Terima Kasih, Bos!

 

“Kamu bertahan dan kamu akan menang”

---Lily Zhang

 

22 april 2008

Sudah kutolak apa yang pernah ditawarkan kepadaku. Kuyakini bahwa tidak akan bertahan dengan posisi saat aku ditempatkan di salah satu distributor elektronik kepunyaan paman Fabiono. Pesimisku memadu begitu indah dalam hatiku kala permintaan yang diajukannya. Bagaimana tidak, aku diminta – dengan sepihak untuk menjadi mata-matanya di perusahaan cabangnya itu. Yah, paman Fabiono memang tidak menetap di Pontianak dan mempercayakannya kepada sahabatnya.  Percaya?  Kelihatannya tidak lagi cocok untuk saat ini, situasi genting yang pasti akan dihadapinya.

Dengan berat hati, akhirnya kuterima juga permintaan paman yang sangat menyayangiku sejak usiaku masih belia. Dan KINI aku telah duduk manis di hadapan pimpinan yang dicurigai mempermainkan uang perusahaan - tentunya oleh pamanku.

“posisiku apa, Pak?” tanyaku sopan.

“kamu bantu-bantu ajah” tuturnya seraya memperhatikanku tanpa berkeinginan melepaskan pandangannya. Hatiku mencelos dilanda kebingungan. Perusahaan apa ini? Bantu-bantu? Emangnya aku pembantu!! Gumamku marah dalam hatiku.

 

1 Juni 2008

Aku terbuang. Begitulah tanggapan atas posisiku. Dengan seenak jidat pimpinan yang kurasa mereka tahu bahwa aku masuk bekerja di perusahaan ini untuk tujuan yang diinginkan pemiliknya, paman Fabiono. Mungkin ia berpikir aku akan mencerai-beraikan perusahaan yang telah menjadi ladang uang buatnya pribadi.

“kamu pegang administrasi keseluruhan untuk perusahaan elpiji yang baru kita bangun, serta tetap harus bantu-bantu kerjaan perusahaan elektronik kita” ucap pak Tandiono santai dan keyakinanku ia memperhatikan dan berharap reaksiku lebih dari ucapanku “iyah Pak, akan saya kerjakan sebaik mungkin”

 

29 Juli 2009

Setahun  sudah berlalu sejak pertama kali aku didelegasikan tugas yang well menurutku sangat berat. Bagaimana tidak? Semua pekerjaan dari membeli, menjual, memasarkan, mencatat, menagih, dan mendokumentasikan menjadi makanan sehari-hariku, semua itu belum ditambah dengan pekerjaan di elektronik yang seabrek-abrek.

Tidak jarang aku menangis sendirian hingga menangis meraung-raung di rumah. Yah, tidak sesederhana kelihatannya. Keresahanku bukan hanya dikarenakan pekerjaan yang banyak dan aku harus lembur setiap malam. Tapi juga dikarenakan aku sering secara implisit dituduh menghilangkan, melalaikan, bahkan menjual barang tanpa melalui perusahaan. Aku tahu bahwa mereka menuduhku mencuri. Aku pencuri? Wah, ini sungguh keterlaluan mengingat aku bahkan sering mengganti barang-barang yang tiba-tiba hilang dengan kas pribadiku. Bukankah wajar kalau aku menjadi terlalu sedih dan kecewa untuk melanjutkan pekerjaan di perusahaan yang tidak pernah sekalipun menghargaiku?

Paman Fabiono? Yah, tentu saja dia terus menyemangatiku bahkan ketika harus menghadapiku yang menangis seperti anak kecil.

“AKU MAU BERHENTI, OM!” jeritku di telepon malam itu. Bunda mengelus-elus punggungku berusaha meredakan amarahku.

“Rina, kenapa kamu? Ada apa? Cerita dulu sama om.”

“Dia menuduhku LAGI, mengkambinghitamkanku, barang hilang namun aku yag harus bertanggung jawab padahal barangnya tidak berada di depan mataku, harusnya kan orang gudang yang bertanggung jawab, Om...” keluhku sambil terisak.

