya yang ternyata uang dengan jumlah yang sangat sangat sangat banyak, lebih banyak dari apa pun harta yang ia pernah punya seumur hidupnya, ia benar-benar sangat bersuka cita.

Tanpa pikir panjang ia pun pergi kembali ke rumah sakit untuk segera membayar biaya operasi untuk anaknya.

Lalu besok paginya ia pergi, ke sebuah alamat perusahaan yang tercantum di amplop uang yang di temukannya kemarin sore.

Ia ingin mengembalikan amplop tersebut kepada pemiliknya meskipun sudah tidak berisi utuh.

Ketika ia menyampaikan maksudnya kepada petugas keamanan di perusahaan itu, ia pun segera diantarkan kepada atasannya yang begitu ditemui nampak seorang ibu berwajah kusut seperti tidak cukup tidur.

Ibu tersebut, begitu melihat amplop yang digenggam oleh Ahyar, wajahnya seketika cerah dengan senyum merekah.

Ahyar pun langsung memberikan amplop tersebut kepada orang itu tanpa banyak bertanya, sebaliknya Ibu itu setelah menerima amplop itu, langusng memeriksa isinya untuk kemudian memasang wajah masam.

“Kenapa jumlahnya berkurang?” Tanya ibu itu kepada Ahyar.

“Maaf, saya memakainya untuk biaya anak saya yang harus dioperasi tadi malam” Jawab Ahyar apa adanya.

“Bagaimana bisa kamu melakukan hal tersebut? Itu bukan uang milik mu” Ibu itu terkejut sekaligus kesal mendengar jawabannya.

“Anak saya sakit”

“Ya saya dengar tadi, Tapi tetap saja tidak bisa begitu” Protes ibu itu dengan ketus.

“Ya saya tahu, tapi saya yang menemukannya, saya bisa saja tidak mengembalikannya sama sekali ke ibu” Jawab Ahyar lagi.

“Tidak kamu tidak bisa, menemukan barang yang hilang bukan berarti bisa memiliknya, maksud saya, bukannya tidak berterima kasih, saya tentu saja akan memberikan imbalan yang pantas untuk siapa pun yang mengembalikannya kepada saya, tapi tidak sebesar yang anda ambil ini”

“Maaf, tapi saya benar-benar membutuhkan jumlah uang sebesar yang saya ambil itu, tidak lebih”

“Kalau anda benar-benar butuh, anda khan bisa buat surat miskin, atau ajukan ke perusahaan kami dengan prosedur yang benar, tidak cara yang seperti ini, uang yang anda ambil itu adalah uang gaji separuh karyawan di perusahaan ini yang juga membutuhkannya” Ibu itu terus menerus menumpahkan kekesalannya pada Ahyar, orang yang dianggapnya tidak tahu diri.

Ahyar akhirnya memilih bungkam, tidak ingin menjawab atau mengucapkan satu patah kata pun.

“Pak Man, tolong panggilkan teman-teman anda di bawah dan bawa bapak ini ke kantor polisi, buat laporan, agar orang ini jera untuk tidak bisa berbuat seenaknya sendiri” Perintah ibu itu kepada orang yang mengatakan Ahyar tadi.

Tidak lama kemudian, Ahyar pun diciduk oleh pihak kemanan perusahaan ini lalu dibawa ke kantor polisi, untuk diamankan.

Setelah itu, Ahyar masuk ke dalam bui, berdasarkan pasal 362 dari KUHP, dengan sangkaan mengambil suatu benda yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Dan dibalik jeruji besi itu, di malam pertama ia menghabiskan waktu sendiri di dalamnya, ia mengguratkan senyum, hidup telah lama menjadi kubangan lumpur baginya, hal yang dialaminya sekarang tidak menambah pedih atau pun luka.

Ia tersenyum bahagia, atas apa yang menjadi keputusan yang sebodoh apa pun kelihatannya, dalam benak,yang paling penting anaknya telah kembali sehat dan bisa tersenyum bahagia.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer angel16
angel16 at Keputus(asa)an Sederhana (8 years 47 weeks ago)
40

..........penceritaannya kaku. coba diperhalus lagi dgn permainan kata, hasilnya akan lebih maksimal :3

Writer Redo Rizaldi
Redo Rizaldi at Keputus(asa)an Sederhana (8 years 47 weeks ago)

sebuah komentar yg jujur, terima kasih :)

Writer Redo Rizaldi
Redo Rizaldi at Keputus(asa)an Sederhana (8 years 52 weeks ago)

Tempat ini semakin aneh, tulisan yang belum jadi dan yang bingung saya gimana menghapusnya di kasih vote.

tapi terima kasih saja lah buat yang ngasi nilai yang nampaknya cuma untuk mencari point disini.

Writer mayonaise
mayonaise at Keputus(asa)an Sederhana (8 years 52 weeks ago)
60

ga ngerti, hehe

Writer lfour
lfour at Keputus(asa)an Sederhana (9 years 1 day ago)
100

mmmmmm
nice....

80

Nice

Maaph dobel

Nice

Writer babychan
babychan at Keputus(asa)an Sederhana (9 years 2 days ago)
100

-----------