Ruang

Takkan ku ambil dia untuk diriku sendiri mbak
Takkan ku egois begitu
Aku tau hatinya
Mengerti dirinya
Dihatinya ada kalian
Sebagian hatinya terisi kalian
Tapi ku tau
Ku rasakan pula
Dihatinya ada aku
Seperti adanya dia dihatiku
Tak terelakkan
Kepergian kalian akan meninggalkan lubang dihatinya
Kepergian ku pun akan meninggalkan lubang serupa
Bukan itu yang ku mau
Ku mau melengkapi hatinya
Agar utuh
Agar ada ketenangan
Agar dia tersenyum
Tersenyum untuk dirinya
Tersenyum untuk kalian
Tersenyum untuk ku
Untuk kita
Sang Pemilik yang beri kami ini
Dia Sang Maha Pembalik Hati
Takkan mau disangkal
Kami pun tak kuasa menyangkal
Maka beri aku sedikit saja
Tempat diantara kalian
Hanya sedikit saja
Tempat diantara kalian
Mengisi ruang yang kosong itu
Yang tak berpenghuni
Biar ku diami

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Shinichi
Shinichi at Ruang (6 years 5 weeks ago)
60

penulisan "di" itu yang menjadi masalah.
sementara beberapa baris pengulangan, saya pikir butuh kreasi lain agar nggak terkesan hambar atau mubazir.
beberapa puisi memang berulang-ulang.
tapi dalam karya kamu ini, saya ngerasa ada baiknya dipadetin saja penggunaan diksinya.
tapi ini menurut saya :D
kip nulis
ahak hak hak.

Writer abi fathia
abi fathia at Ruang (6 years 9 weeks ago)
80

Hmm, biasanya yang pertama tak ikhlas. Yang kedua selalu ikhlas karena dia yang mengambil hak yang lain...bukan yang diambil :)

Writer Handawi
Handawi at Ruang (6 years 9 weeks ago)

hmm..

Writer sue.ann
sue.ann at Ruang (6 years 10 weeks ago)
70

kata "mbak" nya itu kok bikin janggal ngebacanya..
tp tetep bagus. pesan dr puisi bs ketangkep.
good job.. salam kenal..