He Who Protect Magical Girl

 

 

Sosok itu muncul dalam mimpiku dari kegelapan malam. Tidak ada yang menyeramkan darinya, bentuknya menyerupai sosok boneka kucing. Hanya saja dengan jahitan yang seperti menyatukan kedua kepalanya. Dia mengeluarkan sebuah batu berlian.

“Siapa kau?” aku bertanya.

“Apa kau ingin berubah?” tanyanya.

Aku mundur dari kasur lipatku. “Siapa kau?” aku bertanya lagi, berharap dia menjawab.

“Apa kau memiliki sesuatu yang harus kau lindungi.”

Aku meringkuk ingin menjerit “Siapa kau?” ini ketiga kalinya aku bertanya.

“Apa kau menginginkan kekuatan? Aku bukan malaikat, tapi bukan pula setan. Aku akan membuat perjanjian denganmu...”

 

 

Kemudian mimpi sebuah mimpi lain datang padaku, seorang gadis yang lebih tinggi dariku dan berambut ungu. Dia mengambil tanganku.

“Lindungilah mereka, kumohon.”

 

 

Namaku Suzaku Aichi, inilah kehidupanku.

Aku adalah anak sekolah SMU, namun sebagai anak SMU aku kelihatan seperti anak SMP. Sungguh menguntungkan untuk memiliki wajah seperti ini kalau kau seorang perempuan. Sayangnya aku ini laki-laki. Membuatku selalu diganggu oleh gerombolan preman sekolah seperti lampu menarik serangga.

Wajah imut ini juga menarik perempuan, tapi mereka hanya bersikap manis padaku. Itu karena aku berwajah seperti perempuan. Nyatanya tidak ada yang mau pacaran denganku, mereka lebih suka dengan cowok yang seperti cowok. Fakta yang dua kali membuatku kesepian.

Mempelajari bela diri tidak membantu. Mungkin karena tubuhku sakit-sakit sejak kecil, mungkin karena tinggiku yang hanya bergerak naik seperti bekicot sepanjag tahun, atau karena aku sama malasnya dengan bekicot dalam masalah olah raga. Atau mungkin juga fakta bahwa daripada menghabiskan waktu dengan memukul samsak, aku lebih suka pelajaran membuat kue.

Aku suka membuat kue. Aku bahkan ikut klub PKK karena hal itu. Kalian tahu, mungkin suatu saat nanti aku akan membuat toko kue dengan hiasan yang manis-manis.

Dan itu membuatku sedih dua kali lipat.

Hanya satu hal yang membuatku masih merasa pria. Itu adalah film gulat dan aksi Mr Destruc. Film yang membuatku semangat di saat-saat aku terjatuh. Aku kagum denagn Mr Destruc, dia adalah pahlawanku, kuat, baik dan sangat berwibawa. Aku ingin seperti Mr Destruc suatu hari nanti.

Itu seperti mimpi di siang bolong. Blah.

Tapi boneka yang ada di kamarku ini bukan mimpi di siang bolong. Aku melihat ke meja belajarku dan ada boneka kucing aneh dengan goresan kepalanya. Aku pikir aku tidak pernah menyimpan boneka. Kamarku sebisa mungkin kubuat seperti kamar laki-laki, jadi tidak mungkin aku menyimpan boneka kucing di kamar seperti ini.

“Boneka yang aneh, dari mana ini.”

“Jangan sentuh-sentuh Shota-kun!”

Aku kaget ketika boneka itu berbicara. Aku melempar boneka itu dan kemudian mundur. Aku melihat boneka mirip kucing itu berdiri dan berjalan ke arahku.

“Aku tidak percaya Cahaya dari Kotoko akan berakhir pada pria sepertimu. Kelihatannya ironis, tapi apa boleh buat. Kau kandidat yang tepat.” Kata boneka itu.

