Eternity 2

Eternity 2

Eternity 2
Angin pagi ini sepertinya tidak bersahabat, berkali-kali papan nama toko dipermainkan oleh angin nakal. Erlangga membuka pintu dan menatap dengan kesal. Toko kecil itu adalah toko buku milik ayahnya. Saat ini dia yang bertanggung jawab mengurus toko tersebut. Sejak kecil kecintaannya pada buku sangatlah besar dan hal itu pula yang mendorong dia menjadi penulis.

“Angga!” teriakan itu berasal dari seorang gadis cantik berambut pirang kecoklatan dengan mata besar dan senyum yang hangat.
“Angga! Jawab dong!” gadis itu menarik tangan Angga yang sedang sibuk membereskan buku-buku jualannya.

“Ya, Dina!” ucap Angga tanpa mengalihkan pandangan. Dina tidak kehabisan akal, dia meletakkan kedua tangannya di pipi Angga.
“Dingin!” teriak Angga.
“Nah, gitu dong. Tatap mataku kalau berbicara,” Dina tersenyum mengoda.

Dina melangkahkan kakinya dengan riang menyusuri lorong-lorong di antara rak buku. Dia sesekali mengambil sebuah buku dan meletakkan kembali setelah membaca judul atau mengamati cover buku. “Jangan kamu berantakin lagi!” Angga mengatur buku yang tersisa ditrolinya.
“Hei! Pembeli adalah raja,” ucap Dina.
“Tapi kalau pembeli yang modelnya seperti kamu, mending ndak usa buka tokoku,” Angga sudah terbiasa dengan sikap super cerianya Dina. Dan dia selalu senang mengoda Dina hingga mencak-mencak tak karuan.

Baru saja Dina hendak membalas, pintu toko terdengar dibuka. Dan Dina melihat mamanya Angga masuk dengan sebungkus kantong kertas berisi alat tulis dan hiasan buatan tangan yang akan dijual. “Selamat pagi Tante!” teriak Dina sambil menghambur membantu membawakan kantong kertas. Marina hanya tersenyum melihat tingkah Dina.

Dina menyodorkan kantong kertas itu kepada Angga dan mulai menarik Marina menuju sebuah sofa biru. Keduanya tertawa dan entah membicarakan apa. Dan lagi-lagi Angga hanya menjadi penonton setia. “Sip!” teriak Dina.

Dina menyambar tas tangan berwarna merah muda miliknya. Dia berjalan mendekati Angga, menyeret Angga dengan paksa menuju pintu depan. “Tante yang baik hati, terima kasih sudah menyewakan Angga untukku selama satu hari,” teriak Dina ceria. Angga hanya melonggo tak percaya. Angga menatap mamanya meminta penjelasan. Dan jawabannya hanya senyum serta lambaian tangan dan ucapan “Hati-hati di jalan yah, jangan ngebut!”

==

Motor yang dikendarai Angga sudah melaju cukup lama dan Dina masih saja sibuk mengarahkan jalan. Angga menatap kagum pada matahari yang mulai menunjukkan giginya sejenak saat motor yang dikendarainya harus berhenti di lampu merah. Sinarnya cukup menyilaukan mata Angga. Sekilas Angga merasa ada hubungan yang tidak bisa dia jelaskan dengan cahaya tersebut. Angga terlalu suka bermandikan cahaya matahari.

Angga kembali tersadar dari lamunannya. Dia menatap Dina yang masih terus mengoceh tentang arah kiri, kanan serta macetnya jalanan. “Sebenarnya mau ke mana sih?” teriak Angga mulai kehabisan kesabaran.
“Bentar lagi sampe kok,” jawab Dina enteng.
“Sudah empat kali kamu bilang, bentar lagi sampe. Kalau ..”
“Stop!” teriakan Dina yang tiba-tiba membuat Angga tidak dapat menyelesaikan omelannya, bahkan motor yang dikendarainya terpaksa mengerem mendadak.

