--

--

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Marlinang
Marlinang at -- (8 years 29 weeks ago)
100

like this :), ga bisa komen, kasi point ajah :D
salam :)

Writer laila
laila at -- (8 years 30 weeks ago)
100

Salam Reen :)
Ah, lama ga menghikmati karya-karyamu, aku tlah jauh tertinggal...karyamu semakin melesat Reen, bertabur kosa yg berima cantik nian..
selamat berkarya :)

Writer farhanmaulana
farhanmaulana at -- (8 years 31 weeks ago)
100

tiap kalimatnya dirangkai dgn indah.... salut !!!

Writer kets_kitamura
kets_kitamura at -- (8 years 31 weeks ago)
70

lupa

Writer kets_kitamura
kets_kitamura at -- (8 years 31 weeks ago)

"sajaksajak patah yang terlahir tanpa dawai" wow !!

Writer ekonostra
ekonostra at -- (8 years 31 weeks ago)
80

seperti bukan kamu yang biasanya reen, emosinya meluap lewat rima, cantik dan tegas. :)

Writer naery
naery at -- (8 years 32 weeks ago)
100

kata seseorang di kekom ini, terlambat adalah satu pilihan
dan keheningan bukan tabu. semata keperluan. pada saatnya, pengertian seorang kawan akan nyata setia menanti
boleh kan komen kak
lam kenal dari naery di pojok sepi

Writer reen
reen at -- (8 years 31 weeks ago)

silahkan berkomen, silahkan bepersepsi dengan sendirinya :)
bagi kita keheningan akan punya makna sendiri2 bukan?

Writer cold tea
cold tea at -- (8 years 32 weeks ago)
100

perasaan yang campur aduk seakan tak punya waktu lagi untuk menyampaikannya. jadi ikutan sesak.

Writer reen
reen at -- (8 years 32 weeks ago)

owh, begitu ya? tak perlu sesak karena saya sedang bicara tentang saya, bukan bicara tentang mengejar sesuatu. hanya tentang saya

Writer cold tea
cold tea at -- (8 years 32 weeks ago)

itulah kenapa saya sesak. tulisan ini mengatakan pada saya. bahwa si-aku merasa dirinya adalah seorang yang jalang, tak berarti, terbuang, juga menganggap dirinya seorang yang masih meratapi kenangan indah yang tak sempurna, merindu pada entah yang berujung sendu. lalu kata "terlambat" itulah yang membuat saya berpikir si-aku ingin menyampaikan semuanya secara bersamaan.
hanya menurut saya pribadi (tak perlu dihirau) ketika seseorang sudah merasa demikian, seharusnya orang tersebut mulai menghilangkan fikiranfikiran itu. logikanya, tidak baik untuk kesehatan batin dan fisik begitu. :D
maaf kalau saya terlalu sok tahu, kak. #sembahsujud #melarikandiri

Writer reen
reen at -- (8 years 32 weeks ago)

baik, bicaralah dengan logikamu. tapi coba berlogika jg, pengalaman satu dengan yang lain akan berbeda ketika kamu jadi si aku dan si aku jadi kamu. pastinya sesuatu yg takkan sama dialami. saya, sejujurnya mahkluk yang hidup tidak dengan logika saja dan tentu saja dengan perasaaan.
logikaya? kamu di balik semua puisi ini ada banyak hal tak seperti yang kamu kira. di balik kata terlambat, di balik kata jalang, di balik kata sendu, dan terbuang.
kecuali, kamu, adalah seorang yang benar tau siapa saya, tahu benar hari2 saya, dan tau persis siapa saya saat ini dan nanti. silahkan berbicara lebih lanjut. ini hanya racau saya, silahkan sampaikan pemikiran kamu.

Writer petaktujuh
petaktujuh at -- (8 years 32 weeks ago)

^^,

Writer reen
reen at -- (8 years 32 weeks ago)

senyam senyum aja, som sidin giginya doang yang kliatan

Writer petaktujuh
petaktujuh at -- (8 years 32 weeks ago)
100

diterima :)

Writer man Atek
man Atek at -- (8 years 32 weeks ago)
100

bait bait puisi ini tersusun patah patah
hampir tanpa hubungan komunikasi di dalamnya
serupa dalil dalil tanpa argumen
knowhow dan knowlegde belum menyeruak
terkecuali jika pembaca sudah mengenal latar belakang penulisnya, atau dengan bahasa santri : asbabul wurudnya
sebab musabab terwiridkannya puisi ini dalam tulisan.
hm ... saran : sisipkan sedikit benang merah komunikasi antar bait, gimana, hehe.

