Finally Found You

Tak ada yang sesempurna menemukan orang yang telah lama kau impikan. Melihatnya langsung, dan jika memungkinkan menorehkan cerita indah nan manis. Cinta itu pedang bermata dua, Sayang.  Bila kau belum siap menanggung jangan menerima, karena sayatannya sangatlah perih.

Sangat klise, berpapasan dengan gadis itu meyakinkanku ialah masa depan yang telah muncul, untukku. Kami berkenalan, sekedar berbasa-basi menyapa “Hai” dan “Apa kabar?”.  Dan minggu-minggu berikutnya adalah pertemuan yang membuahkan hasil.

Gadis itu pun tertarik padaku. Ia tak menolak kuajak berkencan setelah beberapa kali kami keluar bareng. Sungguh menyenangkan! Dan ia mengatakan akan memberiku hadiah atas kencan pertama kami.

“Sayang, aku tak tahu apa yang harus kukatakan. Pastinya aku sangat bahagia bertemu denganmu, lagi.” Matanya yang bulat bersinar cerah dan penuh kegembiraan.

Aku mengusap rambutnya pelan dan mendekatkan kepalanya dibahuku.

“Aku juga, Sayang. Saat pertama melihat ke dalam matamu, aku percaya menemukan hal yang hilang dariku. Apakah kau percaya deja vu?” tanyaku tersenyum padanya.

Ia membalas senyumanku dan melingkarkan lengannya ke bahuku. Aku ingat, beberapa gadis yang kuajak berkencan mempunyai kebiasaan seperti ini. Kalau aku tidak salah, ada yang sangat mirip dengan_

“Apa yang kau pikirkan, Sayang? Kau tidak nyaman jika aku melingkarkan lenganku seperti ini?” tanyanya khawatir.

“Tidak, Sayang. Aku suka, kau seperti anak kucing yang berlindung pada tuannya,” jawabku bercanda.

Ia merengut, bibirnya yang tipis menggoda itu dimonyongkannya.

“Kau tidak pernah berubah, aku senang kau masih orang yang sama, Sayang,” ujarnya sambil membalik tubuhnya, mengambil sebuah kotak yang dibungkus dengan kertas kado pink.

Aku diam, perasaanku tiba-tiba terusik. Mengapa gadisku mengatakan hal yang aneh sedari tadi? Bukannya kami baru-baru bertemu?

“Sayang, aku ingin kau menerima ini,” ucapmya sambil tersenyum manis, sangat lembut tapi pastinya kurasakan penuh bahaya.

Refleks aku berdiri, kakiku melangkah beberapa langkah ke belakang.

Ia mendekat dan memberikanku kotak hadiahnya.

Penuh kewaspadaan kumerobek kertasnya dan membuka kotak itu, tampak sebuah syal rajutan di dalamnya. Perlahan kutarik dan bentangkan, terpampang rajutan tulis yang rapi, bunyinya “Forever Love You, there’s no one like you” dan di ujung syal itu terajut inisial G.

Ingatlah aku, syal ini pernah diberikan Gitta kepadaku untuk hadiah ultah tiga tahun lalu tapi kutolak dan kucampakkan tepat di wajahnya. Saat itu aku hendak memutuskan tali kasih kami karena menemukan gadis yang lebih menarik darinya, terutama karena rasa bosanku akan gadis-gadis yang sudah kukencani. Tapi kenapa Geva memiliknya?

“Ini titipan sebenarnya,” ujarnya seakan bisa membaca isi pikiranku.

“Apa... Kau mengenal Gitta?” tanyaku hati-hati.

Ia mengangguk pelan, dan tersenyum sedih.

“Ia kakak kembarku, apakah kau tidak merasa kemiripan di antara kami, Garth? Ia selalu bercerita tentangmu. Kakakku sangat tergila-gila padamu.”

Tidak heran, mengapa aku tidak menyadari sinar dalam mata itu, pancaran kasih yang begitu rupa dengan Gitta.

“Aku hanya ingin menyampaikan itu, tidak pantas merebut dambaaan hati kakakku sendiri, Garth. Aku senang menemukanmu, akhirnya dapat memberikan titipan Gitta yang tertunda.” Dengan senyum miris ia mengambil tasnya dan mulai melangkah pergi.