Aku memang laki-laki. Aku tidak tahu apa yang merasuki boneka itu hingga bisa bergerak. Tapi.. Tapi.. Boneka itu imut sekali, benar-benar imut dengan mata besarnya. Aku bergerak dan memeluknya. Apa boleh buat insting kelelakianku kalah dengan keimutan. Aku tidak menyesal. Walau harus jadi banci aku tak menyesal.

“Oi.. Oi.. Dengarkan aku Shota Boy. Lepaskan atau.” Dia kemudian menendang tepat di ulu hatiku. Rasanya sakit sekali. Aku terguling sambil memegang bagian itu. Boneka ini boneka setan.

“Itu karena memelukku. Dengar Shota Boy, aku ingin mengambil janjiku tadi malam. Kuberi kau kekuatan untuk mengubah dirimu dan aku mendapat apa yang aku inginkan.”

“Ja.. Jadi itu bukan mimpi.”

“Tentu saja bukan mimpi. Kau telah kuberikan kekuatan dari batu suci Crisalia. Dan sebagai gantinya, kau akan memberiku sisa dari batu itu.”

“Aku tidak mau,”

“Kau harus mau itu sudah perjanjiannya.”

“Pokoknya aku tidak mau!”

Kucing boneka itu melompat ke arah kepalaku, aku mencoba mengusirnya namun tidak bisa. “Kau belum mendengar apa yang kuberikan kepadamu bukan!”

“Tidak mau, kau pasti merencanakan hal yang bukan-bukan.” kataku.

“Uhnyoooo... aku tidak merencanakan yang bukan-bukan.” katanya. “Aku hanya ingin mendapatkan kekuatan batu itu.”

Mendengar itu kukerahkan seluruh energiku, meraih tengkuknya dan melemparnya ke luar jendela dari lantai atas. Aku berharap tidak menemukannya lagi. Namun dia ternyata kembali masuk dari pintu depan.

“Kembalikan kekuatan itu.. kembalikan...” kata boneka setan.

“Aku tak tahu bagaimana mengembalikannya.” teriakku.

Aku kemudian berjuang dan akhirnya bisa memasukkannya ke dalam bak sampah. Walau harus bertarung dengan rasa sakit dan tatapan aneh para tetangga karena aku berjalan ke luar dengan boneka di kepalaku.

Saat kupikir dia sudah pergi. Tapi beberapa saat kemudian orang tuaku pulang. Ayahku yang sedikit gemuk dan ibuku yang memakai topi katun dan kaos polos kembali dengan memeluk boneka itu. Aku sedikit terkejut saat mereka bicara dengan nada monoton seperti dihipnotis.

“kami merasa boneka itu cocok untukmu.”

“Selamat ulang tahun.”

Boneka itu tersenyum dengan licik. Terkutuk, boneka itu terkutuk. Aku tahu aku tidak akan bisa lolos dengan boneka itu, kemudian aku membawanya ke kamar. Dan berbicara dengan bertatap muka dengan sang boneka. Dia sangat imut sehingga aku ingin memeluknya, tapi karena itu boneka jahat tentu saja aku tak ingin memeluknya. Tapi kalau perlu, aku akan ambil pisau dapur dan..

Hua.. Sadis.. aku benci hal yang sadis.

“Apa maumu!” kataku gemetaran.

“Begini Shota, aku mendapatkan apa yang ingin kudapatkan. Dan kau mendapatkan hal yang ingin kudapatkan. Kau telah kuberikan satu dari kelima batu itu, kau akan kuajari bagaimana cara menggunakannya dan kau akan memberikanku sisa dari keempat batu itu.”

“Maksudmu empat batu suci itu.”

“Kita sudah ada perjanjian, bukankah kau punya hal-hal yang harus kau lindungi.”

“Apa maksudmu?”

“Oke, bagaimana kalau kita mendapat kekuatan setengah-setengah. Ini adalah penawaran terbaikku.”

“Setengah-setengah?” Aku mulai berfikir.

“Lagipula aku bukan orang jahat, kau bisa melihat dari diriku. Lagipula kalau kau tidak menuruti kata-kataku.. kau.. kau...”

