ANIMA: Battle of Chaos Part 2

Chapter 02: A Truth

Al terbangun dari tidurnya. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, sepertinya ia baru saja mengalami mimpi buruk. Sambil duduk di sisi tempat tidur, ia mencoba mengingat apa yang diimpikannya tersebut. Seberapa keras usahanya, hanya kegelapan yang ada dalam ingatannya dan sebuah suara yang berkata, “Sudah saatnya kamu meneruskan tugas yang kamu emban!” Memang mimpi yang sangat kabur untuk Al.

PLLLAAAAKKKK

Sebuah tamparan yang tidak terlalu keras mendarat di pipi Al tetapi perihnya cukup untuk membuat Al terkejut.

“Hei! Mau kubu….” Bentakan Al terhenti ketika melihat sosok yang mendaratkan tamparan ke pipi kanannya.

“mau apa?” Tanya sosok tersebut, yang ternyata adalah seorang gadis.

“Ngga apa-apa.” Al memalingkan mukanya.

“ini jadwal kita untuk membersihkan asrama ini. Sampai kapan kamu mau tidur? Jangan coba-coba lari dari tanggung jawab!”

Al hanya diam. Seperti apapun keras kepala Al, seperti apapun dia melanggar peraturan tetapi di depan gadis itu, ia seolah takluk dan menjadi tak berdaya. Perasaan ingin melindungi selalu muncul ketika Al menatap mata topaz gadis itu.

Reina Glory, salah satu penghuni panti asuhan tersebut. Usianya lebih muda setahun dari Al, namun dia mampu mempengaruhi Al. Hanya Reina seorang yang mampu menciptakan aturan yang akan dipatuhi oleh Al.

“Cuci mukamu dan segera menuju aula!” perintah Reina sambil berlalu meninggalkan Al yang masih memandang kosong.

Dengan perasaan malas, Al bergerak menuju ke arah kamar mandi untuk membasuh mukanya. Dinginnya air tersebut memberikan sensasi tersendiri di wajah Al, dinginnya meresap sampai ke tulang-tulang wajahnya. Dengan bergegas ia meniggalkan ruangan tersebut dan segera menuju aula. Dari anak tangga, Al mengamati Reina yang memberi instruksi kepada 8 orang anak yang ada di hadapannya. Sebelum Al sampai ke dekat Reina, ke-8 anak tersebut telah bergegas mengambil peralatan dan mulai berpencar, rupanya Reina telah membagi tugas kepada masing-masing anak tersebut.

“Al, bagianmu untuk membersihkan halaman belakang!” lagi-lagi suara yang memberi perintah dan tentu saja tidak bisa  ditolak.

Dengan ogah-ogahan Al melangkah menuju ke halaman belakang yang selalu sepi. Wajar saja tak ada yang mau datang kesini, Pagarnya cukup tinggi menghalangi pandangan. Yang terlihatpun hanya hutan yang tak ada satupun mau berkunjung kesana, kecuali dirinya. Halaman belakang selalu menjadi tempat favorit Al, tapi tidak untuk kali ini.

Tiba-tiba perasaan Al seperti tersengat. Ada sesuatu yang sepertinya memangil dirinya dikejauhan. Ditengadahkan kepalanya, memandang lurus ke depan, dan panggilan tersebut sepertinya jauh ke dalam hutan yang berada 50 Km dari tempat tinggalnya sekarang, hutan yang tiap malam dikunjunginya. Ada sesuatu kekuatan gaib yang terus memanggilnya. Tanpa berpikir lebih panjang lagi, Al merapalkan sebuah kata dan melakukan lompatan tinggi melampaui pagar yang membentang menghalangi dirinya dengan alam bebas. Sekali lagi, Al mendarat mulus di seberang pagar.

noitativel, gnidir sdniw” Al kembali mengucapkan kalimat-kalimat asing tersebut.

Di bawah kakinya , muncul diagram sihir yang berpendar berwarna  ungu gelap, perlahan tubuhnya mulai terangkat, melayang di udara dan selanjutnya terdengar angin berhembus mengumpul membungkus tubuh Al, dan tanpa perlu dikomando lagi, tubuh Al meluncur terbang dengan sangat cepat. Ia tidak mempedulikan lagi jika orang-orang sekitarnya mengetahui kemampuan yang disembunyikannya. Yang dipercayainya sekarang adalah kata hatinya.

