BIRU

Hai kau,

yang berkawan dengan biru

Tidakkah kau kenal jemu?

Bahkan birupun terkadang beranjak sendu

Bahkan riak air pun mulai bergerak merindu gelombang-gelombang baru

Tapi jiwamu tetap saja terbelenggu

Pada diam yang semakin membuatmu bisu

 

Hai kau,

Yang bergelung dengan waktu

Cobalah tengok sebentar ke belangaku

Ada rembulan sebulat tembayan

Yang menunggu untuk kita cumbu

Ada ribuan gemintang

Yang menanti untuk kita rayu

Cobalah sedikit renggangkan kepakmu

Lalu ikutlah berdansa menanti biru 

Menyapa kita di lain waktu

 

Read previous post:  
37
points
(57 words) posted by suasti_was 6 years 7 weeks ago
61.6667
Tags: Puisi | cinta | air | ikhlas
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer retata
retata at BIRU (2 years 50 weeks ago)
90

Entah Karena tema2 yang sendu adalah favorit saya, tapi ini beneran bagus banget,

Writer odasekar95
odasekar95 at BIRU (3 years 22 weeks ago)
100

gila .....
rima indah, maknanya dalam, sedih ironi pengharapan.
manifestasi keindahan dalam kepahitan... gila .... suka pakai banget

Writer ronaldleeng
ronaldleeng at BIRU (5 years 44 weeks ago)

salam kenal

Writer arsenal mania
arsenal mania at BIRU (5 years 51 weeks ago)

baiklah, judul menguatkan isi dan isi melengkapi judul. saya nggak liat ada yang aneh di sini. sekali lagi deskripsi. hanya kali ini ada dua yang dipakai:
-biru sebagai deskripsi suasana
-sama biru sebagai sifat dari sebuah warna.
.
secara garis besar, seseorang bisa menginterpretasikan apapun sesuai keinginannya, tapi biasanya ada alasan di balik itu. disebutkan di bawah bahwa si doi terlalu sibuk sampai malem gitulah. dan diumpamakan sebagai warna biru. pernah bertanya kenapa biru? ada apasan tertentu yang secara sadar-nggak sadar masuk di pikiran penulis.
yah ini karena saya desainer sih, sifat warna sedikit banyak saya ngerti, dan biasanya mempengaruhi person.
.
cuma melambangkan biru sebagai penanda waktu? (disebutkan di bawah kalau yang dimaksud adalah siang hari) kayaknya kurang deh. maksudku, biru dan siang hari?
nah, gimana si penulis? ada yang belum sempat diungkapkan?
oke saya laper dan masih laper.
cheers

Writer khairani
khairani at BIRU (6 years 4 weeks ago)
80

Rani juga suka biru, tapi ga terlalu suka melow :)
Nice mba :)

Writer irayukii
irayukii at BIRU (6 years 5 weeks ago)
100

Halo, dek. Apa kabar? :)
Sedikit menanggapi komen2 yg di bawah. Jika memang biru yang kamu maksud adalah keadaan di siang hari, mungkin di bait awal kata terik bisa lebih mewakili, biar ga ada kontradiksi.

Hai kau, / yang berkawan dengan terik / tidakkah kau kenal jemu? / bahkan langit pun terkadang beranjak sendu.

Hanya pendapat subjektif, ga bermaksud mengubah karyamu. Kip writing, dear :)

Writer wacau
wacau at BIRU (6 years 5 weeks ago)
80

sepakat dengan hers sayah. dan sekedar masukan yah. jng terlalu fokus ke judul, ga musti krna judulnya biru terus harus ada diksi biru. yang penting feel biru itu terasa.
kip nulis suasti :)

Writer abi fathia
abi fathia at BIRU (6 years 6 weeks ago)
80

Itu adalah purnama, seindah biru :-)

Writer vlotska
vlotska at BIRU (6 years 7 weeks ago)
90

asyik sekali, ada ribuan gemintang yang menanti untuk kita rayu.. :D

Writer sekar
sekar at BIRU (6 years 7 weeks ago)
80

'ceria' sekali puisinya :)

Writer larass
larass at BIRU (6 years 7 weeks ago)
70

Suasti bermain rima, nice :)

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at BIRU (6 years 7 weeks ago)
2550

Biru yang terbaik
Puisinya bagus, meski ada kontradiksi seperti kata kak hers.
Aku juga merasa "Biru" pada larikmu menggambarkan perasaan, bukan keadaan siang hari...
Kalau ada waktu, temukan "Biru" sederhana di lapakku..
Salam kenal...

Writer Aisra
Aisra at BIRU (6 years 7 weeks ago)
80

Saya juga suka biru, seperti warna langit yang cerah :)

Writer Aisra
Aisra at BIRU (6 years 7 weeks ago)
80

Saya juga suka biru, seperti warna langit yang cerah :)

hers at BIRU (6 years 7 weeks ago)
90

halo mba suasti_was
biru yang berima, ekeke :)
.
ehmmm, saya merasa ada kontradiksi yang tegas dalam puisi ini terutama tentang imaji biru yang (mungkin saja) menunjukkan suasana atau keadaan. di bait 1:
.
"Hai kau,/yang berkawan dengan biru"
.
saya menangkap ada sebuah penekanan yang lugas dan tegas tentang kau (lirik) yang berkawan dengan biru. mungkin juga bisa diartikan bahwa kau (lirik) sedang ada dalam kondisi (suasana hati) yang biru.
.
jika diasosiasikan dengan dua baris terakhir di bait itu:
.
"Tapi jiwamu tetap saja terbelenggu/Pada diam yang semakin membuatmu bisu"
.
saya malah menangkap bahwa kau (lirik) sedang berada pada keterpurukan, mungkin mirip dengan situasi pada lagunya dewa "di dalam keramaian aku masih merasa sepi..."
-
tentang kontradiksi yang saya tangkap, sebenarnya jelas sekali tertuang di baris ke dua terakhir pada bait berikutnya:
/Lalu ikutlah berdansa menanti biru/
.
pada larik tersebut, kata 'ikutlah' merujuk pada sebuah pernyataan agar kau (lirik) menanti biru.

pertanyaannya, bagaimana bisa kau (lirik) menanti biru, sementara di awal bait telah disebutkan bahwa kau sedang berteman dengan biru?
.
apapun itu, yang saya ungkapkan hanya sekadar interpretasi subjektif yang jauh dari kebenaran... hihi
salam :)

Writer suasti_was
suasti_was at BIRU (6 years 7 weeks ago)

terima kasih masukannya kakak..
sebenarnya kata "biru" yang saya maksud itu adalah keadaan siang hari...
jadi ceritanyanya si dia itu terlalu sibuk dgn semua kegiatannya di waktu siang bahkan smapai malam, untuk menutupi sesuatu yg terjadi dalam hatinya, jadi saya ingin mengajaknya beristirahat sejenak untuk menikmati bulan dan bintang hingga siang datang lagi..
:)

Writer arien arda
arien arda at BIRU (6 years 7 weeks ago)
70

slm kenal...nice