Voice Mail Tuhan

Kring kring..

[Salam sejahtera, terimakasih anda sudah menggunakan layanan voice mail milik Tuhan, saya adalah malaikat yang bertugas untuk menyimpan pesan anda dan menyampaikan kepada Tuhan.]

[Silakan tinggalkan pesan anda setelah bunyi bip, tekan tanda # untuk mengakhiri]

Biiiiip...

"Hallo? Tuhan, ini saya..iya saya,,mmmh Anda pasti tau siapa saya lebih dari saya sendiri."

Mendesah pelan.

"Tuhan, kenapa si hidupku tidak begitu menarik? Apa aku tidak boleh menjadi apa yang aku inginkan?"

Menghela nafas dan melanjutkan,

"Kamu yang mengatakan mintalah apa saja kepada kamu,hanya kepada kamu. Dan itu sudah aku lakukan, selalu."

"Tapi kenapa kehidupanku tidak juga berubah, bukannya semakin membaik malah semakin memburuk. Aku menghidupi dua orang dari makhluk ciptaanmu yang lain, sampai aku kadang tidak makan demi mereka berdua."

"Ayolah Tuhan, jangan mempermainkan aku. Aku menyerahkan semuanya kepadaMu, tapi aku tidak sedikitpun mendapat apa yang disebut berkah. Tahun telah berlalu tapi jangankan kaya, untuk bisa makan secara teratur dalam satu minggu saja hal yang sangat susah bagiku Tuhan."

Mata mulai berkaca-kaca.

"Aku jauhi judi, aku jauhi mencuri, aku jauhi semua laranganMu. Yang semua itu selalu datang dalam jalan hidupku. Aku tidak melakukannya karena aku percaya kamu akan memberikan yang halal padaku Tuhan."

Air mata mulai menggenang dipelupuk mata.

"Aku mengikuti ajaranmu Tuhan, tapi tidak ada balasan dari Kamu yang berarti. Apa Kamu sengaja menyuruh aku untuk berjudi? Untuk mencuri? Apa itu memang jawaban kamu atas doaku untuk meminta kekayaan padamu? Apa itu halal jika aku lakukan?"

"Aku sudah lelah hanya menunggu, i-ni..ini semua sudah sangat berat bagiku."

Air mata mulai menetes.

"Aku sudah belasan tahun meminta jawaban dari Kamu, tapi aku tidak pernah tahu apa jawaban dari Kamu. Tidak atau iya tidak pernah aku dapatkan. Kamu dengan Maha Kuasa-Mu menggantung aku."

"Aku dengan segala upayaku sudah berjalan dalam ajaranMu, aku melakukan segala sesuatu sesuai dengan pintaMu. Namun aku tidak pernah mendapatkan apapun dari itu."

"Sekarang aku semakin meragukanmu Tuhan. Aku bukan ragu akan keberadaanMu, aku percaya. Aku sangat-sangat percaya."

Air mata semakin mengalir, namun perasaan marah mulai menjalar.

"Aku tidak percaya bahwa Kamu mengasihi tiap makhluknya. Aku tidak percaya Kamu mengurusi insan-insan yang kamu ciptakan. Kamu bohong dalam tiap kata-kataMu."

"Aku tahu, semua yang aku katakan akan kamu bantah dengan segala ke Maha Benar an-Mu. Kamu akan berdalih untuk menjadi yang benar. Karena Kamu adalah Tuhan."

"Dan Kamu akan mengatakan sesuatu yang akan membalikkan semua tudingan-tudinganku terhadap Kamu, dengan dalih aku tidak mengetahui apa-apa."

"Kamu juga akan mengubur semua harapan-harapanku dengan menunjukkan penderitaan-penderitaan orang lain yang lebih menderita daripada aku agar aku lebih bersabar."

Air mata sudah mengering.

"Oh tidak, tidak Tuhan. Aku tidak akan bersabar lagi. Kali ini aku yang akan mengambil sikap. Kali ini aku tidak lagi berjalan dalam semua kata-katamu."

