The Story of Kenai (part 3)

Kenai kembali melihat sosok itu dalam kabut. Tidak begitu jelas namun cukup untuk membuat Kenai mengenalinya.

Itu benar. Sosok itu milik ibunya. Ibunya yang tak sempat ia jalani hari-hari bersamanya. Meskipun begitu, Kenai selalu merasa didampingi oleh ibunya. Saat Kenai merasa sedih dan putus asa selalu ada angin lembut yang berhembus seolah-olah itu pelukan hangat dari ibunya. Ia bisa merasakan kehangatan dan kelembutan dari tangan ibunya yang mengelusnya ketika angin itu berhembus di rambut Kenai. Bahkan terkadang wanita itu muncul sekilas dalam bayangan Kenai sambil tersenyum lembut yang sanggup meredakan kesedihan di hati Kenai.

Kenai benar-benar merindukan sosok itu. Wanita itu menghampiri Kenai. Memeluknya kemudian mengelus kepalanya penuh sayang. Senyumnya yang begitu indah membuat hati Kenai damai.

"Bangunlah Kenai..." Bisik wanita itu. Kenai tertegun kemudian menggeleng lemah.

"Aku masih ingin berada di sampingmu, ibu.." Lirih Kenai.

Wanita itu tersenyum kemudian mengelus pipi Kenai dengan lembut. "Kenai, ada Sitka dan Denahi yang selalu menjagamu. Apa kau ingin terus-terusan seperti ini? Kau sudah 17 tahun Kenai! Kau sudah bukan anak-anak lagi. Kapan kau akan belajar untuk dewasa?"

Kenai mengernyitkan alisnya. "Ibu mengingatkanku pada Denahi" Ucap Kenai.

Wanita itu tertawa. "Kenai, bangunlah! Meski kau tak dapat melihatku tapi percayalah, aku selalu bersamamu. Saat ini Koda benar-benar mencemaskanmu. Apa kau tidak merasa iba pada sahabatmu itu?" Jelas wanita itu. Kenai terdiam.

"Aku harus pergi sekarang Kenai. Aku akan menemuimu lagi nanti. Sekarang bangunlah anakku...!" Sosok wanita itu semakin menghilang seiring dengan kabut yang semakin tebal.

"Ibu, tunggu! jangan pergi dulu ibu!!" Teriak Kenai berusaha mengejar sosok wanita itu yang semakin menghilang.

"IBU!!" Kenai terbangun dari mimpinya. Keringat dingin membasahi dahinya.

"Kenai, apa kau baik-baik saja?" Cemas Koda. Kenai memandangi Koda dengan nafas yang masih tersengal-sengal.

"Koda..?" Bisik Kenai.

"Biar aku panggil Tanana dulu. Kau tunggulah disini!" Kata Koda seraya meninggalkan Kenai dalam kamar itu.

Kenai memperhatikan sekelilingnya. Ia ada dikamarnya saat ini. Kenai mendapati tupai kecil itu di atas lemari kecilnya disamping tempat tidurnya sedang tertidur pulas. Kenai kemudian mengangkat tupai itu perlahan-lahan dan membaringkannya dihadapannya tepat diatas selimutnya.

"Sebenarnya kemana kau membawaku saat itu..?" Bisik Kenai.

"'Kenai'.." Bisik Kenai. Telinga tupai kecil itu bergerak-gerak. Tupai itu kemudian merenggangkan tubuhnya kemudian menatap Kenai.

Kenai mengelus tupai kecil itu sekali lagi. "Terima kasih 'Kenai'. Kau telah mempertemukanku dengan ibuku..." Ucap Kenai tulus. Ada seulas senyum tipis dibibirnya saat mengucapkan kata-kata itu.

Tupai itu dengan gesit memanjati lengan baju Kenai menuju pundaknya. Ia menggulung badannya tepat disisi leher Kenai. Tupai itu tampak seperti bola berbulu coklat yang menjadi hiasan baju dipundak Kenai. Tupai itu tampak nyaman berada disana, seakan baru saja menemukan sarang baru yang hangat dan nyaman.

"Hei! Apa yang kau lakukan...? Tapi akhirnya Kenai membiarkan tupai kecil itu tertidur di pundaknya. Meskipun ada sedikit rasa geli yang ia rasakan.

"Kenai...!?" Sitka, Denahi, Tanana dan Koda tiba dikamar Kenai dan segera menghampirinya.

"Kau baik-baik saja Kenai?" Tanya Sitka yang berdiri tepat disisi tempat tidur Kenai.

"Iya. Aku baik-baik saja Sitka" Jawab Kenai.

"Kau ini benar-benar hanya bisa menyusahkan orang lain saja ya bodoh?!" Kesal Denahi.

"Aku sedang tak ingin bertengkar denganmu Denahi!" Jawab Kenai datar.

Tanana menghampiri Kenai seraya meletakkan kain basah didahi Kenai. Sesaat Tanana tertegun melihat tupai kecil itu tertidur pulas dipundak Kenai.

"Kenai, apa sebenarnya yang terjadi?" Tanya Tanana.

Kenai terdiam sesaat berusaha mengingat apa yang dialaminya dihutan itu.

"Tiba-tiba saja cuaca jadi berkabut sehingga aku kehilangan arah dan tersesat. Saat melihat 'Kenai' berlari kesuatu tempat, aku segera mengejarnya dan tiba-tiba saja kabut jadi tebal sekali. Aku tidak bisa melihat sekitarku. Lalu..." Kenai terdiam. Sitka dan Denahi menunggu kelanjutan penjelasan Kenai.

"Aku tidak ingat lagi.." Lanjut Kenai ragu.