“Hah! Sengaja rem mendadak yah?” tuduh Dina sambil menutup dadanya.
“Enak saja, lagipula dada yang rata itu tidak berasa apapun. Kek papan pengilasan aja kok,” balas Angga.
“Cari masalah?” teriak Dina tak mau kalah. Angga segera menahan tangan Dina yang siap mengeluarkan jurus tinju bintang utara yang dipelajarinya di komik jadul milik Ayah Angga.
“Mengapa kita ke sini?” tanya Angga sambil menunjuk sebuah toko dengan kaca bening serta interior berwarna pink lembut.

Dina berjalan menuju pintu toko, membukanya dan tersenyum pada Angga. “Silahkan masuk tuan Angga. Selamat datang di toko bunga ‘Say with flower’ milikku,” ucap Dina bangga.
“Kau? Toko bungamu?” Angga menatap jijik pada deretan bunga-bunga di dalam pot-pot tinggi. Beberapa rangkaian bunga hias segar serta papan bunga yang belum lagi selesai dikerjakan.

“Hari ini adalah hari pertama tokoku buka dan kamu akan menjadi pembeli pertama,” Dina menarik tangan Angga menuju deretan bunga-bunga yang terdapat di dalam toko.
“Untuk apa aku membeli bunga? Lagipula kamu tahu kalau aku alergi dengan bunga, tepatnya aku sangat membenci bunga,” Angga menarik tangannya dari genggaman Dina.

“Ayolah Angga. Lagipula saat pertama kali kamu menerbitkan novel secara indie, aku adalah pembeli pertama. Dan ini adalah mimpiku, tidakkah kau ikut gembira? Tidak perlu membeli satu buket atau satu pot bunga hias taman . Satu tangkai bunga potong pun sudah menyenangkanku,” wajah Dina terlihat sedih. Sahabat sejak SD-nya itu memang selalu mendukung mimpi Angga. Dan mau tidak mau Angga harus memenuhi permintaan gadis cerewet ini.

“Yang ini saja,” Angga menunjuk secara asal pada sebuah pot tanpa mengetahui bunga apa yang ditunjuknya.
“Lily putih?” tanya Dina tak percaya.
“Bunga ini untuk siapa? Untukku ya?” tanya Dina penuh harap.
“Tidak akan, masa aku membeli bunga untuk diberikan cuma-cuma kepada pemilik toko bunga. Sangat mubazir,” Angga menatap Dina yang masih berusaha menyembunyikan kekecewaannya.
“Kalau begitu kubelikan kamu bunga ini saja deh,” Angga mengambil pot berisi bunga melati dan menyerahkan pada Dina.

Dina berusaha tersenyum manis, “Terima kasih Angga. Kau tahu arti dari bahasa bunga Lily?”
“Jangan mengajakku bercerita tentang lily yang bisa berbahasa,” jawab Angga.
“Aku heran mengapa kamu bisa menulis novel yang penuh adegan romantis, sementara hatimu tidak tergerak dengan bunga-bunga nan indah,” Dina mengelengkan kepalanya.
“Aku beritahu kamu yah, lily Putih melambangkan sebuah keabadian dan kesucian cinta, serta sebagai lambang kesahajaan. Bunga lily juga adalah lambang kebangkitan hidup. Dan dalam bahasa bunga, lily putih itu artinya cinta yang dalam namun diliputi luka,” ucap Dina.
“Bila bunga itu kau berikan padaku, maka luka itu akan ku obati,” Dina menatap Angga dengan tatapan yang dapat membuat setiap pria luluh.

Angga malas mendengar ceramah mengenai bahasa bunga lily dari Dina. Dia mengetuk-ngetuk meja dengan tidak sabar. “Lalu apa lagi arti bahasa bunga dari melati?” tanya Angga mengalihkan arah pembicaraan Dina tentang Lily putih.
“Kamu cari tanyakan sendiri sama engkong gugel,” Dina kembali ceria.

==

Angga meletakkan pot yang beisi bunga lily putih yang baru dibelinya dari Dina. Dia kembali teringat dengan arti bunga lily, cinta yang dalam namun diliputi luka. “Cuma dibuat-buat sama penjual bunga sajalah bahasa-bahasa itu. Biar bunganya cepat laku,” Angga menghempaskan badannya ke atas spring bed empuk.

