[Round 3] Altem - Rolatei

Altem menangkupkan tangan pada tepi sungai membasahi kerongkongannya. Pemuda bertudung-jubah duduk di sampingnya, menyodorkan sepotong roti manis pada Si Besar. “Nih, kau belum sarapan kan?”

Altem canggung, masih belum terbiasa menghadapi manusia yang baik terhadapnya, “...tidak terlalu lapar.”

“Jangan bohong, Altem. Semalam kau makan dua ekor domba bakar di api unggun oase hanya untuk cemilan, kan?”

Altem diam sesaat sebelum menjawab, “...Ketahuan.”

“Hahaha!” Haruo tertawa renyah sampai pundak jubahnya berguncang. “Kenapa kau seperti pencopet tertangkap basah begitu? Setiap kita punya ukuran perut sendiri, kan. Ayo kita naik ke puncak. Yang lain sudah duluan semua lho.”

“Tidak semua,” sahut Altem. Di belakangnya, melenggang seorang pemuda bermantel. Kacamatanya besar seperti kacamata selam. Sarung tangannya berbeda motif dan warna. Busananya saling tabrak.

“Tobari Hideya...” bahkan petarung sehebat Haruo tak berani gegabah berada di dekat manusia oriental aneh ini, yang menebar sejenis kegamangan di udara, tak tertebak, seolah dia mampu berjudi dengan nasib.

Hideya memberi anggukan kecil sopan pada mereka berdua seperti menyapa, lalu lanjut mendaki lereng gunung dengan santai. Sosoknya hilang di sela gerombol karang putih besar.

Altem bergumam, “Yang satu itu, berlapis.”

“Ya,” sahut pemuda bertudung, “Dia ada di dunianya sendiri. Dari rekam jejak pertarungannya, dia bahkan lebih manipulatif dibanding Si Bleki sekalipun. Tipe pengkhianat.”

Mereka lanjut mendaki menuju puncak gunung di mana arena pertarungan terletak. Menapak bebatuan gamping pipih-pipih, melewati sebuah padang rumput diselingi karang mengelompok bagai koloni golem. Haruo sebenarnya bisa mencapai puncak sangat cepat dengan teleportasi, namun diamatinya Altem yang sama sekali tak terburu-buru. Makhluk besar itu justru melangkah pelan, sapukan pandangan pada pepuncak jajaran pohon Deppu, dengan kerumun daun serupa rumah siput ungu merimbun puluhan kaki di atas kepala. Si Besar Kelabu melangkah seraya resapi angin yang menyejukkan helai bulunya, pejamkan mata. Sebuah kedamaian yang mengherankan bagi makhluk sepertinya. Betapa tahun-tahun ia lalui dalam perang, betapa banyak hal kecil yang ia lewatkan.

“Mukamu seperti sedang kecanduan obat bius,” celetuk Haruo iseng.

“Alam selalu menyediakan petualangan untukku.”

“Petualangan? Tak kusangka kau bisa menggunakan kata itu.”

“Tiap kita memiliki rasa senang terhadap sesuatu.”

“Dan sepertinya pertarungan serta petualangan memang adalah candu untukmu, ya.”

“Seperti juga romansa yang menjadi candu untukmu.”

“Hei! Itu rahasia!” Haruo kembali tertawa saat akhirnya mereka tiba di puncak gunung. Tinggi, tinggi sekali.

 

Read previous post:  
85
points
(6820 words) posted by uyuu 6 years 13 weeks ago
85
Tags: Cerita | Cerita Pendek | fantasi | Altem | Battle of Realms | Heretic | HxH
Read next post:  
Writer BattleRampage
BattleRampage at [Round 3] Altem - Rolatei (5 years 36 weeks ago)

Titip

Writer panglimaub
panglimaub at [Round 3] Altem - Rolatei (6 years 7 weeks ago)
90

+4 atas :
.
1. bahasanya
2. perlakuan Altem ke Belle
3. slice of lifenya.

