Close to You

 

Bel berdering nyaring tepat ketika aku menginjakkan kaki di gerbang sekolah. Aku melirik jam tangan, pukul 6.30 pagi. Berarti bel tadi menandakan dimulainya jam pelajaran ke nol untuk siswa kelas XI dan XII.

Bagiku yang sudah beberapa kali menandatangani berkas ‘Daftar Siswa yang Terlambat Pendalaman Materi’, sudah sampai di sekolah pas bel itu sesuatu banget. Jadi aku kali ini berjalan santai menikmati pagi yang cerah, bukannya berlari panik seperti biasa.

Mungkin kita punya semacam ikatan batin, karena aku mendadak menoleh dan melihatmu sedang memarkir motor. Kamu dan jaket birumu. Pagi ini kamu kelihatan dingin seperti biasa. Nggak ada semangat hidup. Aku cuma berharap kamu nggak mendadak menenggak Baygon suatu hari nanti.

Aku berjalan pelan. Pelan banget. Menunggu kamu tepat berada di belakangku. Berhubung sekolah kita ini menganut sistem moving class yang menyebabkan siswanya harus pindah kelas setiap pelajaran, dan berhubung kamu bukan tipe cowok yang gemar mengingat jadwal moving class, aku cukup yakin kamu nggak tahu pagi ini kita seharusnya belajar di ruang mana.

Aku setengah berharap kamu bakal memanggilku dan bertanya padaku. Kemudian aku akan menjawab, “Kita di ruang 14.”

Tapi tentu saja kamu nggak bakal nanya. Kenapa sih kamu pelit bicara? Kita bener-bener bumi dan langit. Asal kamu tahu aja, bicara itu hobiku.

Atau aku menyapa duluan aja ya? “Halo, Raven! Apa kabar? Kok kamu letoy banget sih? Pagi-pagi yang semangat, dong. Jangan galau begitu. Contohlah aku yang setiap hari, setiap waktu, setiap jam, dan setiap detik selalu ceria lahir dan batin ini!”

Seperti itu? Itu sapaan khasku. Panjang namun bisa kuucapkan dengan satu tarikan napas. Aku lebih menyebut diriku ‘penuh energi positif’. Tapi teman-temanku nggak setuju. Mereka gemar mengataiku  ‘cerewet’.

Tapi ketika aku menoleh dan melihatmu mengikutiku menuju kelas, aku nggak bisa bicara. Aku bisa menyapa semua orang dengan ramah. Aku bisa mengobrol dengan siapapun. Kecuali kamu. Apa pendiam itu bisa menular? Aku betul-betul berharap kemampuan berbicaraku yang fantastis ini nggak langsung menghilang ketika aku berada di dekatmu. Beneran deh, aku ingin sekali bisa ngobrol denganmu.

Atau aku kerjain kamu aja ya? Aku bakal mengambil jalan memutar menuju ruang 14 dan melihat apakah kamu tertipu atau nggak.

Aku menoleh sekali lagi. Keterlaluan, aku bahkan nggak bisa ngerjain kamu.

Setiap melihatmu, seperti ada sesuatu yang beterbangan dalam dadaku. Burung? Kupu-kupu? Capung? Atau laron? Entahlah. Mungkin ini bukan majas perbandingan yang bagus, tapi saat ini jantungku terasa seperti suaka margasatwa.

Yang bisa kulakukan hanya tetap berjalan sambil berusaha mengabaikan perasaan aneh itu. Aku benci situasi ini. Ini mempersulitku, karena aku makin nggak bisa mengatakan apa-apa padamu.

Aku tetap diam sampai tiba di kelas. Bodoh banget nggak sih?

Guru bahasa Inggris kami baru saja membagikan kertas soal. Kemarin aku mengambil nomor undian yang sama dengan Yudha, itu berarti hari ini aku akan duduk sebangku dengan cowok itu. Kelas kami memang memakai undian untuk menentukan teman sebangku. Ini semua supaya kami saling mengenal, dan sepertinya program ini sukses besar.

“Kok duduk di belakang sih?” protesku pada Yudha ketika melihat cowok itu menempati deretan kursi paling belakang.

Aku melihatmu menaruh tas di bangku deretan tengah. Aduh, aku lebih suka kalau duduk di depan atau di belakangmu.

“Nggak dapet tempat, Ci. Makanya kamu dateng pagi, dong!” jawab Yudha.

“Ini juga udah pagi,” balasku sewot.

“Pagi apaan? Udah jam segini dibilang pagi.”

“Berisik deh, Mister Pri juga baru dateng itu,” aku manyun.

Kemudian Mister Pri menegur dan menyuruh kami segera mengerjakan soal. Aku dan Yudha memang kalau bertemu lebih sering ribut. Tapi aku lebih suka kalau ribut denganmu. Setidaknya kita bicara, kan?