Hari sudah sore dan langit tampak sangat berantakan hari ini. Awan-awannya tidaklah membentuk lukisan yang indah, tapi lebih terlihat seperti kanvas yang gagal setelah tertumpahi oleh cat air aneka warna. Angga kadang berpikir di langit sana pasti ada masa di mana para Dewa-Dewi itu sedang beradu mulut atau berperang. Hanya saja apakah permasalahan yang membuat mereka berselisih?

Angga kembali menatap langit yang tiba-tiba saja awannya membentuk seperti bunga lily. Apakah karena terlalu banyak berpikir tentang bunga lily sehingga dia membayangkan awan kacau balau itu berubah menjadi setangkai lily putih.

Angga berjalan mendekati pot bunga berwarna biru langit da menatap bunga itu begitu lama. Sekujur tubuhnya tiba-tiba saja tersapu angin dingin. Angga merasakan pandangannya kosong, lagi-lagi dia mendapatkan sekelebat bayangan yang tak dapat dia mengerti.

“Aku terus mencarimu. Hanya dirimu,” bisikan lembut yang membuat Angga diliputi perasaan rindu mendalam mengalun bersama angin yang bertiup pelan.

==
Akhirnya ku temukan dirimu lagi. Tahukah kekasihku berapa samudra telah kulewati demi mencarimu? Berapa kali perputaran telah aku arungi. Jawab aku kekasihku. Lagi-lagi aku lupa, kau tidak akan pernah bisa mendengar suaraku. Tak pernah ada lagi sentuhan lembut pada bibirku. Aku bahkan lupa diriku kini hanya dapat meminjam rupa bunga, bunga lily putih.

Dulu aku berharap menjadi roh bunga agar dapat menerima limapahan cahayamu. Dipeluk dalam hangatnya cintamu, namun kali ini kembali kita tidak dapat bersama. Ribuan tahun kita lewati, ratusan kali reinkarnasi dan kita tetap tak tersambung benang merah. Kau dan aku selalu saja menjadi dua sisi yang tak dapat bertemu.

Aku membenci takdir ini. Membenci saat-saat dimana aku harus melihat kau kembali lenyap, sementara aku tetap abadi dalam sosok roh bunga. Apakah kau melupakan janjimu padaku wahai cahaya terangku?

==
to be continued

kolab ini diikuti oleh cat, Sun flowers dan lavender.

Part pertama oleh Sun Flowers si Miss Love Story
Part kedua oleh Cat
nah part brikutnya adalah Lavender ... ayok Lav ... si lady Romantic Story

sarang kripiknya yak.

Read previous post:  
212
points
(1198 words) posted by Sun_Flowers 8 years 47 weeks ago
88.3333
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | Eternity | fantasi | kolab | sunflowers-cat-lavender
Read next post:  
Writer aocchi
aocchi at Eternity 2 (8 years 24 weeks ago)
90

Quote:
Angga kembali tersadar dari lamunannya. Dia menatap Dina yang masih terus mengoceh tentang arah kiri, kanan serta macetnya jalanan. “Sebenarnya mau ke mana sih?” teriak Angga mulai kehabisan kesabaran.
“Bentar lagi sampe kok,” jawab Dina enteng.
“Sudah empat kali kamu bilang, bentar lagi sampe. Kalau ..”
“Stop!” teriakan Dina yang tiba-tiba membuat Angga tidak dapat menyelesaikan omelannya, bahkan motor yang dikendarainya terpaksa mengerem mendadak.

Umm ... Anoo ... itu ... Angga naik motor tapi masih sempet menatap Dina yang duduk di boncengan belakang? BAHAYA!! Kalau nabrak gimana? >_<
Atau motornya lagi berhenti? Jadi si Angga bisa memutar badan ke belakang untuk menatap Dina? (Beneran, mutar badan ke belakang saat motor sedang jalan itu susah dan bahaya, saya saja gak berani, takut nabrak motor di depan) Tapi, sepertinya sedang tidak berhenti, soalnya Angga ngerem mendadak ... ah, saya bingung >_<
.
rasanya tadi juga ada "ku obati" atau apa gitu saya lupa (aiyah, bilang aja malas nyari *plak) => harusnya disambung kan? Umm ... "ku temukan" juga....
.
ta-tapi, overall ... ini keren, Tante >_<

Writer Lentog
Lentog at Eternity 2 (8 years 37 weeks ago)
70

ak rada' bingung..sebenarnya yg jadi ruh gelap itu cowoknya apa ceweknya ??...
di chapter 1 ak nyimpulin yg jadi ruh gelap adalah cowoknya...
tapi koq disini yg jadi ruh terang kaya'nya cowoknya ??....
hmm...tapi at least...nice story...
ak nyimak dulu lanjutannya ya...:)

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 37 weeks ago)

Roh terang adalah cowok. Roh gelap adalah si cewek.

