Peduli

peduli?

tatap matamu di cermin

sembari berdiri di sana!

di atas panggung aspal dan besi

sambil kunyah sandal pepermin

pandang! sepenuh dengan jiwa!

 

lapar?

mereka juga!

haus?

sama!

tak punya uang?

mereka jua merasakannya!

 

tapi, mereka ingin berusaha

apa usahanya?

meminta? tengadahkan tangan saja?

itukah usahanya?

atau genjreng dengan suara cempreng?

memang itu usaha?

sudah sampai mana itu?

 

mereka punya malu, Kawan!

semua punya kemaluan kan?

harusnya kau malu!

minta pada bukan ayah ibu

bilang minta makan

 

mereka ingin usaha

untuk tidak meminta

karena itu sama saja

rendahkan derajat

rendahkan harga

tapi di mana matamu?

bercermin! bercermin!

 

kau peduli

saat kau ditugasi

tapi di mana kau?!

saat mereka berdiri

tapi banyak yang meminta

untuk mati berdiri

laiknya kau kini

 

PEDULI APA KAU INI!!!

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer mizz_poe
mizz_poe at Peduli (6 years 38 weeks ago)
30

lhah terakhirnya ngamuk, pake kapital semua gitu..

Writer Putri_Pratama
Putri_Pratama at Peduli (6 years 45 weeks ago)
80

Harusnya kita malu.

Writer adeirn
adeirn at Peduli (6 years 46 weeks ago)
80

kebawa emosinya :D
keren^^

Writer Ganicov
Ganicov at Peduli (6 years 46 weeks ago)
80

Mungkin

Writer Yayang
Yayang at Peduli (6 years 46 weeks ago)
80

Jadi terbawa emosi kamu :)

Writer Iriani
Iriani at Peduli (6 years 46 weeks ago)
80

Dunia, memang semua sudah apatis.
Nice one :)

Writer sanssouci89
sanssouci89 at Peduli (6 years 46 weeks ago)
80

suka pembangunan emosinya

Writer Sylphermizt
Sylphermizt at Peduli (6 years 46 weeks ago)
90

:' nyentuh.. Dan overall baru baca itu emosi sama ekspresi pembacanya seolah olah langsung masuk otak. Keren!!