Tanana terdiam sesaat. "Apa yang kau lihat disana?" Tanya tanana. Kenai terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan Tanana.

"Aku... apa maksudmu?"

"Apa yang kau lihat Kenai?" Tanya Tanana sekali lagi. Kenai terdiam. Sitka dan Denahi menatapnya serius seakan tahu apa yang dimaksudkan oleh Tanana. Kenai memandang kakaknya satu persatu.

"Ibu..." Bisik Kenai. Denahi membelalakkan matanya.

"Kau jangan bercanda Kenai!!" Bentak Denahi.

"Aku tahu ini konyol! Tapi.. aku benar-benar melihat ibu!!" Tegas Kenai.

"Tenanglah Kenai! Denahi tidak bermaksud seperti itu. Tidak ada yang menganggap hal itu konyol Kenai. Sungguh apa yang kau lihat itu adalah ibu?" Tanya Sitka. Kenai mulai merasa aneh seakan-akan mereka semua akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa.

"Sungguh! Aku bisa melihatnya dengan jelas." Jawab Kenai sedikit bingung.

"Apa yang dikatakannya?" Tanya Tanana. Kenai memandangi Tanana dengan pandangan tak percaya.

"Ibumu mengatakan sesuatukan Kenai?" Tanya Tanana sekali lagi.

Sesaat Kenai terdiam. "Ibu memang mengatakan sesuatu tapi.. aku tak begitu ingat. Terdengar sangat aneh. Uuummm elang... dia bilang elang terbang.. terus dia juga bilang soal kucing.. oh, ditangkap oleh kucing! kemudiaaan ng... tu- tupai.. jalan rahasia.. uuummmm AAARGH!!! Aku benar-benar tidak bisa mengingatnya!!" Kenai memegangi kepalanya dengan kedua tangannya. Ia frustasi berusaha mengingat apa yang dikatakan ibunya. Tanana, Sitka, dan Denahi saling memandang.

"Tidak usah terlalu memikirkan hal itu dulu Kenai. Apapun yang dikatakan ibumu kau harus melakukannya karena itu adalah petunjuk tentang masa depanmu. Suatu hari nanti kau akan mengerti maksud dari pesan ibumu itu. Sekarang istirahatlah!" Bujuk Tanana.

"Masa depan?? Tapi..!"

"Istirahatlah Kenai!"Pinta Sitka.

"Ba- baiklah." Jawab Kenai ragu . Sitka, Denahi, dan Tananapun keluar dari kamar Kenai.

"Hei, Kenai! Kenapa kau bisa sampai ke tempat itu? Padahal selama ini jarang sekali ada orang yang menemukan tempat itu!!" Tanya Koda bersemangat.

"Apa maksudmu? Memangnya aku nyasar kemana?" Tanya Kenai heran.

"Kau benar-benar tidak tahu berada dimana saat itu??" Tanya Koda terheran-heran. Kenai hanya menggeleng.

"Air terjun tiga pelangi..." Bisik Koda. Kenai tersentak.

"Kau.. jangan bercanda!!"

"Koda benar Kenai!" Kenai dan Koda langsung mengalihkan pandangannya ke asal suara itu.

"Apa maksudmu Hani?" Tanya Kenai. Hani pun menghampiri Kenai lalu duduk di pinggir tempat tidur Kenai.

"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka malam itu. Awalnya, tiba-tiba saja kedua kakakmu datang kerumah dengan tergesa-gesa tengah malam. Tanana juga tiba-tiba terbangun malam itu. Lalu saat kedua kakakmu mengatakan alasan mereka datang kerumah, Tanana tersentak..." Jelas Hani. Kenai dan Koda mendengarkan dengan serius.

"Mereka bertiga memimpikan hal yang sama. Mereka bertiga bermimpi tentang ibumu Kenai... Dan ibumu memberitahu mereka keberadaanmu saat itu. Di bukit air terjun pelangi. Tapi masing-masing dari mereka juga mendapatkan pesan dari ibumu, hanya saja aku tidak begitu mendengarnya. Dan ternyata benar, saat mereka mencarimu mereka mendapatimu tidak sadarkan diri di bukit itu." Jelas Hani. Kenai terdiam. Koda memandangi wajah sahabatnya itu.

"Ada apa Kenai?" Tanya Koda.

Kenai mengelus tupai kecil dipundaknya kemudian tersenyum paksa.

"Tidak ada apa-apa." Jawab Kenai.

***

Read previous post:  
70
points
(1764 words) posted by yuu_chan 8 years 48 weeks ago
70
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | petualangan
Read next post:  
Writer Kika
Kika at The Story of Kenai (part 3) (8 years 25 weeks ago)
80

kika bingung ==a
kayanya kika udah baca yang ini deh kak, tapi kayanya udah lama banget..
tapi pas diliat, ini kan baru 3 mingguan ya??
hmmm...

kika lanjut baca aja deh kak ><

Writer AndravaMagnus
AndravaMagnus at The Story of Kenai (part 3) (8 years 27 weeks ago)
100

aaaaaahh!!!
Motongnya kecepetaaaaaan!! T___T

Writer yuu_chan
yuu_chan at The Story of Kenai (part 3) (8 years 27 weeks ago)

mwahahaha~ sengaja kok. :3

Writer kiva2011
kiva2011 at The Story of Kenai (part 3) (8 years 28 weeks ago)
Writer zam__zam
zam__zam at The Story of Kenai (part 3) (8 years 28 weeks ago)

bagus...

Writer yuu_chan
yuu_chan at The Story of Kenai (part 3) (8 years 28 weeks ago)

makasih n_n