Info : Perbedaan Jumlah Kata di Kemudian.com dan Aplikasi Ms. Word


Karena 100 Kata : Perbedaan Jumlah Kata antara Kemudian.com dan Aplikasi Ms. Word



Oke, langsung saja pada inti permasalahannya: kenapa jumlah kata pada suatu posting kemudian.com berbeda dengan word count pada Ms. Word? Di Ms. Word misalnya, sebuah cerita berjumlah 100 kata, tetapi begitu dipostingkan ke kemudian, jumlahnya menjadi lebih dari 100 kata. Misalnya, menjadi 107 kata. Hayoo… ada yang bisa jawab? Hehehe.

Jadi, saya coba jelasin sedikit saja sesuai dengan kemampuan saya. Tapi kita sebut saja ini sebagai perbedaan perhitungan jumlah kata pada situs kemudian.com dan aplikasi Ms. Word. Setuju? Pada hal apa saja keduanya menghitung dengan cara yang berbeda? Kita lihat, deh!


KATA ULANG

Yap! Keduanya punya cara pandang yang berbeda menyoal kata ulang. Kata ulang itu yang mana, siy? Oke. Ada banyak penjelasannya, tapi saya kasih tahu yang sederhana saja. Defenisi kata ulang itu didasarkan bentuk dan fungsinya. Salah satu fungsi kata ulang adalah kata yang dijamakkan. Artinya, dari yang berarti satu (tunggal) dibuat menjadi berarti lebih dari satu (jamak). Seperti misalnya pohon (tunggal) menjadi pohon-pohon (jamak). Pengulangan utuh (reduplikasi) ini ada juga jenis-jenisnya. Silahkan diubek-ubek, tuh www.google.com.


Nah, biasanya kata ulang dibentuk dengan meletakkan tanda hubung (-) di antara kata tersebut. Contoh:

pohon-pohon
rumput-rumput

Kata ulang adalah satu kesatuan kata. Makanya ia dihitung satu kata saja, setahu saya, sih (jangan ditampar). Dan Ms. Word menghitungnya sebagai satu kata, meskipun kemudian.com tidak sependapat.

Kemudian.com akan menghitungnya sebagai dua kata, sekalipun kita memisahkannya dengan spasi. Jadi, jika akhir-akhir ini muncul pertanyaan—seiring cerita 100 kata yang katanya lagi booming—kenapa jumlah kata sebelum dan sesudah posting berbeda. Salah satunya jawabannya adalah: kata ulang.

Dan, jika teman-teman bertanya bagaimana menyiasatinya, cukup hilangkan saja kata ulangnya. Itu yang ekstrim. Ahak hak hak. Ada cara lain. Kalau dalam bahasa Inggris, bentuk jamak hanya mendapat tambahan huruf -s atau -es di belakang kata tersebut, dan dalam bahasa Indonesia juga ada, meski sedikit berbeda. Misal:

pohon-pohon menjadi pepohonan
rumput-rumput menjadi rerumputan
laki-laki menjadi lelaki (yang ini bukan kata ulang)

omong-omong, kupu-kupu, alang-alang, awang-awang, saya pikir juga bukan-merupakan kata ulang. Kenapa? Ya, karena kata tersebut tidak berfungsi sebagaimana fungsi kata ulang. Apa saja fungsi kata ulang yang lain? Ah, salah satunya adalah membentuk kata jamak yang tak tentu. Lainnya: intensitas, agak (menyerupai), berjenis-jenis, saling, dan satu lagi saya agak-agak lupa. Kolektif, mungkin.

Jadi, begitulah salah satu cara menyiasati perbedaan perhitungan jumlah kata pada situs kemudian.com dan aplikasi Ms. Word, untuk keperluan mengoptimalkan penggunaan kata pada cerita 100 kata. Cara yang lain, silahkan :) Oke, selanjutnya!


TANDA PISAH (—)

Langsung saja contohnya:

Member kemudian—aku yakin sekali—selalu mengutamakan kesopanan dalam berkomentar.

Pada contoh di atas terdapat dua tanda pisah yang memisahkan kalimat sisipan "aku yakin sekali" pada bangun kalimat "member kemudian selalu mengutamakan kesopanan dalam berkomentar.

