the story of kenai

Suatu hari, ada 3 orang laki-laki yang sedang berada di sungai. Sitka dan Denahi sedang menunggu ikan yang akan terjebak dalam jaring yang sudah mereka siapkan. Sementara itu seorang lagi sedang berdiri diatas tebing dipinggir sungai.

“SAATNYA PAHLAWAN SEJATI BERAKSI! YAHUUU~!!” Setelah meneriakkan itu ia langsung melompat kedalam sungai.

BYURR!!

“KENAI~!!” Kesal Denahi

“Kenai, berhentilah main-main! Kalau kau seperti itu terus kita tidak akan makan malam ini!” Kata Sitka.

“Tapi, tapi, ini sangat menyenangkan!” Girang Kenai.

“Hah! Kau ini selalu saja membuat masalah!” Kesal Denahi.

“Hei! Aku tidak pernah membuat masalah!!” Bantah Kenai.

“Ou yeah?!” Ledek Denahi.

“Bukan aku yang membuat masalah, tapi KAU!!” Kesal Kenai.

“Hei, hei, sudah!” Kata Sitka menenangkan.

“Ya!! Sejak dulu kau selalu saja membuat kita dalam masalah. Bahkan ibu pergi dari dunia ini saat melahirkanmu itu karena kau memang pembawa masalah!!” Kenai terdiam. Denahi pun terlihat sangat menyesal mengatakan hal itu.

“Denahi, Kau keterlaluan!!” Seru Sitka.

“Ugh! Huh!” Denahi langsung membuang muka. Tapi sebenarnya ia sangat menyesal mengatakan itu. Ia cemas melihat ekspresi yang tergambar diwajah Kenai.

“fyuh! Kenai, sebaiknya kau pergilah ke peternakan dan ambil susu!” Perintah Sitka. Kenai pun berlalu meninggalkan Sitka dan Denahi.

“Denahi! Tak seharusnya kau mengatakan hal yang keterlaluan seperti itu! Kenai itu masih anak-anak, belum dewasa” Sitka diam sesaat.

“Hmmm aku akan menemui Tanana, sebaiknya kau introspeksi diri. Setelah kau memahami kesalahanmu, kuharap kau segera menemui Kenai!” Kata Sitka kemudian berlalu meninggalkan Denahi.

Sementara itu di peternakan, Kenai terlihat murung.

“Ibu, mungkinkah apa yang dikatakan oleh Denahi itu benar?” Bisik Kenai.

“Kenai, Apa kau ada didalam??” Kata Denahi yang berdiri di bibir pintu peternakan.

“Denahi!?” Bisik Kenai. Ia segera bersembunyi di balik tumpukan jerami.

“Kenai, A.. Ummm Aku… Aku minta maaf. Sitka benar. Aku sudah keterlaluan. Tidak seharusnya aku mengatakan hal itu padamu. Aku menyesal. maafkan aku Kenai…!” Denahi diam sesaat.

“Hei, Kenai! Apa kau mendengarku?” Kata Denahi. Kenai diam sesaat.

“Apa kau… serius??” Tanya Kenai yang tetap bersembunyi dibelakang jerami.

“Yaaa iya, aku serius!” Jawab Denahi ragu.

“Kau tidak menganggapku pembawa masalah, kan?”

“Umm mungkin tidak?” Jawab Denahi.

“Lalu kau menganggapku sebagai apa?” Denahi berjalan menghampiri Kenai. Denahi diam sesaat. Kenai memandanginya penuh harap. Denahi langsung memukul kepala Kenai.

“Apa yang kau harapkan adik kecil?!” Kenai langsung memeluk Denahi erat-erat. Denahi pun tersenyum.

“Hei, hei, sudahlah! Kapan kau akan menjadi dewasa kalau bersikap manja terus seperti ini?” kata Denahi.

“Dasar kakak bodoh!”

“Apa kau bilang?!”

“Tidak, tidak ada” Kenai memeluk Denahi erat-erat. Dia senang Denahi tidak membencinya. Sementara itu, Sitka sedang berdiri di bibir pintu sambil tersenyum melihat kedua adiknya itu.

* * *

Hari itu kenai sedang berlari di tengah ladang menuju ke rumah Tanana

“Tananaaa! Tanana!” Serunya. Saat itu Tanana sedang menjemur pakaian di depan rumahnya.