*

Pukul 10.15, bel berdering untuk yang kesekian kalinya. Kali ini menandakan waktu istirahat. Aku membuka kotak makananku dan mengambil sepotong brownies di dalamnya. Kueku langsung mengundang teman-teman berkerumun, termasuk dirimu. Mereka langsung berteriak, “Mau dong, Ci!”, dan berkata “Makasih Eci!” kalau sudah mendapatkan kueku.

Kamu langsung mengambil sepotong kue di kotak makanku dan pergi tanpa berkata apa-apa. Susah ya meminta dengan baik? Apa bagimu berterimakasih juga sulit?

Namun, mau nggak mau aku tertawa juga melihat tingkahmu yang menolak keras membagi kue yang kamu dapatkan kepada anak cowok lain. Seketika aku memaafkanmu yang kelewat pendiam itu.

Nggak apa-apa, setiap hari aku bawa makanan ke sekolah juga supaya kamu nggak kelaparan kok. Aku nggak bisa bicara banyak. Jadi makanan adalah semacam cara lain untuk mengobrol denganmu.

Omong-omong, kalian tahu, Winnie the Pooh suka sekali pada madu. Kalau aku jadi Winnie the Pooh dan suatu hari aku bertemu kamu di jalan, aku pasti memberikan semua maduku padamu.

Kemudian aku sebagai Winnie the Pooh akan berpikir, “Ini ya, yang namanya cinta?”

*

Hari ini aku terjaga pukul setengah lima pagi. Aku kelewat senang, kemarin kamu mengambil nomor undian yang sama denganku. Itu berarti hari ini aku akan duduk sebangku denganmu.

Aku sudah duduk manis di bangkuku pada pukul 6.30. Padahal sekarang kelasku nggak ada jadwal pendalaman materi, jadi untuk kami, pelajaran dimulai pukul 7.15. Sudah kubilang, aku kelewat senang.

Kamu baru datang pukul tujuh tepat. Begitu masuk kelas, matamu langsung mencariku. Ini membuat jantungku berdesir cepat. Apalagi ketika kamu melemparkan tas dan jaket ke atas mejaku.

Jaketmu wangi sekali. Kamu pakai parfum apa?

Jelas, aku nggak bisa mengatakannya. Padahal aku bisa saja dengan mudah ngomong hal seperti itu ke cowok lain. Ke mana suaraku menghilang kalau berhadapan denganmu? Apa kamu semacam siluman yang membuat orang nggak bisa bicara?

Kemudian kamu pergi lagi dan mengobrol lepas bersama teman-teman cowokmu. Kamu sedang bercerita panjang lebar tentang game sepak bola yang baru saja kamu install di laptopmu. Aku mengerucutkan bibir kesal. Kenapa sih kamu cuma bisa ngomong banyak ke cowok? Aku juga pengen ngobrol denganmu, tahu. Masa iya aku harus ganti kelamin dulu baru bisa ngobrol sama kamu? Nggak lucu.

Aku memandang teman-temanmu dengan iri. Iri karena mereka bisa dekat denganmu, sementara aku nggak bisa.

Bagaimanapun juga, aku senang karena hari ini duduk di sebelahmu. Kita nggak bicara apa-apa sepanjang pelajaran hari itu. Sebagai cewek yang gemar berbicara, aku cukup bosan. Apalagi sekarang aku terdampar di bangku belakang yang biasa ditempati cowok-cowok.

“Ven, ngomong dong,” ujarku putus asa padamu. Setelah mengumpulkan semua kata-kata, kenapa aku cuma bisa ngomong begitu?

“Apa?”

Oke, dan kenapa kamu cuma menjawabnya dengan sepatah kata?

“Ngomong. Kenapa kamu diem aja sih? Bosen nih,” kataku lagi.

“Ngomong apaan?”

“Apaan kek,” sungutku. Kamu pelit amat, cuma disuruh ngomong aja.

Kamu nggak bicara lagi. Hening panjang selama beberapa saat.

“Ci, bawa laptop nggak?” ujarmu mendadak.

“Bawa,” jawabku. Ugh. Aku ketularan kamu nih.

“Pinjem dong.”

Aku mengangguk sambil mengeluarkan laptopku dari dalam tas. “Mau buat baca Naruto?”

Sial, aku keceplosan. Aku selalu memperhatikanmu, kamu suka baca manga online kalau lagi bosan kan? Pingin banget aku bilang padamu bahwa aku juga suka baca manga online.

“Iya,” jawabmu singkat.

Kamu mulai membaca chapter 500 sekian. Aku memang suka sekali baca komik, tapi Naruto bukan komik yang rajin kuikuti jalan ceritanya.