Aplikasi Word bilang, kalimat tersebut berjumlah 10 kata, dengan rincian sbb:

1. member
2. kemudian
3. aku
4. yakin
5. sekali
6. selalu
7. mengutamakan
8. kesopanan
9. dalam
10. berkomentar

Tetapi, kemudian.com tidak sependapat dengan hal itu. Lalu bagaimana ia menghitungnya? Ternyata Kemudian.com menghitungnya sebagai 8 kata saja, dengan rincian:

1. member
2. kemudian—aku
3. yakin
4. sekali—selalu
5. mengutamakan
6. kesopanan
7. dalam
8. berkomentar

Apakah bisa dimengerti? Nah, kalau yang begini, seharusnya membuat jumlah kata yang diposting pada kemudian.com menjadi lebih sedikit ketimbang yang dihitung aplikasi Ms. Word, bukan?


TANDA PETIK (“”)

Tanda ini, sering kita gunakan pada kalimat langsung (dialog tokoh) pada cerita. Ada perbedaan cara menghitung juga antara aplikasi Ms. Word dan situs kemudian.com. Kita lanjut deh!

Contoh:

“Aku tak mau lagi,” ucapnya.

Kalimat di atas terhitung berjumlah 5 kata jika Ms. Word yang bilang. Tetapi kemudian.com menghitungnya sebagai 6 kata. Bagaimana bisa? Ahak hak hak. Saya mencobanya (tes posting) dan hasil yang saya dapatkan adalah:

Kemudian.com menghitung tanda petik (“”) sebagai 1 (satu) kata, baik itu petik (kutip) pembuka saja atau penutupnya saja.

Jadi, teman-teman tak perlu heran lagi dengan jumlah kata yang berbeda di kemudian.com dengan tulisan aslinya pada Ms. Word atau blog lain, misalnya. Gimana?



NB.

Beberapa dari kita seringkali menulis, kuyakin menjadi ku yakin. kuyakin dihitung satu kata, sedangkan ku yakin dihitung sebagai dua kata (karena terpisahkan oleh spasi). Jadi, sama halnya pada –di sebagai preposisi dan –di sebagai awalan pada kata kerja pasif. Di rumah dihitung dua kata, sedangkan dipukul tentu dihitung sebagai satu kata. Baik aplikasi Ms. Word maupun kemudian.com akan menghitungnya dengan aturan seperti itu.



Kira-kira, saya melewatkan apa?

Semoga tulisan ini bisa membantu teman-teman untuk memahami perbedaan menghitung kata pada situs kemudian.com dengan aplikasi mengetik semisal Ms. Word. Tulisan ini bisa diperbaharui jika ada saran-saran dari teman-teman lain yang juga melakukan riset sederhana mengenai permasalahan ini. Atas waktu dan kesempatannya, saya sampaikan terima kasih. Mohon dikoreksi semisal ada kesalahan. Terima kasih.





Moderator

Read previous post:  
Read next post:  
60

mas shinichi ketawanya aneh deh,,, "Ahak ahak ahak.." kalo dibayangin (didengerin dalam imajinasi) kok terdengar alay ya? hahaha piiss...
#anakBaruCariMasalah

ahak hak hak
baru kali ini deh ada yg bilang tawa style saia terdengar alay :p

90

Baru aja bingung sama perbedaan ini. Makasih ya informasinya.

100

wow, kak shinichi..
sekali lagi terima kasih ilmunya~
selalu bermanfaat buat saya

100

makasih shin...untung aku ngitungna pakai kalkulator jd dijamin ga ada salah :P

80

thx bang chris atas info na khi2

macama

ahak hak hak

70

haha... good kak sinichi, hohoho....

tpi saya juga ngitung 100 kata pake ms. word, jdinya disini tetep 100 kata kok kak... hohoho....

yap! mungkin karena cerita kamu gak bersinggungan dalam "perselisihan" kemudian.com dan ms. word dalam sistem menghitung kata :p

ahak hak hak

hahaha.... maksudnya?