Writer reen
reen at -- (8 years 32 weeks ago)

met pagi paman ^_^, terimakasih atas sarannya...
ya betul, saya sendiri merasa ada yang janggal, mungkin ini di sebabkan saya sendiri merangkum 3 puisi yang saya buat seblumnya di fesbuk....

thanks ya paman, untuk sarannya, reen senang sekali dengan masukan, masukan sepeti ini
salam

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at -- (8 years 32 weeks ago)
100

Lebìh baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Tetap manis seperti biasa.... Salam....

Writer Gerardus Adi
Gerardus Adi at -- (8 years 32 weeks ago)
100

klik poin boleh ya reen..

Writer cahya
cahya at -- (8 years 32 weeks ago)
100

hehe ledakan, berapa ide yang sempat tersendat serupa badai kata yang tak henti menerpa, namun tentu saja dalam kaidah keindahan berlabel dirimu reen.(Kurang panjang ah) ^^V
salam
cahya

Writer reen
reen at -- (8 years 32 weeks ago)

udah kepecah duluan tadi kang, sama satu notes di fb, yang kedua teu pararuguh hate, hikz...hanya ingin all out sampai puas sampai gak bersisa, hingga gak ada beban menuliskan sebuah keindahan lain yang benar "ceria", aku rindu menulis rasa cinta, rasa syukur dan keindahan lain dari hidup yang membuat aku jatuh cinta tiap harinya pada hidup, i missed that part, seharusnya aku hanya tak sekedar meracau sesuatu berulang. ingin belajar optimis sepertimu T.T

Writer cahya
cahya at -- (8 years 32 weeks ago)

optimis dan pesimis, keduanya akan harmonis jika ada di tengah2 reen, hehe..... mungkin paragraf katarsis yang sedikit lebih terang memang diperlukan sepertinya, tp request mu ttg sebuah kegelapan sepertinya sudah mencapai akhir. semoga bisa selesai.

Writer reen
reen at -- (8 years 32 weeks ago)

jauh di dalam sana aku rindu terang
semoga bisa selesai, dan paragraf2 katarasis ini
berbuah manis, tanpa melupa getirnya sebagai pelajaran
jika hidup itu sekeping, bermata ganda
maka pena ini tak ingin berat sebelah menuliskan
salah satunya saja, tapi ingin terlupa
jika keduanya berjalan beriringan, pasti untuk satu alasan

Writer cahya
cahya at -- (8 years 32 weeks ago)

jika begitu biarkanlah kepingan itu bergulir seimbang menuju sebuah muara indah yang engkau panggil sebagai ci(n)ta. meski terjal, berlubang dan berliku, sepertinya pengelana hening akan menuju sebuah tempat yang didamba. xixixixi... (*meracau mode on)

Writer reen
reen at -- (8 years 32 weeks ago)

hihihi, sumuhun kang
bilas kenangan itu di muara ci(n)ta
huahahaha, makin ngaco, tandanya musti bobo
nuhun kang cahya

Writer cahya
cahya at -- (8 years 32 weeks ago)

hehehehe... siganamah sumuhun reen, kedah kulem.... xixixi

Writer cnt_69
cnt_69 at -- (8 years 32 weeks ago)
80

:)

Writer reen
reen at -- (8 years 32 weeks ago)

saat ini, aku tak butuh senyum atau empati apalagi pengerian dan penilaian.
aku tidak berpuisi hanya mengeluarkan isi kepalaku sampai puas meracau, sampai tiada bersisa, hingga aku setanda menjadi aku tanpa terasing dan menjadi berbeda. karena keakuan adalah aku

Writer Gerardus Adi
Gerardus Adi at -- (8 years 32 weeks ago)

aku lebih suka komennya reen drpd puisinya (loh?) zzzzz...
*ngabur

Writer reen
reen at -- (8 years 32 weeks ago)

oalah... :)) , sepertinya spontanitas itu lebih ajib
xixixi, buat thanks anyway