He Who Protect Magical Girls (2)

 

“Kueeeeeeeee....”

Rocky si boneka kucing makan dengan lahap roti tart stowberry yang aku berikan kepadanya. “Kau pasti bisa jadi istri yang baik.”

“Walau dipuji begitu aku tidak akan senang.” kataku sambil membenturkan kepalaku ke tembok, “sekarang katakan apa yang terjadi padaku. Bagaimana aku bisa mengatakan hal-hal memalukan seperti itu. Itu sungguh sungguh SENSOR dan SENSOR. Aku malu setengah mati. Malu setengah mati.”

Rocky kemudian menjelaskan sambil melahap strowbery.

“Bhiar akuw jelaskhan. Nyam. Pada zaman dahulu kala kekuatan jahat berkumpul dari kotak Pandora dan mengancam dunia. Para kesatria suci Harmony, kemudian dibentuk untuk mengalahkan kekuatan Pandora itu. Sayangnya kekuatan Pandora sekarang kembali, dia menyerap kekuatan dari pikiran buruk manusia dan bangkit sebagai Wrath. Kemudian Harmony dibangkitkan lagi. Oh, iya, ketika Wrath datang, ada kekuatan bumi yang menangkalnya dan membuat bumi virtual demi mencegah kerusakan. Nah bumi Virtual ini tidak bisa dilihat manusia namun masih berhubungan. Tujuan Wrath tentu saja menembus bumi Virtual. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat bumi Virtual.”

Jadi dunia dimana orang-orang beku menjadi patung batu dan dunia dipenuhi asap itu dunia Virtual.

“Jadi gadis-gadis warna-warni itu Harmony. Dan warna itu berasal dari Aura batu itu, itu merubah fisik mereka.”

“Sebenarnya ada lima, tapi beberapa saat yang lalu salah seorangnya meninggal. Aku curi batu kekuatannya dan kuberikan padamu.”

Aku menutup mulutku “Jangan-jangan kau membunuhnya.” Aku teringat dengan perempuan berambut ungu dalam mimpiku sekilas. Entah kenapa.

“Tidak, aku tidak membunuhnya, dia mati karena kecelakaan. Aku pun tidak bisa mencegahnya. Sekarang, kita harus merebut sisanya.” kata Rocky.

“Caranya? Aku harus membunuh gadis-gadis itu? Tidak mau!!”

“Kau harus mau atau atau mau kau mati?” kata Rocky.

“Apa maksudmu.”

Rocky berdeham, “Begini, batu suci Calissia adalah batu suci yang diciptakan khusus untuk kaum perempuan saja. Aku belum pernah mengetahui apa efeknya kalau diberikan kepada cowok. Tapi sepertinya, batu itu memakan dirimu. Aku melihat tubuh dan pikiranmu perlahan dimakan, tak lama kemudian kau akan jadi seperti mayat hidup.”

“Nggak mau! Tapi aku tetap tidak mau membunuh.”

“Apa boleh buat, aku juga tidak bisa melepas kutukan batu itu. Tapi jangan cemas ini hanya penelitian awal. Aku masih belum paham apa yang terjadi, tapi kau juga harus hati-hati. Masih beruntung kau tidak berubah jadi cowok dengan pakaian perempuan seperti gadis-gadis itu.”

Aku merinding membayangkan hal itu.

“Jangan-jangan aku jadi bahan percobaan.”

“Begitulah.” Rocky meraih teh yang tersaji di hadapannya.

Aku segera menyerbu ke arahnya “Ambil kutukan ini dan kembalikan hidup normalku.”

“Wah, Kau menumpahkan tehnya sialan! Ahhhh dan kau menginjak stowberry, Strowberry adalah De Heart De Cake. Mati Kauuu!”

Tapi Rocky malah mengambil ancang-ancang dan mengupercut diriku dengan gelas the hingga pingsan. Dengan kata lain dia meng-haryuken diriku sampai jatuh terkapar di lantai. Sakiiiit. Aku mau nangis, tapi cowok kan tidak nangis karena sakit. Apalagi di upercut boneka.

