LCDP side story : 3 buku pemanggil : Petualangan dimulai

“aku sudah mulai paham kedaannya sekarang” Diaz memecah kesunyian, ia mungkin sudah tak tahan lagi dengan perang dingin yang dijalaninya melawan Gadi yang baru dikenalnya 3 jam yang lalu.

Ais berada sekitar satu meter di depan Diaz, ia duduk di sofa kesayangan diaz yang meski sudah tua namun tetap nyaman, buku itu ada ditengah tengah mereka, sementara diaz duduk di sebuah kayu yang gagal diukir menjadi kursi.

Gadis itu –Ais—masih diam dengan muka cemberut,

“mungkin nenek moyangmu pernah di Summon oleh pembuat kontrak buku ini” diaz mengatakannya dengan hati hati, bisa saja ia salah, bisa saja bukan nenek moyangnya yang di kontrak oleh Von Rhein sebelumnya, bisa saja yang dipanggil adalah kakek moyangnya

Ais diam,

“dan kau mewarisi darah perjanjian itu” sambung diz lirih
Mata ais sembab oleh air mata, ia menangis

“Aku senang saja berada disini” katanya lirih “paling tidak ada yang mau memperhatikanku di dunia ini” ais mulai terisak
“diduniaku tak pernah ada yang peduli padaku, mungkin mereka menganggapku aneh, atau mungkin karena aku orang miskin, atau…”Ais menangis tersedu sedu

Diaz mendekat, ia tak tega melihat seorang gadis menangis, paling tidak ia baru menyadarinya sekarang

“atau mungkin mereka takut padaku” sambung ais di sela sela isaknya, tiba tiba buku itu terbuka, buku pemanggil itu terbuka cepat lembar demi lembar, angina bertiup kencang hingga buku itu berhenti di sebuah lembar, angina berhenti, sunyi.

Ais menghapus air matanya lalu mendekat, Diaz lalu membaca salah satu bagian buku itu.

“Chiron dicitur scientia si opus” baca diaz

“apa artinya ?”tanya ais

“panggil chiron jika butuh pengetahuan” jawab diaz, ia segera mencari mantranya, menyusuri lembaran itu dan berhenti di
sebuah kalimat, lalu Diaz mulai membaca

“O Chiron, lanistam heroum fortium sciens Centauri senioribus cum virtute et scientia et peritia veni hic pactum servare...”

Hening, tak terjadi apa apa

“sebenarnya…” sebuah suara muncul tanpa wujud “sudah 100 tahun perjanjian itu tak ditepati, jadi kau harus memperbarui perjanjianmu Von Rhein muda”

Diaz dan Ais tertegun, mereka takut sekaligus kagum dengan suara itu, suara tua yang terdengar berilmu.

Lalu dengan bunyi ‘Pop’ keras, dia muncul, centaurus tua berjenggot panjang dengan jubah hitam menutupi sebagian tubuhnya, namun terlihat jelas, ia berkaki kuda.

“jadi Von Rhein ?” gertak Chiron “perjanjian apa yang kau tawarkan ?”

Ais berusaha mengingat, ia pernah menonton sebuah film tentang mitologi yunani, ia ingat betul, Chiron adalah guru dari semua pahlawan yunani, Ais lalu punya ide, ia berharap Chiron disini sama dengan Chiron di film itu

“dia akan menjadi muridmu !” kata Ais dengan suara bergetar, ia masih kagum dan takut dengan makhluk dihadapannya, namun ia harus membantu diaz, itulah tekadnya.

“a…a…” diaz tergagap, kentara sekali ketakutannya lebih besar dari Ais

“harus Von Rhein sendiri yang mengatakan perjanjian” Chiron menatap Diaz lekat lekat.

Lalu sebuah keberanian muncul dari hati Diaz, ia berkata keras, seperti membentak

“aku akan menjadi muridmu, itulah perjanjianku !”

“seperti Von Rhein yang lain” Ciron mundur “sok taju, bodoh namun nekat” Chiron lalu membelai rambut Diaz “tapi aku setuju ! kontrakmu telah diperbaharui !”

Sebuah cahaya menyilaukan muncul dari tubuh Chiron, lalu cahaya itu terserap ke satu titik dan Chiron menghilang.

Diaz dan Ais mendekati buku itu lagi, yang sudah tertutup, lalu membuka lembar pertama, lembar kontrak keluarga Ais,
Diaz dan Ais membaca dengan seksama, namun hanya Diaz yang mengerti bahasanya, Diaz menterjemahkannya untuk Ais

“Kontrak selamanya, Kedua belah pihak berjanji bersama semua keturunan mereka, akan saling membantu dengan syarat, satu ,Von Rhein akan membantu siapa saja keturunan Horus kembali ke dunia mereka lewat Le Château de Phantasm”

“Jadi…” Ais mendesah

“aku harus membawamu ke tempat itu” sambung Diaz

Tiba tiba lembar kedua terbuka dengan sendirinya, lembar perjanjian Chiron, disana muncul gambar Chiron yang menatap Diaz dan Ais, ia lalu bergerak dan berkata pada mereka
“Siapkan barang kalian, besok ! kita akan bertualang menuju Le Château de Phantasm”

***
Hujan turun sangat deras, dari balik pohon muncul sesosok gadis, ia berjalan pelan sekali, ia memakai jubah bewarna merah dengan lambing mawar dipunggungnya, hujan tak membasahi jubahnya itu seakan enggan menyentuhnya.

Ia lalu berlari dan

“Brukk !”

Ia menabrak dahan pohon yang melintang

“aduh…” gadis itu berdiri, sebuah benjol tumbuh di kepalanya

“makanya jangan di dramatisi r dunk !” ejek seekor burung hantu yang tiba tiba muncul di hadapan gadis itu.

Kini gadis itu basah kuyup, sihir anti hujannya sudah bocor, dan gadis itu mendengus kesal

“Hei penulis sialan ! kenapa sih kau berikan aku nasib buruk ini !!” teriaknya.
***

dari hadapan sebuah laptop, seorang lelaki tertawa terbahak bahak.

Read previous post:  
48
points
(861 words) posted by tsukiya_arai 8 years 46 weeks ago
68.5714
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fanfic | Fikfan | Le Château de Phantasm | Sidestory
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

Halo kak tsuki..
Akhirnya ada lanjutannya juga :). Kika setuju sama yg lain. Ada banyak typo(s). Endingnya keren ^^
Ayo lanjut kak

100

PERBAIKI TYPO DAN KAPITAL !!

ATAU SAYA BOM RUMAH KAMU

80

sundul Riesling, endingnya bagus ahahaha
.
benerin typo dan kapitalnya dong, om tsuki! saia pegel bacanya <--lebai

80

Pendek ya, tapi Ending-nya bagus xDD *pasang sepuluh jempol*
.
Typo & huruf kapital seperti biasa, nothing unfixable. Lanjutannya ditunggu~~

ah...terima kasih dan maafkanlah hamba atas sindrom-typo-akutnya