***

Hutan yang sebelumya terkesan gelap karena tertutup oleh bayang pepohonan yang tumbuh rapat, kini terbuka. Cahaya matahari yang semula susah menembus hutan tersebut sekarang mampu mengoyak kegelapan hutan tersebut. Teriknya mentari menyinari dua sosok yang sedari subuh tadi telah bertarung. Api menyala dimana-mana, sejumlah pohon membusuk dan berwarna ungu. Hutan tersebut benar-benar porak poranda. Pertarungan antar Anima, pertarungan yang tidak saja menguras pikiran, tetapi energi jiwa dan ragapun akan habis terpakai. Pertarungan yang cukup berbahaya.

“Hanya seperti ini kemampuanmu Frey Seymour?” ejek Danz sambil memandangi Frey yang terengah-engah di depannya. Danz berusaha menhilangkan rasa khawatirnya dalam pertarungan ini. Energinya pun tidak banyak lagi.

“Aku heran, mengapa para lost-Root itu gagal menangkapmu.”

Frey tak mau menanggapi ejekan seperti itu. Ia kembali memfokuskan pikirannya, Diagram sihir muncul dan menempel di sepatu baja milik Inferno, Frey menambah kecepatan pada Souls-nya tersebut. Dengan satu hentakan, secepat kilat Inferno kembali meluncurkan serangan kepada Souls melata itu. Inferno mengayunkan salah satu pedang kembarnya dengan cepat, mengarah ke leher Souls menyeramkan itu. Namun serangan tersebut dihindari dengan mudah oleh Poison Ivy.

Danz kemudian membayangkan sebuah serangan yang langsung ditanggapi oleh Poison. Dengan sigap, Poison Ivy menyelinap ke bagian belakang inferno. Lengan Poison yang kecil itu menangkap pergelangan kaki Inferno yang saat itu masih berada di udara. Sementara itu, Danz men-cast sihir Strength pada Poison sehingga dengan mudah Poison membanting Inferno ke tanah.

Frey tidak tinggal diam, ia segera mengirimkan image kepada Inferno. Dengan sigap, Inferno menopangkan ke dua lengannya ke tanah, menghindari tubuhnya menghantam tanah dengan keras. Frey segera mengeluarkan sihir lagi. Magic Circle yang muncul membuat areal sekeliling pergelangan tangan Inferno menjadi pegas, dan dengan tenaga itu, Inferno melancarkan sebuah tendangan yang kali ini mengenai wajah Poison Ivy dengan telak. Tendangan keras itu membuat Poison Ivy terlontar ke belakang. Frey tidak menhentikan serangan sampai disitu, ia segera merapalkan sebuah mantra sekali lagi. Kali ini sekitar dua puluh Magic Circle muncul tegak lurus dengan tubuh Poison Ivy.

Wind Cutter! Dari dalam lingkaran itu terasa hembusan angin, tajam menyayat. Pisau angin yang tak kasat mata. Danz melihat sebuah kesempatan. Dengan tersenyum, Danz kemudian merapalkan sihir Teleportation. Dua buah Magic Circle muncul, yang pertama tepat searah luncuran Poison Ivy, dan yang kedua tepat dibelakang Danz. Dengan itu tubuh Souls tersebut menghilang bersama Magic Circle pertama, dan muncul tepat dibelakang Danz, terus meluncur hingga membentur pohon. Sementara itu, Wind cutter yang kehilangan sasaran terus meluncur dan tentu saja, Inferno yang tepat berada disana hajar dengan ratusan pisau angin tak kasat mata itu.

“Hahahahahahaha, bagaimana rasannya terkena taktik sendiri?” Danz gembira, karena taktiknya berhasil. Namun tawanya terhenti ketika melihat sosok Inferno yang berdiri tegak tanpa luka sedikit pun.

“Angin memang bisa memadamkan api tapi angin juga dapat membuat api semakin berkobar. Ingat itu.” Nada ejekan benar-benar kental dari nada bicara Frey.