“Jangan remehkan boneka dengan Style ala Glorious ini ya.”

Dia lebih pintar ngomong Inggris dari aku. Sakit hati...

 

 

Daguku lebam gara-gara uppercut Rocky tadi malam. Rasanya masih sakit, walaupun boneka dia cukup kuat juga kalau marah. Rasanya sedikit bangga karena tanda luka adalah tanda kelelakian. Sayangnya ada berita buruk tadi pagi, Rocky akan mengikutiku kemanapun. Berita baiknya dia bisa berubah menjadi strap handphone, karena akan memalukan sekali kalau pergi ke sekolah membawa boneka. Karena ingin bisa melihat keadaan di luar, Rocky gantung di bagian luar. Tapi nanti Rocky akan kupasang di hanphone juga, itu permintaannya.

Sebagai Strap dia imut juga, tapi agak malu bawanya. Tapi imut. Tapi malu.

Jadi aku pergi ke sekolah, agak tergesa gesa. Lalu sebelum sampai ke sana aku dihadang oleh sekelompok preman sekolah yang ketinggalan jaman. Mereka menghalangi jalanku.

“Hei, cewek-cowok. Gara-gara kau kami dimarahi cewek-cewek.” kata preman dengarn rambut roti gulung.

“Betul,” kata temannya yang berambut jabrik.

“Ayo minta maaf.. Minta maaf.” kata temannya lagi yang rambutnya kelimis gundul.

Aku lebih baik minta maaf agar semua masalah ini cepat selesai. Lagipula aku masih harus mencari identitas seorang prajurit Harmony yang ada di sekolah ini. Begitu menurut perhitungan Rocky begitu.

“Anu, aku minta...”

“Hoi, Rambut roti gulung. Kenapa kau menghalangi jalan.” Kata Rocky.

Si rambut Roti gulung mengerutkan sebelah mata dan melirik tajam. Gawat dia bisa mengamuk. Dia pasti mengira aku yang bicara seperti itu.

“Maju sini kalau berani, dasar preman kampung. Beraninya kroyokan, kalian pikir kalian keren kalau begitu, kalian yang banci,” kata Rocky memanas-manasi.

“Anu...” itu bukan aku yang ngomong tapi boneka sihir. Nggak mungkin aku ngomong begitu.

Sang preman melihat ke sekitar. Ada banyak yang melihat kejadian itu, kemudian dia mundur. Kalau mereka berkelahi di sini kelihatannya hanya seperti menganiaya anak-anak. Sekarang semuanya sudah jelas.

“Awas, kau kutunggu sepulang sekolah.” kata sang preman mengajak teman-temannya pergi.

Huwwaaaa... Hidupku bahkan sudah hancur hanya beberapa hari bersama makhluk ini. Apa lagi kesialan yang akan kutemui. Kupukul kepala si boneka kecil itu ketika dalam perjalanan.

“Apa yang kau lakukan.” kataku berbisik.

“Mereka menyebalkan sih hajar saja.” katanya juga sambil berbisik.

“Mana bisa, tubuhku kecil begini.” segera kuakhiri pembicaraan ini karena takut akan ada orang yang melihatku bicara dengan strap handphone.

 

 

Bel bunyi tanda sekolah dimulai berdentang, aku selamat tepat tiba di kelas sebelum bel dibunyikan. “Safe..” begitu kataku dalam hati. Beberapa perempuan menyapaku, aku balas sapaannya kemudian duduk di bangku kiri di dekat jendela. Di depan dan di belakangku semuanya perempuan. Satu-satunya sahabat laki-lakiku adalah Nakamori.