“Oooh, Om ngerti... kamu yang sabar Rin, sebentar lagi”

 

8 agustus 2009

Dan Tuhan itu adil. Kutatap pak Tandiono lekat-lekat, peralatan-peralatan bahkan perlengkapan kantor satu per satu ia angkut. Aku sadar akan rencananya. Seperti yang sudah tertebak logikaku, ia akan memisahkan diri dari perusahaan ini. Merekrut siapa saja yang kompeten untuk ia manfaatkan di kemudian hari. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala.

Dan apa yang terjadi? Aku dibiarkan sendiri di perusahaan itu dengan berteman barang-barang sisa. Tapi kemudian menangkup rasa syukur dalam nuraniku. Kenapa? karena ia telah mengajarkanku banyak dalam hal berdagang sampai dengan pengurusan administrasi perusahaan secara keseluruhan. Baru kali ini, sekali, aku bersyukur di tengah pergolakan, perlawanan ia kepadaku untuk menuntut sang pemilik. Aku tahu ia terlalu takut akan terbongkar dan diusir secara tidak hormat, oleh karena itulah ia mencoba untuk mengumpulkan dana dari permainan kotor atas keuangan perusahaan dan finally memisahkan diri dari perusahaan ini.

Ia tentunya menghadapi konsekuensi atas perbuatannya. Mungkin saja ia bermaksud mengusirku secara perlahan dengan memaksaku untuk bekerja melebihi kapasitas, namun ia malah menggali lubang kuburnya sendiri karena hal itu berdampak pada peningkatan kualitas kemampuanku.

 

8 september 2009

Mereka melakukan pungutan suara untuk membedakan orang yang mengikuti pimpinanku keluar dari perusahaan atau menetap pada perusahaan bersama pemilik resmi.

Dari puluhan karyawan yang mengikuti pemilihan pimpinan, yang menetap hanya dua orang yakni aku dan Joni – temanku yang saat itu hanya berpangkat supir.

 

9 September 2011

Dua tahun lalu, aku bersama Joni yang kini telah berpangkat seorang kepala teknisi memulai dengan perekrutan pimpinan cabang dan karyawan lain yang baru. Semula kuyakin, pak Tandiono tetap meremehkan kami dikarenakan perekrutan pimpinan cabang dan karyawan baru yang masih tergolong anak muda.

Hasilnya? Aku, Febrina bersama timku kini meraih kesuksesan melampaui mereka yang selalu meremehkanku dan timku. Apalagi saat ini posisiku yang sempat ‘tidak jelas’ ini menduduki kepala keuangan beserta menjadi orang kepercayaan pemilik perusahaan yang kini dapat kami banggakan.

Apabila ada orang-orang menyebut pengalamanku pahit, tapi tidak bagiku itu pengalaman paling menarik dan menyenangkan. Saat ini karena kami mencintai perusahaan maka kami dapat sangat berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar di Kalimantan Barat. Dan tidak hanya sampai saat ini, tapi akan kami pertahankan dan berusaha yang terbaik untuk masa depan perusahaan yang berdampak pada masa depanku dan teman-teman seperjuangan.

 

Dedikasi ini dipersembahkan untuk peluang, dukungan semangat dan perjuangan yang tiada berkesudahan orang tua, paman fabiono, dan teman seperjuangan serta khususnya kepada ;

Pak Tandiono.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer AuThoRities_Ly
AuThoRities_Ly at Terima Kasih, Bos! (7 years 35 weeks ago)

Elok : ada unsur true story tetapi dikemas menjadi fiktif. :D
Dayu & Dona : makasih yah sudah berkunjung ke lapakku.. :)

Writer elokparamita
elokparamita at Terima Kasih, Bos! (7 years 35 weeks ago)
30

ini kisah nyata ???

Writer elokparamita
elokparamita at Terima Kasih, Bos! (7 years 35 weeks ago)

well ini kisah nyata ?

Writer dayu_ledys
dayu_ledys at Terima Kasih, Bos! (7 years 36 weeks ago)
50

kasih vote aja deh ;)

Writer donasaku
donasaku at Terima Kasih, Bos! (7 years 36 weeks ago)
50

perjuangan yang berat