'Teman'

Ini selasa pagi di sekolah menengah atas MUHI, jadwal kelas 'Sepuluh F' untuk mata pelajaran Penjaskes.

 

Biasanya, tidak seperti anak-anak lelaki, anak-anak perempuan selalu lebih repot untuk urusan berganti pakaian dari seragam putih abu-abu ke kaos olahraga dan training. Akan butuh waktu ketika akan memulainya, begitu juga ketika jam olah raga sudah selesai di sekitar jam setengah sembilan tepat.

 

Siswa putri akan sibuk mencari ruang yang kosong untuk berganti pakaian. Bisa di ruang kelas dengan pintu terkunci, bisa juga di ruang tak terpakai di perpustakaan, atau tempat favorit mereka, empat kamar kecil khusus untuk anak perempuan.

 

Di salah satu kamar kecil itu lah, Rinda dan temannya Devi memilih untuk mengganti pakaiannya, tepatnya di sebelah kamar kecil khusus guru yang biasanya dihindari oleh anak murid lainya entah untuk alasan apa, katanya sih tempatnya jauh lebih bau dari kamar kecil lainnya, pembuangannya mampet, atau ada....ah sudah lah, Rinda dan Devi tidak peduli, mereka hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit berada disana, bisa seberapa tersiksanya sih mereka disana?

 

Sembari bersalin mereka berdua sibuk bercengkerama, bersenda gurau, membicarakan apa pun yang bahkan tidak penting untuk dibahas.

 

"Rin, kamu tahu pak Rido yang sok kegantengan itu? Aku melihatnya membuka video porno dari hape sitaan hi hi" Cerita Devi setengah berbisik,

 

Dinding bisa punya telinga, bahkan untuk dinding kamar kecil pun.

 

"Benarkah? Wah emang ancur tu orang, aku makin ilang respek deh sama dia" Sahut Rinda, sambil membuka kerudung dan gelungan rambutnya yang berbau kringat.

 

Disuruh lari keliling sekolah sama pak Ibnu, hampir aja banyak yang tewas.

 

Ngga ding, lebay, berlebihan.

 

"Iya, dan coba tebak video porno jenis apa yg ditonton ama dia?" Lanjut Devi lagi dengan bersemangat, sengaja memancing rasa penasaran si Rinda.

 

"Apa?" strike, Rinda memakan umpannya.

 

"Video porno yang ditontonnya itu jeruk makan jeruk alias  pedang-pedangan, hi hi"

 

"Wadefak, ternyata o ternyata, pantesan slama ini digoda anak2 cewek ga pernah responnnn" Rinda tergelak-gelak demi mendengarnya.

 

"Kasian Erlyn, yang selama ini begitu memuja-muja dia, ha ha ha" Lanjut Rinda lagi.

 

Beberapa kancing mulai dimasukkan ke dalam lubang seragam sekolahnya.

 

"Ah Erlyn sih semua jenis cowok sekolah ini kalo bisa diborong sama dia" Sahut Devi.

 

"Betuuullllll.....Erfan aja kalo ga dijaga-jaga bisa kegoda" Timpal Rinda.

 

"Erlyn godain Erfan juga?" Tanya Devi

 

"Ho oh" Jawab Rinda dengan memanyunkan bibirnya.

 

"Kurang asem, perlu aku kasi pelajaran gak tuh jablay?" Tanya Devi lagi, tapi kini dengan nada yang lebih serius.

 

"Hush! Pa'an sih, ga perlu segitunya kali"

 

Rinda yang menyadari teman satunya ini bisa berbuat nekat demi ngebelain setiap sobat yg dia punya, mencoba meredamnya.

 

"Tapi Erfan kan cinta sejati mu, ngga pa pa tuh? si Erlyn dibiarin aja? " Tanya si Devi lagi, tetap serius.

 

"Nggak pa paa, Erlyn mau jungkir balik juga, yg penting kan Erfannya, masih setia ama aku" Rinda mengedikan mata sambil menyunggingkan senyum, masih berusaha.

 

"Tserah kamu deh, kamu yg ngjalaninnya, tapi kalo ada apa-apa, kamu tinggal bilang aja ke aku, okay?" Ujar si Devi

 

"Owkaay mami creweet," Sahut Rinda dengan lembut kepada teman dekatnya itu, yang begitu perhatian dengannya, dengan apa pun yang terjadi dengannya.

 

"Sekarang aku cabut dulu, masih ada waktu lima menit-an lagi nih ke kantin, ausss, sebelum masuk kelas," Rinda pamit.

 

Rinda sudah selesai berganti pakaian, seragamnya sudah nampak rapi, kerudungnya juga, dengan sedikit minyak wangi di semprotkan diantaranya.

 

"Ampe jumpa nanti ya, you are really my best friend Dev, definitely!" Lanjut Rinda, melambaikan tangannya

 

"I know, ditto, honey..." Sahut Devi, membalas lambaian sahabatnya, dengan wajah sendu, seperti hendak berpisah dengan sahabatnya itu untuk waktu yang lama.

 

Rinda pun segera keluar dari kamar kecil itu pergi bergegas menuju ke kantin memesan es jeruk kesukannya dan bergabung dengan teman-teman sekolahnya.

 

Meninggalkan Devi, di kamar kecil itu, yang masih menyempatkan melihat Rinda sahabatnya tertawa lepas bersama teman-teman sekolahnya dengan sedikit cemburu tapi tetap saja ia ikut senang.

 

Lalu kemudian Devi menutup pintu kamar kecil itu dari dalam.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer roleplay
roleplay at 'Teman' (6 years 48 weeks ago)
60

._. ntahlah... ntah kenapa aku ngerasa ada yg nyampur di sini

Writer Ryuhei
Ryuhei at 'Teman' (6 years 49 weeks ago)
50

hmm... mana trusaanya

Writer neysa
neysa at 'Teman' (6 years 49 weeks ago)
60

Ayo lanjutkan ! :)

Writer rianaranpo
rianaranpo at 'Teman' (6 years 49 weeks ago)
80

jadi kenapa devi masih di dalam kamar kecil itu? ngegantung tapi justru jadi menarik. kalau ada lanjutannya cepat posting ya

Writer KieROCKERS
KieROCKERS at 'Teman' (6 years 50 weeks ago)

Mana lagi ini ?

Writer L. Filan
L. Filan at 'Teman' (6 years 50 weeks ago)
60

kayaknya cuma sepotong

Writer Tezuka_ayumu
Tezuka_ayumu at 'Teman' (6 years 50 weeks ago)
60

Sepertinya bakal masih ada kelanjutanya ya? Soalnya digantung bgtu storynya.