“Ada apa Kenai? Kau bersemangat sekali hari ini."

“hehe itu… hei, Tanana! Kapan kau akan pergi ke air terjun itu?” Tanya Kenai bersemangat.

“Hooo Kau ini tidak sabaran sekali, Kenai!”

“Ayolah, Tanana! Aku ingin segera mendapatkan totem-ku!” Kata Kenai bersemangat.

“Sabarlah, Kenai!”

“Hei, Kenai! Ayo kita ke hutan! Sekarang para kawanan kumbang sedang berkumpul!” Ajak Koda, sahabat Kenai

“Ah, ya!” seru Kenai.

“Hei, Tanana! Apa Koda juga akan mendapatkan Totem-nya?” Tanya Kenai penuh harap.

“Tentu saja, Kenai! Besok aku akan pergi ke tempat air terjun itu. Selama aku tidak ada, kau jangan berbuat ulah lagi pada kakakmu, ya! Jangan menyusahkan Sitka! Mengerti?” Nasehat Tanana.

“Iya, aku mengerti!” Kata Kenai seraya berlari menuju Koda.

“Kapan Tanana akan membawakan totem kita?” Tanya Koda.

“Tenanglah! Besok Tanana akan pergi ke tempat air terjun itu. Aku tidak sabar lagi! Kira-kira totem-ku apa, ya?” Kata Kenai menerawang.

“Mungkin ‘Elang penjaga’ seperti milik Sitka?” Kata Koda.

“Atau mungkin ‘Kucing pemberani’ seperti milik Denahi?” Tambah Kenai.

“Ya, ya! Atau mungkin ‘Singa bijaksana’?”

“Tidak buruk! Kita lihat saja besok. Aku penasaran totem seperti apa yang akan aku dapatkan!” Kata Kenai.

“Ya, aku juga tidak sabar lagi. Tapi aku agak khawatir, jangan-jangan aku akan mendapatkan totem yang buruk” Kata Koda cemas.

“Hei, tenanglah Koda! Aku yakin kau akan mendapatkan totem yang hebat.”

“Yaaa, aku harap juga begitu!”

Kenai dan Koda mengumpulkan banyak kumbang. Mereka mengumpulkannya dengan penuh semangat.

“Kenai! Dimana kau??” Teriak Sitka.

“Sitka?!” Seru Kenai dan Koda baersamaan. Sitka pun menemukan Kenai dan Koda.

“Ternyata kalian ada disini” Lega Sitka.

“Hai, Sitka!” Sapa Koda.

“Oh, hai Koda! Apa kau siap menerima totem-mu di upacara besok?” Tanya Sitka sambil tersenyum.

“Tentu saja! Aku sudah tidak sabar lagi!” Kata Koda bersemangat.

“Sitka, Bolehkah Aku meminjam ‘Sitka’ sebentaaaar saja? Boleh, yaa?” Tanya Kenai penuh harap.

“Sayang sekali, Kenai! ‘Sitka’ tidak akan mematuhi orang lain selain aku dan Tanana” Jawab Sitka

“huh!” Kesal Kenai.

“Sudahlah, ayo kita pulang! ‘Sitka’!!” tiba-tiba seekor burung elang yang besar hinggap di bahu Sitka. Kenai terus memandangi kakaknya.

“Sitka, Apa aku juga akan mendapatkan penuntun seperti ‘Sitka’?”

“Tentu saja, Kenai! Tapi, tentu saja setelah kau mendapatkan totem-mu!” Kata Sitka.

“Aku dan Koda pasti akan segera mendapatkannya!” Yakin Kenai.

“Benar, kan Koda?”

“Iya” Jawab Koda.

Beberapa hari kemudian...

“Koda, aku sudah pergi ke tempat air terjun itu untuk mengembil totem-mu. Dan totem-mu cukup hebat” Kata Tanana.

Malam itu semua warga di desa itu berkumpul dalam upacara pemberian totem pada anak yang berusia 17 tahun. Itu adalah adat di desa tersebut. Pada malam bulan purnama dibulan ke-7. Dan malam ini adalah giliran Kenai dan Koda.

“Benarkah itu, Tanana? Totem yang kumiliki tidak buruk, kan?” Tanya Koda ragu.

“Tidak, tidak. Mulai hari ini kehidupanmu akan berubah. Kau harus menghormati dan menghargai ‘penuntun’-mu”

“Tentu Tanana! Lalu, bolehkah aku tahu totem seperti apa yang aku dapatkan?”