Nakamori adalah teman yang baik, walau dia sedikit kurang populer di kalangan perempuan. Bahkan kadang-kadang mereka menjauhkanku agar tidak terkena pengaruh buruk Nakamori. Kenapa Nakamori punya nilai yang buruk di mata perempuan karena gaya humornya yang vulgar. Mereka bilang dia mendekatiku karena ingin kenal dengan perempuan, karena katanya aku populer. Aku sendiri tidak peduli, Nakamori sangat baik kepadaku. Sebenarnya dia orang yang baik, sayang orang tidak melihat lebih dari penampilan luar.

“Halooo, Shuza-suke, Nice Day De Gozaru!” katanya sambil senyum monyet.

“Hai Nakamori,” Sapaku.

“Ngomong-ngomong Jendral, kau sudah mengerjakan tugas matematika.” katanya.

“Ahhh. Aku lupa.” Karena tadi malam ngobrol lama dengan Rocky aku jadi lupa.

“Aduh, aku harus cari orang lain. Bertahan di sana Jendral.” lalu dia pergi mencari contekan ke teman-temannya yang lain.

Kemudian beberapa teman perempuan mendekatiku. Mereka menawariku catatan. Aku sudah berusaha menolak, tapi mereka memaksa. Rasanya tidak mungkin menolak mereka dan akhirnya kuterima saja.

“Asal jangan beritahu Nakamori,” kata mereka.

Aku menghela nafas panjang. Tersenyum dengan gamang. “Ah, Nakamori tidak sejahat itu.”

“Dia itu porno-porno!” kata yang lain, “Aneh lagi.”

Aku tidak bisa membantahnya, maafkan aku sahabatku.

“Kalian ini, Chuca-kun juga cowok kan.” kata yang lain, “Pasti punya yang seperti itu.”

“Kau ini Chucaku tidak mungkin punya.”

“Iya tidak mungkin punya.”

Sebenarnya aku punya, kumasukkan di bawah tempat tidur. Itu kulakukan karena katanya cowok normal selalu punya yang seperti itu. Tapi semenjak itu tidak pernah berani menengok ke kamar tidur. Mungkin aku ini tidak normal. Sedihnya.

“Aichi, kau belum mengumpulkan selebaran, itu harus diisi sekarang.” katanya.

 

 

Namanya Honoe Shizuyama, nama yang panjang. Dia adalah seorang pendiam yang ketus. Dia sudah jadi ketua kelas semenjak SMP, itu yang kudengar. Kupikir dia mendapat kutukan ketua kelas semenjak itu. Selalu jadi ketua kelas terus menerus. Semacam kutukan.

Ngomong-ngomong dia lumayan populer di kalangan cowok, ini info dari Sarutobi Nakamori, jadi bisa jadi salah. Menurutku? Dia lumayan cantik. Dan dia pasti sekali kalau pakai bikini. Dan..

Awawa... Suzaku, apa yang kau pikirkan.

“Maaf aku lupa membawanya Shizuyama.” aku mengangguk minta maaf.

“Huh, sudah kubilang kemarin tidak boleh telah.” dia menoleh dengan sebal.

Hua, aku sepertinya dibenci. Mungkinkah dia bisa melihat inti hatiku yang sebenarnya kelam. Tapi bagaimanapun aku ini cowok yang sedang puber. Tapi tetap tidak boleh membayangkan teman sekelasku dalam pakaian yang tidak-tidak...

Seperti Cat girl atau pakaian suster atau pakaian cina.

Hua... salah..

Maafkan aku Honoe, maafkan aku.

“Ngapain sih dia, sok sekali denganmu Chicu..” kata salah seorang cewek.

“Iya, padahal kita sudah menghalau orang-orang yang mau menindas Chicu.”

Salah seorang mengusulkan, “Kita berikan dia peringatan.”

Huaaa, penindasan. Aku menyaksikan konspirasi penindasan kaum perempuan. Bagaimana ini, cowok seharusnya tidak ikut campur dalam masalah ini. Tapi aku kan meragukan. Hua, diriku jangan pernah ragu.

“Lihat kau sampai depresi seperti ini, akan kuhajar cewek menyebalkan itu.”

