blue diary

 

Blue Diary

 

            Suasana pagi yang memang begitu cerah tidak menyemangati ku sma sekali karena aku harus bekerja terus . semenjak kedua orang tuaku meninggal , aku di besarkan dip anti asuhan . dan , bukannya aku tak suka , tapi , anak anak disini memang selalu sering mengejekku. Nama ku angelia clarissa , panggil aja angel . bukannya aku sombong , tapi , kupikir , ibuku memberiku nama seperti itu agar aku bisa baik seperti malaikat , seperti dirinya ..

            Pagi ini , Raisa , kakak angkat ku , dia akan pergi kuliah . katanya , dia akan tinggal di Jakarta untuk beberapa bulan . berat rasanya untuk melepasnya . karena , hanya dia lah yang mengerti aku . dari kecil , aku sudah satu kamar sama kak Raisa . sekarang , aku harus satu kamar dengan Jean yang menurut ku menyebalkan . Dia seperti seorang pemimpin disini . walaupun umur ku dan umurnya sama , dia selalu memperbudakku .

            Bukannya aku tidak mau untuk membantu , tetapi , kalau aku membantunya , pasti ada saja maslahnya . seperti kemarin , saat aku sedang mengepel , dia menyuruhku mengambilkan minum , setelah aku kembali mengambil minum , dia menjatuhkan ember air pel dan menjatuhkan dirinya seolah olah dia terpeleset lalu dia menyiram dirinya dengan air yang kubawa dan bodohnya , aku mengambil gelas itu kembali . karena tangisannya yang kencang , ibu panti asuhan ku dengar dan memarahiku . Jean itu memang anaknya . dia di manjakan oleh ibu nya sudah bertahun tahun lamanya . sehingga , dia tidak bisa apa apa .

            Jean membentuk sebuah kelompok geng , nama nya untamed girls , artinya cewek ganas . dalam kelompok itu , dia menjadi ketua , Nana , Devi , Kelli dan Selli menjadi anggotanya . kelli Selli adalah seorang kembar . mereka jutek banget tapi aku tau kalau sebenarnya mereka baik . mereka secara diam diam memberiku makan ketika aku sedang di kurung di Gudang karna aku sakit dan tidak mencuci baju .

            Itulah hidupku . 5 tahun aku di tinggal pergi oleh ibuku dan ayahku , aku tak berdaya sama sekali . aku hanyalah seorang gadis berumur 17 biasa yang tidak memiliki kemampuan apapun dan aku percaya pada keajaiban . ya , aku percaya terhadap keajaiban . seperti cerita Cinderella yang pernah di dongengkan ibu untukku . di situ diceritakan bahwa ada penyihir yang mengubah Cinderella dari pembantu menjadi seperti puteri . tetapi , keajaiban itu tidak berlangsung lama . tetapi , karena adanya kesempatan menjadi puteri cantik , ia bisa menikah dengan sang pangeran dan hidup bahagia di istana bersamanya .

            Itu membuatku yakin dan percaya bahwa di dalam garis hidupku , aku pasti akan menemukan suatu kejaiban dunia . entah itu , aku dipanggil untuk menjadi seorang artis atau menikah dengan seorang kaya . aku pernah menceritakan impian ku ini sebelumnya kepada teman teman ku termasuk  Jean . Jean tertawa dan mengejekku . “Dasar bodoh ! buat apa kau mimpi setinggi langit !! kau ini hanyalah pembantu !! jelek dan bau !! hahahahahahahahah” katanya kepadaku . aku menunduk dan berpikir ‘apa salahnya bermimpi ? semua orang pasti mempunyai impian .. dan semua orang pasti menginginkan impian dan impian itu juga bisa terjadi selama impian kita masuk akal dan kita selalu berusaha untuk mencapai impian kita tersebut’

            Tepat jam 1 sekarang . aku harus menyelesaikan pekerjaan ku sebelum ibu panti pulang ke rumah . ia sedang berbelanja sekarang bersama anak manjanya  Jean.  Jam 1 lewat 20 menit, ibu dan Jean akhirnya pulang juga . jean membawa banyak sekali baju . mungkin untuk di bagikan karena ibu nya pasti tidak membeli ini semua untuknya . toh uang belanjaan mereka juga dari orang lain. “Angellll !!!!!!!!” aku tersentak karena panggilan jean cukup membuatku kaget. Aku segera berlari menghampirinya. Jean berdiri di depan pinti sambil membawa tas belanjaan yang kurang lebih 8 tas dan kupikir itu berisi baju semua. Aku membukakan pintu untuk nya dan ibu .

