The Golden Apple: Dawn

 

“Aku melihatnya. Idun telah lahir."

Wangi musim semi mengantarkan sebuah kereta kuda polos ke kediaman keluarga Appelbaum. Seorang pria bermantel hitam turun dari kereta tersebut dan mengetuk pintu, namun tak ada yang datang menyambut.

Pria itu menunggu.

Pada ketukan ke dua puluh satu, pintu itu terbuka.

“Apa aku bisa bertemu Mr. dan Mrs. Appelbaum?” tanya pria itu.

“Maaf sekali, Tuan,” jawab si pelayan yang membuka pintu sambil membungkuk dalam-dalam, “Saat ini Tuan dan Nyonya tidak bisa menerima tamu. Nyonya baru saja melahirkan. Jika Tuan berkenan meninggalkan kartu—“

“Aku tahu. Mrs. Appelbaum melahirkan bayi perempuan yang menggenggam biji emas. Aku ingin bicara dengan tuanmu mengenai hal itu.”

Si Pelayan terperanjat.

“Tuan tahu tentang—“

“Aku hanya sebentar. Tolong panggilkan tuanmu sekarang.”

“B-baik, Tuan! Silakan menunggu—”

“Tidak perlu. Aku menunggu di sini saja.”

Si pelayan berlari masuk dan segera kembali dengan seorang pria muda yang tampak lelah dan kebingungan.

“Selamat malam, Mr. Appelbaum,” si tamu menyapa sang tuan rumah.

“Selamat malam, Tuan…” Mr. Appelbaum mengulurkan tangannya dengan ragu, “…Apa kita pernah bertemu?”

“Kita tidak pernah bertemu. Namaku Urd Norn,” pria itu membiarkan tangan Appelbaum menggantung di udara, “Aku akan langsung bicara. Putrimu akan tumbuh menjadi gadis yang luar biasa.”

Appelbaum terkesiap, lalu keningnya berkerut, “A-apa maksud Anda? Putriku baru lahir, dan—“

“Dia bukan gadis biasa. Simpan biji emas dalam genggamannya baik-baik, jangan sampai biji itu terpisah darinya. Ketika waktunya tiba, biji itu akan membawa keajaiban.”

“Aku tidak mengenalmu, tapi kumohon jangan permainkan keluarga kami! Aku tidak tahu bagaimana kau bisa tahu tentang biji di tangan Anastasia, tapi yang kau katakan barusan terdengar mencurigakan!” Appelbaum tampaknya terlalu lelah untuk menerima tamu, apalagi tamu tak dikenal yang meracau tentang keajaiban dan tiba-tiba tahu tentang hal aneh yang mengiringi kelahiran putrinya. Anak pertamanya itu bahkan baru lahir beberapa jam.

“Jika kau tidak punya kepentingan lain, kumohon tinggalkan rumahku. Aku harus segera kembali. Istriku—“

“—akan baik-baik saja,” sambung si tamu tak dikenal, “Aku tidak mempermainkan Anda ataupun keluarga Anda. Ini serius. Jangan sampai putrimu kehilangan biji emas itu. Kalau suatu saat ia butuh bantuan, hubungi aku.”

Pria asing itu menarik tangan Appelbaum dan menyelipkan kartu nama dalam genggamannya.

“Kumohon, biji itu benar-benar penting. Putrimu benar-benar penting. Jangan abaikan pesanku ini. Permisi, selamat malam.”

Appelbaum belum sempat mengatakan apapun, tapi si pria asing sudah menghilang ke dalam keretanya dan pergi menjauh. Sang tuan rumah pun menyuruh pelayannya kembali menutup gerbang sebelum kembali ke kamar utama. Pria itu duduk di tepi ranjang dan menghela napas panjang. Istrinya masih terlelap. Dokter tadi bilang istrinya akan baik-baik saja, tapi wanita itu bahkan belum membuka mata sejak putri mereka lahir empat jam yang lalu. Ketegangan saat ia mondar-mandir di koridor sementara istrinya berjuang melawan sakit juga masih belum meninggalkan dirinya.

Tapi putri mereka sempurna. Begitu polos dan cantik dengan helai rambut keemasan di kepalanya yang mungil. Tapi dia juga tampak begitu lemah, Appelbaum sampai tak berani menggendongnya, takut lengannya akan meremukkan malaikat kecil itu.

Lalu ada biji emas itu. Anastasia lahir dengan tangan kanan yang terkepal begitu kuat. Ketika genggamannya dilepas, mereka menemukan sebutir biji yang berkilau keemasan. Bukankah seharusnya bayi lahir tanpa membawa apapun? Dari mana datangnya biji itu?

“Ketika waktunya tiba, biji itu akan membawa keajaiban.”

Appelbaum meneliti kartu nama yang ditinggalkan pria asing tadi. Urd Norn, Lord Igdrasil. Nama yang aneh. Bahkan nama gelarnya terdengar palsu. Alamatnya di Mayfair, London. Cukup detail, tapi siapa tahu itu alamat sungguhan atau bukan? Siapa Lord Igdrasil ini? Penipu? Tapi dia tidak datang untuk meminta uang atau mengambil apapun.