Writer haruo_damon
haruo_damon at [Round 3] Altem - Rolatei (6 years 7 weeks ago)
90

well mas po.. walaupun battlenya hampir ga berasa, tapi.... saya enggak peduli >.<
.
berhubung saya tipe yang demen sama side story & slice off life, this is good (>w<)b
.
dan backgroundnya Altem.... nyeheheheheheheh #grin
.
+4~~~

Writer villyca.valentine
villyca.valentine at [Round 3] Altem - Rolatei (6 years 8 weeks ago)
70

lho? bukannya belle belum bilang menyerah ya?
dan berasa kemenangannya belum ternyatakan dengan jelas...
.
.
dibanding battle, canon lebih berasa....jadi rasanya ini r3 malah kaya canon doank(canon 70%, 30% battle)....
.
.
lagi2 bahasanya berubah...kali ini kd kaya bahasa puisi...apa mmg sengaja dibuat berbeda tiap ronde?
.
.
btw altem suka anak2 ya?
.
.
+3

Writer uyuu
uyuu at [Round 3] Altem - Rolatei (6 years 8 weeks ago)

seingetku si lawan yg ilang kesadarannya juga jadinya kalah Mbak Lyca. iya, ini bnykn canon abis gak ada ide battle wkwkw. tentang bahasa, tgantung mood sih, bukan sengaja.
kalo Altem ktmu anak2, dia sikapnya netral, gak ganas, soalnya anak2 kan gak punya sifat2 yg altem benci, jd tgantung sifat jg si :p

Writer tsukiya_arai
tsukiya_arai at [Round 3] Altem - Rolatei (6 years 8 weeks ago)
90

tensinya naik secara bertahap. Saya kira background storynya gabakal nyambung sama battle kayak beberapa canon, tapi ternyata ini dipakek di akhir.

+3

Writer Grande_Samael
Grande_Samael at [Round 3] Altem - Rolatei (6 years 8 weeks ago)
80

Wah, cerita Altem nya seru... Ada sisi mengharukan juga dari si besar kelabu yang mengerikan. T.T
.
Tapi jadi gag ada battle nya nih, kasihan Belle nya lum apa-apa uda sekarat... T.T
.
Wuhuu Ferrumnya muncul. Sabetan pedang tanpa niat membunuh, sungguh luar biasa.
.
+3

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at [Round 3] Altem - Rolatei (6 years 8 weeks ago)
90

kasi nilai 9 krn suka suka SUKAAA perlakuan Altem ke Belle >___<
.
tp bersambung? :o
.
sy jg suka bgt sma masa lalunya Altem sma gadis kecil itu >_<
.
hbis bca crita ini.... rasanya bener2 kangen baca cerita fantasi yg kuat n dalem spt ini (y)
.
gak ngasi poin krn rival, gud luck! >w<)7

Writer Hael Elliyas
Hael Elliyas at [Round 3] Altem - Rolatei (6 years 8 weeks ago)
80

wuoooh~ jd canon >__<
twist'a asiik untuk plot kanonnya~
tp battle Altem jd ndak keliatan sama heroes~
`
Titip +3
~ #ampoooniiii~

Writer dismyname
dismyname at [Round 3] Altem - Rolatei (6 years 8 weeks ago)
90

“Kira-kira sebesar Piramida Giza, eh...” -- Ini siapa?

“Di puncak gunung, ada gunung. Sesuai kata-kata Sok Rates, di sana gunung di sini gunung.” -- Luke

“Matamu jelalatan ke mana tiap kali kau bilang ‘gunung’, heh? Mau kubombardir kau?” -- Rexanne

“Bangunan raksasa begini, mestinya menyembunyikan manuskrip sihir level tinggi...” -- Edward

“Katakanlah, barang siapa yang menempel di antara kedua belah paha. Barangnya siapa? Katakanlah, sudah tentu barangnya pemilik phallus yang bersangkutan. Demikian sabda Duka Sang Penebus, pasal empat, butir dua puluh, amandemen delapan lebih siki’ via Tumblr.” -- Tuas

“Di alam E, sepertinya aku juga pernah lihat bangunan serupa ini...kuburan balsamik para Emperania kah?” -- Haruo

“y(._.)y” -- Hideya

“Lumayan.” -- Altem

.

Dari P1 Sampe P3 bahasanya lucu. Saya gemes sendiri bacanya. Ada beberapa typo sih, tapi ga ganggu.

.
P4, emosi saya keaduk. Kasihan Altem, pas liat kondiis gadis itu.
.
P5, saya WOW banget sama delusi ruangannya.
.
P6, speechles. Ur ini siapa-- OAO)w
.
P7, .............................
.
P8, saya terdiam. benar-benar terdiam.
.
.
.
.
+4 buat ALTEM. (sebenarnya 3,75)
saya udah ngga bisa ngomong banyak.