Diundang Teman

Aku tidak pernah menyangka, Sumanta yang pendiam dan jarang bergaul itu meneleponku untuk datang ke rumahnya. Katanya dia kesepian, karena orangtuanya masih belum pulang. Menurut kabar burung yang aku dengar, orangtuanya kabur dengan selingkuhannya masing-masing.

Kembali aku dibuat terkejut oleh Sumanta, ketika aku sampai ke rumahnya, dia mengajakku ke dapur dan menyuguhkan satu piring steik.

"Aku mencoba memasak, silahkan di coba."

Aku mencoba satu suapan, dan rasanya benar-benar lezat, dagingnya lumer di mulut. "Ini sangat lezat."

Sumanta tersenyum lalu kembali ke masakan yang tadi ditinggalkannya. "Jelas lezat, itu kan daging Ririn, perawan yang mati tiga hari yang lalu."

Read previous post:  
80
points
(66 words) posted by Shin Elqi 5 years 38 weeks ago
80
Tags: Cerita | Cerita Pendek | 100 kata | Anggota Baru | kemudian.com | selamat | ulang tahun
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer addy
addy at Diundang Teman (5 years 38 weeks ago)

buahaha.. adenya sumanto yang keberapa ini.. ?

Writer Addinta Bunga
Addinta Bunga at Diundang Teman (5 years 38 weeks ago)
70

Aku udah bisa nebak endingnya kak. Kalau misalnya namanya bukan Sumanta, mungkin aku nggak bakal bisa nebak dan endingnya dapet:B

Writer Dini
Dini at Diundang Teman (5 years 38 weeks ago)
60

Oo No!

Paragrap terakhir membuat saya bergidik, padahal di paragrap sebelumnya mulai menikmati steaknya lho :P

Writer dwiandika
dwiandika at Diundang Teman (5 years 38 weeks ago)

kurang greget nih mas ceritanya :D

Writer MumuRahadi
MumuRahadi at Diundang Teman (5 years 38 weeks ago)
90

makkk!

Writer iman
iman at Diundang Teman (5 years 38 weeks ago)
90

dari namanya saja menyerupai tokoh aslinya hiii

Writer Kuroangel21
Kuroangel21 at Diundang Teman (5 years 38 weeks ago)
60

Huek...

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Diundang Teman (5 years 38 weeks ago)
70

kurang greget niyy :D

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Diundang Teman (5 years 38 weeks ago)
70

Di paragraf kedua, nama Sumanta dikaitkan dg steik membuatku teringat sesuatu, yang benar saja, terbukti di paragraf terakhir. Hii.