Shit! Dia mempermainkanku. Batin Ndanz kesal. Ia segera mengirimkan image, yang tentu saja menjadi gerakan dari Poison Ivy. Dengan segera, Souls melata itu meluncur ke arah Inferno. Ndanz men-cast sihir untuk menambah kecepatan si makhluk melata tersebut. Tentu saja kecepatan itu tidak bisa diimbangi oleh Inferno. Tiba-tiba Poison Ivy telah membelitkan tubuhnya yang melata, mengunci kaki Inferno, dan dengan sekali sentakan, Inferno jatuh membentur tanah.

Dengan lidahnya yang panjang, Poison menjilati zirah berwarna emas tersebut. Baja tersebut mulai meleleh terkena ludah asam milik Poison.

“Sepertinya ini selesai dengan mudah. Aku kecewa denganmu Frey.” Danz mengirimkan image serangan kepada Poison yang dengan segera mengangkat kedua lengannya.Dengan kecepatan yang tinggi, Kedua tangan tersebut meluncur bersilangan, mengarah ke leher Inferno.

“Guillotine Claws!” Poison ivy mendesis.

Frey tersenyum, dia kemudian men-cast sebuah sihir lagi. Diagram berwarna orange menyala muncul tepat di bawah tubuh Inferno. Sementara di udara muncul lagi dua diagram sihir berwarna hitam pekat. Lubang dimensi terbuka dan meluncurkan sebuah rantai yang langsung membelenggu pergelangan tangan  Poison Ivy dan dengan sekali hentakan serangan Guillotinne claws tersebut gagal.

“Jangan menganggap remeh lawanmu, dalam kondisi apapun.” Kata Frey di tengah nafasnya yang sedang terengah-engah.

“Jadilah daging panggang. Hell fire, menarilah ”

Diagram sihir yang berwarna orange tersebut mulai memunculkan lidah api dan membungkus kedua Souls tersebut. 

“Bodoh! Souls-mu pun akan ikut terbakar!” Danz mulai terlihat panik.

“Dirimu yang bodoh, Inferno adalah kesatria api. Kuharap kau memahaminya” Senyum mengejek menghiasi wajah Frey.

Api tersebut terus terus membesar, menutup kedua Souls tersebut sampai tidak terlihat.

Danz Longhorn kebingungan, dia sama sekali tidak memahami bagaimana menghadapi api neraka yang terus menjilati kedua Souls tersebut. Dia tidak bisa menggunakan sihir air. Di cobanya mengirim image tapi gagal, ia tidak bisa berkonsentrasi dan hubungannya dengan Souls-nya pun mengalami gangguan.

“Sepertinya aku yang menyelesaikan pertarungan ini, harusnya kamu belajar banyak jika ingin menghadapiku”

Dari dalam lidah api tersebut terdengar jeritan mengerikan, jeritan kematian yang menusuk sampai ke ulu hati.

“tidakkah kau ingin mengembalikan Souls-mu? Atau kau ingin mati bersama?” Frey memandang tubuh Danz yang mulai mengeluarkan asap.

Tanpa diketahui darimana asalnya, muncul sebuah diagram sihir di udara yang tegak lurus dengan diagram sihir api neraka tersebut. Diagram tersebut mulai berpendar berwarna biru muda. Dari diagram tersebut tumpah air yang sangat banyak.

Saking terkejutnya,Frey terlambat untuk mempertahankan diagram sihir miliknya. Alhasi, api neraka tersebut padam dengan segera, meninggalkan asap yang mengepul. Sosok Souls yang tadi bertarung mulai tampak, Poison ivy terkulai lemas, luka bakar yang dideritanya cukup parah. Frey mengirimkan sebuah image kepada Inferno. Inferno mencengkram leher Poison dan menarik dengan kasar sehingga belitan tersebut terlepas. Frey, melepaskan semua sihirnya sehingga rantai yang membelenggu pergelangan tangan Souls Danz tersebut menghilang. Inferno bangkit sambil tetap mencekik leher Poison Ivy. Sekali lagi Frey mengirimkan image kepada Inferno yang langsung direspon dengan melempar tubuh Souls tersebut ke arah pemiliknya. Tubuh Poison Ivy membentur tubuh Danz dan langsung menyeretnya hingga membentur sebuah pohon.

