Picture Perfection - [PROLOG]

Poppy.

 

Cause I see sparks fly whenever you smile…

Aku membanting tubuhku ke kasurku yang dilapisi seprai hijau mint dan melepaskan kamera yang dari tadi berada di tanganku, membiarkan kamera tersebut terjatuh di atas permukaan kasur.

Hari ini aku melihatnya lagi. Cowok bermata hijau itu. Duduk di café seperti biasanya, memesan segelas black coffee. Sesuatu tentang cowok itu sangat menarik bagiku.

Kurasa aku jatuh cinta?

Ini konyol karena aku bahkan tidak tahu namanya, yang aku tahu adalah ia adalah seorang murid di SMA Noordster—yang kukenali dengan melihat blazer hijau tua yang dikenakannya.

Setiap hari, dalam perjalanan ke sekolah, aku selalu menyempatkan diri untuk melewati café itu. Aku tahu ada jalan lebih cepat untuk ke sekolah, tetapi keinginan untuk melihat cowok itu walau hanya sepintas  sangat kuat. Aku selalu meraih kameraku dan mengarahkannya kepada cowok dengan rambut coklat gelap itu. Seringkali hal itu kulakukan tanpa sadar.

Aku tidak tahu apakah ini akan menjadi kisah tragis seperti Romeo and Juliet, kisah dengan happy ever after seperti Cinderella, atau apakah ini hanya perasaan tertarik sederhana yang akan hilang dalam beberapa minggu, mungkin bahkan beberapa hari.

Satu hal yang kutahu, aku ingin mengenal cowok itu.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
90

Seep (y)
mampir juga ya ke tempat ku,

Writer Anya
Anya at Picture Perfection - [PROLOG] (7 years 8 weeks ago)
80

Ayo dilanjutin, thor! Ayo! Ayo! Eank banget dibacanya. Mampir2 ke ceritaku dunkzzz...

Writer rulachubby
rulachubby at Picture Perfection - [PROLOG] (7 years 8 weeks ago)
50

singkat, jelas, padat...

di tunggu lanjutannya..

Writer no_one
no_one at Picture Perfection - [PROLOG] (7 years 8 weeks ago)
80

pemilihan kata yang enak dibaca...mengalir saja, dan tau-tau sudah saya selesaikan bacaannya...^^, ditunggu lanjutannya ya...Bagus...^^

Writer Shinichi
Shinichi at Picture Perfection - [PROLOG] (7 years 8 weeks ago)
70

asyiikkk, meski pendek banget.
tapi saia ngebaca narasi dan gaya bahasa yg penulis gunakan cukup potensial.
saia tunggu deh lanjutannya.
ahak hak hak
kip nulis.