Mari mrnikmati eternity.

Writer Lentog
Lentog at Eternity 2 (8 years 36 weeks ago)

ouwh begitu ya rupanya...
ak sempet mengira yg sebaliknya waktu baca eternity 1...
mungkin karena di eternity 1 yg kelihatan lebih agresif adalah ruh terang makanya ak kira itu ceweknya...n yg keliatan bersikap lebih kalem itu ruh gelap...makanya ak kira cowok...
rupanya terbalik ya...mungkin karena ak lebih suka karakter cowok yg kalem ...hehe
okelah...ak simak kolab eternity ini..makin menarik ceritanya :)

Writer miss worm
miss worm at Eternity 2 (8 years 40 weeks ago)
70

Cat, it's nice and sweet! The dialog kind of... err... well, does not sound like dialog but it's still ok.

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 40 weeks ago)

he5 ... thx uda mampir Miss worm.

ada apa dengan dialognya yak? ..hem ...

Writer miss worm
miss worm at Eternity 2 (8 years 39 weeks ago)

dialognya agak kaku. tetapi itu menurutku saja kok.

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 39 weeks ago)

oooooo ...
perlu belajar bikin dialog lagi neh he5 ..

buka2 nopel dan mulai membaca lagi melihat2

thx sudah singgah miss worm

Writer Maximus
Maximus at Eternity 2 (8 years 44 weeks ago)
100

Top kak Cat XD XD
.
Endingnya menggigit!!
aw sakit!
.
Gak ada yang perlu dikomentarin XD XD, perfect yang ini
.
Lanjut baca~~

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 44 weeks ago)

Aih maxi,lama tidak bertemu he5.
Sini cat gigit2 wkwk.

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 44 weeks ago)

Aih maxi,lama tidak bertemu he5.
Sini cat gigit2 wkwk.

dadun at Eternity 2 (8 years 44 weeks ago)
90

mulai sedikit paham.
ceritamu mengalir lancar, kenz. bagus,nak. pertahankan!

kongdun suka banget adegan ngerem mendadak dan papan penggilesan. hahahahaha aku beneran ketawa

asik, namanya erlangga

*lanzut ke TPS No.3

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 44 weeks ago)

Sebenarnya nama erlangga krn teringat janjiku pd seseorang yg minta pake nama erlangga aja biar keren wkwk.

Yg adegan papan pengilesan,syukurlah jd mengingatkan kong dun pada dirinya sendiri *ha? Kabur.

Writer aimie keiko
aimie keiko at Eternity 2 (8 years 45 weeks ago)
100

karena semua master sebagai peserta kolab-nya, saya gak komen :P baca aja dan setiaa :)

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 2 (8 years 45 weeks ago)

kak cat, eternity 4 dah dikirim di FB.. mohon masukannya.. :)

Writer lfour
lfour at Eternity 2 (8 years 45 weeks ago)
90

keren....
pengen ikutan kolab tapi takut jelek....

Writer dewisun
dewisun at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)
100

cerita sun dengan romansa kata-nya...catz dgn gaya ceritanya yg segar, suka keduanya...ditunggu lanjutannya

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

Dewi, tgu saja yg ke 3.
Penasaran, lav apaan yak menurut dewi.

Writer lavender
lavender at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

T_T
daku minder sekali... sungguh...
daku benar-benar tidak ada apa-apanya dibanding Mbak Catz & Sun_Flowers... sungguh...
punya daku pasti bakal yang jadi paling jelek dan menguciwakan... sungguh...
daku tidak pernah kolab dengan para maestro yang sudah banyak penggemar... takut... tolooooooooongggg... T_T

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

Astaga Lav, pengemarmu bahkan lbh byk lho.
Dan aku jg pengemar mu! Jd mana 20sumthing wkwkwk.
*fans yg demo he5.