"Aku sudah bosan, aku sudah muak dengan ke Tuhan an-Mu. Aku sudah membenci kamu yang dengan sengaja memberikan kekayaan kepada para koruptor, kepada pejabat-pejabat yang dzolim, kepada mereka yang bermuka dua dan menghambur-hamburkan uang yang bukan hak mereka."

"Aku sudah jijik dengan Kamu yang memberikan penderitaan terhadap orang-orang yang berada di jalanMu. Aku tidak terima dengan perlakuanMu terhadap mereka yang sudah bersabar sepanjang hidup mereka."

"Tuhan, ini adalah terakhir kalinya aku berbicara denganMu. Aku tidak akan mempedulikan lagi diriMu sebagaimana Kamu yang juga tidak mempedulikan aku."

"Terimakasih untuk tidak ada jawaban darimu Tuhan. Jika Kamu memang peduli dengan aku, hentikanlah perbuatanku nanti malam. Karena aku akan mulai mencuri dan merampok dari siapa saja."

Menekan tombol #

[Terimakasih, pesan anda sudah kami simpan.]

Read previous post:  
88
points
(191 words) posted by makkie 8 years 44 weeks ago
80
Tags: Cerita | Cerita Pendek | kehidupan | Iseng | surat keputusan
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Shinichi
Shinichi at Voice Mail Tuhan (8 years 33 weeks ago)
70

keren!

tapi, kurang greget dari segi dialog. atau kita sebut selera humor. malahan, POV-na kurang jelas. saia pikir ini pakek sudut pandang orang pertama, yg memungkinkan hanya sedikit deskripsi pada cerita. tapi, saia pikir ini pakek sudut pandang orang ketiga, yg pastina bakal lebiy asyik lagi dieksplor narasina. hohoho. bahkan mungkin saja diselipkan sedikit humor pada si penerima telp, atau si penelpon, dsb. mungkin humor ala satir, dsb. pasti lebiy yahut.

anyway, kip nulis ajah deh.
salam

ahak hak hak

makkie at Voice Mail Tuhan (8 years 33 weeks ago)

heuheuheu..ada ka shin mampir,,jadi malu nih...
iya,,ini mang ga terlalu saya eksplor,,cuman menulis sekedarnya..saya biasanya nulis fantasi..lain kali akan saya garap lebih baik..makasi..makasi...

Writer miss.jade
miss.jade at Voice Mail Tuhan (8 years 33 weeks ago)
90

ide yang unik ^^
mampir-mampirlah ke lapakku, hehe :)

makkie at Voice Mail Tuhan (8 years 33 weeks ago)

owke..owke..nanti saya mampir..thx...

Writer Zoelkarnaen
Zoelkarnaen at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)
100

Ahahah... Berharaplah Tuhan itu humoris, kalau tidak, bisa langsung dikutuk kau Om... ^^

Idenya bagus juga sih...
*ksamber gledek*

makkie at Voice Mail Tuhan (8 years 33 weeks ago)

Tuhan itu humoris ko,,,buktinya dia nyiptain aku...XD XD

Writer Riesling
Riesling at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)
100

Kira-kira TUhan balas nggak yah? Kalo dibalas saya mau nelpon juga nih~~

makkie at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)

heuheuheu...tunggu aja kalo ada balasannya...

Writer lim omekimai
lim omekimai at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)
100

bagus. :)

makkie at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)

heuheu..thx..

Writer Misterious J
Misterious J at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)
90

Keadilan Tuhan! Diamana itu?
Ditunggu lanjutannya, dapat balasan apa nggak, ya?

makkie at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)

heuheuheu..thx..
ah,,saya juga ga tau keadilan Tuhan dimana..
lanjutannya,,,hmmm,,saya semedi dulu...thx lagi..

Writer tsukiya_arai
tsukiya_arai at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)
90

radikal ??
ah....semakin membuat kita ragu akan Tuhan

makkie at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)

eh..oh..aduh,,saya jadi kaya penghasut aja nih..
jangan di tanggapi terlalu serius...

Writer lavender
lavender at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)
80

iniii diaaaa...
karya nyank begini yang selalu daku tunggu dari makkie..
ixixixixix...

makkie at Voice Mail Tuhan (8 years 34 weeks ago)

heuheuheu...tapi yang kayak gini jarang keluar,,,
thx dah mampir..