Sajak Tanpa Nama

Dalam nasib gedung tua yang lengang
Debu-debu kusam yang buat usang
Jejakmu tertinggal dalam ruang kenang
"Milik siapa?" ujarku.
Karena aku bukan pengelana di reruntuhan
yang ditinggalkan nama tak bertuan
Dan yang terkubur di sana bukan
milkku yang dipasrahkan
oleh harapan.

Kataku: "Harta karun tak perlu dicari; ia datang pada orang yang ditakdirkan."
Pemiliknya masih sama, walau sudah pindah tangan.
Dan setiap tangan-tangan itu menyentuh sakralnya, nasib berhak memberi kutukan:
Untuk meninggalkan
atau mempertahankan
walau hidup tanpa ketenangan.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer pena_hitam
pena_hitam at Sajak Tanpa Nama (6 years 3 weeks ago)
100

tema yang bagus, disajikan dengan pola rima yang apik,,
kerend!!!

Writer nixyan
nixyan at Sajak Tanpa Nama (6 years 3 weeks ago)
80

"nasib berhak memberi kutukan"
sy seneng kalimat ini nih...

Writer iday ibanez
iday ibanez at Sajak Tanpa Nama (6 years 3 weeks ago)
80

Wow :)

Writer LouvNazar
LouvNazar at Sajak Tanpa Nama (6 years 3 weeks ago)

keren

Writer cakil_tachibana
cakil_tachibana at Sajak Tanpa Nama (6 years 3 weeks ago)
70

keren