Citayasi - Pedang

 

NAMA: Citayasi

UMUR: Tiga generasi

JENIS KELAMIN: Pedang

 

DESKRIPSI FISIK

Sebuah pedang panjang bermata dua dengan ujung runcing. Aringnya lurus tipis, kira-kira dua kali panjang gagang. Gagangnya untuk dua tangan, berwarna coklat kehitaman. Terdapat sebuah rantai kecil menjuntai di bagian pasi, tergigit oleh kepala serigala yang merupakan bentuk pasi pedang ini. Ukiran aksara-aksara kuno menghias setengah dari panjang bilah.

Sarung Citayasi dihiasi oleh rajutan ular naga di pangkal. Ujung sarung dilapis perunggu tipis, berulir, rumit. Tali memungkinkan sarung ini dipasang di tali pinggang, dan bukan hanya itu: di satu sisinya ada gagang untuk memegang sarung seandainya tidak sedang diikat ke pinggang.

 

KEPRIBADIAN

Tidak punya.

 

BIOGRAFI

Citayasi ditemukan tertancap di sebuah pohon akibat ulah seorang kakek tua. Si kakek berkata bahwa pedang ini akan memberikan kekuatan bagi yang bisa melepasnya. Seorang pengembara datang dan melepas pedang tersebut tanpa kesulitan. Tiba-tiba si kakek menghilang!

Ratusan tahun setelah itu, Citayasi rupanya dipakai dalam sebuah pertempuran hebat. Pangeran melawan pangeran. Di akhir pertempuran tersebut, Citayasi pecah berkeping-keping. Sekawanan penjarah kebetulan melewati tanah pembantaian tersebut, dan mereka mengumpulkan pecahannya dan menempanya menjadi sebuah pedang kembali. Ternyata salah satu penjarah tersebut adalah putra mahkota!

Citayasi hilang. Seorang gadis pencuri mengambilnya dari ruang harta istana. Si pencuri kabur ke hutan, menghindari kejaran pasukan kerajaan, tetapi di kegelapan malam ia tidak menyangka bahwa di depannya terbentang danau luas nan dalam. Si pencuri tercebur! Raja pun datang, berperahu di danau tersebut ditemani punggawa-punggawanya. Awalnya mereka hanya ingin memastikan bahwa si pencuri sudah mati (dan mengikhlaskan Citayasi yang ikut hilang ditelan danau) namun ternyata sebuah tangan mencuat dari danau! Menggenggam pedang! Sang Raja mengambil pedang tersebut, tidak lain adalah Citayasi, dan percaya bahwa Nona Penunggu Danau telah memberi sihirnya kepada pedang ini.

 

KEMAMPUAN

  • Menebas
  • Menusuk
  • Menangkis

 

KELEMAHAN

  • Jatuh jika tidak dipegang (kecuali ditancapkan ke tanah)
  • Bisa dilebur dan ditempa menjadi benda lain, atau bahkan jadi seonggok logam membosankan
  • Benda mati

 

REALM: Masa kini

 

MOTIVASI

Pedang ini—katanya—milik Nekoman. Aku tidak percaya, jadi kubilang saja: “Lawan aku dulu.” Eh dia malah menyuruh pedang ini mengikuti turnamen Battle of Realms. Iya, pedang ini, karena aku tentu saja tidak mau bertarung. Suamiku akan marah besar jika aku bertarung lagi; kehidupan itu telah kutinggalkan sejak lama.

 

KEHIDUPAN SEBELUM TURNAMEN

Namaku Tari. Aku seorang guru les dansa di kota. Ketika aku sedang bersiap untuk pindah rumah—ya tahulah, perumahan yang lama itu sering banjir—kutemukan sebuah gulungan kain di gudang. Ketika kubuka, isinya pedang! Ada tulisan Citayasi di kain tersebut. Aku bingung, ini pedang siapa? Saat masih bingung dan keluar pintu rumah, kudapati seorang pria (kemungkinan pria) berjas merah dan bertopeng… kucing? Kudapati seorang pria bertopeng kucing berdiri diam di hadapanku.

“Itu pedangku,” begitu katanya.

“Tampangmu mencurigakan. Aku ingin menelpon suamiku dulu.”

“Jangan! Namaku Nekoman, dan jika kau tidak ingin pedang ini kuambil paksa, ikutlah Battle of the Realms.”

Aku tidak mau bertarung. “Bagaimana jika pedang ini saja yang ikut acara anehmu itu?”

Sekejap kemudian, ia mengeluarkan secarik kertas dan sebotol tinta. Ia menyuruhku mencelupkan ujung pedang ke tinta, dan menggores “tanda tangan pedang” ke kertas tersebut. Aneh sekali.

“Baiklah. Pedang ini sudah terdaftar dalam Battle of the Realms. Terima kasih, Tari.”

Kini aku baru ingat bahwa aku belum menelepon suamiku. Ia pasti marah besar jika tahu bahwa aku menjadi squire bagi sebuah pedang di turnamen.

Diikutsertakan dalam Battle of the Realms
http://www.kners.com/showthread.php?t=1332

Read previous post:  
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
Kazzak at Citayasi - Pedang (8 years 4 weeks ago)
100

susah

Penulis AwankoLosta
AwankoLosta at Citayasi - Pedang (8 years 4 weeks ago)
100

Fathur: "bagus... berarti aku bisa menguasainya" *senyum kemudian berlalu

Penulis humerus
humerus at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)

Beban lu, musuhnya mau nulis cerita apa coba?

Kazzak at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)
80

wah-wah..... benda juga boleh ikut turnamen ya?

Penulis neko-man
neko-man at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)
100

Musuh yang menyusahkan, bagaimana menentukan menang atau tidak...

Penulis glentripollo
glentripollo at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)
100

kalo gitu... cuekin aja... langsung melengos pergi menuju gerbang babak selanjutnya... #plak

Penulis Rendi
Rendi at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)
80

wkwkwkkwkwkwk epic dah!! masalahnya gimana karakter lain bertarung dengan 'karakter ini'?

^oh udah ada yang komen ^^;
bukannya ntar karakternya diadu ya? ga harus bak-buk gitu kan? masalahnya mekanisme penilaian siapa yang menang dan kalah yang akan rumit nih :))

Penulis Zoelkarnaen
Zoelkarnaen at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)
100

Aneh, tapi kreatif...

Penulis smith61
smith61 at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)
100

namanya bagus kak rea

Penulis Sam_Riilme
Sam_Riilme at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)
100

Astaga, pemilik pedangnya dancer juga? Udah 3 karakter aja yang sama-sama dancer..
.
Sama-sama perempuan bersuami pula..

Penulis centuryno
centuryno at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)
100

tunggu benda ini gimana bertarungnya ?

Penulis Rea_sekar
Rea_sekar at Citayasi - Pedang (8 years 5 weeks ago)

emang harus bertarung? gak ada tuh peraturan yang bilang bahwa "peserta harus bertarung sampai mati".
.
hehe :D