Frey kemudian mengedarkan pandangan, mencari orang atau mungkin makhluk yang telah men-cast sihir Flood tadi. Ia merasakan sebuah energi yang masih kasar dan belum terlatih. Frey heran. Dengan energi yang seperti itu, bagaimana dia dapat membuat sebuah sihir yang levelnya cukup tinggi?

“keluarlah, aku tahu kamu disitu! Atau perlu Inferno memaksamu keluar?!” Suara Frey menggema dalam keheningan hutan yang tiba-tiba.

Seorang anak laki-laki dengan rambut berwarna perak melangkah keluar dari balik sebuah pohon besar, sorot matanya memancarkan ketakutan. Matanya terus bergantian mengamati Frey dan Inferno.

Siapa bocah ini?  Batin Frey heran. Warna rambut yang tak lazim tersebut menarik perhatiannya.  

***

Dengan kecepatan penuh, Al meluncur menuju ke hutan tersebut. Perasaannya berdebar-debar tak menentu. Getaran-getaran yang ditimbulkan dalam dadanya tersebut membuatnya begitu bergairah, rasa penasaran merasuk jiwanya.

Tak sampai 30 menit ia telah tiba di hutan tersebut. Dengan posisi masih melayang di udara, dia mengamati sekelilingnya. Getaran-getaran di dadanya semakin cepat.

Apa ini? Perasaan ini tidak mau berhenti. Batin Al. Sekali lagi dia melesat menembus kerapatan pepohonan itu, menerobos ke dalam hutan. Di biarkannya perasaannya yang menuntunnya, menuju sumber panggilan tak terlihat tersebut.

Al segera berhenti, ketika melihat kehancuran yang ada di hadapannya. Ia turun dan bersembunyi di balik pohon besar yang ada didekatnya. Sesekali ia menjulurkan kepalanya, mengamati apa yang sedang terjadi.

Makhluk apa itu? Al bertanya dalam hati ketika melihat seorang kesatria dengan zirah berwarna emas dan api yang menyelimuti tubuhnya. Sementara di hadapan si kesatria terlihat mahkluk yang lebih aneh lagi, ular bertubuh manusia. Mahkluk yang satu ini sangat menjijikan dengan lidah ungu yang terjulur, liur yang menetes-netes dari mulutnya, belum lagi dengan ketiadaan mata dari mahkluk tersebut. Perbedaan yang sangat kontras.

Sementara itu, di belakang sang kesatria api tersebut, berdiri seorang pria. Baju yang dikenakannya sangat lusuh, banyak sobekan dimana-mana.   Sementara di belakang ular aneh tersebut berdiri seorang pria dengan jubah hitam. Ia seperti pendeta dari sebuah sekte kegelapan, itu penilaian Al dari hasil pengamatannya.

Al terus mengamati ketika sang kesatria api tersebut melakukan serangan dan ketika sang kesatria ditaklukan oleh si ular aneh tersebut.

Apa-apaan ini? Al kebingungan dengan pertarungan tersebut. Tiba-tiba ia melihat sejumlah diagram sihir yang bermunculan. Pengetahuan baru langsung bermunculan dalam kepala Al, ia mengenali tiap diagram yang bermuncul tersebut. Dalam hati Al menyebutkan setiap sihir yang ada. Darkness chain, Hell fire.

Gila! Kedua makluk tersebut bisa mati jika dibiarkan! Al panik ketika melihat ketika lidah api orange tersebut mulai menjilati kedua tubuh mahkluk sampai tidak terlihat.

Aku harus menghentikan api itu sebelum terlambat! Dengan segera Al merapalkan bahasa kuno yang muncul dikepalanya. Ia menatap lekat nyala api neraka tersebut.

Kemudian muncullah diagram biru muda yang memuntahkan air yang sangat banyak. Ia melihat pria dengan pakaian lusuh tersebut terkejut, ketika sihir air tersebut muncul dan memadamkan api neraka tersebut.