Nada suaranya merendah dan melambat.

“Aku tidak tahu sih, mungkin sesuatu yang buruk..”

Gubrak. Boneka sialan ini.

“Bagaimana, tubuhmu mengalami penyatuan dengan kristal Crisalia. Mungkin akan terjadi sesuatu. Karena ini hal yang baru, bisa jadi itu buruk.”

“Apakah itu benar?”

Boneka itu mengangguk, “Mana mungkin aku bohong soal begini.”

Aku berfikir sejenak, kemudian entah dari mana kupikir penawaran itu lumayan. “Baiklah, tapi kalau aku tahu sedikit saja kau berbuat jahat aku kita akan putus hubungan.”

Setengah-setengah kekuatan adalah pilihan yang lumayan. Dia lumayan kuat sebagai seorang boneka, namun dia tetap termasuk lemah. Kalau di akhir dia berbuat yang macam-macam, aku bisa melawannya. Tapi tetap saja ini berbahaya. Aku tidak merasa dia adalah makhluk yang jahat namun aku harus hati-hati.

Hei, aku tidak mau jadi penjahat.

“Baiklah, aku setuju, siapa namamu.”

“Aku tak punya nama? Panggil saja aku.. Rocky.” katanya nama yang lucu.

“Dan jangan panggil aku Shota boy, aku punya nama Shuzaku.”

 

 

“Kalian mengganggu Chuca-kun lagi ya!”

 

Sekali lagi aku diselamatkan oleh beberapa orang gadis perempuan dari tangan berandalan sekolah. Aku seringkali diselamatkan dengan cara seperti itu, dan itu membuat perasaanku campur aduk. Antara senang dan perasaan rendah diri. Seharusnya aku yang menyelamatkan cewek, bukan sebaliknya. Tapi sepertinya para perempuan itu jauh lebih ganas dariku atau cowok manapun. Apalagi jika mereka berkumpul. Kekuatannya naik banyak sekali.

Selain itu mereka semua memanggilku Chucakun lagi. Aku juga jadi bahan eksperimen mereka soal makanan bahkan ada satu waktu mereka berusaha mendandaniku seperti perempuan. Rasanya seperti jatuh dari mulut serigala ke mulut macan. Karena itu ketika keributan terjadi aku segera kabur dari semua itu dan menyendiri.

“Apa-apaan itu?” kata Rocky muncul dari tas bahuku.

“Jangan keluar di sini, kita bisa celaka.”

Rocky malah menggeleng tidak peduli. “Kau ini dilindungi perempuan, cowok macam apa itu? Aku tidak suka yang seperti itu. Tidak punya Style.”

“Aku begini juga bukan karena suka.”

Kemudian tiba-tiba semua diselimuti kabut. Aku merasa terkejut dan kemudian mencari orang lain. Namun semua orang membeku seperti es. Betapa kali kusapa tidak bergerak.

“Kita beruntung,” kata Rocky “Wrath, sedang muncul di sini.”

“Apa itu.”

Rocky membaui udara. Dia kemudian menunjuk satu arah dari tas sekolahku. “Di sana...”

Secara insting aku pergi ke arah itu. Namun tidak bisa dipercaya, sesosok besar makhluk buas muncul di sana, Makhluk hitam besar seperti bayangan. Dan anehnya lagi ada tiga orang perempuan menghadapi makhluk itu.

Yang pertama memakai pakaian berwarna merah menggunakan pedang. Yang kedua berpakaian warna Biru memakai panah dan yang ketiga berpakaian berwarna oranye dia memakai tombak. Semuanya memakai pakaian lucu dan rok. Imut sekali, mereka seperti sedang Cosplay. Wah, kenapa aku jadi otaku mesum. Tidak tidak, aku harus memperhatikan.

“Itu adalah Wrath, monster jahat dari perasaan jahat manusia. Sedangkan mereka adalah Warrior of Harmony, hei. Hei apa yang terjadi padamu.”