            “nih ! taruh yang bener ! jangan sampe kotor !!!” kata Jean jutek. “ini …. Untuk siapa ?” tanyaku pelan. “ya buat gue sama temen temen lah ! napa ? lo mau ? beli sendiri ! dasar babu gatau diri !” kata Jean lagi . kali ini Jean berbicara dengan nada begitu kasar . ibu datang menyusul . “heh ! sudah , kamu mandi saja ! ini , angel , untukmu . saya belikan 2 baju untukmu  ambil !” aku menerima benda itu dari ibu . aku langsung ke kamar dan membuka nya . aku tersenyum kecil melihat baju yang di belikan ibu untukku . yah, tidak terlalu bagus. Tapi cocok lah buatku . mungkin , uangnya sudah tidak cukup. Baju warna biru itu langsung ku coba . baju biri dengan gaya feminim dan simple menmpel di badanku sekarang. Corak bunga ungu menghiasi baju biruku yang polos . bentuk tangan nya balon , aku suka ini ..

            Setelah beberapa lama mengaca sebentar dan merapikan semua nya , ibu memanggilku . aku datang dengan senyum , dan di hilangkian oleh sebuah gaun merah muda yang sangat indah. Apakh ini untukku ? tapi , tidak mungkin .. jean datang dan langsung mengambil baju itu. “Ini gaunku , bagaimana menurutmu ?”  tanyanya . mungkin , dia ingin membuatku cemburu ? “oh , bagus sekali. Apa lagi kalau kamu yang pakai. Pasti sangat cantik “ jawabku dengan senyum polos . “oh, tentu saja. Aku kan tidak baud an menjijikan seperti mu” aku tersentak. Rasanya, aku ingin langsung pergi, tapi aku tidak mau membiarkan Jean menang begitu saja. “oh, begitu. Aku tidak akan memakainya kok. Lagian, aku hanya pembantu” kataku . “baguslah kalo kamu sadar” jawab jean judes.

            Malam itu , aku tidak bisa tidur. Aku hanya mengingat gaun yang dibeli jean tadi. Pasti sangat senang kalau aku memilikinya. Tapi, itu hanyalah mimpi.aku mencoba tidur di kasurku yang lapuk ini. ‘Bruk!’ suara benda itu mengagalkan tidurku. Aku membuka mata dan mencari sumber suara. Ternyata, benda itu adalah sebuah kotak. Entah dari mana kotak itu berasal, tapi yang penting isinya. Apakah gaun yang kumau ? udak mungkin. Aku perlahan mendekat dan membukanya. Isinya sebuah foto perempuan dan sebuah diari berwarna biru.

            Kudengar dari sebelah , ternyata ada rumah yang sedang di bongkar. Mungkin otak ini jatuh di tempat yang salah sehingga masuk ke halaman belakang. Rumah sebelah memang dari dulu tidak ada penghuninya. Kata tetangga, penghuni nya meninggal akibat kecelakaan mobil yang tragis dan sejarahnya ada seorang wanita yang tinggal disitu , ia termasuk orang kaya, sampai sampai, ia sering keluar untuk belanja . tapi, bukan belanja, ia malah mengajak supirnya yang bernama andre itu untuk menemaninya makan malam ataupun makan siang. Ketika itu andre masih seumuran dengannya, 17 tahun . wajahnya putih dan tampan sehingga perempuan itu tertarik padanya. Andre juga sebenarnya sudah jatuh hati terhadap angel. Demikian panggilan perempuan itu .

            Selama mereka bersama, angel tidak pernah memberitahukan hal ini ke pada kedua orang tuanya, karena takut dimarahi atau di usir , ia menyembunyikan semua itu. Ia hanya menceritakan ke pembantu nya minah. Minah ternyata pembongkar, Ia memberitahu kan semua rahasia tuan putrid nya ke tuan dan nyonya kedua orang tua angel dengan meminta imbalan 50 juta. Setelah membeberkan itu , Minah hilang entah kemana. Ada yang bilang ia pulang kampong ada juga yang bilang ia ke luar negeri. Angel panic saat itu, ia langsung menelpon andre untuk bersiap kabur. Karena marahnya kedua orangtua angel, angel menjadi semakintakut dan akhirnya ia berhasil kabur dengan andre. Tetapi nasib mereka hanya sampai pada rel kereta api . mereka terjebak dir el kerete dan di tabrak.