“Tentu saja, Koda. Ini…” Tanana pun menyerahkan patung kayu kecil yang kami sebut totem. Totem ini didapatkan di tempat air terjun jauh diatas gunung. Tanana bilang, orang-orang yang pergi ketempat itu akan melihat pemandangan yang berbeda-beda, tergantung hatinya. Konon, jika seseorang yang pergi ke tempat itu melihat pemandangan air terjun dengan 3 pelangi, maka orang tersebut akan membawa keberuntungan bagi siapa saja. Dan Tanana adalah salah satunya

“Kumbang?” Koda mengamati totem-nya baik-baik

“ ‘Kumbang perkasa’ Koda! Kumbang melambangkan kekuatan besar. Suatu hari nanti kau pasti akan memahaminya.” Kata Tanana

“Tentu. Terima kasih, Tanana” Koda pun kebelakang. Sekarang adalah giliran Kenai.

“Kenai, kau patut bersyukur karena totem yang kau dapatkan adalah totem yang sangat langka dan benar-benar mengagumkan” Jelas Tanana.

“Benarkah? Oyeah! camkan itu Denahi bodoh! Kau dengar, kan?” Bisik Kenai sambil tersenyum licik.

“Apa itu??” Girang Kenai.

“Totem-mu benar-benar mengagumkan, Kenai”

“Ya, Ya!”

“ ‘keberuntungan’…”

“Keberuntungan??” Tanya Kenai seraya mengernyitkan alisnya

“ ‘Tupai keberuntungan’ ” Sesaat suasana menjadi hening. Tetapi kemudian upacara saat itu dimeriahkan oleh suara tawa terbahak-bahak. Ya, hanya karena sebuah totem bodoh!

“Kau bercanda?!” Tanya Kenai tak percaya.

“Hahaha kuharap totem itu benar-benar memberikan keberuntungan padamu, adik kecil!” Ejek Denahi

“Diam kau!!” Kenai langsung berdiri dan berniat meninggalkan tempat itu. Tapi tiba-tiba kakinya tersandung batu kerikil

DUAKK!!

“Ugh!” Semua yang ada disitu terus menertawai Kenai.

“Ugh, menyebalkan! Keberuntungan apanya?! HUH!!” Kenai pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan benar-benar kesal.

Hari-hari penuh kesialan pun dimulai. Adanya totem itu ditangan Kenai tidak menjadikan hidupnya lebih baik.

“Huh, benar-benar menyebalkan!” Gerutunya. Saat itu ia dan kakak-kakaknya sedang berada di sungai untuk menangkap ikan.

“Hei, kurasa Tanana keliru menyerahkan totem itu padamu, adik kecil” Ejek Denahi.

“Tutup mulutmu!!”

“Hahaha” Denahi pun berlalu meninggalkan Kenai. Sitka pun menghampirinya.

“Kurasa Denahi ada benarnya juga” Ucap Kenai. Sitka tersenyum mendengarnya.

“Kurasa totem itu punya maksud tertentu, Kenai” Kata Sitka.

“Semenjak aku menerima totem ini, aku selalu saja sial dan Denahi tidak henti-hentinya mengejekku!!” Gerutu Kenai.

“Hei, ‘tupai keberuntungan’ itu sangat langka, Kenai. Para leluhur percaya bahwa tupai adalah binatang pembawa keberuntungan” Jelas Sitka.

“Para leluhur pasti keliru!!” Kesal Kenai.

“Hei, Kenai!! Kau tidak boleh berkata seperti itu. Aku memiliki ‘elang penjaga’. Tapi sampai sekarang aku belum tahu apa sebenarnya yang harus kujaga dan kulindungi. Dan Denahi, ia mendapatkan ‘kucing pemberani’. Kau pikir apa setiap saat dia berani?” Kenai pun menggeleng

“Denahi takut pada anjing, takut pada ulat, lebah, dan masih banyak lagi yang ia takutkan”

“Aku malah berpikir totem itu menunjukkan kelemahan kita” Kata Kenai.

“Kenai, Percayalah pada totem-mu. Aku yakin, kau akan menemukan keberuntungan yang sangat luar biasa” Kata Sitka sambil tersenyum.

“Terima kasih, Sitka! Aku sudah lebih baik sekarang.” Kata Kenai hendak pergi.

