Fahira's Tragedy : The Unfortunate Event of A Loving Family :.Part 2.:

Api kecil itu melayang-layang di telapak tanganku. Aku berhasil! Meskipun ukurannya belum sempurna, setidaknya aku berhasil melakukannya. Sihir api pertamaku.

Seseorang tiba-tiba menepuk pundakku membuatku refleks mengacungkan tangan ke arahnya. Tiba-tiba orang itu terlempar sejauh 5 meter. Aku terkejut dan segera menghampiri orang yang kini merintih kesakitan itu.

"Maafkan aku! Apa kau baik-baik saja? Kau membuatku terkejut, jadi aku..."

"Apa tadi itu sihir angin?" potongnya.

"Si- sihir angin?"

Apa maksud perkataannya? Aku tidak mungkin menggunakan sihir angin. Sihir milikku sihir api.

"Aku... tidak tahu." jawabku, "Tapi, aku bukan... maksudku, kau salah! Aku sama sekali tidak menggunakan sihir. Penyihir itu tidak ada!"

Pemuda itu tertawa, "Begitukah? Sepertinya tadi juga aku melihatmu menggunakan sihir api. Menarik."

Aku terdiam. Aku sendiri tidak yakin kalau diriku ini adalah penyihir.

Pemuda itu bangkit dan membersihkan debu yang mengotori bajunya.

"Kau tidak bisa menyembunyikannya dariku. Aku tahu siapa dirimu."

Pemuda itu menarik lenganku dan membantuku berdiri kemudian menjabat tanganku.

"Namaku Andrava Magnus. Sudah lama aku mengikutimu nona Minami Noizu."

-o0o-

Aku mersakan sekujur tubuhku perih. Kubuka mataku perlahan mencoba mengingat apa yang terjadi.

"Mimpi..." gumamku.

Tiba-tiba kilasan-kilasan bencana itu kembali menghantam kepalaku. Rasa takut dan bersalah menyergapku.

"Ava... Tsuki..." gumamku.

Aku mencoba bangkit kemudian duduk. Kepalaku masih sedikit pusing. Sekujur tubuhku penuh dengan luka. Kuperhatikan sekelilingku.

Rumah? Aku ada dalam sebuah rumah?

"Syukurlah kau sudah sadar, Minami."

Aku menoleh ke arah pria di pintu yang membawa semangkuk sup hangat. Dia tersenyum padaku. Kuamati pria itu. Rambut dan matanya berwarna coklat tua. Kulitnya putih. Dia tergolong tinggi sepertinya.

Pria itu menghampiriku, meletakkan sup tadi di meja kecil di samping tempat tidur kemudian duduk di sebelahku.

"Keadaanmu cukup parah saat aku menemukanmu. Aku bahkan berpikir kau tak mungkin bisa bertahan," ujarnya, "Tetapi kelihatannya aku salah..." pria itu tersenyum kemudian mengelus kepalaku dengan lembut.

Aku memandangnya lekat-lekat. Tanpa sadar air mataku mengalir. Ia terlihat panik. Kupeluk tubuh pria itu erat-erat.

"Kakak..." lirihku ditengah isak tangis.

Kurasakan tangan kakak mengelus kepalaku. Desahan nafasnya yang berat terasa hangat di kepalaku.

"Sudahlah, Nami. Aku cukup bersyukur kau..."

"Ava! Bagaimana dengan Ava? Tsuki juga! Bagaimana keadaan mereka? Kakak menemukan mereka? Katakan padaku!!" Aku mencengkram kedua tangan kakakku. Aku panik. Aku takut mereka tidak selamat. Kakak memandangku kemudian mendekapku.

"Nami, aku yakin mereka baik-baik saja." jawabnya kemudian memandangku seraya tersenyum. "Pulihkan kondisimu lalu temukan mereka."

Aku tertegun mendengar ucapan kakak. Itu benar. Seharusnya aku yakin mereka baik-baik saja. Mereka tidak akan mati secepat itu. Mereka keluargaku. Jika aku bisa bertahan, mereka pun pasti sama.

Kakak bangkit dari tempat tidur kemudian berjalan beberapa langkah menuju pintu.

"Istirahatlah, untuk sementara kau akan aman di sini. Rumah ini diselubungi sihir jadi kau tak perlu khawatir orang-orang itu akan menemukanmu."

Aku tersentak. Dadaku tiba-tiba terasa nyeri. Orang-orang itu... benar. Mereka pasti mencariku.

"Nami." panggil kakakku. Aku memandanginya. Hampa. Ia memandangku cemas.

"Kau bukan bagian dari mereka, Nami. Pulihkan tenagamu, kembangkan sihirmu, lalu hancurkan orang-orang itu. Kau mengerti?" ucap kakak serius.

Aku memandanginya. Tanpa sadar tanganku mengepal. Perlahan cahaya di mata kiriku menghilang berganti dengan kegelapan yang pekat.

"Tentu saja Roan. Mereka akan mati di tanganku..." desisku.
 
===

Read previous post:  
43
points
(845 kata) dikirim tsukiya_arai 8 years 23 weeks yg lalu
61.4286
Tags: Cerita | Cerita Pendek | petualangan
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
100

Akhirnya!
ayo Suki(yaki)!

100

saya akan melnjutkn! YOSH!

70

q tunggu lanjutannya...

Makasih udah mampir. Salam kenal. n_n