Lama (1)

Hujan
Menebar sendu
Menanam sedih
Aku menangis

Aku merapat
Dinding kusam, berwarna kehijauan
Entah lumut, entah memang cat
Semakin jauh, ada berkas, tulisan

Terhenyak
Terlompat
Menghapus duka hariku
Seorang duduk di depanku
MATI!

Tiada orang yang melintas
Tiada orang yang lalui
Jalan ini sepi
Kudukku berdiri
Inginku berlari
Kakiku mematri
Mematung di hadapan korpas

Tanganku mengabdi
Berjalan menuju tubuh berlumur darah
Aku tak tahu, mungkin aku yang 'kan tertuduh
Namun, tubuhku memaksa untuk mencari
Segala kemungkinan

Dia baru mati
Ditusuk di ulu hati
Tega nian hati menguak jiwa
Dengan keji, Bangsat Tak Berhati!

Tangan wanita ini
Tiada tampak melawan
Mereka mengelepar di samping badan
Apa dia dibunuh oleh orang yang dicintai?

-to be continued-

Read previous post:  
Read next post:  
Writer sanssouci89
sanssouci89 at Lama (1) (7 years 15 weeks ago)
80

puisi bersambung? hm.. unik!

Writer abi fathia
abi fathia at Lama (1) (7 years 15 weeks ago)
70

cukup memancing rasa ingin tahu :)

Writer Favemale
Favemale at Lama (1) (7 years 15 weeks ago)
70

ga nyagka endingnya begitu :)
ditunggu jilid 2..

Writer AwankoLosta
AwankoLosta at Lama (1) (7 years 15 weeks ago)

kepanjangan kalo ditulis lagi... bentar yak... makasih udah mampir...

Writer ney
ney at Lama (1) (7 years 15 weeks ago)
60

Wah detektif ya, ditunggu kelanjutannya