Belum lima langkah ia berjalan tanganku sudah mendekap punggungnya erat. Aku sudah pernah menyiakan Gitta, tapi aku tidak mau kehilangan Geva.

“Maafkan aku tentang Gitta, tolong berikan aku kesempatan agar bisa bersamamu. Aku akan menemui Giita dan meminta maaf padanya, memohon restu untuk kita,” ujarku memohon.

“Kau akan melakukannya? Sungguh?” ujarnya tak percaya. Ia memandang ke arah bola mataku, lalu memelukku.

“Ya, tolong katakan di mana Gitta. Aku mengaku bersalah sudah menyakiti hatinya, dan aku ingin...”

Kalimatku belum kuselesaikan dan kurasakan sebuah benda tajam yang dingin mencabik kulitku. Mataku membelalak melihat sebuah belati telah tertancap di dadaku.

“Kau bisa meminta maaf padanya, Sayang. Aku lupa memberitahumu, Gitta bunuh diri ketika kau memutuskannya. Ia begitu mencintai bajingan sepertimu. Aku bersumpah tidak akan melupakan orang yang telah menyiakan nyawa kakakku. Sampaikan salamku untuknya Garth, katakan aku berhasil memberimu titipannnya.” Ia menahan tubuhku lalu mencium bibirku dingin, ciuman pertama dan terakhir yang kudapatkan darinya.

Yang kuingat kemudian, tubuhku terhempas dan mendengar suara kakinya melangkah jauh , lalu semuanya samar dan kegelapan merengkuhku.

###

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Aletheia_agatha
Aletheia_agatha at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)
80

pembalasannya nih sweet banget, sista :D
nitip poin aja~

Writer tsukiya_arai
tsukiya_arai at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)
80

kejamnyao~~

saya sempet bingung baca ini di awal karena nggak jelas siapa karakternya tapi akhirnya dibuka semua di belakang

Writer neysa
neysa at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)
50

Poin aja dueh btw kembarnya beda ya?

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)
70

Kenapa si aku bisa ga inget kalo wajahnya (asumsi saya) hampir sama? Apalagi ini kembar, dan si Gitta baru tiga taun lalu putusnya.. Masa secepet itu lupa
.
Ah, abaikanlah. Toh ini cerpen, jadi sebenernya komentar di atas cuma racauan aja jatohnya :P
.
Btw, saya kok langsung keingetnya cerpen ini ya:
http://www.kemudian.com/node/255062

Writer Kumiiko_chan
Kumiiko_chan at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)

makasih udah baca Sam :)
Saya bermaksud si cowok ini playboy (sekali putus langsung lupa) tapi saya kurang dalami ya, he3..
cerpennya Melzhi ya? Saya pernah baca juga, tentang pemabalasan dendam korban-korban playboy ya? saya buat cerpen ini tidak terlintas cerpen Mel, murni iseng terlintas :-D
makasih untuk masukannya ^^

Writer aocchi
aocchi at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)
80

kumi jadi sadis o.O
endingnya bener-bener.... >.<

Writer lavender
lavender at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)
80

kumii kok jadi sadis alirannya wkwkwkwk...
klo kakak kembar bukankah mestinya wajahnya sama persis? atau cuma sekedar kakak?
shocking end btw, kukira si ce itu hantunya mantannya yang dicampakkan heheheh ternyata adek...

Writer faris13
faris13 at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)
60

ide cerita bagus tapi pemaparannya kurang. poin aja deh :)

xentra at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)

Ukh, pada paragraf pertama aku kira cerita ini bakal pakai sudut pandang orang pertama. Dan mereka sudah jadian? Kok enggak ada di cerita yang bilang begitu? Lantas narasi kurasa berlebihan saat Garth menerima kado dari Deva. But, idenya bagus :D

Writer RolandMelvinZ
RolandMelvinZ at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)
60

poin aja deh

Writer RolandMelvinZ
RolandMelvinZ at Finally Found You (7 years 17 weeks ago)
60

poin aja deh