Bukan..

Aku masih cowok, pikirkan Honoe telanjang. Pikirkan Honoe telanjang. Ya, itu sudah...

Tiddaaaaaaaaaaak!!

“Ngomong-ngomong, hapemu bunyi lho Chicu.”

“Hape bunyi, Hape bunyi, Hape bunyi” Suara ringtone hapeku terdengar.

Ini tidak benar, ini salah, dosa besar, terkutuk. Ya, perbuatanku sudah tidak bisa dimaafkan. Tapi bagaimana ini, bagaimana kalau kelelakianku diragukan. Ya kupikir tidak apa-apa. Lebih baik aku langsung saja jadi Iblis. Iblis tidak apa-apa.

“Hape bunyi, setan, ini kodenya, kode hape.”

“Shizu, hapemu bersuara aneh.”

Tak apa-apa maafkan aku Honoe...

 

“HAPEMU BUNYI BODOH! ITU KODENYA!! AYO KE WC!”

 

Rocky sebagai Strap Hp menendang tepat di daerah selangkanganku. Sebagian aku mengutuknya, sebagian lagi aku berterimakasih kepadanya. Aku tak perlu meragukan kelaki-lakianku karena kelaki-lakianku rasanya sakit banget.

“Aku ke belakang dahulu..” kataku sambil berjalan ke WC dengan aneh.

“Ringtone hape yang aneh.” para perempuan berbisik.

 

 

Seperti Biasa HP yang bau rokok dan jorok. Penuh dengan coretan dan kotornya minta ampun. Satu hal yang aku tidak tahan sebagai cowok. Ampun, aku iri sekali dengan para perempuan. Kenapa toilet mereka begitu bersih dan rapi, nampak dari luar seperti istana surgawi. Inilah hal yang kusesalkan. Aku ingin ke sana, tapi tentu saja aku akan dipenjara karena hal itu.

Tapi tetap saja, “kita harus menerima hal-hal dengan Macho” by Mr Destruc saat dia menghadapi Bingo-man di saat terakhir. Walaupun kenyataannya banyak hal yang hilang dari hidupnya dia harus maju. Ya, walaupun rasanya menjijikkan.

“Kau ini, sudah kupanngil.” kata Rocky.

“Maaf, ada apa?”

Rocky dalam bentuk boneka kemudian berkata seperti berbisik. “Aku melihatnya, dia tidak meletakkannya dengan hati-hati. Aku melihat alat perubah, diletakkan di tasnya yang sedikit terbuka. Tadi aku sempat melepas taliku dan menyelinap di tiap tas dalam bentuk gantungan kecil.”

“Kau bisa melakukannya.”

“Tentu saja, aku adalah Rocky yang hebat dengan gaya yang luar biasa. Gadis itu adalah gadis yang ada di kelasmu. Yang tadi bicara denganmu dan memberikan kertas kuisioner yang harus kau isi.”

“Konoe,” aku kaget, jadi salah satu dari gadis itu adalah Konoe. Aku tidak begitu mengingatnya karena waktu aku berubah rasanya seperti buram. Tapi sekarang semakin jelas. Itu mirip Konoe. “La.. lalu apa yang kita lakukan.”

Dia berfikir sejenak, berfikir sangat serius. Kemudian kupingnya bergerak-gerak.

“Aku tahu, aku pernah dengar kekuatan Harmony berasal dari kesucian dunia. Mungkin itu ada pengaruhnya juga dengan mereka. Begini bagaimana kalau kau.....”

 

 

SJURRRRR!

 

Kepala Rocky berakhir di toilet. Aku menyiramnya.

“Berjanjilah kau tak akan pernah menyebutkan ide semacam itu lagi.”

Rocky kemudian bergumam, “Itu pilihan masuk akal, lagipula kau pasti menyukainya. Aku akan...”

Aku menyiramnya lagi sehingga Rocky mengeluarkan suara gelembung-gelembung air.

