Berdansa dengan Dusta

Kemarin kau berdusta padaku,
Lalu aku tau
Hari ini kau berdusta padaku,
Lalu aku tau
Baru saja kau berdusta lagi padaku,
Lagi-lagi aku tau

Mengapa dusta masih berdansa denganmu?
Sementara aku di sini melihatmu
Aku hanya terpaku
Tak kuasa membalas perbuatanmu

Sering aku mengajakmu berlari tinggalkan ruang dansamu
Namun tak pernah sekalipun kau hiraukan aku

Tak takutkah kau pada dosa dustamu?
Takkan kubalas dosa dengan dosa

Dalam sujud terakhirku,
Selalu kusebut namamu
Dalam setiap doaku,
Kuselipkan namamu
Ikhlasku memohonkan ampun atas dosamu kepada Rabb-mu

Berjuta tetes air mata selalu membasah di pipiku
Ketika kau lelap terbuai dalam mimpimu
Kau tak pernah tau senduku
Sesungguhnya aku berdansa dengan sendu
Saat kau berdansa dengan dusta lugu

Bahagiakah kau saat berdansa dengan dusta?
Sampai kapan musik dansa dusta itu berhenti mengalun?
Aku sabar menunggu hingga hening,
tiada lagi musik mengalun,
tiada lagi dansa di panggung

Panggung dansa dusta
Kujadikan ladang pahala
Tuk meraih surga

Ya Allah Ya Rahman  Ya Rahiim,
Hanya pada-Mu aku memohon kasih
Hanya pada-Mu aku memohon cinta
Hanya pada-Mu aku memohon sayang

Read previous post:  
12
points
(105 words) posted by pulascilik 7 years 40 weeks ago
40
Tags: Puisi | kehidupan | Cinta | Kehidupan | sayang
Read next post:  
Be the first person to continue this post
hers at Berdansa dengan Dusta (7 years 39 weeks ago)
80

mungkin ini yang disebut cinta itu buta,,, hehe
salam.

Writer pulascilik
pulascilik at Berdansa dengan Dusta (7 years 39 weeks ago)

Haha, kok bisa kak?
Jelaskan :D
salam kembali

Writer milisi
milisi at Berdansa dengan Dusta (7 years 39 weeks ago)
70

wah terasa hahahaha
salam kenal

Writer wacau
wacau at Berdansa dengan Dusta (7 years 39 weeks ago)
70

jadi kepikiran mo belajar dansa :)
(salaman)

Writer apelmerah
apelmerah at Berdansa dengan Dusta (7 years 39 weeks ago)
70

dusta jadi asyik karena terbiasa, hayoo pilih mana??

Writer dandies
dandies at Berdansa dengan Dusta (7 years 39 weeks ago)
80

Nice.. :)