Berhasil! Al begitu senang dengan usahanya yang berhasil. Namun itu hanya sementara, karena sang pria berpakaian lusuh tersebut menyadari keberadaanya.

DDEEEGGG!!!!

Jantung Al kembali berdegup kencang, perasaan yang semula terlupakan kembali membuncah dalam dadanya. Ketika ia menatap kepada pria tersebut, ia tahu sesuatu di balik pakaian pria itulah yang terus menerus memanggilnya. Apapun itu, ia harus mengetahuinya.

“keluarlah, aku tahu kamu disitu! Atau perlu Inferno memaksamu keluar?!” Pria itu berseru yang entah bagaimana, suaranya seolah bergema dekat dengan Al.

Dengan perasaan takut Al melangkah keluar dari balik pohon tersebut.

DEEEGGGG!!!

Sekali lagi, jantungnya berdegup makin kencang. Hasrat untuk memiliki sesuatu sedang bergejolak itu hampir tidak dapat di tahannya.

“Aku menginginkan benda yang adalah di balik bajumu itu.” Al mengucapkan itu tiba-tiba. Ada nada penegasan dalam tiap kalimatnya seolah dia telah mengetahui apa yang diinginkannya

***

Frey Seymour terkejut mendengar ucapan bocah itu.

Bagaimana dia bisa tahu tentang Chronos’s Book? Dia salah satu dari mereka? Frey melemparkan berbagai pertanyaan.

Kurasa bukan, kekuatannya masih mentah. Kurasa, organisasi atau apapun itu tidak akan menggunakan bocah tidak terlatih tapi kurasa sebaiknya kita tetap waspada. Inferno mengeluarkan pendapatnya.

Frey kemudian memejamkan mata, dan perlahan Inferno pun menghilang. Dengan perlahan, Frey mengeluarkan Chronos’s Book yang dilindunginya dengan segenap nyawanya. Frey mengangkat buku tersebut.

“Ini? Apa kau tahu buku apa ini?” Tanya Frey menyelidiki.

Rasa rindu menjalari setiap inchi saraf tubuh Al. Ia sangat merindukan buku itu, walaupun saat ini dia belum mengetahui buku apa sebenarnya yang di genggam laki-laki tersebut.

Tiba-tiba pengetahuan kembali menguasai Al, tapi kali ini dalam level yang berbeda. Al perlahan kehilangan kesadaran, matanya mulai berkilat dan bagian putihnya berubah menjadi hitam pekat. Aura kegelapan mulai melingkupi tubuh Al, walaupun belum solid, tetapi bayangan 3 pasang sayap hitam nampak bermunculan pada punggung Al. 

Chronos’s Book. Buku pengetahuan akan masa lalu dan masa depan. Buku yang menyimpan seluruh rahasia yang telah dipelajari oleh sang waktu. Buku yang ku titipkan kepada Pendeta Suci Fidel Seymour, yang dengan sumpah setianya akan menjaga buku tersebut sampai aku datang mengambilnya. Akulah sang perlindungan dalam kekelaman, Tuanku memanggilku Aegis of the Leaden. Saatnya aku mencari saudariku, bersama kami akan membagikan pengetahuan tersebut dan mencari para Determine-Child. Itulah takdir kami yang telah dituliskan sang penjaga waktu sendiri.” Kata-kata Al bergema ganjil, seperti diucapkan oleh dua orang yang berbeda dalam waktu bersamaan.

Selesai berbicara, aura kegelapan tersebut mulai memudar dan Al mulai mendapatkan lagi kesadarannya yang sepertinya direnggut paksa oleh sesuatu dalam dirinya. Tenaganya terkuras habis dan dia jatuh terduduk tanpa bisa mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.

Frey terkejut mendengar ucapan Al tersebut, ia telah mendengarkan kebenaran yang menjadi petunjuk kemana seharusnya ia melangkah. Mencoba menulis cerita panjang dalam kehidupannya.

 ***

Read previous post:  
46
points
(1537 words) posted by AL_paper 6 years 48 weeks ago
76.6667
Tags: Cerita | Cerita Pendek | fanfic | fantasy | fiksi
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer cumaYudha
cumaYudha at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 42 weeks ago)
100

hahai dulu belum tahu caranya ngasih poin, tapi sekarang udah!