Kemudian aku melihat salah seorang gadis itu terjatuh, yang berwarna merah. Monster besar mencoba menginjaknya. Mereka kepayahan.

Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. Yang pasti perasaanku meluap-luap. Kekuatanku meluap-luap. Kemudian tubuhku bercahaya. Cahaya itu berubah menjadi pakaian. Pakaian yang cukup aneh karena berumbai rumbai. Aku memakai jas dan juga celana panjang hitam. Tiba-tiba aku memakai kacamata hitam yang sangat gaya. Dan.. Wow.. Rasanya...

Beberapa detik kemudian gadis berpakaian dan berambut merah itu ada di tanganku. Aku menggendongnya.

“Kau harus, hati-hati nona.” kataku, entah dapat kata itu dari mana.

Dia meronta dan menendang, aku melepaskannya. Kemudian tersenyum kepadanya dengan senyuman mautku.

“Si.. siapa kau..” kata perempuan itu.

“Aku..” aku merasa harus mengatakan sesuatu, sesuatu yang keren. Aku ingat kendaraan milik Mr Destruc, itu.. itu... “Phoenix, seorang pengelana kesepian yang kebetulan lewat.”

Ya, itu lumayan keren.

“Kau telah menyelamatkan teman kami terima kasih.” kata si Oranye.

“Wah rambut oranye kau nampak cantik sekali, tapi menyelamatkan kalian bukan kata yang tepat untuk itu. Aku hanya ingin menunjukkan bagaimana cara melakukannya. Dengan gaya, seni dan keindahan.”

Monster itu meraung di belakangku, hendak menghantamku jadi perkedel. Tapi aku tahu, hanya dengan bergerak beberapa senti aku menghindarinya. Aku berbalik dan mengupercut dagu monster itu. Kemudian kutarik kepalanya dan menghantamkannya ke bumi. Kuhantamkan pukulan tinju berapi dan membuatnya menjadi hancur seperti serpihan kertas.

Aku tersenyum, “Itulah yang dinamakan menghancurkan dengan gaya! Hanya pria sejati yang bisa melakukan seni macam itu. hahaha”

“Apa yang kau lakukan..” kata salah seorang dengan teror, mungkin si Biru “Wrath mewakili disharmoni dalam hati manusia. Jika kau menghancurkannya maka disharmoni itu akan kembali ke hati manusia. Ketidakbahagiaan itu tidak akan terselesaikan. Hati manusia akan hancur.”

“Hati bukanlah hal yang selemah itu. Monster seperti itu bukan apa-apa bagi hati manusia.” kataku. “Lagipula bukankah kalian harus menjaga diri kalian sendiri, aura kekuatan kalian terasa sedap sekali. Nona-nona boleh aku menyantap kalian.”

“Kau.. kau menjijikan” kata yang berambut biru.

“Hati-hati,” kata rambut merah “Aku merasakan aura buruk dari dalam dirinya.”

Ya, enak sekali aku ingin memakannya.

Mereka kelihatan ketakutan. Aku melihat ke pandangan mereka. Tanganku menyerap Wrath itu. Aku tersenyum. Selanjutnya batu kekuatan yang dimiliki para gadis itu.

“Ya,ya, ya selanjutnya kalian.”

Tidak...

Tiiiidaaaaaak!!

Aku pusing. Apa yang kulakukan.

“Lain kali gadis warna-warni. Tunggu aku untuk kembali.” aku pusing kemudian berlari menghindar. Para perempuan itu mengejarku. Tapi aku dengan cepat bisa bersembunyi. Berkat bantuan Rocky tentu saja.

Beberapa saat kemudian aku berada di kamar mandi. Kabut telah menghilang dan orang-orang kembali bergerak seperti biasanya.

“Apa yang terjadi,” kataku pada boneka itu.

Rocky berdeham. “Kalau bisa lepaskan leherku, akan kujelaskan nanti. Panjang ceritanya.”

