Puncak Bilah

Sepertinya baru terlahir
rasanya kemarin aku masih menyusu
dalam buaian ibuku, dalam naungan ayahku
tangisan sebagai caraku meminta air

Rasanya baru enam jam lalu
kaki kecilku melangkah lincah
meski perlahan, hatiku buncah
mengejar ibu yang bawa boneka

Satu jam telah usai
Dan aku berlarian menuju ayunan
setelah selesai belajar doa dan lompatan
balutan hijau dan ransel kecokelatan
awal meniti belajar sendiri

Dua jam berlalu
putih merah berganti biru
tawa ceria berganti biru semu
awalku mengenal cinta baru

Tiga jam memakanku
memaksaku untuk melangkah
memilih awal yang tak miliki akhir
jatuh dan mencinta
bangun dan berkawan
dinamika busana kelabu

Kini tinggal dua jam waktuku
satu jam pasti 'kan lenyap
hidup bersama dalam senyap. damai.
dalam senyum dan bahagia
meski denting kaca tak mengelak

Tak tahu satu jam lagi
di puncak bilah aku menanti
saat napas tiba-tiba meregang
dan...
lapisan besi mirip benang itu
pisahkan kepala dan tubuhku

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Supercalifragilisticexpialidocious
Supercalifragil... at Puncak Bilah (6 years 2 weeks ago)
80

Menikmati

Writer mizz_poe
mizz_poe at Puncak Bilah (6 years 16 weeks ago)
80

di ujung tanduk thoh maksutnye puncak bilah ini. ealaaah. asiknya ini dibacaken dg gaya teatrikal gituuu, di perempatan lampu merah pas lagi rame2nya.
(ini karna inget teman yg dia bilang kalok kambuh isengnya, suka tiba2 ndeklamasi di perempatan)

Writer AwankoLosta
AwankoLosta at Puncak Bilah (6 years 37 weeks ago)

nazokagi: puncak bilah itu mirip di ujung tanduk... di ujung pedang...

favemale: serem gimana? :D

Writer nazokagi
nazokagi at Puncak Bilah (6 years 37 weeks ago)
60

hm..
di puncak bilah itu apakah ?
salam

Writer Favemale
Favemale at Puncak Bilah (6 years 37 weeks ago)
80

Wah, serem baca bait terakhir :)