Gigi dan Pajak

Suasana terasa mencekam di ruangan persegi empat ini. Sesekali terdengar deru nafas memecah kesunyian. Udara yang sebenarnya sejuk terasa begitu gerah. Kepala para mahasiswa yang ada dalam ruangan ini sedang panas-panasnya. Bagi yang ada belajar dan paham, mulus sampai akhir tetapi bagi yang suka mencle-mencle, harus bermandikan keringat sebesar jagung hanya untuk bisa memecahkan dan mencari jawaban atas soal-soal yang diujikan. Sang pengawas pun matanya seperti tidak berhenti berkedip. Seolah tatapan mautnya berkata "RASAIAN KALIAN! EMANG ENAK!!!! HORASSSS""
Diantara sekian banyak mahasiswa, tersebutlah seorang dara, namanya Widya. Nah, ini dedengkotnya nih di Lokal tersebut. Paling Top Cerr deh otaknya. Bayangkan, sampai jam 3 pagi dia mempelototin buku pelajaran dengan harapan bisa melalui ujian dengan baik. Walau sebenarnya dia make sistem SKS, sistem kebut semalam, hahaha.....(Sorry ya Mbak wid..ga tau neh apa bener mbak make sistem tersebut pas mo ujian :-) heheh)
Waktu terus bergulir, widya sudah menyelesaikan 87 soal, nah pada soal ke 88, dia mulai megap-megap. Nafas ngos-ngosan seperti habis berlari tiga kilo meter. Buntu!!! Ga' tau mo jawab apa, tapi masih bersyukur karena sudah 80% soal bisa dijawab. Mulanya, mata kiri melirik ke kiri, ga' mungkin donk ke kanan. Terus mata kanan melirik ke kanan, ga mungkin juga kekiri, hihihi...Terus kedua mata indah bola pimpong tersebut sejenak menatap pengawas, aman! Pengawas sedang berkedap-kedip, lagi ga' melotot!
Mulai lah, segala kode rahasia mau dikeluarkan supaya bisa mendapat jawaban soal 88. Tapi, ampun dah!!! Teman-teman yang mo dimintain tolong malah sudah pada puyeng, pada pucat pasi dan pada bengong ga' tau mo gimana lagi. Pasrah sambil tetap mata jelalatan mencari takdir lain. Berharap, ada yang mo ngasih contekan. Ketika si Ratu Top Cer, juga sudah mulai memainkan mata indahnya, harapan teman-temannya yang tadi sudah berada dititik jenuh kembali semangat empat lima.
Dan walhasil, Widya yang memang pemurah, baik hati dan tidak sombong mulai mengedarkan jawaban soalnya. Duhhh, betapa senangnya bisa membantu teman, setan dalam hati widya terus ngomporin. Masih susah dengan cara mengedarkan soal jawaban karena takut ketahuan sama pengawas, widya menggunakan sedikti voice" aaahh...behhhh..ceeeehhh..! dengan desisan-desisan nakalnya. Tapi suara maut tersebut ternyata membuat pengawas yang telinganya memang tidak bisa ditipu, langsung mengeluarkan ultimatum!
"Eh kau...Kok sibuk kali kau kulihat dari tadi???ini sedang ujian. Bukan lagi obral barang! Kerja sendiri donk! Macam kantor pajak aja kau buat kelas ini! . " sejenak Widya dan rekan-rekan berubah jadi patung. Diam tanpa kata... kau diamm...tanpa kata.. (By D'masive mode on*), tapi yang dirasa heran oleh Widya, itu pengawas ga' ada wajah marahnya. Malah dia menegur sambil senyum-senyum. Melihat hal itu, kebekuan yang hanya sejenak, mencair ketika widya seolah bisa menghentikan waktu sekarang memberi tahukan jawaban dengan suara yaang dikeraskan. Melihat hal itu, pengawas bukannya marah kembali menegur dengan senyum-senyum,
"Huahhh kau ini, sudah badan kecil tapi suaramu besar kali macam kau belanja ke pajak aja kau!!!"
Seluruh kelas tidak dapat menahan tawa mendengar kata-kata pengawas. Widya tetap pasang muka tidak berdosa. Hahaha...dasar!!!
"Begitulah, ujian hari ini dijalani dengan sukses. Kalau tahu longgar kayak gini, kan ga' perlu gw harus begadang sampe jam 3 pagi! Hfff...!" Widya membatin dalam hatinya.

Ketika ujian selesai, dan saatnya pulang, Widya dan temannya sebelumnya mampir dulu di SPBU mau nambah bensin,
"Kita mulai dari nol mbak ya?"kata sipetugas yang dibalas anggukan oleh Widya dan temannya tanpa memandang muka sipetugas,
"Mau diisi berapa mbak?" tanya sipetugas lagi
"50.000, aja mas!"jawab teman widya masih dengan sikap cuek. Sementara si mas dengan profesional mulai membuka penutup bensin di mobil.
Tiba-tiba, temannya Widya berteriak seolah mau meruntuhkan langit.
"MAASSSSS..JANGAN DIISI!!!! AKU GA' BAWA DUITTTTTTTTT....!!!!"

Hahahaha..ada-ada saja, si Mas itu tetap baik hatinya. Walau waktunya sempat terbuang percuma. Dia pun balas tertawa ngakak, nah disaat itulah  Widya dan temannya diberi oleh-oleh kecil berupa kilauan mutiara di giginya si mas!!!! hahaha, ternyata si Masnya boneng, membuat Wdiya dan temannya terbang ke langit ke tujuh melihat keajaiban kecil itu. "ada kilau fox disetiap deretan giginya!" hihii kaya' bunyi iklan aja....

Yah begitulah, sungguh hari yang lucu banget bagi Widya hari ini.

Sekarang widya sudah di rumah, dia bercerita ke pada seorang temannya di facebook.
Dan inilah kata-kata terakhir Widya di facebook sebelum dia pergi mengakhiri curhatnya, karena dia mau membersihkan tubuhnya sejenak dari daki-daki dan debu-debu serta kuman-kuman yang menempel di bajunya, celananya, sepeatunya, hidungnya, matanya, rambutnya, dan giginya..hehehehe

"Duh, indah sekali malam ini, bulan bersinar terang dan bintang berkedip ke padaku hanya untuk mengatakan, Cantik nian cara kau  mandang langit malam ini wid! Hohohoho

THE END....

Cerita ini duibuat sudah dapat persetujuan dari yang empunya, semoga aja ga' melayang sandal ke kepalaku, hahahah

 
<Photo 2>

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer cesska
cesska at Gigi dan Pajak (8 years 18 weeks ago)
70

Lucu, poloooss..ayo teruskaan!