“Kamu baca Naruto dari awal?” tanyaku. Lima ratus chapter itu banyak sekali.

“Nggak. Dari tengah-tengah kok.”

“Oh... Fairy Tail udah update belum?” Fairy Tail itu komik favoritku. Sebetulnya aku pingin nanya apa kamu suka baca Fairy Tail juga.

“Nggak tahu. Sekarang updatenya lama sih. Seminggu sekali.”

“Fairy Tail juga seminggu sekali?”

“Naruto yang seminggu sekali. Kalau Fairy Tail nggak tahu aku.”

Kemudian kamu mulai khusyuk membaca manga dan membiarkanku bengong sendirian. Aku ingin bertanya macam-macam seperti apakah gambar binatang yang mirip kucing garong itu Kyuubi-nya Naruto. Tapi aku takut mengganggumu.

Untungnya perutku segera memberikan ide yang brilian.

Aku mengambil kotak makananku dan mengambil sepotong kecil roti bakar di dalamnya. Aku memakannya diam-diam karena guru tengah menjelaskan sesuatu. Kemudian aku menatapmu.

“Aku laper nih. Jangan bilang-bilang ya,” ujarku.

“Siap,” katamu sambil nyengir, mengambil sepotong roti, dan makan diam-diam juga. Kemudian kamu kembali memusatkan perhatian pada Naruto. Baiklah, aku akui, Naruto membuatku iri juga.

Kamu tahu, hari ini kita jadi murid nakal. Kita nggak memperhatikan pelajaran, baca komik, dan makan roti bakar di kelas. Tapi tadi kamu lebih banyak ngomong. Biasanya aku cuma dapat jawaban ‘iya’, ‘nggak’, atau ‘he-eh’ kalau bertanya sesuatu padamu. Itu juga kalau aku lagi beruntung. Kalau lagi sial, mungkin kamu cuma menggeleng atau mengangguk.

Suaka margasatwa di jantungku mulai menunjukkan eksistensinya lagi. Aku menahan senyum senang. Aku merasa sedikit lebih dekat denganmu. Meskipun ‘sedikit’ itu maksudnya sedikit sekali.

*

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer junot
junot at Close to You (5 years 38 weeks ago)

sip

Writer Phoenix101
Phoenix101 at Close to You (7 years 17 weeks ago)

Raven---> Ngiri sama nama ini T___T
Eh, letoy ntuh apaan sih? *Plak!

Writer Phoenix101
Phoenix101 at Close to You (7 years 17 weeks ago)

Suaka margasatwa? :D

Writer luna.love
luna.love at Close to You (7 years 22 weeks ago)
80

Salam kenal
hehe jadi malu kok malah aku bayangin jadi eci!?
Maf bru mampir, ceritanya bagus dan membuat aku ingin baca trus hehe
aku akan berusaha lebih baik biar bisa buat cerpen kayak gini!
Semangat belajar bersama

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 22 weeks ago)

malu? ._. ahahaha tetap semangat, ya! ^^ makasih banyak sudah mampir, baca, komentar, dan ngasih bintang! ♥

Writer sintia...A
sintia...A at Close to You (7 years 32 weeks ago)
40

bagus**

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 32 weeks ago)

makaasih ya udah mampir ^^

Writer kupretist
kupretist at Close to You (7 years 32 weeks ago)
50

tema cinta, apalagi kisah kasih di sekolah, selalu nikmat untuk dijadikan sebuah cerita. Ada pertanyaan nih, sekarang lagi jaman ya bikin cerpen dipenggal-penggal kaya novel gitu?

salam kenal, mampir2 jg yak ke lapakku

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 32 weeks ago)

Cerpen dipenggal-penggal kayak novel gimana maksudnya? Nggak tahu juga sih, tapi kalau cerpenku ini sebetulnya kamuflase dari kisah nyata #uhuk
Oke, makasih banyak sudah mampir! ^q^)/

Writer Arii_ciuut
Arii_ciuut at Close to You (7 years 33 weeks ago)
80

hhh... aku jadi membayangkan menjadi eci...
nice one :)

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 32 weeks ago)

hehe makasih sudah mampir :D

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Close to You (7 years 33 weeks ago)
80

Raven itu Ravenclaw? Awalnya ku kira Raven itu burung gagak._. Errr, dan Raven dalam arti "burung gagak" itu mengingatkanku pada seseorang-_-
Overall bagus juga kok Ci cerita buatanmu:D Jarang jarang lho ya kamu bisa bikin cerita kayak gini... Biasanya kan kamu bikin cerita fantasi gitu:O
Ku tunggu lanjutan ceritanya ya;)

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

cieeee teringat pada seseorang ._. bikin ninnnn :O
aku ini pada dasarnya emang wanita penuh cinta yang errr... romantis :O
nggak ada lanjutannya -_-

Writer dhesiptr
dhesiptr at Close to You (7 years 33 weeks ago)

tuh nggit, nindha juga bilang gitu :o kamu itu punya imajinasi yang kelewat batas jadi sering bikin cerita fantasi._.