            Aku mengetahui kisah ini dari si kembar selli dan kelli. Jean tidak pernah menceritakan hal ini karena saking bencinya padaku . aku lalu membuka buku diari itu. Diari itu masih bagus dan terlihat rapi. Isinya lumayan banyak tulisan. Aku mulai berpikir apakah ini buku diari angel ? aku membuka halaman pertama. “ANGEL CLARISSA”  benar. Ini adalah  buku harian si pemilik. Aku menaruh kembali buku itu ke dalam kotak. Aku kembali ke tempat tidur dan mulai berpikir. ‘angel….clar….EH?’ aku langsung bangun dari tempat tidur lagi. Aku mengambil buku harian “angel clarissa” kembali. Ini…. Buku harian perempuan itu…

            Aku membalikan halaman pertama.

            ‘tanggal 5 November 1996. Aku lahir dengan sehat. Ayahku sangat senang dan ibuku mulai menyusuiku. Kini, aku percaya cinta pada pandangan pertama , karena pertama kali aku melihat ibuku, aku langsung mencintainya sepenuh hatiku. Hari hari mulai berganti, ayahku ternyata seorang direktur di sebuah perusahaan bank. Itu terbukti pada teman teman ayahku yang amat sangat banyak . dari Iwan , asistennya, yang selalu menghumor serta Stephanie , sekretaris ayahku yang cantik dan baik. Aku di timang waktu itu. Aku sangat senang sekali.’

            “lahir? Ha ? bagaimana perempuan itu bisa mengetahui semasa kecilnya ? tidak mungkinlah kalau ia menulis sewaktu ia bayi”

            Aku mulai mengantuk. Mataku sudah lumayan berat, aku menaruh buku harian itu di kotak dan memasukkannya ke dalam lemari. ‘aku akan melanjutkannya esok’ . akhirnya terpejamlah mataku dan aku pun tidur.

            “Woi !! Babu !! udah siang masih aja ngiler !!! bangun !! cucian numpuk tuh !” Jean berteriak sehingga aku terpaksa bangun. Sebenarnya aku masih ingin tidur 3 jam lagi. Tapi menurutku ini sudah sangat siang karena ini jam 8 pagi.  Aku membereskan tempat tidurku dan mulai mencuci. Pakaian tak begitu banyak jadi bisa santai. Aku tak sempat mandi karena cucian ini harus kering besok pagi. Katanya, Jean ingin pergi ke pesta dansa suatu saat, maka nya ia membeli gaun merah jambu itu. Gaun itu memang benar benar indah . apalagi ketika aku menjemurnya. Sinar pantulan dari matahri membuat gaun itu terlihat seperti berkilau. Mungkin aku bisa menjadi Cinderella jika memakai gaun tersebut.

            Aku melanjutkan dengan mencuci piring sarapan tadi pagi. Ibu asuh ku membuatkan se panic bubur yang memang sangat enak. Aku tidak sempat makan. Kupikir , ini adalah waktu yang tepat untuk aku makan. Aku mengambil 5 sendok bubur yang masih hangat itu. Aku makan dengan sangat lahap karena sejak kemarin sore aku belum makan. Sebenarnya , aku lebih suka nasi daripada bubur, tapi daripada tidak sarapan, tak apalah. Aku tersentak ketika sedang makan bubur dan kali ini bukan karena Jean yang biasa memanggilku dengan amat kencang. Tetapi aku ingat buku harian warna biru yang ada di lemari ku. Ku harap Jean tidak lagi iseng dan membuka lemari pakaian ku sehingga ia tidak melihatnya. Aku akan melanjutkan membaca.

 

to be continued ..

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Syifa Nur Annisa at blue diary (8 years 1 week ago)
60

Well this is not bad at all. Bisa diperbaiki :)

Writer daff
daff at blue diary (8 years 10 weeks ago)

Kesalahannya kebalikan dari saya. ^^ Sampai beberapa hari lalu saya menulis biasanya menyatu tanpa spasi,seperti ini. Sedangkan kamu menulisnya terlalu banyak spasi.

Writer niswatul kariimah
niswatul kariimah at blue diary (8 years 10 weeks ago)
20

pnulisan,, kya'x prlu d prbaiki...
chayo!!!

Writer e.namikaze
e.namikaze at blue diary (8 years 10 weeks ago)
30

Perbaiki EYD'a ya?
dak usah pakek spasi di akhir kalimat

Writer dansou
dansou at blue diary (8 years 10 weeks ago)
70

Penulisannya diperbaiki lagi dong :). Kalau tanda baca, nggak usah dipisahkan dengan spasi. Perhatikan lagi penggunaan huruf kapital dan ejaannya, ya :D
.
Tetap semangat ^^

Dinaa Bieber at blue diary (8 years 10 weeks ago)
70

it isn;t good enough :/