Sebuah Rasa

Semilir kesejukan mengiringi takbirku,

Ketika liku perjalanan yang kutempuh meleburku ke dalam suatu ujung.

Ujung yang akan menjadi sebuah awal perjalanan baru.

 

Tak terasa rangkaian do’aku berbuah harum,

Terukir untuk ayah dan bunda gemilang prestasi cerminan diri,

Buah ketabahan dan kesabaran amanah Illahi,

 

Resah, tegang, gundah dan cemas senantiasa membaur dalam jiwa,

Membuat langkahku kadang goyah tak terkendali,

Namun niat suci meluruskan,

Langkah-langkah yang sempat oleng.

 

Aku hanya menjadi apa yang diinginkan diriku,

Aku adalah apa yang aku pikirkan,

Dan aku akan berjalan di atas kakiku sendiri,

Menjadi sesuatu yang memberi warna baru,

Bagi diriku, keluargaku, bangsaku dan agamaku.

Hanya itu…

Tak lebih !!!

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ezra
ezra at Sebuah Rasa (8 years 19 weeks ago)
60

curhat?

seperti tulisan tangan biasa, bkn puisi

salam

Writer triboy
triboy at Sebuah Rasa (8 years 19 weeks ago)

hahahah..bukan puisi ya? mungkin sajak kaleee...heheh