“Kenai, jangan lupa hari ini kau akan mendapatkan ‘penuntun’-mu! Jangan telat!” Kata Sitka mengingatkan.

“Tentu!” Ucap Kenai ragu.

Malam itu pun dilalui Kenai dengan penuh kekhawatiran.
Bagaimana ini? Ini sama sekali tidak baik! Aku harap tupai menyebalkan itu tidak akan pernah bersamaku! Katanya dalam hati

Keesokan harinya ia lalui seperti biasa. ia heran kenapa tupai itu tidak juga datang. Tanana bilang seharusnya dia sudah ada sejak tadi malam.

“Kurasa terjadi sesuatu.” Kata Sitka.

“Ya, mungkin tupai itu terlalu penasaran dengan dunia diluar sana hingga lupa bahwa kematian sudah datang menjemputnya…!” Kata Kenai ketus.

“KENAI~!” Kesal Sitka.

“Iya, iya, kau ingin aku mencarinya, kan…? Baiklah, akan kucari dihutan. Mungkin saja aku akan bertemu dengannya disana.” Kata Kenai seraya berlalu, pergi ke arah hutan.

“Hah! ‘Mungkin saja aku akan bertemu dengannya’. Tentu saja aku tidak menginginkan hal itu terjadi. Dasar tupai payah! Kenapa aku yang harus repot?” Tiba-tiba langkah Kenai terhenti dikarenakan semak-semak disampingnya bergerak-gerak.

“Apa itu?” Tanyanya pada diri sendiri.

Dia pun menghampiri semak-semak itu. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang muncul dari balik semak itu hingga membuat Kenai terjatuh saking kagetnya.

“UWAA!!?!” ia mengamati sesuatu yang ada di depannya sekarang ini. Sesuatu yang mengerikan, kotor, dekil, tidak terurus, berbulu, dan berwarna coklat. Sesuatu yang menurutnya telah membuat hidupnya menjadi susah.

“Dasar tupai bodoh!!” Kesal Kenai.

Tupai itu memandanginya seakan-akan mengejek.

“APA?! Gara-gara kau aku jadi repot tahu!! Menyebalkan!!” saat hendak berbalik meninggalkan tupai menyebalkan itu, tiba-tiba saja tupai itu melompat keatas kepala Kenai dan mencakar wajahnya.

“UWAAAAAAA!!!!!!!” teriak Kenai.

* * *

Read previous post:  
Read next post:  
Writer AndravaMagnus
AndravaMagnus at the story of kenai (8 years 27 weeks ago)
100

keluarga ya?
Bagus!
Sayah suka sekali sma cerita yang banyak orientasi keluarganya ky yg satu ini!
X3

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 27 weeks ago)

KYAAA!!! JANGSENG MUNCUL!!! -pasang kuda2, siap bertarung-

eh, loh...? -garuk2 kepala-
ehe.. makasih kak Avaaa~ X3

Writer AndravaMagnus
AndravaMagnus at the story of kenai (8 years 27 weeks ago)

hyohohoho~~

sama2 yuu_chan!
:3

makkie at the story of kenai (8 years 40 weeks ago)
70

gantian mampir,,hmm,,terinspirasi brother bear yah..
cerita berbeda,,menarik,,aku kira fanfic,,tapi ternyata beda..
ada beberapa typo(s),,sama "langkah"-> maksudmu langka ya...
:)

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 40 weeks ago)

makasih dah mampir! ^^
yah.. banyak yg typo memang tapi gak pernah sempat buat OL PC untuk ngedit (termasuk kata 'langka' itu) :P

Writer lukisanlangit
lukisanlangit at the story of kenai (8 years 41 weeks ago)
80

a-aku suka sekali dengan cerita ini, *terharu* entahlah

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 41 weeks ago)

makasih udah mampir ke cerita ini. n_n

kritik dan saran juga dinanti. sekali lagi makasih. =D

Writer cat
cat at the story of kenai (8 years 41 weeks ago)
60

eyd, cara penulisan dsb masih harus diperhatikan.

lalu pengunan huruf yang berlebihan atau tanda baca yg baca keknya kurang ku sukai he5 ..

lanjut ke part 2 ah ..

practices makes perfect

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 41 weeks ago)

thanks kak cat udah mampir ke cerita ini.
masalah eyd nya udah dibahas sama kak nana tapi belum sempat ngedit. hehe...
maaf atas ke tidak nyamanannya. n_n