Writer L. Filan
L. Filan at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 46 weeks ago)
90

ada beberapa kalimat yang kata-katanya ketinggalan. Di 1 ama 2 ini. Lupa dimana. kalo dibaca lagi bisa diedit. Gw jg sering gitu sih nemu kalimat yg aneh. beribet di pikirannya ato beribet ngetiknya wkwkwk... salah satunya deh.

btw, scene pertarungan emang susah. Apalagi kalo ditaro diawal. blm begitu tahu skill atau karakter tokohnya. agak bingung sih. Gw sih lebih suka scene-nya si Al.

Pas Frey nyambung ke AL, bagus! Di situ menarik.

Writer usagi
usagi at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 46 weeks ago)
50

lagi dunk :D
jadi ketagihan nih,,
tp q mau tnya, sebenarnya frey, dans sama Al itu apa?

Writer AL_paper
AL_paper at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 46 weeks ago)

Err, mereka manusia. :)
Pengguna magic n souls. Yg bisa menggunakan souls seperti mereka itu disebut anima.
.
.
Masih di garap nie kawan.
Hehehe.

Writer usagi
usagi at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 44 weeks ago)

ooo... baru mudeng :D

oKe ku tunggu :D

90

aku suka nama tokoh Danz Long-Horny.. Upss..
:D

Writer AL_paper
AL_paper at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)

Err, aq tidak bermaksud loh.
Tapi koq cocok bnget ya??
Hahaha.

Writer phantom27
phantom27 at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)

Breng*tiittt* /djaj!!?dm??!# *makimaki ga jelas

Writer AL_paper
AL_paper at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)

Ayo, berantem ja klean brdua. Aq wasitny.
Wkwkwk.

Writer AL_paper
AL_paper at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)

Ayo, berantem ja klean brdua. Aq wasitny.
Wkwkwk.

Writer phantom27
phantom27 at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)
90

Poin fuh fuh

Writer Funky
Funky at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)
70

hmm, ceritanya boleh juga nih :D

Writer phantom27
phantom27 at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)

Hmmm... -__-"

Awalnya pakai nama Danz buat antagonis itu udah smpet bikin tanda tanya.. Tapi kemudian di episode ini keluar nama panjangnya Ndanz pula. Hmm... Itu... Itu nama... Itu... -___-" *tidak jadi komentar, hihihi

Overall, battlenya dua jempol plus dua telunjuk kaki. (??)

Storynya masih blm paham. Mana yg antagonis mana yang protogonis. Main charanya jg belum ketahuan yah..

Lanjutin jgn pake L!

Writer AL_paper
AL_paper at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)

Err, yg benar namany itu Danz Longhorn, pada beberapa bagian berubah menjadi Ndanz murni kesalahan penulis. Akan di perbaiki.
Jika ada kesamaan nama, karakter, tempat (terutama nama) adalah kesengajaan penulis.
Hahahaha.
.
.
Eh, koq pake telunjuk kaki?? Ngajak berantem neh.
Woi!! Poinny nyangkut dimana?!
.
.
Tapi garis besarny paham kan?? Pada chapter satu, ada beberapa clue yg ku munculkan (sengaja walaupun belum tau fungsiny dan kemana nantinya) yang akan membuat anda bertanya-tanya.
.
.
Bingung storyny?? Authorny aja bingung koq, hahaha.
Wokeh kawan, segera di garap. Well, for clue, si Frey itu protagonis, n si Danz itu antagonis. Si Al? Tokoh sangat kronis.
Wkwkwkwk.

Writer phantom27
phantom27 at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)

Haha dasarr... -__- ini faktor kesengajaan ituu

Hm, udah msk tuh poinnya

Ooo, paham saia, ok ok lanjutkan lanjutkan

Writer mizwar
mizwar at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)

mantap gan...salm knal ya dri ane...

Writer cumaYudha
cumaYudha at ANIMA: Battle of Chaos Part 2 (6 years 47 weeks ago)

lupa kata BERSAMBUNG lagi?