Bagaimana pria itu bisa tahu tentang biji emas Anastasia? Jangan-jangan dia tahu dari mana datangnya biji itu?

Appelbaum meletakkan kartu Igdrasil di meja di tepi tempat tidur, lalu berjalan menuju pintu penghubung dengan kamar tempat putrinya berada. Ia menghampiri ranjang tempat si malaikat kecil terbaring.

Appelbaum membuka kepalan tangan Anastasia perlahan, biji itu masih di sana. Kalau itu hanya biji biasa, mungkin mereka sudah membuangnya sejak awal. Kenyataannya, mereka bahkan tidak berani memindahkannya. Biji itu aneh, berpendar dan memancarkan aura hangat…

“Jangan sampai biji itu terpisah darinya.”

Appelbaum kembali menutup jari-jari Anastasia dan membelai kepala putrinya itu. Persetan dengan biji emas dan pria misterius. Yang penting baginya hanya Anastasia, putrinya, tumbuh dewasa dan hidup bahagia.

Read previous post:  
Read next post:  
Writer aphrodite
aphrodite at The Golden Apple: Dawn (5 years 42 weeks ago)
80

Wow3, Urd Norn, Lord Igdrasil :D *menunggu kemunculan Norn2 lainnya.
Saya ketinggalan nih bacanya, nyicil dulu dari awal.
Oh iya, gambarnya keren!
Salam kenal~

Writer Riesling
Riesling at The Golden Apple: Dawn (5 years 42 weeks ago)

xDD
makasih udah mampir >w<

Writer xenosapien
xenosapien at The Golden Apple: Dawn (5 years 43 weeks ago)
70

Halo, Ries. Lama aku tak mampir ke mari. Numpang baca dari awal dulu, ya. :)

Writer Riesling
Riesling at The Golden Apple: Dawn (5 years 42 weeks ago)

bang xenooooooo~
makasih udah mampir >w<

Writer kaochanisa
kaochanisa at The Golden Apple: Dawn (5 years 47 weeks ago)
70

awalnya bagus..
tapi singkat ya..
penasaran sama cerita selanjutnya..
keep writing.. ;D

Writer Riesling
Riesling at The Golden Apple: Dawn (5 years 45 weeks ago)

makasih udah mampir~
udah dilanjutin, mangga dibaca xD

Writer Illyasviel_Emiya
Illyasviel_Emiya at The Golden Apple: Dawn (5 years 47 weeks ago)
90

Auuu~ saya lebih penasaran gimana caranya dewa Nordik nyampe ke Inggris. Apakah ini bakal jadi tipikal PJ? ataukah akan mengambil arah yang berbeda? dari pembukaannya aja saya bisa tebak kalau ini bakal ambil arah yang berbeda.

Ditunggu lanjutannya~
Salam manis, Illya.

Writer Riesling
Riesling at The Golden Apple: Dawn (5 years 47 weeks ago)

Gimana cara dewa Nordik sampe Inggris, gak bakal dijelasin detail sih (tapi suatu hari nanti ada). Basicnya ada di chapter terakhir series Loki yang saya bikin dul :3
.
Tipikal PJ atau nggak, I'm not the judge :V
.
Salam balik buat Illya <3

Writer ldyrdy
ldyrdy at The Golden Apple: Dawn (5 years 48 weeks ago)

ceritanya menarik gan.. apalagi ada gambarnya..
cuma kurang panjang ceritanya.. hehehe...

Writer Riesling
Riesling at The Golden Apple: Dawn (5 years 47 weeks ago)

ntar dilanjut kok~ tunggu minggu depan yak~

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at The Golden Apple: Dawn (5 years 48 weeks ago)
70

awalan yang cukup membuat penasaran bagaimana selanjutnya nasib anastasia dg biji emas itu, bgm mereka berdua saling berkaitan. cerita ini ngingetin saya sama cerita2 lainnya yang serba emas: timun emas, keong emas... semoga cerita ini bisa diteruskan sampai tuntas :)

Writer Riesling
Riesling at The Golden Apple: Dawn (5 years 48 weeks ago)

Emas itu investasi, harganya naik terus, gak pernah turun *salah fokus*
untungnya udah setengah jalan, semoga bisa sampai beres >.<
Baca lagi ya~ *plak
Makasih dah mampir (~'.')~

Writer alcyon
alcyon at The Golden Apple: Dawn (5 years 48 weeks ago)
90

begini...
bila biji itu begitu penting, kenapa tuan misterius tidak menculik saja anastasia dan merawatnya sendiri?
anastasia...ah!

Writer Riesling
Riesling at The Golden Apple: Dawn (5 years 48 weeks ago)

Karena merawat anak itu susah? *plak
Iya, namanya anastasia xDD
makasih dah mampir bos~