Read previous post:  
Read next post:  
Writer MelZhi
MelZhi at He Who Protect Magical Girl (7 years 35 weeks ago)
100

Kak nekooo, saya memenuhi undangaaan...
waah... Cerita ini ngingetin saya ke sailormoon juga wedding peach.
.
sejauh ini menarik kaak >.<
cuma saya agak bingung sama penjelasan si Rocky ke Suzaku, entah itu typo atau bagaimana.
Tapi secara garis besar, saya sukaa..
.
Chucakun? So cute. :D
saya baca lanjutannya ya.

Writer AkangYamato
AkangYamato at He Who Protect Magical Girl (8 years 2 weeks ago)
90

Karya baru, eh?..
.
.
Luar biasa, saya belum mampu bisa menelurkan seri2 berbeda dalam waktu semepet ini!..
.
.
Hanya bisa mencoba mengikuti semua karya2mu dan semuanya berakhir dengan ending yang memuaskan dirimu. ;)

Writer neko-man
neko-man at He Who Protect Magical Girl (8 years 2 weeks ago)

Sebenarnya seri Reka membuatku sedikit frustasi, sorry. Jokenya lama-lama garing dan semakin lama semakin ngawur. sudah ada beberapa chapter di kompi. tapi kengawurannya sudah akut. Maaf. Yah karyaku emang tidak banyak yang selesai T.T sindrom penulis gampang bosan.

Writer AkangYamato
AkangYamato at He Who Protect Magical Girl (8 years 2 weeks ago)

LOL! Boro2 kamu yang produksi macem2 genre, lha saya yang cuma bikin satu cerita sekarang lagi bergelut dengan rasa bosan! Kamu nggak sendiri--dan masih ada yang lebih parah lagi!..
.
.
.
Bosen, sih, boleh2 aja. Asal jangan dilupakan. ;D
.
.
Secengan dari saya dan mudah2an membantu. :)

red_rackham at He Who Protect Magical Girl (8 years 4 weeks ago)
60

(^___^)
Jadi teringat sailormoon + tuxedo bertopeng....
Tapi pas baca ada boneka kucing aneh yg bisa bicara (maskot)....kok di kepala saia malah kepikiran 'QB (Kyuubei)?????'
Edited: Sepertinya bener2 QB deh (:-P) karena saia perhatikan dia bilang begini:
“Apa kau menginginkan kekuatan? Aku bukan malaikat, tapi bukan pula setan. Aku akan membuat perjanjian denganmu...”
Mufufufufufufufufuf.......
.
Menarik. Tapi sayangnya (menurut saia) plotnya masih terasa melompat2 en terlalu ngebut. Apa ini pakai style LN ya jadinya alurnya cepat banget.
.
Anyway....good start. Ntar saia baca lagi chapter2 selanjutnya.

Writer dansou
dansou at He Who Protect Magical Girl (8 years 5 weeks ago)
90

Pooiiin

Writer dansou
dansou at He Who Protect Magical Girl (8 years 5 weeks ago)

Bang Neko Ini menarikkk... Okelah ^^

Writer neko-man
neko-man at He Who Protect Magical Girl (8 years 5 weeks ago)
100

Chapter 1. Idenya sudah lama, terinspirasi Maho Shoujou. Tapi Twistnya, sudut pandangnya dari karakter misterious saviour macam Tuxedo bertopeng. Dan dia bukan karakter penyelamat yang biasa. Tapi karakter yang agak Macho tapi ngawur. Semoga bisa sampai EPIC AWESOME nya Suzaku/Phoenix Flame.

Writer tsukiya_arai
tsukiya_arai at He Who Protect Magical Girl (8 years 5 weeks ago)
100

unik aneh mesum(?) membingungkan keren lucu

Writer Alfare
Alfare at He Who Protect Magical Girl (8 years 5 weeks ago)
80

...WTH. Wow. Ini beneran aneh.
.
Aku terus senyum-senyum selama membaca, dan kini aku penasaran dengan apa kelanjutannya.