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

Astaga Lav, pengemarmu bahkan lbh byk lho.
Dan aku jg pengemar mu! Jd mana 20sumthing wkwkwk.
*fans yg demo he5.

Writer lavender
lavender at Eternity 2 (8 years 45 weeks ago)

mbak Catz, ga onlen YM?
punyaku dah jadi, mau aku msg ke fb, tapi maluu.. jelek sih..
hehehe..

Writer dewisun
dewisun at Eternity 2 (8 years 45 weeks ago)

lav...jangan kabur sebelum perang donk.....kita tunggu yak...genrenya antik nih...

Writer suararaa
suararaa at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)
90

wow kolab crita cinta.. asik asik asik...
ditunggu lanjutannyaaa...
bagus, tante, seperti biasanya..he3....
aku penasaran dg POV yg dicetak miring itu.. siapakah dia?

Writer Kika
Kika at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)
90

akhirnya ada lanjutannya juga

ayo kak lavender, semangat!!!
kika tunggu lanjutannya :)

Writer lavender
lavender at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)
90

Hadoooohhh daku mindeeeerrrr..
Kabuuurrr.. *ditimpuk mbak catz n flow*
Xixixixix..

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

Lempar laso buat narik lav. Masuk kan dlm sel ampe lav selesai mengerjakan eternity 3. Wkwk.

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)
100

poin pull buat cerita kolab ini..
bntar ak baca dl yak versi k.com nya.. hehehehe
.
oke, skrg komennya:
1. ada sedikit typo kak cat..
mengoda >>> menggoda
melonggo >>> melongo
limapahan >>> limpahan
da >>> dan
dimana >>> di mana (paragraf terakhir)
(tolong koreksi jika sy salah.. hehehe)
.
2. ada beberapa ketidak tetapan dalam memakai kata "kamu" dan "kau" dalam percakapannya, kak cat..
contohnya dalam paragraf ini:
.

“Ayolah Angga. Lagipula saat pertama kali kamu menerbitkan novel secara indie, aku adalah pembeli pertama. Dan ini adalah mimpiku, tidakkah kau ikut gembira? Tidak perlu membeli satu buket atau satu pot bunga hias taman . Satu tangkai bunga potong pun sudah menyenangkanku,” wajah Dina terlihat sedih. Sahabat sejak SD-nya itu memang selalu mendukung mimpi Angga. Dan mau tidak mau Angga harus memenuhi permintaan gadis cerewet ini.
.
.
ahhhh, sy selalu suka cerita yg ada bunga2nya.. wkwkwkwkw
dan poto ilustrasinya itu ya ampun, lilinya cantik skali,hahaha
.
oke, sekian kecerewetan saya... mohon maap kalo trlalu bawel..
*peluk2 syg* xixixixii

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

Sy blm sempat ngedit. Kenz lg demam.
Sun, kamu todong lav yak wkwk

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

He5 aku akan edit secepatnya.
Thx uda memberi kripik n sarang

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)
90

Roan: "Eh, kalo melati artinya apa? Hemmm... dibuat teh enak tuh..."
-
he3... maaf deh, si Roan emang kadang suka nggak nyambung ^^
Lanjut...

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

Yuk ngeteh byako wkwk.
Pake biskuit nda?

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)
90

"Angga mengatur buku yang tersisa ditrolinya". <--- Cat lebih tahu soal itu, hehe..
Saya suka cerita "cuinta-cuintaan". Apalagi ditulis oleh Master-master kenamaan.
Saya tunggu lanjutannya... :)

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

Thx atas koreksinya.
Hbs ni lady lavender yg nulis,tgu aja.

Writer fachrunnisa eva
fachrunnisa eva at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)
100

lanjut deh kak lav ...( keknya klo ngomong gitu harusnya di lapak kak lavender yaa?? hihihih)

Writer cat
cat at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

Eva, nanti sy bantu todong si lav wkwk

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

sy akan bantu ikut menodong.. huahahaha

Writer fachrunnisa eva
fachrunnisa eva at Eternity 2 (8 years 46 weeks ago)

eh pada suka maen todong ternyata...