“Kau tahu toilet di sebelah sedikit lebih kotor,” aku mengancam.

“Maafkan aku aku tak akan mengulanginya.” Rocky akhirnya menyerah.

Ide yang absurd. Tidak mungkin aku melakukan ini dan itu. aku.. aku.. aku..

Maafkan aku Honoe! Aku membayangkan adegan yang tidak seharusnya. Maafkan aku Tuhan, maafkan hambamu yang sesat dan sudah terjerumus ke lembah gelap setan. Aku hanyalah seorang hidung belang-hidung belang murni. Hidung belang.

“Sekarang karena ideku tidak kau terima, lanjutannya apa?”

Aku berfikir keras dan kujawab dengan jujur, “Aku tidak tahu. Ngomong-ngomong bagaimana kalau mereka tidak memiliki kekuatan lagi. Kan ada monster.”

“Kita yang akan menyegel Pandora, tidak apa-apa kan.” Rocky kembali jadi Strap Handphone.

“Ah benar juga.” Aku segera kembali ke kelas “Berarti tugasku belum selesai dong.”

Tiba-tiba muncul tiga orang pria di hadapanku. Mereka adalah Preman tadi pagi.

 

“Hallo cewek lucu masih pakai tolet cowok, kebetulan sekali, akan kutunjukkan cara pakainya..” dia menggertakkan jemarinya.

 

 

Read previous post:  
62
points
(1857 words) posted by neko-man 8 years 5 weeks ago
88.5714
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | petualangan | anime | Magical Girl | Orific | shonen
Read next post:  
Writer MelZhi
MelZhi at He Who Protect Magical Girls (2) (7 years 36 weeks ago)
100

Makin menyenangkan dibaca, Kak. :D
.
Biasanya saya ga terlalu masalah sama typo, krn saya juga sering memunculkannya, tapi di sini cukup memusingkan, Kak. Kayak nama ceweknya. Um, harusnya namanya tuh Konoe atau Honoe?
.
Di samping itu, saya lebih suka part ini drpd sebelumnya. Lebih smooth progress ceritanya.
Saya lanjut ya kaak..

Writer dansou
dansou at He Who Protect Magical Girls (2) (8 years 5 weeks ago)
90

Eh... salaah

Writer dansou
dansou at He Who Protect Magical Girls (2) (8 years 5 weeks ago)
80

Tinggal masalah tanda baca aja sih. Selain itu, saya pikir enggak ada masalah :D

Writer 145
145 at He Who Protect Magical Girls (2) (8 years 5 weeks ago)
90

Ditulis dengan sangat apik (dan epik (pas si rocky masuk ke toilet)). Maan, aku jg jadi pingin nulis sesuatu ttg Mahou Shoujo.
-
Btw jadi si Rocky itu apa? Tidak. Soalnya biasanya ada perkenalan diri, semacam "Aku adalah guardian bla bla bla", dari makhluk-makhluk semacam itu. (si shota juga gak terlalu banyak mempertanyakan hal itu ya?)

Writer Riesling
Riesling at He Who Protect Magical Girls (2) (8 years 5 weeks ago)

AYO BANGKITKAN REVOLUSI MAHOU SHOUJO!!! *plak

Writer neko-man
neko-man at He Who Protect Magical Girls (2) (8 years 5 weeks ago)

Wah, apa seharusnya menjelaskan di awal...

100

Ahah.......ini lucu deh,,

saya suka waktu si 'aku' bimbang sama dia iblis atau dia cewek, wkwk

Writer neko-man
neko-man at He Who Protect Magical Girls (2) (8 years 5 weeks ago)
100

Chapter 2. Bisa diduga karakter cewek misterius adalah Magical Girl yang mati sebelum seri ini dimulai. Kenapa dia mati dan karakternya akan dijelaskan di bab-bab selanjutnya. Kematiannya membawa pengaruh serius ke dalam tim. Ada adegan Ecchi sedikit di sini. Semoga tidak di Ban. Ditambahi "s"