Orang itu - Dalam 100 Kata kan?

terang aja. dalam tulisan kamu itu, tak ada kata ulang, tak ada tanda petik, dan tak ada tanda pisah yang saia bahas dalam postingan ini :p

kok masiy ditanya? ahak hak hak. tapi, kalau menurut saia siy itu udah 101 kata :D saia melihat dirimu menggabungkan "di" sebagai preposisi pada kata "didepanku" pada paragraf kedua, kalimat pertama. hal itu membuat situs kemudian.com maupun ms. word menghitungnya sebagai satu kata. sejatinya kan itu dua :p

ahak hak hak

hahaha... iya bener,,

maklumlah.. aq gak pinter soal bahasa... hohoho...

weee.. :p

ahak hak hak

hahaha....

eh kak sinichi "operatornya" kemudian.com??... hehehe

aku baca di profilnya... hehehe....

shinichi dan moderator :p
bukan
sinichi atau operator

ahak hak hak

ahahaha... iya.. salah baca.... maap.. maap kak... hohoho...

gpp

gak usah mintak maap begono :p

ahak hak hak

siapa yg minta maap...

kan bcaannya jga cmn maap maap... hohoho *piis

haiyah
jadi member kok ngeyel

ahak hak hak

ok deh shin, kenapa gak pake satu aturan aja?

gpp, cil
lagian hal ini gak begitu punya pengaruh buat situs

:)

Kak Kudo, ada seorang di situs ini yang begitu berminat menulis dalam bentuk 100 kata. Ia penasaran, seperti apakah tulisan 100 kata yang 'nendang' itu.

Sebagai seorang pengetik yang bersifat 'ikut-ikutan', tentu saya ikut prihatin (sekaligus penasaran) akan karyanya.

Kali ini, ia telah menyelesaikan tulisannya dan sepertinya ia butuh untuk diberi petuah. Saya mohon dengan hormat agar anda bersedia berkunjung di http://www.kemudian.com/node/253284#comment-1000101

(Ini demi kebaikan, tidak bermaksud melakukan spam) ^_^

saia baru dari sana :D

kirain apaan.

ahak hak hak

oke deh

oh...gitu toh
bikin 100 kata aja susah apalagi kudu nyiasatin yak? kudu pinter-pinter nih, ngitung kata satu-satu, tanda petik, kata ulang, teliti banget.
hhaha

maksudna, selama aplikasi Word bilang ntuh cerita adalah 100 kata, saia pikir nggak jadi masalah jika situs kemudian.com bilang cerita itu lebih dari 100 kata. hanya untuk menjelaskan itu doang kok.
ahak hak hak
kip nulis

70

like this

100

saya belom pernah bikin sih.. tapi nanti jadi bisa dipake nih jurus2nya.. asik deh.. saya sukak.. ahak hak hak.. :P

sip sip

ada rahasia dibalik rahasia ha ha ha

100

aku akhirnya tahu

hum... semakin susah dalam mengisi 100 kata nih :D
tapi boleh juga dicoba, makasih infonya senpai :-)

riset yang bikin kata-kata jadi singset :D

ngerti sekarang. #manggut-manggut#
makasih, kak shin, udah menjelaskan dengan penjelasan yang mudah dicerna. :)

woh pantes... ternyata..

nais info.. thanks

oh jadi begitu.. sebenarnya sya dah curiga sjk beberp wktu lalu wktu posting crita di kemudian.. kok jumlhny jdi lebh bnyk drpd di word... tp sya tak menyangka ad bgitu bnyk perbedaan dlm cra hitungnya...
makash dah share om moderator...

oh, my god...
makasih kak Shin udah share :)
Harus mengatur strategi utk 100 kata nih >.<

waks!
ahak hak hak
gaya :p

hikz ... lebih banyak malah cerita 100kataku ..

hikz .. karena sudah tidak mampu ku singsetkan lagi .. jd maaf .. biarlah dia menjadi antara 100 kata wkwkwk.

om chi thx yak atas riset nyaaaaaaaaaaaa

masama, tante -____________-"

100

hoooo... gitu ya om kudo... pantes lebih... @.@

iya, begitu