Keluhan Sore Hari

Aku merebahkan tubuhku ke kasur. Lemas. Sejak tadi pagi aku marah-marah saja entah apa alasannya. Kepalaku sedikit pusing karena terlalu kufikirkan. Seharusnya sepulang sekolah tadi aku dan teman2ku akan mengerjakan tugas kelompok Ekonomi tentang "uang", tapi ada saja alasan anggota kelompokku yang membuatku kesal. Misalnya Dian yang tiba2 penyakit maag nya kambuh, lalu Hadi yang tadi bolos sekolah. Akhirnya kita sepakat untuk mengerjakannya masing2 dan Firda yang mencetak tugasnya dengan cara mengirim ke pesan facebook, tapi facebook Firda di nonaktifkan oleh pacarnya. Setelah itu, ketika aku ingin menghubungkan koneksi internetku, ternyata pulsa modemku habis. Ada-ada saja kan?

Aku menuju dapur mencari makan. Lapar. Di sekolah tadi tak ada makanan yang menggugah selera makanku. Karena aku terlalu jijik. Tapi tak kutemukan lauk didapur. Hanya nasi dingin. Kemarin idul adha, di rumahku banyak daging kambing dan sapi. Tapi aku tidak suka daging kambing, dan sapi yang biasanya kusuka tercium seperti bau kambing. Di kulkas ada sarden. Aku mencari pembuka kaleng, tapi tak ada. Kubuka saja dengan pisau dan tumbukan yang terbuat dari batu. Minyak ikan sarden tumpah. Aku ceroboh. Segera kubersihkan dengan tissue, lalu kupanaskan sarden. Tumpahan minyak ikan tersebut menyebabkan bau amis. Aku mual. Tapi aku tak peduli. Kutinggal saja sisa tumpahan sarden yang menyebabkan bau amis itu.

Selesai makan, aku melihat ke arah layar handphone-ku. Beberapa temanku meng-SMS menanyai tugas ekonomi. Tapi aku tak peduli meskipun tugas tersebut harus dikumpulkan besok. Temanku, Vira, bilang padaku bahwa salah seorang anggota kelompokku, Faiz, malah ikut kelompoknya mengerjakan tugas itu. Kekesalanku semakin menjadi. Aku tau aku salah saat aku secara tak sengaja melampiaskan kemarahanku pada Vira. Betapa tidak? Anggota kelompokku yang lain saja tak ada rasa pedulinya. Kenapa Faiz malah jadi ikut kelompok lain? Saat kutanya apa alasannya, ia menjawab karena gak mau mengerjakan dirumahnya. Hey, siapa suruh? Aku kan hanya memberi saran, kalau gak mau ya bilang saja apa susahnya !!! Maaf saja kalau satu kelompok denganku itu menyusahkan. Aku tau aku cerewet. Semua orang bilang begitu.

Mama baru saja pulang. Kutagih janjinya, tapi tak ia gubris perkataanku. Kacang. Aku melengos saja ke kamar. Hatiku sesak. Emosiku meluap. Tapi kupendam saja. Di luar petir bergemuruh sama seperti hatiku. Beberapa menit kemudian gerimis turun. Aku membolak-balikan tubuhku di kasur mencari sisi dingin dimana beberapa diantaranya terasa hangat karena telah kutiduri cukup lama. Aku bosan. Sangat bosan. Aku benci hari ini.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Keluhan Sore Hari (8 years 46 weeks ago)
70

salam kenal...
alurnya kurang mengalir, jd seprti ada sesuatu yang kurang gitu. tapi bagus ko
baca punyaku yang laen ya...

Writer babychan
babychan at Keluhan Sore Hari (8 years 26 weeks ago)

wah wah, begitu ya... makaasih yaa..
okedeh...

Writer shantiii
shantiii at Keluhan Sore Hari (8 years 48 weeks ago)

nice post..
seize the day! carpe diem kalo kata Horace.. :)

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Keluhan Sore Hari (8 years 48 weeks ago)
80

bagaimana, ya?
saya sadar kalau ini lebih bagus daripada cerpenku *takut komen

salam.. :)

Writer babychan
babychan at Keluhan Sore Hari (8 years 26 weeks ago)

saya masih amatir makanya jelek

Writer pengu
pengu at Keluhan Sore Hari (8 years 48 weeks ago)
20

alurnya bisa lebih dirincikan sehingga tidak terbaca terburu-buru. mengalir saja....

Writer babychan
babychan at Keluhan Sore Hari (8 years 48 weeks ago)

kan ceritanya lagi kesel hahahaha.... baca nya buru2 nih yeee