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

huweeeeee dhesi juhudt :(( itu bukan imajinasi yang kelewat batas tapi kreatif -_-

Writer dhesiptr
dhesiptr at Close to You (7 years 32 weeks ago)

iya itu kata lainnya._.

Writer bellanugraheni
bellanugraheni at Close to You (7 years 33 weeks ago)
90

aku pengen bisa nulis kaya kamu ._. :O asli keren banget :P

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

mwahahahahaha makasih sudah baca, Bella :D

Writer elbintang
elbintang at Close to You (7 years 33 weeks ago)
90

Asiiik, ada bacaan keren yang enak ditunggu.

teruslah menulis Anggit *namamu enak banget disebut*

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

kyaaaa makasih kak X3
omong-omong ini one-shot loh :O
huahahahaha awas naksir (?) #pedeselangit

Writer dansou
dansou at Close to You (7 years 33 weeks ago)
100

Narasinya manis dan lembut dan hohoho... ini cerita romantis yang enggak kerasa keju :D. Bagus banget.
.
Hum hum... si aku ini kau ya? Hooo.... Soalnya kau juga suka Fairy Tail, kan?
.
Btw, Raven ya namanya? Serius namanya burung gagak? :o
.
Tetap semangat

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

Makasih kakak dansou yang baik hati :3
Woahahahhahahahaa =)) Aku ketauaaaaaaaaannn~ *tutup muka* *kejang-kejang* *jongkok di perempatan*
Bukan sih, Raven itu diambil dari Ravenclaw ._. Emang nggak ada hubungannya sih -_-
Oke aku semangat kok ^q^)/

Writer Rival_chan
Rival_chan at Close to You (7 years 33 weeks ago)

hmmm,,,, terusin,, dan terus semangat,!

sama-sama!

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

makasih sudah mampir :3 cemangqaaa~ cemangad qaqaaaa'!! (?)

Writer adlinaraput
adlinaraput at Close to You (7 years 33 weeks ago)
80

ini baguuuuussssssssss... tapi diterusin doong>.<
ayolaah diterusiiin doong ..
Raven itu bikin penasaraaan kok bisa pendiam banget siih

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

aaaaaa makasiiiihh :3
huahahahahaha besok deh kalau ada ide lagi :p
makasih banyak udah baca (/u\)

Writer fitria evadeni
fitria evadeni at Close to You (7 years 33 weeks ago)
80

hahha, nice story babe.
walaupun awalnya saya agak kaget dengan gaya bahasa kamu, namun lama-lama udah terbiasa juga. hohoho
apakah ini kisah nyata? mau saya bantuin gak? saya jago lho naklukin cwo pendiem. hahha
#ngomong apa sih gue
betewey salam kenal aja deh :D

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

makasiiih :333 emang gaya bahasa saya gimana? :O
mmmhhhhh kisah nyata gak yaaah (/u\)
hoho salam kenal juga ^q^)/

Writer dhesiptr
dhesiptr at Close to You (7 years 33 weeks ago)

echiiee curhatannya bener-bener nggit._. tak doain km sama mr. R duduk bareng lagi deh._.

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

huahahha ngerate napa dhes -_- luar biasa kan aku? ._. betewe namanya mirip kan :3

Writer dhesiptr
dhesiptr at Close to You (7 years 33 weeks ago)

lupa ngerate nggit-__- mirip 3 hurufnya?._.

Writer Putra Mahkota
Putra Mahkota at Close to You (7 years 33 weeks ago)
80

Manis. Ini ada sambungannya ga?Udah lama, baru sekarang kmu posting lagi. Hmm...konfliknya agak datar tapi aku suka narasiny. Aku rada geli pas kamu bilang kyubi-nya Naruto kayak kucing garong.Hahaha menurutku itu lucu.

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

Woahahahahahaha kakak baca lagi, jagoan deh :3
Enggak ada :O Ini sebetulnya semacam.... diary #hekyaaaa
Mmm menurutku malah nggak ada konfliknya -_-
Eaa pokoknya makasih sudah baca kak *guling-guling kesenengan*

Writer Putra Mahkota
Putra Mahkota at Close to You (7 years 33 weeks ago)

bahasanya kamu banget walau lebih teen gitu gayanya. aku tuh nunggu2 kapan kamu posting lagi. See? aku komen dan aku suka cerita ini. Bikin yang banyak atuuuh

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Close to You (7 years 33 weeks ago)

Ini lagi bikin cerita juga sih gara-gara dapet tantangan. Ditunggu kakaaak :3