Mencintaimu dan Mencintainya

Aku lupa rasanya mencintaimu, selalu bergantung padamu, selalu mengerti apa yang kau inginkan. Aku bingung apa yang harus kulakukan. Aku kehilangan diriku, aku bersyukur untuk itu karena aku bisa mengenal hal baru. tapi bagaimana caranya mencintaimu lagi tanpa menyakiti hatiku, tanpa melukai otakku. Aku tidak mau menjadi orang bodoh lagi.

Aku ingin menyerah saja, malas berjuang, karena takdir mempermainkanku, aku seorang pecundang yang kelelahan. Sebentar lagi mungkin aku akan mati. Memang seharusnya aku tidak perlu menantang nasip, kenapa pula menjadi orang yang sangat sombong.

Ketidakberdayaan ini merongrong akal sehatku, permainan mental yang sekali lagi aku harus memenangkannya. Mungkinkah seorang pecundang ini akan bertahan dan memenangkan nasip atau aku cuma orang gila yang tidak tahu diri, selalu menjadi nomor satu dalam permainan nasip. AKU HILANG AKAL!

Naïf rasanya jika percintaan ini tetap dilanjutkan, namun bisakah hati ini akan tetap tabah dalam segala godaan keindahan, rayuan muluk-muluk, dan harmoni desiran jantung, serta irama syahdu denyut nadi percintaan ini. Bisakah aku melawannya, bisakah manusia lemah ini tiba-tiba menjadi kuat dan berhasil memilih antara kamu atau dia.

Sesungguhnya aku telah kalah, seluruh kekuatanku hilang, arus deras ini cepat atau lambat pasti akan menghabisiku tanpa ampun. Namun begitu aku tak ingin berteriak meminta tolong, aku selalu ingin menang sendiri. Aku tidak menginginkanmu, aku hanya ingin dia. Tapi kau tak mau mengalah, selalu memainkan arus dengan irama yang sangat elegan, sepertinya kau memang sudah ahli. Menjebakku, menjeratku dalam pelukanmu, dank au tahu aku selalu tak bisa menolakmu. Aku kalah, aku kalah sejak awal permainan.

Kini di titik ini aku ingin kau tahu bahwa dialah pilihanku. Jangan marah apalagi ingin memaki. Bunuh saja aku, daripada aku mati bunuh diri seperti Juliet yang gagal bertanding. Aku rela jika kau menginginkannya seperti itu.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Mencintaimu dan Mencintainya (31 weeks 5 days ago)
30

bagus, mengubah nasip...

Writer kasurterakhir
kasurterakhir at Mencintaimu dan Mencintainya (8 years 45 weeks ago)
60

kox di akhir cerita sepertinya sang tokoh putus asa...sangat disayangkan...salam kenal

Writer wiektyas
wiektyas at Mencintaimu dan Mencintainya (9 years 9 weeks ago)
60

hmmmm.... bertahan dengan yang dicintai ya..

Writer MelZhi
MelZhi at Mencintaimu dan Mencintainya (9 years 10 weeks ago)
70

Setuju sama lavender.
.
Um... tapi, saya suka rangkaian kata yang kamu buat. Keren sekali. :)
.
Anyway, salam kenal. :)

Writer KD
KD at Mencintaimu dan Mencintainya (9 years 10 weeks ago)
100

hmmm

Writer byoungcarerock
byoungcarerock at Mencintaimu dan Mencintainya (9 years 10 weeks ago)
50

hmm....terkdng bgitu mnjemukan ya....

Writer lavender
lavender at Mencintaimu dan Mencintainya (9 years 10 weeks ago)
70

like a diary..

Writer Endy Tatsuke
Endy Tatsuke at Mencintaimu dan Mencintainya (9 years 10 weeks ago)
70

kuatkan pendirian ^_^

Writer ItsukiMidori
ItsukiMidori at Mencintaimu dan Mencintainya (9 years 10 weeks ago)

ketika hati tak lagi ingin bersamanya, namun ia tetap memaksakan hatinya padamu tanya lah pada hati mu, apakah kau benar-benar tak menginginkannya lagi?
dan apakah kau memang tak ingin bersamanya lagi sekalipun kau belum menemukan tempat berlabuh yang baru??
: )

80

cintailah hatimu dengan mulut hatimu ,percayalah dgn pilihanmu