[Cha] Cerpen Kopdar LCDP Surabaya 8 September 2013

Ibu tidak pnya banyak aturan di rumah. Malah hanya ada satu: jangan main-main ke loteng! Selama ibu masih ada, tidak satupun anaknya pernah membuka pintu tua yang menjaga ruang di atas rumahku itu. Kemarin ibu meninggal.

Seminggu berlalu, pintu itu masih terkunci, dingin seperti dinding batu. Tidak satupun anak-anak ibu yang berani menyentuhnya... Hingga malam itu, aku menyentuh gagangnya dan menyesal.

Tentu saja menyesal! Karena begitu pintu itu terbuka, yang tampak di hadapanku adalah sebuah surga! Kertas-kertas kunci jawaban ujian sekolah kemarin bertebaran! Melayang. Terbang. Ah, aku baru tahu. Seandainya ibu meninggal lebih cepat...

Namun aku segera menyesali pikiranku itu. Sesosok makhluk mungil muncul dari balik kertas ujian itu dan menatapku tajam. Ia bertelinga kucing namun semua fitur lain menunjukkan bahwa ia manusia. Pendek, tapi manusia. Dengan keras ia berkata, "Anak nakal harus dihukum!"

"Nakal? Atas dasar apa nada menyebutku nakal?" sangkalku. Si makhluk kaget dan terpaksa berpikir.
"Kau membuka pintu yang tidak boleh dibuka!" katanya yakin.
"kata siapa aku yang membuka?" aku tidak mau kalah. Si makhluk kucing kehabisan kata. Sebelum ia sempat bersuara aku keluar menutup pintu di belakangku. Saat turun aku berpapasan dengan keponakanku. Akupun katakan padanya, "Jangan main-main ke loteng!"

Read previous post:  
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
80

Plak! *nepukdahi
Ini juga koplak!
Moga lebih banyak lagi membuat karya2 seperti ini ahahaha... XD

Lucu ya? Seru juga buatnya... hehehehe

100

Aku numpang ngguyu, yo. :D
Kamar berisi kunci jawaban? Ehehehe.... XD

100

Eh, ternyata pos pertama masuk. Sori, double post. ^^a

Ounyaku ga meleset jauh-jauh... hihihi. #jempol