Writer cyber_nana
cyber_nana at the story of kenai (8 years 48 weeks ago)
60

Ehmm... gaya penceritaannya kurang mengalir dan penceritaan latar belum maksimal. Beberapa kesalahan EYD di kalimat langsung (lagi2 ini yg srg kusinggung.. haha).
Lalu kupikir penggunaan tanda "..." di kalimat langsung/dialogmu terkesan boros dimana setelah tanda "..." dipakai lagi tanda "?" ato "!" padahal tanda "..." bisa dihilangkan, jadi memakai tanda "?" ato "!" aja..

Maaf kalo kurang berkenan..

Keep going on!

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 48 weeks ago)

Terima kasih atas kritik dan sarannya.
Berikutnya akan kuusahakan lebih baik lagi! Dan untuk kedepannyapun aku sangat mengharapkan pengoreksian dari kakak.
Sekali lagi terima kasih banyak atas kritik dan sarannya. =)

Writer Danzriza
Danzriza at the story of kenai (8 years 48 weeks ago)

Oke banget deh...

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 48 weeks ago)

thanks.. :)

Writer Ryuhei
Ryuhei at the story of kenai (8 years 49 weeks ago)

Skrang sudut pandang yu chan, dah bagus.. Tpi yg gak bgus apa?tu kyak brother bear.., temanya jarang dgunain totem ma suku indian, tp yg gk q ska qm tema awal brother bear, alhasi apa? Aq skip bgian awal..toh sama ,ada yg d ktawain krna totem nya lucu sndri, tentang 2 kakak bradik lagi, tu aja yg bsa q kmentarin cz q ndri cuman awal2 liat brother bear

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 48 weeks ago)

cerita ini terinspirasi dari brother bear memang. maaf kalau jadi terkesan sama, namanya juga beberapa aku ambil dari film itu. tapi sebenarnya beda kok, cuma lanjutannya belum di upload. nama 4 tokoh utama itu aku ambil dari film itu juga karena aku sangat menyukai film itu.

Writer adie_ebook
adie_ebook at the story of kenai (8 years 49 weeks ago)

Bagus juga

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 48 weeks ago)

thanks... =)

Writer redscreen
redscreen at the story of kenai (8 years 49 weeks ago)
60

bagian awalnya mirip... film animasi disney tentang suku indian yg berubah jadi beruang (lupa judulnya)
terinspirasi dari itu ya kak? ^v^

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 49 weeks ago)

yup. tepat sekali! cerita ini memang terinspirasi dari brother bear. hanya saja versinya beda dong. aku suka banget tuh film. makax nama 4 tokoh utamanya juga kuambil dari film itu. aku benar2 suka banget film itu.

btw, aku suka cerita2 yg kamu tulis. keren banget. :)

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at the story of kenai (8 years 49 weeks ago)
60

Hmmm... gimana ya? Cara berceritana masih belum ngalir, terlalu banyak percakapan dan kurang deskripsi (baik latar maupun karakter)
Dan... Kenai itu 17 taon??? Kelakuanna masih kayak anak umur 5 taun hehehe...

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 49 weeks ago)

nah itulah... aku benar2 masih tergolong amatir karena itu aku bingung bagaimana mendiskripsinya. (tolong dibantu... tugas2 sekolah benar2 menggunung saat ini jadinya kisah kenai di anak tirikan... MAAFKAN AKU KENAI

Writer Kumiiko_chan
Kumiiko_chan at the story of kenai (8 years 49 weeks ago)
90

menarik! kehindupan indian yg lengkap dengan totem dan 'penuntun', wahh :D
cuma 1 aja, mbak kelebihan h di langkah (barang yang langka) ketika Kenai mendapatkan totem tupainya :)
seru deh vvv

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 49 weeks ago)

wah... makasih makasih makasih.. X)

kelebihan 'h' ya..? kayakx saat itu dibuatnya waktu sementara setengah tidur. hehe... n saya mohon bantuin buat lanjutannya ya..!

Writer yuu_chan
yuu_chan at the story of kenai (8 years 49 weeks ago)

KEHABISAN IDE!!! bagi yang ingin melanjutkan cerita ini silahkan... atau apabila ada yang kurang silahkan di tambahkan. dengan senang hati saya ijinkan! di mohon sangat bantuannya... :)